Tag: pertamina

  • Merawat Kepedulian di HUT ke-26, PWP RU IV Cilacap Bagikan 785 Paket Sembako

    Merawat Kepedulian di HUT ke-26, PWP RU IV Cilacap Bagikan 785 Paket Sembako

    satyanusa, Cilacap – Semangat berbagi dan kepedulian kembali ditunjukkan Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah RU IV Cilacap dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 PWP. Melalui kegiatan bakti sosial, sebanyak 785 paket sembako disalurkan kepada masyarakat dan para pekerja di sekitar operasional Kilang RU IV Cilacap.

    Penyerahan simbolis bantuan dilaksanakan di Gedung PWP, Komplek Perumahan Pertamina Gunung Simping, Cilacap, Jumat (22/5/2026), berlangsung hangat dan penuh rasa kekeluargaan.

    Ketua PWP Tingkat Wilayah RU IV Cilacap, Ny. Farika Wahyu Sulistyo Wibowo menyampaikan bantuan tersebut diperuntukkan para pekerja di lingkungan PWP, petugas jaga palang pintu kereta api, serta keluarga pra sejahtera di sejumlah kelurahan sekitar operasional Kilang RU IV Cilacap.

    Menurut Farika, kegiatan yang dimotori Bidang Sosial Budaya PWP Cilacap ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar untuk terus menumbuhkan semangat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

    “Melalui momentum HUT PWP ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekitar. Mungkin tidak besar nilainya, namun kami berharap dapat dirasakan ketulusan dan kepedulian kami kepada bapak dan ibu sekalian,” ungkapnya.

    PWP berharap dapat terus konsisten menebarkan kebermanfaatan di tengah masyarakat. Pihaknay juga memohon doa agar PWP senantiasa diberi kekuatan untuk terus menjalankan kegiatan sosial serta mendukung kelancaran operasional Kilang Cilacap yang menjadi salah satu objek vital nasional.

    “Kilang RU IV Cilacap memiliki peran strategis dalam menopang sekitar 34 persen kebutuhan BBM nasional dan 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa. Kami berharap doa dan dukungan masyarakat agar operasional kilang selalu berjalan aman dan lancar,” tambahnya.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan mengapresiasi konsistensi PWP dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

    “Tak terhitung banyaknya kepedulian PWP yang senantiasa hadir bersama perusahaan dalam mendukung program-program sosial kemasyarakatan. Semangat berbagi ini menjadi energi positif yang terus dirasakan masyarakat,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, PWP RU IV Cilacap berharap nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong terus tumbuh, sehingga keberadaan perusahaan dan keluarga besar Pertamina dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.

  • Jaga Keandalan Pasokan BBM Nasional, Ini Komitmen Keselamatan Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap

    Jaga Keandalan Pasokan BBM Nasional, Ini Komitmen Keselamatan Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap kembali menegaskan komitmennya terhadap aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan kerja melalui pelaksanaan pelatihan HSSE Passport 2.0 bagi pekerja dan mitra kerja.

    Pelatihan diikuti lebih dari 3.000 peserta dari unsur pekerja dan mitra yang terbagi dalam beberapa batch dengan 100 peserta pada setiap batch. Hal ini sebagai upaya perusahaan memperkuat budaya keselamatan kerja di seluruh lini operasional.

    Manager Human Capital (HC) RU IV Cilacap, M. Hasan Ismail menyampaikan bahwa safety dan keselamatan merupakan prioritas tertinggi dalam setiap operasional perusahaan.

    “Perilaku safety wajib diulang-ulang agar menjadi budaya bagi setiap insan Pertamina. Keselamatan bukan hanya sekadar aturan, tetapi harus menjadi kebiasaan dan kesadaran bersama dalam setiap aktivitas kerja,” ujarnya.

    Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi dari para praktisi HSSE, meliputi HSSE Golden Rules, Bahaya di Tempat Kerja, Sistem Izin Kerja Aman (SIKA), Corporate Life Saving Rules, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), housekeeping, Process Safety Awareness, HSSE Observation & Stop Work Authority (SWA), Incident Reporting, hingga Human Factor.

