Tag: pertamina

  • Ekonomi Transformasi Pasar Komunal Binaan Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Denyut Ekonomi & Harapan Warga

    Ekonomi Transformasi Pasar Komunal Binaan Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Denyut Ekonomi & Harapan Warga

    satyanusa, Cilacap – Bagi masyarakat Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, pemenuhan kebutuhan sehari-hari bukan sekadar pergi ke pasar. Letak geografis wilayah yang dipisahkan perairan Segara Anakan membuat masyarakat harus menyeberang menggunakan perahu untuk menjangkau sejumlah kebutuhan di wilayah lain.

    Di tengah keterbatasan itu, ekosistem wilayah di Kutawaru bertrasnformasi menjadi satu kesatuan sistem ekonomi hub yang terhubung dengan Pasar Amarta. Pasar Amarta menjelma menjadi lebih dari sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli. Pasar ini menghadirkan kemudahan, membuka peluang usaha, dan menumbuhkan harapan kemandirian ekonomi.

    Diinisiasi Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Masyarakat Mandiri Kutawaru (MAMAKU), Pasar Amarta yang dikembangkan sejak 2022 nyatanya menjawab kebutuhan masyarakat tentang akses ekonomi yang lebih dekat serta saling terintegrasi dan interkoneksi dengan aktivitas Wisata Kampung Kepiting, Bank Sampah Ahipraya dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S).

    Kini, pasar rakyat yang beroperasi setiap hari Minggu itu telah menjadi ruang aktivitas ekonomi warga dengan melibatkan 78 pedagang.

    Di sini, para pedagang mendapatkan ruang untuk menawarkan dagangannya, masyarakat memiliki alternatif memenuhi kebutuhan, dan perputaran ekonomi berpeluang tumbuh di lingkungan sendiri.

    “Pasar Amarta kami hadirkan bukan hanya untuk menyediakan tempat berjualan, tetapi membuka ruang untuk mengembangkan potensi ekonominya sendiri. Kami ingin masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menggerakkan perekonomian,” ujar Agustiawan, Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap.

    Lanjut Agus, Pasar Amarta kini menjadi bagian penting dari upaya membangun kemandirian masyarakat. “Pemberdayaan ekonomi untuk memastikan masyarakat memiliki kesempatan, kemampuan, dan kepercayaan diri untuk mengelolanya secara berkelanjutan,” kata Agus.

    Seiring meningkatnya jumlah pedagang dan aktivitas pasar, penguatan kapasitas pengelola menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Pasar yang tumbuh membutuhkan tata kelola yang baik agar manfaatnya terus berkelanjutan.

    Semangat tersebut mengemuka dalam Pelatihan Manajemen Pengelolaan Pasar Rakyat di Pasar Amarta, Kutawaru, pertengahan September lalu. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat fondasi pengelolaan pasar agar semakin tertib, transparan, profesional, dan mampu berjalan secara mandiri.

    Melalui pelatihan, pengelola dibekali pemahaman kelembagaan, administrasi, operasional, pelayanan, hingga pengembangan pasar.

    Agustiawan berharap pelatihan ini menjadi awal perubahan dalam pengelolaan Pasar Amarta. “Pengelola diharapkan mampu menerapkan administrasi yang semakin tertib, pelayanan semakin baik, serta menjalankan pasar dengan sistem yang semakin kuat,” kata Agustiawan.

    Galuh Mei Wardana, Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan DPKUKM Kabupaten Cilacap menilai Pasar Amarta sebagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

    “Pasar Amarta merupakan satu-satunya pasar di Kelurahan Kutawaru dan menjadi roda pemutar perekonomian masyarakat. Ini merupakan inovasi yang bermanfaat untuk menciptakan kemandirian sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” ungkap Galuh.

    Di Kutawaru, Segara Anakan tetap menjadi bentang perairan yang memisahkan wilayah. Namun melalui Pasar Amarta, tumbuh ruang yang mendekatkan masyarakat pada kesempatan.

    Dari lapak sederhana, transaksi setiap Minggu, dan kerja bersama untuk menjaga keberlangsungannya, harapan kemandirian ekonomi terus dirawat, agar masyarakat Kutawaru semakin berdaya.

