Tag: pertamina

  • MAMAKU SIGAP Antar Kilang Cilacap Raih Penghargaan Platinum ISRA 2026

    MAMAKU SIGAP Antar Kilang Cilacap Raih Penghargaan Platinum ISRA 2026

    satyanusa, Solo – Komitmen Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan pemberdayaan masyarakat kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.

    Kilang Cilacap berhasil meraih penghargaan Platinum pada ajang Indonesia Social Responsibility Awards (ISRA) 2026 untuk kategori video dokumentasi program Masyarakat Mandiri Kutawaru – Sistem Integrasi Pengelolaan Lingkungan Kawasan Pesisir (MAMAKU SIGAP).

    Penghargaan tersebut diterima oleh Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, pada malam penganugerahan ISRA 2026 yang berlangsung di Solo, Kamis malam (6/8/2026).

    ISRA 2026 merupakan ajang apresiasi dan forum kolaborasi nasional yang diselenggarakan oleh Prospectus untuk memperkuat praktik keberlanjutan serta implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi Kilang Cilacap menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus lingkungan.

    “Penghargaan ini kembali meneguhkan posisi Kilang Cilacap yang konsisten mengembangkan pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional. Melalui MAMAKU SIGAP, kami berupaya menghadirkan inovasi sosial yang tidak hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat berkelanjutan,” ujar Agustiawan.

    Ia menjelaskan, MAMAKU SIGAP merupakan inovasi sosial berbasis masyarakat yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.

    Keberhasilan program ini tercermin dari tumbuhnya berbagai unit usaha berbasis multiple commodities dan multiple income dengan total omzet mencapai Rp366 juta per bulan. “Selain itu, lebih dari 1.500 rumah tangga terlibat aktif dalam pengelolaan dan pengembangan aspek sosial, ekonomi, serta lingkungan di kawasan pesisir Kutawaru,” kata Agustiawan.

    Dari sisi keberlanjutan lingkungan, MAMAKU SIGAP mencatat berbagai capaian signifikan, di antaranya pengelolaan 7,6 ton sampah per tahun, penanaman mangrove seluas 8,5 hektare, pengembangan lebih dari 78 ribu bibit mangrove baik wellbag maupun non-wellbag, pengurangan emisi 5,46 ton CO2eq per tahun melalui pemanfaatan palet, serta pengurangan emisi 877 ton CO2eq per tahun melalui penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

    Steering Committee ISRA 2026, Miftah Faridl Widhagdha, mengatakan tema Catalyzing Collective Change for Scalable Impact menekankan pentingnya aksi kolektif lintas sektor dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan solusi yang adaptif, kolaboratif, dan mudah direplikasi.

    Penghargaan Platinum ISRA 2026 diharapkan semakin memotivasi Kilang Cilacap untuk terus menghadirkan program-program tanggung jawab sosial yang inovatif, berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

  • Satu Ambulans, Ribuan Harapan: Ikhtiar BAZMA RU Cilacap Tingkatkan Layanan Sosial

    Satu Ambulans, Ribuan Harapan: Ikhtiar BAZMA RU Cilacap Tingkatkan Layanan Sosial

    satyanusa, Cilacap – Setiap perjalanan hidup akan berakhir pada satu tujuan yang sama. Di momen perpisahan itu, setiap insan berhak mendapatkan penghormatan terakhir yang layak. Berangkat dari semangat itulah, Baituzzakah Pertamina (BAZMA) RU Cilacap meluncurkan layanan ambulans jenazah baru sebagai ikhtiar peningkatan pelayanan sosial kemanusiaan bagi masyarakat.

    Peluncuran tersebut dilakukan dalam “Silaturahmi & Kolaborasi Kebaikan” BAZMA bersama Dompet Dhuafa di Gedung Patra Graha Cilacap, Rabu (29/7/2026). Kehadiran armada baru ini diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih cepat, layak, dan profesional bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Namun, kolaborasi kebaikan hari itu tidak berhenti pada peluncuran ambulans. Dalam kesempatan itu turut disalurkan berbagai bantuan sosial dan program pemberdayaan sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat.