    Hasan menekankan bahwa materi-materi tersebut bisa jadi sering diterima oleh para pekerja maupun mitra. Namun demikian, pengulangan dan internalisasi dinilai sangat penting agar seluruh insan perusahaan tidak lalai serta senantiasa siap menghadapi berbagai kondisi darurat di lapangan.

    “Dalam rangka internalisasi, hal ini wajib diulang-ulang agar tidak lalai dan senantiasa memahami langkah yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat,” tambahnya.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan menegaskan bahwa perilaku dan budaya safety memiliki hubungan yang sangat erat dengan produktivitas kerja perusahaan.

    Menurutnya, penerapan budaya keselamatan yang kuat menjadi faktor penting dalam mendukung keberlangsungan operasional RU IV Cilacap yang memiliki peran strategis dalam ketahanan energi nasional.

    “Perilaku dan budaya safety berbanding lurus dengan produktivitas kerja. Terlebih RU IV Cilacap memiliki tanggung jawab besar dalam menyuplai sekitar 34 persen kebutuhan BBM nasional dan 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa,” jelasnya.

    Melalui pelatihan HSSE Passport 2.0 ini, RU IV Cilacap berharap seluruh pekerja dan mitra kerja semakin memahami pentingnya budaya keselamatan, mampu mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini, serta menjadikan aspek HSSE sebagai bagian utama dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.

  • Kilang Cilacap Donorkan Ratusan Kantong Darah, Tebar Harap & Semangat

    Kilang Cilacap Donorkan Ratusan Kantong Darah, Tebar Harap & Semangat

    satyanusa, Cilacap – Di tengah tingginya kebutuhan stok darah bagi pasien di berbagai fasilitas kesehatan, kepedulian para pekerja dan mitra kerja PT Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap kembali hadir dengan aksi nyata donor darah. Ratusan peserta dengan sukarela mendonorkan darahnya sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama di lingkungan sekitar Kilang Cilacap.

    Kegiatan donor darah yang digelar pada Rabu, 20 Mei 2026 tersebut merupakan kolaborasi Kilang Cilacap bersama Palang Merah Indonesia (PMI). Antusias peserta selalu tinggi akan kegiatan ini, buktinya tercatat 450 lebih pendaftar yang berpartisipasi.

    Kali ini, Kilang Cilacap berhasil mengumpulkan sebanyak 378 kantong darah. Seluruh hasil donor darah akan didistribusikan ke PMI Cilacap guna membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi pasien yang membutuhkan.

    Manager HSSE Kilang Cilacap, Reza Merizki Siregar, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat. “Kami melakukan kegiatan rutin ini untuk memotivasi rasa peduli dan menguatkan harapan hidup bagi sesama, sehingga kegiatan ini menjadi semangat kemanusiaan yang bisa terus dijagadi lingkungan Kilang Cilacap,” jelasnya pada kesempatan lain.

    Reza menambahkan, Kilang Cilacap tidak hanya berfokus pada operasional perusahaan, namun juga berupaya aktif mendukung kebutuhan sosial masyarakat sekitar. Menurutnya, kepedulian terhadap isu kemanusiaan menjadi salah satu nial penting yang terus dijaga melalui kegiatan sosial berkelanjutan.

    Salah satu peserta donor darah sekaligus pekerja Kilang Cilacap, Ryan Wahyu, mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sederhana tapi dampaknya besar, hanya dengan meluangkan waktu 10 menit untuk donor darah kita bisa membantu menyelamatkan harapan pasien yang mungkin sedang terpuruk,” ungkapnya.

    Terbukti melalui kegiatan rutin donor darah yang diadakan, Kilang Cilacap berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh dan berkembang di lingkungan pekerja maupun masyarakat luas. Sinergi bersama PMI juga akan terus dijunjung untuk memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat di Cilacap dan sekitarnya.

  • Produksi Avtur Kilang Cilacap Tetap Optimal Dukung Kelancaran Penerbangan Haji 1447 H

    Produksi Avtur Kilang Cilacap Tetap Optimal Dukung Kelancaran Penerbangan Haji 1447 H

    satyanusa, Cilacap — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap memastikan produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Avtur tetap optimal guna mendukung kelancaran mobilisasi jamaah calon haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

    Manager Refinery Business & Optimization (RBO) RU IV Cilacap, Endah Purbarani, menjelaskan realisasi produksi Avtur pada Januari hingga Februari 2026 berada pada performa optimal sebelum munculnya dinamika konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

    “Pada kondisi normal sebelum konflik geopolitik, performa produksi Avtur RU IV Cilacap berada pada level optimal sesuai target perusahaan,” jelas Endah.

