Tag: pertamina

  • Inovasi Insan Pertamina Tingkatkan Kinerja dan Keandalan Operasi Kilang

    Inovasi Insan Pertamina Tingkatkan Kinerja dan Keandalan Operasi Kilang

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga RU Cilacap terus melakukan inovasi dan improvement guna meningkatkan keandalan operasi serta menjaga keberlanjutan produksi kilang. Salah satunya diwujudkan melalui modifikasi Expansion Joint Carbon Monoxide (CO) Boiler pada unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex.

    Sebagai salah satu unit pendukung utama dalam proses regenerasi katalis di RFCC, CO Boiler 101-F-503 memiliki peran strategis memanfaatkan energi panas hasil pembakaran gas karbon monoksida menjadi energi uap (steam) untuk menunjang berbagai kebutuhan operasional kilang.

    Section Head RFCC RU IV Cilacap, Priyambodo Purwo Handoyo, menjelaskan program ini sebagai mitigasi sekaligus peningkatan keandalan fasilitas untuk mengatasi potensi gangguan pada sistem expansion joint CO Boiler.

    “Tim RFCC Complex bersama fungsi terkait melakukan improvisasi melalui pendekatan rekayasa yang fokus pada eliminasi akar penyebab kerusakan. Langkah ini merupakan upaya berkelanjutan menjaga keandalan peralatan kritikal pendukung operasional,” ujar Priyambodo.

    Rekayasa ini mencakup sejumlah modifikasi pada sistem expansion joint. Implementasi ini berhasil menghilangkan jalur penetrasi flue gas bersuhu tinggi menuju area expansion joint, mengurangi potensi hotspot, meningkatkan kekakuan struktur penahan (retaining plate), serta memperpanjang umur pakai komponen.

    Selain itu, modifikasi juga meningkatkan kemampuan sistem dalam mengakomodasi ekspansi termal selama operasi sehingga risiko sobekan pada fabric expansion joint maupun deformasi mekanis dapat diminimalkan secara signifikan.

    Keberhasilan program ini berdampak positif pada keandalan operasi CO Boiler. Hingga saat ini, sistem dapat beroperasi stabil dan aman tanpa indikasi kebocoran. Dengan terjaganya keandalan CO Boiler, kontinuitas produksi steam sebagai utilitas penting dalam operasional kilang juga dapat dipertahankan sesuai kebutuhan proses.

    Menurut Priyambodo, keandalan pasokan steam memiliki peran vital mendukung keberlangsungan operasi RFCC Complex. Gangguan pada CO Boiler berpotensi menyebabkan kehilangan produksi steam yang dapat memengaruhi stabilitas operasi unit proses, menurunkan fleksibilitas pengendalian operasi, hingga meningkatkan risiko pembatasan kapasitas produksi.

    “Melalui improvement ini, kami tidak hanya meningkatkan keandalan peralatan, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan operasi dan keberlangsungan produksi. Keberhasilan menjaga performa CO Boiler menjadi salah satu faktor penting mendukung operasi RFCC yang aman, andal, dan berkelanjutan,” tambahnya.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menyampaikan keberhasilan implementasi ini menunjukkan komitmen perusahaan mengedepankan inovasi & continuous improvement untuk menjaga ketahanan operasional kilang.

    “Setiap inovasi merupakan komitmen perusahaan menjaga keandalan aset, meningkatkan efisiensi operasi, serta memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga. Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas fungsi mampu menghasilkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi keberlangsungan operasional perusahaan,” ungkap Agustiawan.

  • Tingkatkan Kapasitas, Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Berikan Pelatihan Manajemen Pemeliharaan Itik Berbasis Good Farming Practice

    Tingkatkan Kapasitas, Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Berikan Pelatihan Manajemen Pemeliharaan Itik Berbasis Good Farming Practice

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui program pemberdayaan berkelanjutan.

    Salah satunya diwujudkan denganpelatihan Manajemen Pemeliharaan Itik Model Good Farming Practice bagi kelompok binaan Program Kalijaran Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) di Musala Darul Amal, Desa Kalijaran, Maos, Kabupaten Cilacap, Sabtu (6/6/2026).