  • Bersama TMMD, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Bangun Harapan Desa

    Bersama TMMD, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Bangun Harapan Desa

    satyanusa, Cilacap – Kemajuan desa tidak selalu dimulai dari pembangunan besar. Terkadang, tumbuh dari hal sederhana, seperti sebuah jalan yang semakin mudah dilalui, layanan administrasi yang semakin cepat, atau perangkat komputer yang membantu perangkat desa melayani warganya dengan lebih baik.

    Semangat itulah yang terus dihadirkan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap melalui dukungannya terhadap program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 di Desa Karangtawang, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap.

    Dukungan ini diwujudkan melalui bantuan satu unit personal computer (PC) untuk Pemerintah Desa Karangtawang.

    Program TMMD yang dimotori Kodim 0703/Cilacap itu resmi dimulai pada Selasa (13/10/2026), ditandai upacara pembukaan di lapangan desa setempat.

    Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, dihadiri Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf. Aryudha Sakti dan jajaran pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) maupun Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Program ini akan berlangsung selama satu bulan ke depan.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, mengatakan kehadiran Pertamina dalam TMMD merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat dan mendukung pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

    “Pembangunan bukan hanya menghadirkan sesuatu yang baru, tetapi bagaimana sesuatu yang diberikan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat. Dalam setiap TMMD, kami berupaya hadir melalui bantuan perangkat komputer untuk pemerintah desa. Harapannya, perangkat ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga,” ujar Agustiawan.

    Ditambahkan, di balik pelayanan administrasi terdapat kebutuhan masyarakat yang harus dijawab dengan baik. Karena itu, dukungan terhadap sarana pelayanan desa menjadi salah satu langkah kecil yang diharapkan dapat memberikan arti besar bagi keseharian masyarakat.

    Kepala Desa Karangtawang, Sutarno, menyampaikan apresiasi kepada Pertamina Patra Niaga RU Cilacap atas bantuan satu unit komputer ini.

    “Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk menunjang pekerjaan administrasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Semoga sinergi dan kepedulian seperti ini terus terjalin, sehingga semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh warga Desa Karangtawang,” ujar Sutarno.

    Bangun Jalan, Tumbuhkan Harapan

    Sejumlah sasaran fisik TMMD kali ini antara lain pengerasan jalan sepanjang 1.565 meter dengan lebar tiga meter, pengaspalan jalan sepanjang 425 meter dengan lebar yang sama, rehabilitasi dua rumah tidak layak huni (RTLH), serta penanaman 1.000 pohon.

    Rangkaian TMMD turut menghadirkan berbagai pelayanan bagi masyarakat, mulai dari pengobatan gratis, pelayanan keluarga berencana (KB), pengurusan akta kelahiran dan kematian, hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan perpustakaan keliling juga disiapkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan administrasi, pengetahuan, dan pengembangan usaha.

    Beragam kegiatan nonfisik melengkapi program tersebut, antara lain penyuluhan wawasan kebangsaan, ketahanan keluarga, bahaya narkoba, kesehatan ibu dan anak, keselamatan lalu lintas, serta keselamatan pelayaran.

    Bagi Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, dukungan pada TMMD merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang bermakna dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

  • Kilang Cilacap Perkuat Komitmen P4GN, Dukung Target Jawa Tengah Zero Prevalensi 2045

    Kilang Cilacap Perkuat Komitmen P4GN, Dukung Target Jawa Tengah Zero Prevalensi 2045

    satyanusa, Cilacap – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi bertajuk “Akselerasi Implementasi P4GN Kolaborasi Layanan Rehabilitasi Narkoba Menuju Jawa Tengah Zero Prevalensi Tahun 2045” yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah di Gedung Patra Graha Cilacap, Kamis (8/10/2026).

    Kegiatan ini menjadi forum koordinasi sekaligus penguatan sinergi antarpemangku kepentingan dalam mendukung implementasi P4GN, khususnya melalui penguatan kolaborasi layanan rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Rapat koordinasi tersebut dihadiri para pimpinan BNN dari wilayah eks Karesidenan Banyumas yang meliputi Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen.

    Dukungan Pemerintah Kabupaten Cilacap terhadap upaya tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma, melalui sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Kabupaten Cilacap, Bintang Dwi Cahyono.

    Dalam sambutannya, Pemerintah Kabupaten Cilacap menyatakan dukungan terhadap program dan langkah BNN Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat pelaksanaan P4GN serta kolaborasi layanan rehabilitasi di wilayah Jawa Tengah.

    Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol. Edi Swasono, memaparkan arah kebijakan penanggulangan narkotika untuk mewujudkan target Jawa Tengah Zero Prevalensi Tahun 2045.