    Di antaranya dukungan operasional rutin bagi 135 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah senilai Rp 34,5 jutys, santunan bagi 44 warga lanjut usia sebesar 47,5 juta, bantuan enam unit gerobak usaha senilai Rp 20 juta, beasiswa pendidikan untuk 19 siswa-siswi senilai Rp 14,6 juta, layanan pengobatan gratis sebesar Rp 5,4 juta, 280 paket sembako senilai Rp 28 juta, serta 1 unit ambulans senilai Rp 311 juta. Sehingga total bantuan yang disalurkan senilai lebih dari Rp 460 juta.

    Pengurus BAZMA RU Cilacap, Kusnadi, mengatakan seluruh program yang dijalankan merupakan amanah dari para muzaki, munfiq, serta seluruh pihak yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZMA.

    “Amanah ini dikelola dan disalurkan melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik di bidang sosial, kesehatan, pendidikan, ekonomi, maupun dakwah. Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin ini terus berkembang menjadi kerja sama yang berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang lebih luas,” ujar Kusnadi.

    Senada, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Hermawan Budiantoro melalui sambutan yang dibacakan Ketua BAZMA RU Cilacap, Achmad Suhairi, menyampaikan rasa syukur atas semakin meningkatnya kesadaran pekerja muslim Pertamina dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZMA.

    “Hingga saat ini lebih dari 60 persen pekerja muslim Pertamina RU Cilacap telah menyalurkan zakat, infak, dan wakaf melalui BAZMA. Alhamdulillah, kesadaran untuk berbagi terus tumbuh, dan kami berharap kepercayaan ini dapat terus kami jaga dengan menghadirkan program-program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Peluncuran ambulans jenazah secara simbolis dilakukan oleh Ketua BAZMA RU Cilacap, Achmad Suhairi, didampingi Ketua BAZMA Pusat, Yudho Irianto, serta General Manager Pengembangan dan MPZ Dompet Dhuafa Pusat, Doddy P. Manullang.

    Rangkaian kegiatan ditutup sesi motivasi pengelolaan TPQ dan Madrasah Diniyah yang disampaikan oleh Kak Imung dari Purwokerto. Melalui materi yang inspiratif, para pengelola TPQ dan Madrasah Diniyah diajak terus meningkatkan kualitas dan kreatifitas pendidikan agama bagi generasi muda sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

    Melalui semangat Silaturahmi & Kolaborasi Kebaikan, BAZMA RU Cilacap berharap setiap zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan para pekerja Pertamina tidak hanya menjadi angka dalam laporan, tetapi benar-benar menjelma menjadi manfaat yang dirasakan masyarakat.

  • Dari Gas Suar Menjadi Energi, Inovasi Pekerja Kilang Cilacap Tekan Emisi Karbon

    Dari Gas Suar Menjadi Energi, Inovasi Pekerja Kilang Cilacap Tekan Emisi Karbon

    satyanusa, Cilacap – Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Kilang Cilacap, nyala api gas suar (flare) menjadi pemandangan yang sudah akrab. Namun, di balik nyala api yang kini semakin kecil, tersimpan ikhtiar besar para pekerja Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi energi.

    Melalui berbagai inovasi operasional, RU Cilacap berhasil mengoptimalkan pemanfaatan gas suar sehingga pembakaran (flaring) dapat ditekan secara signifikan.

    Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan energi, tetapi juga menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan dalam mendukung target dekarbonisasi nasional melalui pengurangan emisi gas rumah kaca.

    Manager Engineering & Development Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Andi Krishnanta Wijaya menjelaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil karya dan kolaborasi para pekerja Kilang Cilacap menghadirkan proses operasi yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan.

    “Optimalisasi pemanfaatan gas suar menjadi bukti keseriusan RU Cilacap dalam mendukung dekarbonisasi. Berbagai inovasi yang dikembangkan para pekerja mampu mengubah gas yang sebelumnya dibakar menjadi sumber energi yang dapat dimanfaatkan kembali dalam operasional kilang,” jelas Andi, Sabtu (1/8/2026).

    Ia menerangkan, RU Cilacap memiliki lima titik gas suar, masing-masing di Kilang I, Kilang II, Kilang Paraxylene Cilacap (KPC), Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), dan Kilang Langit Biru Cilacap (KLBC).