    Kegiatan yang melibatkan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto tersebut diikuti oleh perwakilan Kelompok Ternak Mintih Mulia, Gapoktan Margo Sugih, KWT Mekar Jaya Lestari, serta BUMDes Kalijaran.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menjelaskan pelatihan ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan usaha peternakan masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

    “Pelatihan ini menjadi upaya perusahaan dalam memperkuat kapasitas peternak melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi masyarakat. Kami berharap pendampingan teknis budidaya itik berbasis Good Farming Practice dapat mendukung pengembangan usaha peternakan yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Agustiawan.

    Menurutnya, pendekatan yang dikedepankan adalah budidaya itik berkelanjutan, yakni pengembangan usaha peternakan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan ternak, efisiensi penggunaan pakan, perbaikan sistem kandang, serta pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.

    Pada sesi materi, dosen Fakultas Peternakan UNSOED, Ismoyowati menyampaikan praktik budidaya itik yang baik mulai dari periode pertumbuhan, standar kesehatan dan performa ternak, hingga penerapan standar Good Farming Practice pada kandang itik.

    Pemateri lainnya, Titin Widiyastuti, memberikan pemahaman terkait kebutuhan nutrisi itik, pola pemberian pakan, pemanfaatan pakan komersial, serta alternatif pakan berbasis bahan lokal dan fermentasi guna meningkatkan efisiensi usaha peternakan.

    Dalam sesi evaluasi dan diskusi, Dekan Fakultas Peternakan UNSOED, Novie Andrisetiyanto, menyoroti sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan peternakan itik di Desa Kalijaran. Di antaranya meliputi manajemen afkir bebek, perbaikan sarana kandang, serta pengelolaan limbah peternakan, khususnya pada unit kandang yang dikelola BUMDes Kalijaran.

    Melalui pelatihan ini, Pertamina RU IV Cilacap berharap kelompok binaan Program MAPAN semakin siap mengembangkan usaha peternakan itik yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Desa Kalijaran dan sekitarnya.

  • Pelita untuk Santri: Relpi Pertamina Cilacap Hadirkan Listrik Lebih Aman di Ponpes Syafaatul Quran

    Pelita untuk Santri: Relpi Pertamina Cilacap Hadirkan Listrik Lebih Aman di Ponpes Syafaatul Quran

    satyanusa, Cilacap – Tim Relawan Pertamina Peduli (Relpi) Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap meluncurkan program Perbaikan Listrik Tempat Ibadah (Pelita) di kompleks Pondok Pesantren Syafaatul Quran, Cilacap, Minggu (7/6/2026).

    Kegiatan ini merupakan program kreatif yang diinisiasi pekerja muda Pertamina yang tergabung dalam Relpi sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan instalasi listrik.

    Melalui program Pelita, Relpi melakukan perbaikan instalasi dan jaringan kelistrikan di lingkungan pondok pesantren guna meningkatkan aspek keamanan serta mendukung aktivitas belajar dan ibadah para santri.

    Koordinator Program Pelita Relpi Cilacap, Anjar Santoso, menjelaskan program ini berangkat dari hasil survei yang dilakukan sebelumnya di lokasi. Dari hasil pemantauan, ditemukan beberapa titik jaringan listrik dan sambungan kabel yang sudah tidak layak digunakan serta berpotensi menimbulkan bahaya.

    “Berdasarkan hasil survei, kami menemukan beberapa instalasi listrik yang memerlukan perbaikan karena kondisinya kurang aman. Dari kondisi tersebut, Relpi menghadirkan Program Pelita yang untuk pertama kalinya kami laksanakan di Pondok Pesantren Syafaatul Quran,” ujar Anjar.

    Dalam pelaksanaannya, tim Relpi melakukan penataan ulang jaringan listrik, penggantian beberapa komponen yang tidak layak, serta memastikan instalasi kelistrikan dapat berfungsi dengan lebih aman dan optimal.

    Dewan Pengarah Relpi Cilacap, Sisyani Edy Widodo, menyampaikan program ini tidak hanya menjadi kontribusi Relpi dalam meningkatkan keselamatan instalasi listrik di lingkungan masyarakat, tetapi juga merupakan wujud kolaborasi perusahaan dengan masyarakat sekitar.

