Tag: pertamina

  • Di Punggung Papandayan, Patrapala Kilang Cilacap Bagikan Bunga untuk Kartini dan Harapan untuk Bumi

    Di Punggung Papandayan, Patrapala Kilang Cilacap Bagikan Bunga untuk Kartini dan Harapan untuk Bumi

    satyanusa, Cilacap – Kabut tipis masih menggantung di lereng Gunung Papandayan saat langkah-langkah itu mulai menapaki jalur pendakian, Sabtu sore (25/4/2026). Udara dingin menyapa, namun semangat 26 anggota komunitas Perwira Pertamina Pecinta Alam (Patrapala) RU IV Cilacap justru terasa hangat, membawa misi yang tak sekadar menaklukkan ketinggian.

    Dalam rangkaian peringatan Hari Kartini 2026, Patrapala mengusung tema “Menembus Awan Menjemput Terang”. Sebuah tajuk yang juga menggambarkan perjalanan fisik sekaligus refleksi nilai perjuangan. Di ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu, mereka tidak hanya menguji daya tahan, tetapi juga merawat makna.

    Di sela perjalanan, sebuah pemandangan tak biasa terjadi. Para pendaki perempuan yang melintas disapa dengan senyum, lalu diberikan setangkai bunga. Total 50 bunga dibagikan, sederhana namun sarat arti. Di tengah medan yang menantang, gestur kecil itu menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan perempuan.

    Koordinator Patrapala Cilacap, Fahmi Purnomo, menyebut aksi ini sebagai cara unik untuk mengenang kembali nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini. “Kami ingin membawa semangat Kartini ke ruang yang berbeda, ke alam terbuka, ke tempat di mana perjuangan juga terasa nyata, penuh tantangan,” ujarnya.

    Selanjutnya langkah Patrapala tidak berhenti pada simbol. Di kawasan gunung yang dikenal sebagai salah satu gunung api aktif terbesar di Jawa Barat itu, mereka juga menanam 250 batang pohon Santigi (Vaccinium varingiaefolium).

    Aksi ini menjadi bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sekaligus bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam.

    Santigi dipilih bukan tanpa alasan. Akar pohon ini dikenal kuat dalam menahan struktur tanah di lereng, sehingga efektif mengurangi risiko longsor dan erosi akibat limpasan air hujan.

    “Selain itu, Santigi juga berperan dalam konservasi air, menyerap karbon, menghasilkan oksigen, serta menjadi habitat bagi satwa liar. Kehadirannya membantu menjaga mikroklimat, menciptakan ruang yang teduh, sejuk, dan seimbang secara ekosistem,” imbuh Fahmi.

    Di tengah lanskap Kabupaten Garut, Jawa Barat yang megah, langkah kecil itu menjadi bagian dari upaya besar. Bukan hanya mendaki dan mencapai puncak, tetapi tentang meninggalkan jejak yang berarti.

    Bagi Patrapala, perjalanan ini adalah pengingat bahwa semangat Kartini tidak hanya hidup dalam kata-kata, tetapi juga dalam aksi nyata menembus batas, merawat kehidupan, dan menjemput terang, bahkan dari ketinggian.

  • TMMD Buntu Dimulai, Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Perkuat Layanan & Infrastruktur Desa

    TMMD Buntu Dimulai, Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Perkuat Layanan & Infrastruktur Desa

    satyanusa, Cilacap – Komitmen dukungan pembangunan berbasis kolaborasi diwujudkan Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap melalui partisipasi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II 2026 di Desa Buntu, Kecamatan Kroya, Cilacap.

    Program ini resmi dibuka di lapangan desa setempat pada Rabu (22/4/2026) dan berlangsung selama satu bulan hingga 21 Mei 2026.

    Dalam kegiatan tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan menyerahkan bantuan satu unit personal computer (PC) kepada Pemerintah Desa Buntu. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa.

    Agustiawan menyampaikan kontribusi Pertamina dalam TMMD menjadi komitmen perusahaan untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan masyarakat. “Kami senantiasa hadir dan berkontribusi dalam setiap TMMD sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, sekaligus upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    General Manager RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo, memastikan dukungan penuh Pertamina terhadap program-program sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

    “Keterlibatan perusahaan dalam TMMD menjadji bagian dari tanggung jawab sosial sekaligus wujud nyata kehadiran Pertamina di tengah masyarakat. Ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk tidak hanya menjalankan operasional bisnis, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Annisa Fabriana, yang membacakan sambutan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Ia menyebutkan kondisi jalan yang menjadi sasaran pembangunan saat ini membutuhkan perhatian serius karena belum berfungsi optimal.

    “Pembangunan talud menjadi langkah awal agar jalan dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami juga menekankan pentingnya koordinasi seluruh program dalam TMMD, baik yang bersumber dari CSR perusahaan maupun organisasi perangkat daerah, agar pelaksanaannya lebih terarah dan terpadu,” ungkapnya.

    Adapun TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Desa Buntu menitikberatkan pada pembangunan fisik dan nonfisik. Untuk kegiatan fisik, meliputi pembangunan talud di sisi kanan dan kiri jalan sepanjang 955 meter dengan tinggi 1 meter dan lebar 0,3 meter, perkerasan jalan sepanjang 50 meter dengan lebar 3 meter dan tinggi 0,15 meter, serta pembangunan tiga unit gorong-gorong jenis box culvert.

    Selain itu rehabilitasi tiga unit rumah tidak layak huni (RTLH), penanaman 1.000 pohon, pembersihan saluran Sungai Situmang sepanjang 140 meter, serta pembuatan satu unit sumur bor.

    Sementara kegiatan nonfisik, masyarakat mendapatkan berbagai layanan seperti administrasi kependudukan (pembuatan akta kelahiran, KIA, hingga layanan paket “3 in 1” termasuk akta kematian), pemeriksaan kesehatan gratis untuk semua kelompok usia, pelayanan keluarga berencana (KB), perpustakaan keliling, hingga layanan kesehatan hewan ternak dan peliharaan.

    Melalui sinergi lintas sektor dalam program TMMD ini, diharapkan pembangunan tidak hanya memperkuat infrastruktur desa, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.