    “Saat ini, gas yang sebelumnya dilepas melalui flare telah dioptimalkan pemanfaatannya sebagai fuel gas di Kilang I dan Kilang II, serta melalui off gas recovery pada eks Unit KPC dan RFCC sebagai feed Unit Lube Oil Complex (LOC) III dan Sulphur Recovery Unit (SRU),” urai Andi.

    Optimalisasi tersebut memberikan manfaat nyata dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

    Pada aspek ekonomi, pemanfaatan tail gas berhasil menurunkan konsumsi fuel gas 025F-101 rata-rata sebesar 1.698 Nm³ per jam atau sekitar 26 ton fuel gas per hari. Efisiensi tersebut setara dengan penghematan biaya bahan bakar mencapai sekitar US$10.387 setiap hari.

    “Dari aspek sosial, nyala api gas suar yang semakin kecil juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di sekitar kawasan kilang karena aktivitas flaring menjadi jauh lebih minim dibanding sebelumnya,” imbuh Andi.

    Sementara dari sisi lingkungan, hingga Juni 2026 inovasi tersebut berhasil menekan emisi sebesar 7.286 ton CO₂ ekuivalen, atau setara dengan manfaat penyerapan karbon dari lebih dari 76 ribu pohon.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan, transformasi operasional kilang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja bisnis, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

    “Kami terus berupaya menjalankan operasional yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Khusus aspek sosial yang berhubungan dengan masyarakat, efisiensi operasional yang dihasilkan membuka ruang yang lebih besar bagi perusahaan untuk memperkuat kontribusi kepada masyarakat melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL),” kata Agustiawan.

    Ditambahkan Agus, penghematan yang diperoleh dapat mendukung keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan ekonomi lokal di sekitar wilayah operasi Kilang Cilacap.

    Keberhasilan optimalisasi pemanfaatan gas suar ini menjadi salah satu bukti bahwa inovasi dari para pekerja mampu menghadirkan perubahan nyata. Dari nyala api yang semakin redup, lahir efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, dan komitmen untuk menghadirkan operasional kilang yang semakin hijau demi masa depan yang lebih berkelanjutan.

  • Pertamina Fire Brigade RU Cilacap Bantu Proses Pemadaman Kebakaran Ruko di Jalan Tendean

    Pertamina Fire Brigade RU Cilacap Bantu Proses Pemadaman Kebakaran Ruko di Jalan Tendean

    satyanusa, Cilacap – Tim Pertamina Fire Brigade (PFB) Pertamina Patra Niaga RU Cilacap turut membantu proses pemadaman kebakaran yang melanda sebuah ruko bengkel motor di Jalan Tendean, Kelurahan Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Rabu malam (22/7/2026).

    Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.46 WIB, setelah seorang saksi melihat percikan api muncul dari bagian atap bangunan. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Emergency & Insurance dari fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) RU Cilacap segera mengerahkan personel Pertamina Fire Brigade (PFB) ke lokasi kejadian dengan pengawalan tim PKD Security.

    Pjs. Manager HSSE RU Cilacap, Aditya Liberty Prabowo mengatakan pihaknya bergerak cepat mengirimkan satu unit Fire Truck FT-41 beserta 7 personel dan perlengkapan pemadaman untuk mendukung upaya penanganan kebakaran.

    “Setelah menerima informasi kejadian, kami mengerahkan personel PFB beserta satu unit Fire Truck FT-41 lengkap dengan peralatan pemadaman. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan unsur terkait untuk membantu proses pemadaman hingga tahap cooling,” jelas Adi.

    Bersama tim pemadam kebakaran dari berbagai instansi, personel PFB berjibaku memadamkan kobaran api dan memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Tahapan cooling dinyatakan selesai sekitar pukul 00.10 WIB, menandai berakhirnya proses penanganan di lokasi.

    Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, menyampaikan tiga unit armada dari Pos Damkar Cilacap diterjunkan, didukung bantuan dari berbagai unsur, termasuk Pertamina, guna mempercepat proses pemadaman.