    “Program Pelita menjadi salah satu bentuk kepedulian Relpi dalam membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi dan kolaborasi antara Pertamina dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ungkap Sisyani.

    Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Syafaatul Quran, KH Rohmatulloh, mengapresiasi semangat dan kepedulian Relpi yang telah meluncurkan Program Pelita di lingkungan pondok pesantren yang dipimpinnya.

    “Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan Relpi. Program ini merupakan salah satu bentuk nyata dakwah dengan perbuatan. Dakwah dengan lisan mungkin lebih mudah dilakukan, namun dakwah bil haal atau melalui tindakan nyata tidak semua orang mampu melakukannya. Relpi telah menunjukkan hal tersebut di tempat kami,” tutur KH Rohmatulloh.

    Selain perbaikan jaringan listrik, Tim Relpi juga memberikan sosialisasi singkat mengenai instalasi listrik rumah yang aman.

    Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan listrik yang sesuai standar keselamatan sehingga dapat meminimalkan risiko gangguan maupun kecelakaan akibat instalasi yang tidak layak.

  • Pembelajaran Penanganan Api Sejak Dini, Warnai International Firefighters’ Day 2026 di RU IV Cilacap

    Pembelajaran Penanganan Api Sejak Dini, Warnai International Firefighters’ Day 2026 di RU IV Cilacap

    satyanusa, Cilacap – Dalam rangkaian peringatan International Firefighters’ Day (IFFD) 2026, Pertamina Patra Niaga Regional RU IV Cilacap melalui tim Pertamina Fire Brigade menggelar Pembelajaran Penanganan Api Sejak Dini bagi 180 siswa-siswi SD Patra Mandiri Cilacap, Jumat (5/6/2026), di kompleks sekolah.

    Kegiatan edukatif ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai karakteristik api, potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, serta penanganan yang tepat sejak usia dini. Para siswa mendapatkan materi dasar mengenai kebakaran dan keselamatan, sekaligus praktik langsung bersama personel pemadam kebakaran Pertamina.

    Section Head Emergency & Insurance RU IV Cilacap, Aris Yudo, menjelaskan kegiatan ini menjadi sarana edukasi untuk menanamkan kesadaran keselamatan kepada generasi muda.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak memperlakukan api dengan benar, memahami potensi bahaya serta mengetahui cara penanganan yang tepat. Dalam skala kecil, api relatif tidak menjadi masalah, namun ketika berkembang dalam skala besar dapat menimbulkan risiko yang serius. Karena itu, pemahaman sejak dini sangat penting agar mereka dapat menyikapinya dengan benar,” ujar Aris.

    Selain materi singkat, para siswa juga diajak mengikuti simulasi pemadaman kebakaran menggunakan metode sederhana dengan menutup sumber api menggunakan karung basah. Antusiasme peserta semakin terlihat saat mereka berkesempatan mencoba memadamkan api menggunakan nozzle yang terhubung dengan selang air dari mobil pemadam kebakaran yang dihadirkan langsung ke lokasi.

    Ketua Yayasan Patra Mandiri, Ery Sepsi Wantini, menyambut baik program pembelajaran yang diberikan RU IV Cilacap tersebut. Menurutnya, edukasi keselamatan kebakaran merupakan bekal penting bagi anak-anak dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.

    “Pembelajaran ini sangat penting bagi anak-anak kami agar mereka memahami potensi-potensi kebakaran dan tidak panik ketika menghadapi kondisi sebenarnya, karena sudah memiliki pengetahuan dasar mengenai cara penanganan,” ungkap Ery.

    Salah satu peserta kegiatan, Khanza Auliya, siswi kelas 4 SD Patra Mandiri Cilacap, mengaku senang dapat mengikuti pembelajaran tersebut.

    “Senang sekali hari ini bisa belajar langsung tentang kebakaran dan cara menanggulanginya. Ini menjadi pengalaman baru yang sangat seru dan bermanfaat,” kata Khanza.

    Terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif tim Pertamina Fire Brigade dalam memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat, khususnya anak-anak.