    Ia menambahkan, meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah mengalami eskalasi, produksi Avtur Kilang Cilacap tetap berada pada level aman dan terkendali.

    ”Selama musim penerbangan haji, produksi Avtur RU IV Cilacap tetap dapat memenuhi demand yang relatif meningkat yakni mencapai produksi 1,1 juta barrel. Jumlah tersebut setara sekitar 14 persen dari total produksi Avtur terhadap minyak mentah yang diolah di Kilang Cilacap,” ujarnya.

    Produksi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi penerbangan, khususnya untuk mendukung operasional penerbangan jamaah calon haji dari berbagai embarkasi di Indonesia.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menegaskan Kilang Cilacap berkomitmen menjaga keamanan operasional dan keandalan produksi dalam berbagai kondisi, termasuk menyikapi tantangan konflik geopolitik global.

    “Kilang Cilacap memastikan produksi dan operasional tetap berjalan aman dalam kondisi apa pun, termasuk di tengah dinamika konflik geopolitik. Berbagai langkah mitigasi dan upaya strategis terus dilakukan agar suplai energi tetap tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Agustiawan.

    Menurutnya, komitmen tersebut menjadi bagian dari peran strategis Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung kelancaran pelayanan ibadah haji masyarakat Indonesia.

  • Suasana Haru Warnai Pelepasan Jamaah Haji BDI RU IV Cilacap

    Suasana Haru Warnai Pelepasan Jamaah Haji BDI RU IV Cilacap

    satyanusa, Cilacap – Badan Dakwah Islam (BDI) RU IV Cilacap melepas keberangkatan 49 jamaah calon haji melalui KBIHU Miftahul Jannah. Suasana haru mewarnai seremonial pemberangkatan yang digelar di komplek Masjid Baiturrahmah, Perumahan Pertamina Donan, Sabtu pagi (16/5/2026).

    Ketua I BDI RU IV Cilacap, Ahmad Badruddin, dalam sambutannya berpesan agar seluruh jamaah senantiasa menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Menurutnya, kondisi cuaca di Arab Saudi berbeda dengan Indonesia sehingga jamaah perlu menjaga stamina agar dapat mengikuti seluruh prosesi ibadah dengan baik.

    “Kami berharap seluruh jamaah selalu menjaga kesehatan dan kekompakan selama di Tanah Suci. Selain itu, mohon juga menyisipkan doa bagi keluarga dan masyarakat di Indonesia, termasuk doa untuk kelancaran serta keselamatan operasional Pertamina,” ujar Ahmad Badruddin.

    Sementara itu, perwakilan jamaah calon haji, Anton Wibowo, dalam kata pamitnya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh hadirin dan jamaah. Ia juga memohon doa agar seluruh rangkaian ibadah haji diberikan kelancaran dan keselamatan.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas seluruh fasilitas dan layanan persiapan yang telah diberikan kepada kami. Mohon doa agar seluruh proses ibadah haji berjalan lancar dan kami dapat kembali ke tanah air dengan selamat,” ungkap Anton.

    Usai prosesi pelepasan, jamaah yang tergabung dalam Kloter 76 SOC bertolak menuju Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Cilacap di Jalan Tentara Pelajar untuk bergabung dengan jamaah calon haji lainnya dari Kabupaten Cilacap.

    Dari Gedung IPHI, seluruh jamaah selanjutnya diberangkatkan menuju Asrama Haji Donohudan sebelum diterbangkan ke Arab Saudi.

    Diketahui, pada musim haji tahun 2026 ini Kabupaten Cilacap memberangkatkan total 1.285 jamaah calon haji yang mulai diberangkatkan pada Sabtu, 16 Mei 2026.

  • Kuliah Umum di UGM, Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Beberkan Evolusi TJSL & Resolusi Konflik

    Kuliah Umum di UGM, Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Beberkan Evolusi TJSL & Resolusi Konflik

    satyanusa, Yogyakarta – Fungsi Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap disebut memiliki peran strategis mendukung keberlangsungan operasional perusahaan sekaligus menciptakan dampak sosial berkelanjutan bagi masyarakat.