    “Kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam upaya ini, termasuk tim dari Pertamina Patra Niaga RU Cilacap,” ungkapnya.

    Dari pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, sedikitnya 16 unit sepeda motor beserta onderdil yang berada di dalam bengkel dilaporkan hangus terbakar.

    Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi. Menurutnya, keterlibatan Pertamina dalam penanganan kebakaran merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekaligus komitmen mendukung upaya tanggap darurat.

    “Semoga kejadian ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik,” imbuh Agustiawan.

    Keterlibatan PFB RU Cilacap menjadi bagian dari komitmen Pertamina untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat, dan unsur penanggulangan bencana dalam memberikan respons cepat terhadap situasi darurat, sekaligus mendukung keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

  • Hari Anak Nasional 2026, Relpi Pertamina RU Cilacap Dukung Pemenuhan Fasilitas Belajar Anak melalui Tebar 4.0

    Hari Anak Nasional 2026, Relpi Pertamina RU Cilacap Dukung Pemenuhan Fasilitas Belajar Anak melalui Tebar 4.0

    satyanusa, Cilacap – Dalam semangat Hari Anak Nasional 2026, Relawan Pertamina Peduli (Relpi) Pertamina Patra Niaga RU Cilacap kembali menunjukkan komitmen dukungan pemenuhan hak anak atas pendidikan yang layak.

    Hal ini dilakukan melalui penyaluran bantuan pendidikan senilai lebih dari Rp10 juta kepada siswa-siswi SD Negeri Bojong 03, Kecamatan Kawunganten, Rabu (22/7). Inisiatif kreatif bertajuk Tanam Energi Barokah (Tebar) 4.0 kal i ini mendapat dukungan penuh dari fungsi Production II RU Cilacap.

    Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, didukung fasilitas memadai bagi seluruh anak Indonesia.

    Pada kesempatan ini, relawan muda Pertamina hadir membantu memenuhi kebutuhan sarana penunjang pembelajaran, sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih optimal dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita.

    Program ini merupakan tindak lanjut dari kreatifitas Relpi yang mengajak pekerja beserta keluarga besar Pertamina berdonasi kebutuhan sekolah. Donasi yang terkumpul kemudian disalurkan kepada masyarakat, termaduk di bidang pendidikan.

    Koordinator Program Tebar 4.0, Farras Khibban, menjelaskan pada penyaluran tahap kedua ini Relpi menyerahkan berbagai bantuan berupa whiteboard, printer, tempat sampah, dan paket alat tulis sekolah dengan total nilai lebih dari Rp10 juta. Bantuan tersebut sebagai hasil penggalangan donasi periode 16 Juni–10 Juli 2026.

    “Ini adalah wujud kepedulian relawan dan keluarga besar Pertamina pada dunia pendidikan. Semoga semakin menguatkan semangat mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh fasilitas belajar memadai yang selaras tumbuh kembang mereka,” ujar Farras.

    Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Cilacap Agustiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang terus menunjukkan komitmen dalam aksi-aksi sosial. Program ini disebutnya menjadi salah satu unggulan Relpi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Salut untuk relawan muda Relpi yang konsisten menghadirkan program sosial bagi masyarakat. Bertepatan Hari Anak Nasional, bantuan ini berkontribusi pada terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pihak,” ungkap Agustiawan yang juga Pembina Relpi Cilacap.

    Kehadiran Relpi disambut hangat oleh Kepala SD Negeri Bojong 03, Sujatmoko, yang menyampaikan apresiasi atas dipilihnya sekolah tersebut sebagai penerima manfaat. “Bantuan ini sangat berarti dan bermanfaat untuk menunjang kebutuhan belajar anak-anak. Semoga kebaikan seluruh donatur mendapatkan balasan berlimpah,” tutur Sujatmoko.

    Melalui Tebar 4.0, Relpi RU Cilacap memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian, sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional demi memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik untuk tumbuh dan berkembang.

    Cilacap, 23 Juli 2026 – Dalam semangat Hari Anak Nasional 2026, Relawan Pertamina Peduli (Relpi) Pertamina Patra Niaga RU Cilacap kembali menunjukkan komitmen dukungan pemenuhan hak anak atas pendidikan yang layak.