    “Penting untuk memperkenalkan sejak dini bagaimana penanganan terhadap api dan berbagai potensi bahaya yang dapat ditimbulkan. Kami berharap kesadaran pada aspek keselamatan dapat tumbuh sejak usia sekolah dan menjadi bagian dari budaya keselamatan di lingkungan masyarakat,” ujar Agustiawan.

    Kegiatan ini juga menjadi salah satuju langkah nyata RU IV Cilacap dalam meningkatkan kesadaran keselamatan masyarakat sekaligus memperingati peran penting para petugas pemadam kebakaran melindungi lingkungan kerja dan masyarakat dari risiko kebakaran.

  • Luar Biasa! Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Borong 3 Penghargaan Bergengsi Pajak Awards 2026

    Luar Biasa! Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Borong 3 Penghargaan Bergengsi Pajak Awards 2026

    satyanusa, Cilacap — Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Pajak Awards 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

    Tiga penghargaan tersebut yakni kategori Kontributor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Terbesar, Kontribusi Pajak Air Tanah Terbesar, serta OPTIMIS AWARD The Best Taxpayer of The Year.

    Penghargaan diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, kepada Manager Finance RU IV Cilacap, Yudha Rastanura, di Aula Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Cilacap, Selasa (26/5/2026).

    Ajang Pajak Awards 2026 merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Cilacap kepada para wajib pajak yang dinilai memiliki kepatuhan dan kontribusi tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui pembayaran pajak.

    Dalam sambutannya, Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menegaskan pajak daerah menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan di Kabupaten Cilacap.

    Menurutnya, penerimaan pajak memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan pelayanan publik kepada masyarakat.

    “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh wajib pajak yang telah menunjukkan kepatuhan dan komitmen dalam menunaikan kewajiban perpajakan,” ujar Ammy.

    Ia juga mengapresiasi konsistensi para wajib pajak yang tetap patuh di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi saat ini.

    Pada ajang tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacap menyerahkan total 53 penghargaan kepada wajib pajak dari berbagai kategori, termasuk kepada Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menegaskan penghargaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pertamina dalam mendukung pembangunan daerah melalui kepatuhan perpajakan.

    “Penghargaan ini menjadi bukti nyata kepatuhan dan kontribusi Pertamina dalam mendukung pembangunan, khususnya di wilayah Kabupaten Cilacap,” kata Agustiawan.

    Menurutnya, Pertamina akan terus berkomitmen menjalankan kewajiban perusahaan secara profesional sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah.

  • Kajian Alqudwah Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap, Jejak Dakwah yang Tumbuh Bersama Masyarakat

    Kajian Alqudwah Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap, Jejak Dakwah yang Tumbuh Bersama Masyarakat

    satyanusa, Cilacap – Setiap Rabu siang, suasana di Masjid Baiturrahmah, kompleks Head Office (HO) Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap, selalu padat oleh jamaah. Usai salat Zuhur, ratusan jamaah dari berbagai kalangan perlahan memenuhi setiap sudut masjid.

    Di antara mereka, tampak para pekerja Pertamina duduk berdampingan dengan masyarakat umum, menyimak kajian keislaman yang disampaikan para dai.

    Pemandangan hangat ini menjadi rutinitas Kajian Rutin Alqudwah, program yang diselenggarakan Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap melalui Badan Dakwah Islam (BDI) RU IV Cilacap.

    Digelar setiap hari Rabu pukul 12.00 hingga 13.00 WIB, program ini telah berjalan secara konsisten sejak tahun 2017 dan menjadi salah satu wujud kontribusi perusahaan dalam membangun masyarakat, tidak hanya melalui energi, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan sosial.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menjelaskan perjalanan Kajian Alqudwah dimulai dari kegiatan sederhana yang dilaksanakan secara bergiliran di rumah para anggota tim manajemen RU IV Cilacap.

    “Pada awalnya, kajian ini dilaksanakan dari rumah ke rumah secara bergiliran. Selain sebagai sarana silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai spiritual para pekerja di tengah aktivitas dan tanggung jawab pekerjaan yang padat,” ujar Agustiawan.