    Hal tersebut disampaikan Officer CSR & SMEPP RU IV Cilacap, Lifania Riski Nugrahani saat menjadi dosen tamu pada kuliah umum Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di auditorium kampus setempat, Selasa (12/5/2026).

    Lifania menjelaskan konsep Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan terus berkembang melalui empat tahapan utama.

    Dimulai dari pendekatan charity berupa bantuan sosial satu kali, berkembang menjadi community development yang fokus pada pemberdayaan masyarakat. Dilanjutkan dengan sustainability yang memastikan keberlanjutan program pascaintervensi, hingga konsep ESG dan shared value yang menciptakan nilai manfaat bagi masyarakat dan perusahaan.

    “Program TJSL saat ini tidak lagi sekadar bantuan sesaat, tetapi bagaimana menciptakan sistem yang mampu memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Lifania.

    Dicontohkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Dusun Bondan, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Program tersebut kini telah mandiri dan dikelola langsung oleh masyarakat setelah intervensi perusahaan selesai dilaksanakan.

    Ia juga menjelaskan fungsi Communication, Relations & CSR memiliki peran penting menjaga kondusivitas operasional perusahaan. Divisi ini berperan menghadapi berbagai risiko operasional hingga potensi gangguan sosial.

    Menurutnya, terdapat tiga fungsi utama, yakni pengelolaan hubungan publik (public relation) untuk meredam isu yang berkembang, pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan (stakeholder management), serta implementasi program TJSL.

    Terkait penyelesaian konflik sosial, Lifa menyebut mekanisme yang diterapkan meliputi pencegahan dini, identifikasi aktor, dialog multipihak, mediasi netral, hingga pencapaian solusi yang saling menguntungkan bagi seluruh pihak.

    Dalam sesi kuliah umum, peserta juga diajak membahas studi kasus praktik CSR RU IV Cilacap melalui program MAMAKU SIGAP di Kelurahan Kutawaru, Cilacap.

    Program tersebut hadir sebagai solusi sejumlah persoalan sosial dan lingkungan seperti penumpukan sampah laut, rendahnya tingkat ekonomi masyarakat di bawah UMK Cilacap, hingga keterbatasan akses pendidikan.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan menilai forum akademik seperti ini penting sebagai sarana penyebarluasan informasi profil dan kontribusi perusahaan dalam membantu penyelesaian persoalan sosial kemasyarakatan.

    “Forum ini juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai praktik pengelolaan konflik dan implementasi CSR di perusahaan energi seperti Pertamina,” ujar Agustiawan.

    Kuliah umum berlangsung akrab dan interaktif dengan diikuti mahasiswa program sarjana Mata Kuliah Konflik di Kawasan Industri dan Pemberdayaan Masyarakat serta mahasiswa magister Mata Kuliah Manajemen CSR dan Resolusi Konflik

  • Usai Raih Penghargaan Nasional, Relpi RU IV Cilacap Tancap Gas Program Kemanusiaan

    Usai Raih Penghargaan Nasional, Relpi RU IV Cilacap Tancap Gas Program Kemanusiaan

    satyanusa, Cilacap – Konsistensi Relawan Pertamina Peduli (Relpi) RU IV Cilacap dalam menghadirkan berbagai program kebaikan terus menguatkan kiprah perusahaan di tengah masyarakat.

    Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan evaluasi program 2025 dan pemantapan rencana kerja 2026 yang dikemas dalam tajuk Re Energizing Relpi 2026 di Gedung Patra Nirwana Cilacap, Minggu (10/5/2026).

    Ketua Relpi Cilacap, Anton Wibowo menjelaskan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat program kerja yang telah berjalan sekaligus memastikan rencana kegiatan ke depan benar-benar terlaksana dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Hal ini penting agar program yang sudah dirancang tidak sekadar menjadi daftar kegiatan yang terencana namun tidak terlaksana. Kami ingin seluruh program Relpi benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya,” ujar Anton.