    Hal ini dilakukan melalui penyaluran bantuan pendidikan senilai lebih dari Rp10 juta kepada siswa-siswi SD Negeri Bojong 03, Kecamatan Kawunganten, Rabu (22/7). Inisiatif kreatif bertajuk Tanam Energi Barokah (Tebar) 4.0 kal i ini mendapat dukungan penuh dari fungsi Production II RU Cilacap.

    Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, didukung fasilitas memadai bagi seluruh anak Indonesia.

    Pada kesempatan ini, relawan muda Pertamina hadir membantu memenuhi kebutuhan sarana penunjang pembelajaran, sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih optimal dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita.

    Program ini merupakan tindak lanjut dari kreatifitas Relpi yang mengajak pekerja beserta keluarga besar Pertamina berdonasi kebutuhan sekolah. Donasi yang terkumpul kemudian disalurkan kepada masyarakat, termaduk di bidang pendidikan.

    Koordinator Program Tebar 4.0, Farras Khibban, menjelaskan pada penyaluran tahap kedua ini Relpi menyerahkan berbagai bantuan berupa whiteboard, printer, tempat sampah, dan paket alat tulis sekolah dengan total nilai lebih dari Rp10 juta. Bantuan tersebut sebagai hasil penggalangan donasi periode 16 Juni–10 Juli 2026.

    “Ini adalah wujud kepedulian relawan dan keluarga besar Pertamina pada dunia pendidikan. Semoga semakin menguatkan semangat mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh fasilitas belajar memadai yang selaras tumbuh kembang mereka,” ujar Farras.

    Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Cilacap Agustiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang terus menunjukkan komitmen dalam aksi-aksi sosial. Program ini disebutnya menjadi salah satu unggulan Relpi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Salut untuk relawan muda Relpi yang konsisten menghadirkan program sosial bagi masyarakat. Bertepatan Hari Anak Nasional, bantuan ini berkontribusi pada terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pihak,” ungkap Agustiawan yang juga Pembina Relpi Cilacap.

    Kehadiran Relpi disambut hangat oleh Kepala SD Negeri Bojong 03, Sujatmoko, yang menyampaikan apresiasi atas dipilihnya sekolah tersebut sebagai penerima manfaat. “Bantuan ini sangat berarti dan bermanfaat untuk menunjang kebutuhan belajar anak-anak. Semoga kebaikan seluruh donatur mendapatkan balasan berlimpah,” tutur Sujatmoko.

    Melalui Tebar 4.0, Relpi RU Cilacap memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian, sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional demi memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik untuk tumbuh dan berkembang.

  • Pertamina Kilang Cilacap Kawal Legalitas UMKM Tani

    Pertamina Kilang Cilacap Kawal Legalitas UMKM Tani


    satyanusa, Cilacap – Banyak produk hasil pertanian dan olahan masyarakat memiliki kualitas yang baik, namun belum mampu menembus pasar yang lebih luas karena terkendala legalitas usaha dan produk. Padahal, kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), hingga sertifikat halal menjadi kunci penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih besar

    Melihat tantangan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap melalui Program Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) menggelar pelatihan legalitas usaha dan pengembangan kemasan bagi kelompok binaan di Desa Kalijaran.

    Kegiatan ini menghadirkan Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas UMKM, Hakim dan turut melibatkan Kelompok Mintih Mulia, Gapoktan Margo Sugih, KWT Mekar Jaya Lestari, KWT Tandur Makmur, serta Poklahsan Panikel Sidat Mania.

    Dalam pelatihan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha berupa NIB, PIRT, dan sertifikasi halal sebagai fondasi untuk meningkatkan daya saing produk. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai desain kemasan yang menarik sebagai identitas produk dan strategi branding agar produk memiliki nilai tambah di tengah persaingan pasar.

    Tidak hanya menerima materi, seluruh kelompok juga didampingi secara langsung dalam proses pengisian formulir pengajuan NIB, PIRT, dan sertifikasi halal. Setiap kelompok menggunakan satu alamat surat elektronik sebagai media komunikasi resmi untuk mempermudah proses administrasi, pemantauan perkembangan legalitas, hingga tindak lanjut pengajuan dokumen.

    Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Agustiawan, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan usaha yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

    “Program MAPAN tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga memastikan kelompok binaan memiliki legalitas usaha yang menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar, meningkatkan nilai ekonomi produk, serta menciptakan kemandirian masyarakat. Melalui program CSR, kami ingin menghadirkan pemberdayaan yang memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi pelaku usaha di sekitar wilayah operasi perusahaan,” ujarnya.

    Sementara itu, Konsultan PLUT Dinas UMKM, Hakim menjelaskan bahwa legalitas usaha merupakan investasi jangka panjang bagi pelaku UMKM. “Legalitas seperti NIB, PIRT, dan sertifikat halal bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi bentuk perlindungan usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. Didukung kemasan yang baik, produk masyarakat akan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar modern maupun memperluas jaringan pemasaran,” jelasnya.

    Salah satu peserta pelatihan, Rohmah Noviana, mengaku kegiatan ini memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat bagi kelompoknya. “Selama ini kami fokus pada produksi, tetapi belum memahami pentingnya legalitas dan kemasan. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami lebih percaya diri untuk mengurus perizinan usaha sehingga produk kami dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

    Program MAPAN menjadi wujud kontribusi CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap dalam mendukung Asta Cita melalui penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan UMKM. Kegiatan ini juga berdasar pada komitmen Kilang Cilacap dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s), salah satunya pada tujuan delapan tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta tujuan ke dua belas tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

  • Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Komitmen Dorong Petani dan UKM Naik Kelas

    Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Komitmen Dorong Petani dan UKM Naik Kelas

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap menegaskan komitmen mendorong petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) naik kelas melalui berbagai program pemberdayaan berbasis pertanian berkelanjutan.

    Hal ini disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Agustiawan, dalam Forum Temu Usaha Petani dan UKM yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah di Hotel Azana Asia Cilacap, Senin malam (6/7/2026).

    Menurut Agustiawan, pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Cilacap. Namun, di balik potensinya, petani dan pelaku UKM masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses pasar, minimnya permodalan, hingga dampak perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

    “Pertamina meyakini, pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dilakukan melalui bantuan sesaat. Yang dibutuhkan adalah penguatan kapasitas, pemanfaatan teknologi, akses pasar, dan kolaborasi yang mampu membuat petani dan UKM berkembang serta naik kelas secara berkelanjutan,” ujar Agustiawan.

    Ia menjelaskan, selain tugas utama mendistribusikan BBM, LPG, avtur, dan petrokimia, Kilang Cilacap juga menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui Community Involvement and Development (CID).

    Program ini menjadi instrumen strategis perusahaan dalam menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi, termasuk di sektor pertanian.

    Salah satu implementasinya diwujudkan melalui Program Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) di Desa Kalijaran, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap. Program ini dirancang sebagai kemitraan jangka panjang yang memberdayakan petani dan pelaku UKM pertanian melalui pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

    Melalui MAPAN, Pertamina menghadirkan berbagai inovasi, antara lain irigasi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), irigasi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH), inovasi alat penyemprot pestisida, budidaya hortikultura menggunakan raised bed dan irigasi tetes berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), optimalisasi lingkungan melalui sistem integrasi pertanian, hingga sistem interkoneksi hulu-hilir pertanian.

    Berbagai inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, sekaligus memperkuat daya saing petani dan UKM lokal.

    Agustiawan mengapresiasi forum Temu Usaha Petani dan UKM sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi berbasis pertanian.

    “Forum seperti ini menjadi langkah penting membangun sinergi antarpemangku kepentingan. Kami berharap semakin banyak kolaborasi yang mampu mempercepat lahirnya petani dan UKM yang tangguh, mandiri, serta memiliki daya saing di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

    Forum Temu Usaha Petani dan UKM mempertemukan petani dan pelaku UKM dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Selain Agustiawan, kegiatan tersebut juga menghadirkan Kepala Bidang Kerja Sama Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Bayu Sasongko, serta General Manager Hotel Azana Asia Cilacap, Anselmus Arie, sebagai narasumber.