    Ia menekankan pencapaian target tersebut membutuhkan strategi yang komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan dengan memperkuat empat aspek utama, yakni pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, serta pemberantasan.

    Partisipasi Pertamina Patra Niaga RU Cilacap dalam forum ini merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap upaya bersama menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan terbebas dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

    Sinergi antara pemerintah, BNN, dunia usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas jangkauan pencegahan sekaligus memperkuat dukungan terhadap layanan rehabilitasi.

    Dalam kesempatan tersebut, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap menerima piagam penghargaan dari Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol. Edi Swasono, atas partisipasi aktif dalam upaya P4GN. Piagam penghargaan diterima oleh Section Head Health RU Cilacap, dr. Bernard L. Tobing, yang hadir mewakili manajemen.

    Penghargaan ini menjadi apresiasi atas keterlibatan Pertamina Patra Niaga RU Cilacap dalam mendukung upaya P4GN sekaligus memperkuat semangat kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

    Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, perusahaan berharap dapat turut berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan kerja dan masyarakat yang sehat, produktif, serta bebas dari penyalahgunaan narkotika, sejalan dengan cita-cita Jawa Tengah Zero Prevalensi Tahun 2045.

  • Kilang Cilacap Perkuat Budaya Berbagi Pengetahuan di Bulan Energi

    Kilang Cilacap Perkuat Budaya Berbagi Pengetahuan di Bulan Energi

    satyanusa, Cilacap – Pengetahuan di dunia pengolahan energi tidak hanya tersimpan dalam prosedur dan dokumen, tetapi juga tumbuh dari pengalaman pekerja yang menghadapi berbagai dinamika operasional di lapangan. Semangat menjaga agar pengalaman tersebut terus mengalir menjadi pengetahuan bersama diwujudkan PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap melalui kegiatan Tacit Knowledge dalam rangka Bulan Energi 2026.

    Kegiatan yang digelar selama dua hari di IG Room Head Office Kilang Cilacap ini diikuti puluhan pekerja dari berbagai fungsi. Hal itu mendapat apresiasi dari Pjs. Manager OPI RU Cilacap Ihya Ramadhanu yang mengatakan forum Tacit Knowledge menjadi ruang strategis untuk mentransfer pengalaman, wawasan, dan praktik kerja yang selamaini melekat pada individu agar dapat menjadi bekal bersama dalam mendukung keandalan operasional kilang.

    “Pengalaman di lapangan sering kali melahirkan pengetahuan yang tidak seluruhnya dapat dituangkan secara detail dalam prosedur tertulis, padahal nilainya sangat besar bagi keberlangsungan operasi. Melalui form ini, pengetahuan itu dapat dibagikan, didiskusikan, dan menjadi pembelajaran bagi pekerja lainnya untuk terus meningkatkan kualitas proses kerja.” ujar Ihya.

    Sejumlah pekerja berpengalaman hadir sebagai narasumber, yakni Section Head FOC II Rifa Tri Purnawan, Supervisor Optimization & Loss Control Hanif Nur Fauzi, Section Head OM 60 & NBM Tumin, dan Section Head OM 70 Abulais Samsuri. Materi yang dibawakan beragam, mulai dari energi, proses loading, hingga supply quantitative insurance yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab peserta.

    SH FOC II Rifa Tri Purnawan menekankan bahwa transfer pengetahuan memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan kompetensi pekerja, khususnya terkait proses operasional yang membutuhkan pemahaman teknis sekaligus pengalaman lapangan. “Melalui diskusi seperti ini, kami tidak hanya berbagi tentang bagaimana sebuah proses dijalankan, namun juga alasan di balik setiap langkah, pengalaman menghadapi kondisi tertentu, serta pembelajaran yang dapat membantu pekerja mengambil keputusan secara lebih tepat,” jelasnya.

    Ketua Bulan Energi 2026, Ipuk Suseno menyampaikan bahwa pelaksanaan Tacit Knowledge sejalan dengan semangat Bulan Energi untuk memperkuat kepedulian sekaligus pemahaman pekerja terhadap energi dari berbagai perspektif. Menurutnya, Bulan Energi diharapkan tidak berhenti sebagai rangkaian kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum membangun budaya belajar, berbagi, dan berinovasi di lingkungan Kilang Cilacap.