    Anton menerangkan Relpi RU IV Cilacap selama ini berfokus pada empat pilar utama, yakni sosial, pendidikan, lingkungan, dan darurat kebencanaan. Keempat pilar tersebut menjadi landasan berbagai program yang secara konsisten dijalankan para relawan.

    Salah satu program unggulan yang terus dipertahankan adalah donasi Sehari Seribu (Serbu) yang rutin diselenggarakan sebagai gerakan gotong royong pekerja untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

    Selain itu, Relpi juga aktif melalui program Amaliyah Ramadan, Semarak Kemerdekaan bersama anak-anak tangguh, Taham Energi Barokah (Tebar), hingga berbagai program kolaborasi dan penguatan kesekretariatan organisasi.

    Menurut Anton, konsistensi Relpi yang mengusung spirit ‘Berbagi Tiada Henti’ itu turut berbuah apresiasi membanggakan melalui penghargaan Pertamina Sustainability Champions kategori Champion of Social Engagement dari Pertamina (Persero) yang diterima pada pertengahan April 2026 lalu.

    “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang dibangun Relpi bersama berbagai unsur, baik internal perusahaan, organisasi maupun pihak eksternal lainnya mampu menghadirkan dampak positif dan kebermanfaatan yang luas,” tambahnya.

    Sementara itu, Pembina Relpi Cilacap, M. Hasan Ismail mengapresiasi kiprah Relpi yang dinilai mampu menjaga konsistensi aksi sosial dan kemanusiaan secara nyata. Menurutnya, keberadaan Relpi menjadi salah satu representasi kepedulian perusahaan kepada masyarakat.

    “Relpi terbukti tidak berhenti di wacana, tetapi terus bergerak melalui berbagai aksi nyata. Ini menjadi hal yang sangat positif karena relawan hadir sebagai perpanjangan tangan perusahaan untuk mendukung program-program yang berhubungan langsung dengan masyarakat,” ujar Hasan.

    Hasan yang juga Manager Human Capital (HC) RU IV Cilacap berharap semangat berbagi dan konsistensi para relawan dapat terus terjaga sehingga keberadaan Relpi semakin memberi manfaat luas sekaligus memperkuat hubungan harmonis perusahaan dengan masyarakat sekitar.

    Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan penghargaan Pertamina Sustainability Champions kategori Champion of Social Engagement dari Anton Wibowo kepada M. Hasan Ismail, serta seremonial penyambutan anggota baru Relpi Cilacap.

  • Kenali Zona Kilang, Nelayan Melaut dengan Tenang: Sinergi Pertamina dan Nelayan Cilacap Jaga Laut Bersama

    Kenali Zona Kilang, Nelayan Melaut dengan Tenang: Sinergi Pertamina dan Nelayan Cilacap Jaga Laut Bersama

    satyanusa, Cilacap – Hangatnya kebersamaan terasa dalam sosialisasi area terlarang dan tertentu yang diselenggarakan Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap bersama para nelayan Cilacap dari unsur Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan KUD Mino Saroyo. Mengusung tema “Kenali Zona Kilang, Nelayan Melaut dengan Tenang”, kegiatan ini digelar di Purwokerto pada Jumat – Sabtu (8–9/5/2026).

    Lebih dari sekadar forum sosialisasi, kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan kepentingan keselamatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan. Pertamina dan nelayan duduk bersama, berbagi perspektif, sekaligus memperkuat rasa saling memiliki terhadap laut yang menjadi sumber kehidupan bersama.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menyampaikan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para nelayan terkait area-area terlarang dan tertentu di perairan Cilacap. Hal ini penting agar aktivitas pelayaran nelayan tetap aman, sekaligus mendukung kelancaran distribusi energi nasional.

    “Ini bukan tentang membatasi ruang gerak nelayan, melainkan langkah preventif demi keselamatan bersama. Laut adalah ruang hidup bersama, tempat mencari nafkah, sekaligus ruang yang harus dijaga keamanannya secara kolektif,” ujar Agustiawan.

    Menurutnya, sinergi antara Pertamina dan para nelayan menjadi kunci dalam menciptakan harmoni di wilayah perairan. Dengan saling memahami batasan dan peran masing-masing, potensi risiko dapat diminimalisir tanpa mengurangi produktivitas nelayan dalam melaut.