    Bagi Pertamina, energi tidak berhenti pada distribusi BBM, LPG, avtur, dan petrokimia namun juga diwujudkan dalam upaya menggerakkan potensi masyarakat agar tumbuh lebih kuat, inovatif, dan berdaya saing.

  • Pertamina Berkah, RU Cilacap Hadirkan Kepedulian & Harapan bagi Anak Yatim dan Duafa

    Pertamina Berkah, RU Cilacap Hadirkan Kepedulian & Harapan bagi Anak Yatim dan Duafa

    satyanusa, Cilacap – Hadirnya bulan Muharram 1448 Hijriah, menjadi tambahan energi dan semangat bagi Pertamina Patra Niaga RU Cilacap untuk terus berbagi. Seperti pada Jumat sore (19/6/2026), suasana hangat terlihat di Rumah Yatim dan Dhuafa Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Jl. Sulawesi, Cilacap.

    Senyum anak-anak yatim, piatu, dan duafa menyambut kehadiran jajaran Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap dalam kegiatan Santunan dan Doa Bersama dalam program Pertamina Berkah.

    Bagi mereka, perhatian dan kebersamaan yang hadir sore itu menjadi hadiah yang tak ternilai. Bukan semata tentang santunan yang diterima, tetapi juga tentang perasaan dicintai, diperhatikan, dan diyakinkan bahwa mereka tidak berjalan sendiri menghadapi kehidupan.

    Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan kepada anak-anak yatim, piatu, dan duafa di sekitar wilayah operasional, terlebih di momentum Muharram yang dikenal sebagai bulan penuh kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, menuturkan kehadiran Pertamina dalam momentum Jumat Berkah ini merupakan bentuk konsistensi perusahaan untuk terus berbagi dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

    “Di antara tugas utama menyediakan energi terbaik untuk negeri, Pertamina juga memiliki tanggung jawab moral terhadap lingkungan sekitar. Kami ingin turut menguatkan anak-anak yatim, piatu, dan duafa agar terus berdaya, salah satunya melalui kegiatan santunan dan doa bersama ini,” ujarnya.

    Menurutnya, keberadaan perusahaan tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan operasional, tetapi juga dari sejauh mana mampu menghadirkan kepedulian dan menumbuhkan harapan di tengah masyarakat.

    Sementara itu, Manager Rumah Yatim dan Duafa LAZ Cilacap, Dwi Yanuar Aristiyanto, mengapresiasi kehadiran Pertamina yang senantiasa menyalurkan kepedulian dan mendukung operasional Rumah Yatim dan Duafa LAZ Cilacap.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan Pertamina. Insya Allah, kami dan anak-anak di sini senantiasa mendoakan agar Pertamina diberikan kemudahan, keselamatan, dan keberkahan dalam menjalankan operasionalnya,” ungkapnya.

    Di penghujung kegiatan, doa-doa dipanjatkan bersama. Di antara tangan-tangan kecil yang terangkat ke langit, tersimpan harapan agar kebaikan yang dibagikan sore itu menjadi keberkahan bagi semua.

    Sebab, di bulan Muharram, setiap kepedulian yang diberikan bukan hanya meringankan beban sesama, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kehadiran dan perhatian adalah energi yang mampu menguatkan hati serta menumbuhkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

  • Kontribusi Data Berkualitas, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Raih Penghargaan Excellence BPS

    Kontribusi Data Berkualitas, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Raih Penghargaan Excellence BPS

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap menerima penghargaan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cilacap kategori Excellence atas komitmen dan kontribusi dalam penyediaan data statistik yang berkualitas guna mendukung penyelenggaraan statistik nasional.

    Penghargaan dari BPS Cilacap ini diterima oleh Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, di sela kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang berlangsung di Pendopo Wijayakusuma Cilacap, Senin (15/6/2026).

    Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi aktif RU Cilacap dalam mendukung penyediaan data yang akurat, valid, dan terpercaya bagi penyelenggaraan statistik nasional, khususnya dalam pelaksanaan SE 2026.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, menyampaikan penghargaan tersebut memiliki makna penting bagi Pertamina Patra Niaga yang selama ini berkomitmen mendukung penyediaan data yang berkualitas.