    Seiring berjalannya waktu, antusiasme peserta terus meningkat. Kajian dipusatkan di Masjid Baiturrahmah agar dapat menjangkau lebih banyak jamaah. Sejak saat itu, Alqudwah tidak lagi hanya menjadi ruang pembelajaran bagi pekerja Pertamina, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum dari berbagai wilayah.

    Setiap pekan, jamaah mengikuti kajian Islam tematik yang menghadirkan para dai dari Kabupaten Cilacap, bahkan sesekali dari luar daerah. Kehadiran penceramah dengan latar belakang dan keilmuan yang beragam membuat materi kajian selalu relevan.

    Lebih dari sekadar forum keagamaan, Kajian Alqudwah juga berkembang menjadi gerakan kepedulian sosial. Melibatkan berbagai fungsi internal perusahaan, kegiatan ini disertai dengan penyaluran donasi yang dimanfaatkan untuk mendukung operasional masjid dan musala di sekitar perusahaan, serta bantuan bagi anak yatim dan kaum duafa.

    Menurut Agustiawan, keberlangsungan program selama hampir satu dekade menjadi bukti komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan kemanusiaan.

    “Kajian Alqudwah menjadi salah satu bentuk dedikasi Pertamina menguatkan nilai keagamaan sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat. Kami percaya keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat yang luas, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga dalam mendukung kehidupan sosial dan spiritual masyarakat,” tambahnya.

    Dampak positif program ini terlihat dari pertumbuhan jumlah jamaah yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika pada awalnya hanya diikuti sekitar 20 orang, kini Kajian Alqudwah dihadiri hingga 500 jamaah setiap pekan. Kapasitas Masjid Baiturrahmah pun nyaris selalu penuh setiap Rabu siang.

    Bagi masyarakat, keberadaan kajian ini telah menjadi bagian dari rutinitas yang dirindukan. Salah satunya dirasakan oleh Sudiro, warga Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah, yang hampir rutin mengikuti kegiatan tersebut.

    “Saya bersyukur Kajian Alqudwah masih terus berlangsung sampai sekarang dan jamaahnya semakin banyak. Semoga ini menjadi amal baik bagi Pertamina dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat, di luar tanggung jawab perusahaan dalam menyediakan energi,” tuturnya.

    Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, Kajian Alqudwah hadir sebagai ruang untuk sejenak menenangkan hati, memperdalam ilmu agama, sekaligus mempererat tali persaudaraan.

    Kajian Alqudwah kini tumbuh menjadi jembatan yang menyatukan perusahaan dan masyarakat dalam semangat belajar, berbagi, dan menebarkan kebaikan bersama.

  • Merawat Kepedulian di HUT ke-26, PWP RU IV Cilacap Bagikan 785 Paket Sembako

    Merawat Kepedulian di HUT ke-26, PWP RU IV Cilacap Bagikan 785 Paket Sembako

    satyanusa, Cilacap – Semangat berbagi dan kepedulian kembali ditunjukkan Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah RU IV Cilacap dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 PWP. Melalui kegiatan bakti sosial, sebanyak 785 paket sembako disalurkan kepada masyarakat dan para pekerja di sekitar operasional Kilang RU IV Cilacap.

    Penyerahan simbolis bantuan dilaksanakan di Gedung PWP, Komplek Perumahan Pertamina Gunung Simping, Cilacap, Jumat (22/5/2026), berlangsung hangat dan penuh rasa kekeluargaan.

    Ketua PWP Tingkat Wilayah RU IV Cilacap, Ny. Farika Wahyu Sulistyo Wibowo menyampaikan bantuan tersebut diperuntukkan para pekerja di lingkungan PWP, petugas jaga palang pintu kereta api, serta keluarga pra sejahtera di sejumlah kelurahan sekitar operasional Kilang RU IV Cilacap.

    Menurut Farika, kegiatan yang dimotori Bidang Sosial Budaya PWP Cilacap ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar untuk terus menumbuhkan semangat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

    “Melalui momentum HUT PWP ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekitar. Mungkin tidak besar nilainya, namun kami berharap dapat dirasakan ketulusan dan kepedulian kami kepada bapak dan ibu sekalian,” ungkapnya.