    Senada dengan hal tersebut, Ketua HNSI Cilacap, Sarjono menegaskan laut merupakan aset bersama yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Ia mengibaratkan laut seperti sebuah akuarium besar, tempat berbagai pihak hidup berdampingan.

    “Kalau diibaratkan akuarium, maka kita semua –nelayan, Pertamina, dan pihak lainnya, hidup dalam satu ruang yang sama. Agar tetap seimbang, kita harus saling menjaga, saling memahami, dan terus bersinergi,” ungkapnya.

    Sesi sosialisasi menghadirkan berbagai narasumber dari instansi terkait, di antaranya Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cilacap, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Satpolair Polresta Cilacap, serta tim HSSE RU IV Cilacap. Para peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mulai dari aspek keselamatan pelayaran, regulasi wilayah perairan, hingga mitigasi risiko di sekitar area operasional kilang.

    Tak hanya itu, suasana semakin inspiratif melalui sesi berbagi pengalaman bersama Local Hero Kampoeng Kepiting Kutawaru binaan RU IV Cilacap, Rato. Kisahnya menjadi pengingat bahwa kolaborasi yang baik antara masyarakat dan perusahaan mampu melahirkan manfaat nyata dan berkelanjutan.

    Melalui kegiatan ini, Pertamina berharap tercipta kesadaran kolektif bahwa keselamatan di laut bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan hasil dari kerja sama yang erat. Dengan memahami zona kilang dan menjaga komunikasi yang baik, nelayan dapat melaut dengan lebih tenang, sementara operasional energi tetap berjalan dengan aman dan andal.

  • Hangatnya Tasyakuran & Pembekalan Akhir, 66 Calon Haji BDI Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Siap menuju Tanah Suci

    Hangatnya Tasyakuran & Pembekalan Akhir, 66 Calon Haji BDI Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Siap menuju Tanah Suci

    satynusa, Cilacap – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Gedung Patra Graha Cilacap saat Badan Dakwah Islam (BDI) Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap menggelar kegiatan Tasyakuran dan Pembekalan Akhir Calon Haji, Minggu (3/5). Momen ini menjadi titik puncak perjalanan panjang calon tamu Allah sebelum menapakkan kaki di Tanah Suci.

    Ketua BDI RU IV Cilacap, Agus Rahmat Jamal, menyampaikan jumlah jamaah calon haji yang difasilitasi melalui BDI bersama KBIHU Miftahul Jannah mencapai 66 orang. Mereka terdiri dari keluarga besar Pertamina, baik pekerja aktif maupun purnabakti, serta masyarakat umum yang turut bergabung dalam pembinaan.

    “Seluruh jamaah telah mengikuti pembekalan secara intensif sebanyak 17 kali. Ini menjadi ikhtiar bersama untuk memastikan kesiapan, baik secara ilmu, mental, maupun spiritual dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah haji,” ungkap Agus.

    Direncanakan, seluruh jamaah akan bertolak ke Tanah Suci pada 16 Mei 2026 bersama calon haji lainnya dari Kabupaten Cilacap. Harapan dan doa pun mengalir, mengiringi langkah mereka menuju perjalanan suci yang telah lama dinantikan.

    General Manager RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo menyampaikan pesan penuh makna kepada para jamaah. Ia mengingatkan pentingnya disiplin dalam mengikuti seluruh prosedur dan manasik haji, serta menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah.

    “Di tengah dinamika global dan berbagai tantangan geopolitik, kami juga berpessan kepada bapak dan ibu, agar menyisipkan doa terbaik untuk kelancaran operasional Pertamina. Kami meyakini, doa-doa dari Tanah Suci memiliki kekuatan yang luar biasa,” ujarnya.

    Sementara itu, perwakilan dari Kementerian Haji Kabupaten Cilacap, Alfi Zubaedah, memastikan seluruh tahapan persiapan pemberangkatan jamaah asal Kabupaten Cilacap berjalan lancar tanpa perubahan signifikan. Ia turut mengingatkan pentingnya kesiapan fisik.

    “Ibadah haji bukan hanya soal kesiapan materi, tetapi juga kekuatan fisik. Oleh karena itu, kami mengimbau jamaah untuk terus menjaga kesehatan agar dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan optimal,” jelasnya.