    “Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkontribusi dalam penyediaan data yang valid, jujur, dan terbuka guna mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kami berharap data ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memetakan perkembangan ekonomi, mengidentifikasi peluang investasi, serta menjadi dasar dalam menyiapkan landscape ekonomi yang lebih baik di masa mendatang,” ujar Agustiawan.

    Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Cilacap, Suswandi, menjelaskan data SE 2026 akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi masyarakat, perkembangan usaha, karakteristik pelaku usaha, potensi ekonomi daerah, serta berbagai dinamika perekonomian yang terjadi di Kabupaten Cilacap.

    Pada kesempatan yang sama, Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, melalui sambutan yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Cilacap, Sumbowo mengajak seluruh pihak untuk menyukseskan SE 2026.

    Ia juga berpesan kepada seluruh petugas sensus agar menjalankan tugas sesuai pedoman, menjunjung tinggi integritas dan kejujuran, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan responden.

    Partisipasi aktif RU Cilacap dalam mendukung kegiatan statistik nasional ini sejalan dengan komitmen untuk mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penyediaan informasi yang akurat dan terpercaya.

  • Bazar Sembako Murah PWP RU Cilacap, Belanja Hemat Sekaligus Berbagi untuk Sesama

    Bazar Sembako Murah PWP RU Cilacap, Belanja Hemat Sekaligus Berbagi untuk Sesama

    satyanusa, Cilacap – Dalam rangkaian HUT ke-26 Persatuan Wanita Patra (PWP), PWP Pertamina Patra Niaga RU Cilacap menyelenggarakan bazar sembako murah bagi para Asisten Rumah Tangga (ART) di tiga kompleks perumahan Pertamina, yakni Gunung Simping, Donan, dan Tegalkamulyan. Kegiatan berlangsung di Gedung PWP Cilacap, Jumat (12/6/2026).

    Sebanyak 210 paket sembako senilai Rp150.000 per paket disediakan dalam kegiatan tersebut. Melalui program bazar murah, para ART dapat memperoleh paket sembako hanya dengan membayar Rp 30.000 per paket.

    Pembukaan simbolis layanan penjualan sembako murah dilakukan oleh Wakil Ketua Pendamping Bidang Organisasi PWP RU Cilacap, Ny. Nia Aqwamus Shoif.

    Dalam keterangannya, Ny. Nia menyampaikan bazar sembako murah menjadi bagian kepedulian organisasi istri pekerja Pertamina kepada masyarakat di momentum HUT ke-26 tahun 2026.

    “PWP sebagai organisasi yang senantiasa mendukung perusahaan berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program sosial kemasyarakatan. Kami berharap paket yang diperoleh dengan harga sangat terjangkau ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

    Kegiatan tersebut disambut antusias oleh para penerima manfaat. Salah satunya Sridadi, ART asal Kelurahan Lomanis, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya bazar sembako murah tersebut.

    “Alhamdulillah, program ini sangat membantu. Dari harga normal Rp150 ribu, cukup dibeli Rp30.000 dengan isian selengkap ini. Terima kasih PWP,” katanya.

    Menariknya, seluruh hasil penjualan paket sembako murah tersebut tidak digunakan untuk kepentingan organisasi, melainkan dikembalikan lagi kepada masyarakat melalui program Jumat Berkah. Dana yang terkumpul diwujudkan dalam bentuk pembagian paket sembako bagi masyarakat kurang mampu di wilayah sekitar operasional kilang, yakni Kelurahan Donan, Lomanis, dan Kutawaru di Kecamatan Cilacap Tengah.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif sosial yang dijalankan PWP.

    “Bazar sembako murah menjadi salah satu program yang sangat membantu masyarakat. Yang lebih istimewa, hasil penjualan kembali disalurkan kepada masyarakat melalui program sosial. Artinya, para pembeli secara tidak langsung juga turut berkontribusi membantu warga yang membutuhkan,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, PWP Pertamina Patra Niaga RU Cilacap berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara keluarga besar Pertamina dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.