    PWP berharap dapat terus konsisten menebarkan kebermanfaatan di tengah masyarakat. Pihaknay juga memohon doa agar PWP senantiasa diberi kekuatan untuk terus menjalankan kegiatan sosial serta mendukung kelancaran operasional Kilang Cilacap yang menjadi salah satu objek vital nasional.

    “Kilang RU IV Cilacap memiliki peran strategis dalam menopang sekitar 34 persen kebutuhan BBM nasional dan 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa. Kami berharap doa dan dukungan masyarakat agar operasional kilang selalu berjalan aman dan lancar,” tambahnya.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan mengapresiasi konsistensi PWP dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

    “Tak terhitung banyaknya kepedulian PWP yang senantiasa hadir bersama perusahaan dalam mendukung program-program sosial kemasyarakatan. Semangat berbagi ini menjadi energi positif yang terus dirasakan masyarakat,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, PWP RU IV Cilacap berharap nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong terus tumbuh, sehingga keberadaan perusahaan dan keluarga besar Pertamina dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.

  • Jaga Keandalan Pasokan BBM Nasional, Ini Komitmen Keselamatan Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap

    Jaga Keandalan Pasokan BBM Nasional, Ini Komitmen Keselamatan Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap kembali menegaskan komitmennya terhadap aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan kerja melalui pelaksanaan pelatihan HSSE Passport 2.0 bagi pekerja dan mitra kerja.

    Pelatihan diikuti lebih dari 3.000 peserta dari unsur pekerja dan mitra yang terbagi dalam beberapa batch dengan 100 peserta pada setiap batch. Hal ini sebagai upaya perusahaan memperkuat budaya keselamatan kerja di seluruh lini operasional.

    Manager Human Capital (HC) RU IV Cilacap, M. Hasan Ismail menyampaikan bahwa safety dan keselamatan merupakan prioritas tertinggi dalam setiap operasional perusahaan.

    “Perilaku safety wajib diulang-ulang agar menjadi budaya bagi setiap insan Pertamina. Keselamatan bukan hanya sekadar aturan, tetapi harus menjadi kebiasaan dan kesadaran bersama dalam setiap aktivitas kerja,” ujarnya.

    Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi dari para praktisi HSSE, meliputi HSSE Golden Rules, Bahaya di Tempat Kerja, Sistem Izin Kerja Aman (SIKA), Corporate Life Saving Rules, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), housekeeping, Process Safety Awareness, HSSE Observation & Stop Work Authority (SWA), Incident Reporting, hingga Human Factor.

    Hasan menekankan bahwa materi-materi tersebut bisa jadi sering diterima oleh para pekerja maupun mitra. Namun demikian, pengulangan dan internalisasi dinilai sangat penting agar seluruh insan perusahaan tidak lalai serta senantiasa siap menghadapi berbagai kondisi darurat di lapangan.

    “Dalam rangka internalisasi, hal ini wajib diulang-ulang agar tidak lalai dan senantiasa memahami langkah yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat,” tambahnya.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan menegaskan bahwa perilaku dan budaya safety memiliki hubungan yang sangat erat dengan produktivitas kerja perusahaan.

    Menurutnya, penerapan budaya keselamatan yang kuat menjadi faktor penting dalam mendukung keberlangsungan operasional RU IV Cilacap yang memiliki peran strategis dalam ketahanan energi nasional.

    “Perilaku dan budaya safety berbanding lurus dengan produktivitas kerja. Terlebih RU IV Cilacap memiliki tanggung jawab besar dalam menyuplai sekitar 34 persen kebutuhan BBM nasional dan 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa,” jelasnya.

    Melalui pelatihan HSSE Passport 2.0 ini, RU IV Cilacap berharap seluruh pekerja dan mitra kerja semakin memahami pentingnya budaya keselamatan, mampu mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini, serta menjadikan aspek HSSE sebagai bagian utama dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.

  • Kilang Cilacap Donorkan Ratusan Kantong Darah, Tebar Harap & Semangat

    Kilang Cilacap Donorkan Ratusan Kantong Darah, Tebar Harap & Semangat

    satyanusa, Cilacap – Di tengah tingginya kebutuhan stok darah bagi pasien di berbagai fasilitas kesehatan, kepedulian para pekerja dan mitra kerja PT Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap kembali hadir dengan aksi nyata donor darah. Ratusan peserta dengan sukarela mendonorkan darahnya sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama di lingkungan sekitar Kilang Cilacap.