    Menutup rangkaian kegiatan, sesi pembekalan akhir disampaikan oleh Ust. Dr. Fachrur Razi dari Semarang yang mengajak jamaah untuk meluruskan niat dan sepenuhnya fokus beribadah selama di Tanah Suci.

    “Ibadah haji adalah panggilan Allah SWT. Bukan semata-mata siapa yang mampu, tetapi Allah akan memampukan mereka yang merasa terpanggil. Maka jalani setiap proses dengan rasa syukur, apapun yang diterima adalah bagian dari skenario terbaik-Nya,” pesannya.

    Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang penguatan spiritual sekaligus pelepas rindu menuju Baitullah. Di balik senyum dan doa yang dipanjatkan, terselip harapan besar agar seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar, kembali dengan predikat haji yang mabrur, serta membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan kerja.

  • Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

    Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

    satyanusa, Cilacap -Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat transformasi industri nasional melalui penguatan hilirisasi di sektor strategis.

    Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk harapan atas kelancaran dan keberhasilan proyek. Setelahnya, acara dilanjutkan dengan penayangan video mengenai rencana dan cakupan proyek hilirisasi tahap II yang akan dikembangkan.

    Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Kepala Negara menekankan hilirisasi adalah jalan menuju kebangkitan bangsa Indonesia.

    “Groundbreaking hilirisasi tahap kedua yang mencakup 13 proyek strategis hilirisasi, senilai kurang lebih Rp116 triliun meliputi 5 proyek di sektor energi, 5 proyek di sektor mineral, 3 proyek di sektor pertanian,” ujar Kepala Negara.

    Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani dalam laporannya menyampaikan bahwa proyek hilirisasi tahap II merupakan kelanjutan dari upaya strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri nasional. Rosan menjelaskan bahwa pengolahan aset negara menjadi katalisator transformasi ekonomi nasional sebagai investasi negara untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.

    “Kami akan melakukan ini sebagai awal dari lompatan besar Indonesia sebagai bangsa yang tidak hanya kaya sebagai sumber daya alam, tetapi juga berdaulat dalam pengolahannya, unggul dalam produksinya, dan sejahtera dalam hasilnya,” ujar Rosan.

    Adapun 13 proyek hilirisasi tahap II ini terdiri dari berbagai pengembangan di sektor pengolahan dan pemurnian yang terintegrasi, mencakup peningkatan kapasitas refinery, pengembangan produk turunan bernilai tambah, serta pembangunan fasilitas pendukung yang memperkuat rantai pasok industri nasional, sebagai berikut:

    1. Proyek 1 dan 2: Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline di Dumai (Riau) dan Cilacap (Jawa Tengah);
    2. Proyek 3, 4, 5: Pembangunan Tangki Operasional BBM di Palaran (Kalimantan Timur), Biak (Papua), dan Maumere (Nusa Tenggara Timur);
    3. Proyek 6: Fasilitas Pengembangan fasilitas produksi DME berkapasitas 1,4 juta ton per tahun di Tanjung Enim (Sumatera Selatan);
    4. Proyek 7: Pengembangan Fasilitas Manufaktur Baja Nirkarat dari Nikel di Indonesia Morowali Industrial Park (Sulawesi Tengah);
    5. Proyek 8: Pengembangan Fasilitas Produksi Slab Baja Karbon dari Bijih Besi Lokal di Cilegon (Banten);
    6. Proyek 9: Ekosistem dan Fasilitas Produksi Aspal Buton di Karawang (Jawa Barat);
    7. Proyek 10: Hilirisasi Tembaga dan Emas di Gresik (Jawa Timur);
    8. Proyek 11: Pengolahan Sawit menjadi Oleofood dan Biodiesel di Sei Mangkei (Sumatera Utara);
    9. Proyek 12: Fasilitas Pengolahan Pala menjadi Oleoresin di Maluku Tengah (Maluku);
    10. Proyek 13: Fasilitas Terpadu Kelapa terintegrasi menghasilkan MCT, coconut flour, dan activated carbon di Maluku Tengah (Maluku).

    Dengan investasi besar dan cakupan lintas sektor, hilirisasi tahap II ini menjadi pijakan strategis menuju Indonesia yang lebih mandiri, berdaulat, dan berdaya saing global. (BPMI Setpres)