    Kegiatan donor darah yang digelar pada Rabu, 20 Mei 2026 tersebut merupakan kolaborasi Kilang Cilacap bersama Palang Merah Indonesia (PMI). Antusias peserta selalu tinggi akan kegiatan ini, buktinya tercatat 450 lebih pendaftar yang berpartisipasi.

    Kali ini, Kilang Cilacap berhasil mengumpulkan sebanyak 378 kantong darah. Seluruh hasil donor darah akan didistribusikan ke PMI Cilacap guna membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi pasien yang membutuhkan.

    Manager HSSE Kilang Cilacap, Reza Merizki Siregar, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat. “Kami melakukan kegiatan rutin ini untuk memotivasi rasa peduli dan menguatkan harapan hidup bagi sesama, sehingga kegiatan ini menjadi semangat kemanusiaan yang bisa terus dijagadi lingkungan Kilang Cilacap,” jelasnya pada kesempatan lain.

    Reza menambahkan, Kilang Cilacap tidak hanya berfokus pada operasional perusahaan, namun juga berupaya aktif mendukung kebutuhan sosial masyarakat sekitar. Menurutnya, kepedulian terhadap isu kemanusiaan menjadi salah satu nial penting yang terus dijaga melalui kegiatan sosial berkelanjutan.

    Salah satu peserta donor darah sekaligus pekerja Kilang Cilacap, Ryan Wahyu, mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sederhana tapi dampaknya besar, hanya dengan meluangkan waktu 10 menit untuk donor darah kita bisa membantu menyelamatkan harapan pasien yang mungkin sedang terpuruk,” ungkapnya.

    Terbukti melalui kegiatan rutin donor darah yang diadakan, Kilang Cilacap berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh dan berkembang di lingkungan pekerja maupun masyarakat luas. Sinergi bersama PMI juga akan terus dijunjung untuk memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat di Cilacap dan sekitarnya.

  • Produksi Avtur Kilang Cilacap Tetap Optimal Dukung Kelancaran Penerbangan Haji 1447 H

    Produksi Avtur Kilang Cilacap Tetap Optimal Dukung Kelancaran Penerbangan Haji 1447 H

    satyanusa, Cilacap — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap memastikan produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Avtur tetap optimal guna mendukung kelancaran mobilisasi jamaah calon haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

    Manager Refinery Business & Optimization (RBO) RU IV Cilacap, Endah Purbarani, menjelaskan realisasi produksi Avtur pada Januari hingga Februari 2026 berada pada performa optimal sebelum munculnya dinamika konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

    “Pada kondisi normal sebelum konflik geopolitik, performa produksi Avtur RU IV Cilacap berada pada level optimal sesuai target perusahaan,” jelas Endah.

    Ia menambahkan, meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah mengalami eskalasi, produksi Avtur Kilang Cilacap tetap berada pada level aman dan terkendali.

    ”Selama musim penerbangan haji, produksi Avtur RU IV Cilacap tetap dapat memenuhi demand yang relatif meningkat yakni mencapai produksi 1,1 juta barrel. Jumlah tersebut setara sekitar 14 persen dari total produksi Avtur terhadap minyak mentah yang diolah di Kilang Cilacap,” ujarnya.

    Produksi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi penerbangan, khususnya untuk mendukung operasional penerbangan jamaah calon haji dari berbagai embarkasi di Indonesia.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menegaskan Kilang Cilacap berkomitmen menjaga keamanan operasional dan keandalan produksi dalam berbagai kondisi, termasuk menyikapi tantangan konflik geopolitik global.

    “Kilang Cilacap memastikan produksi dan operasional tetap berjalan aman dalam kondisi apa pun, termasuk di tengah dinamika konflik geopolitik. Berbagai langkah mitigasi dan upaya strategis terus dilakukan agar suplai energi tetap tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Agustiawan.

    Menurutnya, komitmen tersebut menjadi bagian dari peran strategis Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung kelancaran pelayanan ibadah haji masyarakat Indonesia.