    Melalui Tacit Knowledge, Kilang Cilacap terus mendorong pengetahuan dan pengalaman pekerja agar tidak berhenti pada individu, tetapi berkembang menjadi aset pembelajaran organisasi yang dapat diwariskan lintas generasi. Semangat berbagi tersebut sekaligus memperkuat Bulan Energi sebagai ruang kolaborasi untuk menjaga kompetensi pekerja, keandalan operasional, serta keberlanjutan pengelolaan energi di Kilang Cilacap.

  • PESAT Gada Pratama, Suntikan Semangat Pertamina untuk Pemuda di Sekitar Kilang

    PESAT Gada Pratama, Suntikan Semangat Pertamina untuk Pemuda di Sekitar Kilang

    satyanusa, Cilacap – Bagi Ranggi Kafi Syafii, kesempatan untuk mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi (PESAT) Gada Pratama menjadi pengalaman yang sangat penting. Pemuda asal Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, ini melihatnya sebagai langkah awal untuk menyiapkan diri menyambut dunia kerja.

    Alumni SMK Dr. Soetomo Cilacap tahun 2026 tersebut menjadi satu dari 35 pemuda terpilih mengikuti PESAT Gada Pratama yang diselenggarakan Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap di Balai Latihan Kerja (BLK) Cilacap.

    “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur terpilih mengikuti pelatihan ini. Bagi saya, pelatihan ini sangat penting untuk menambah skill dan pengalaman yang nantinya sangat bermanfaat untuk memasuki dunia kerja, khususnya di bidang sekuriti,” ujar Ranggi.

    Bagi Ranggi dan peserta lain, sembilan hari pelatihan menjadi kesempatan berharga untuk belajar sekaligus mempersiapkan mental menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada Pertamina yang telah membuka kesempatan tersebut bagi para pemuda.

    “Terima kasih kepada Pertamina yang telah memberikan kesempatan berharga ini kepada saya,” lanjutnya.

    Semangat Ranggi menjadi bukti, kehadiran industri di tengah masyarakat tidak hanya aktivitas operasional, tetapi keberadaannya dapat memberikan manfaat dan membuka ruang tumbuh bagi generasi muda di lingkungan terdekat.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan saat pembukaan PESAT, Selasa (6/10/2026) menekankan, dalam pelatihan ini ada nilai dasar yang harus dibawa oleh setiap peserta, yakni integritas, disiplin, dan tanggung jawab.

    “Nilai-nilai integritas, disiplin, dan tanggung jawab ini bukan hanya selama pelatihan, tetapi juga setelah pelatihan selesai dan ketika nantinya memasuki dunia kerja,” kata Agustiawan.

    Karena itu, ia berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan serius dan sungguh-sungguh. Menurutnya, kesempatan yang diperoleh 35 peserta tersebut merupakan bekal penting untuk menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.

    “Adik-adik adalah 35 peserta terpilih. Ikuti pelatihan ini dengan serius dan sungguh-sungguh. Jadikan setiap materi dan pengalaman yang diperoleh sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja,” pesannya.

    Ditambahkan, perkembangan industri termasuk di Kabupaten Cilacap, turut mendorong kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang semakin andal. Tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga menjunjung tinggi integritas dan kedisiplinan.

    Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap, Farid Rijanto, mengapresiasi komitmen dan kepedulian Pertamina yang kembali menyelenggarakan pelatihan bagi para pemuda.

    “Program ini memiliki arti penting karena memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk meningkatkan kapasitas diri dan menjawab kebutuhan industri,” jelasnya.

    Pelatihan PESAT Gada Pratama berlangsung selama sembilan hari di BLK Cilacap. Dalam pelaksanaannya, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap melibatkan tim dari Polresta Cilacap sebagai pemateri.

    Melalui PESAT Gada Pratama, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap memastikan semakin banyak pemuda di sekitar operasional kilang memiliki kesempatan untuk mendapatkan bekal, percaya diri, dan keberanian untuk memasuki dunia kerja.

  • Lima Tahun MAMAKU: Dari Ruang Pemberdayaan menjadi Destinasi Wisata dan Penggerak Ekonomi Kutawaru

    Lima Tahun MAMAKU: Dari Ruang Pemberdayaan menjadi Destinasi Wisata dan Penggerak Ekonomi Kutawaru

    satyanusa, Cilacap – Perahu perlahan bergerak meninggalkan tepian. Di seberang, hamparan mangrove dan perairan Segara Anakan menjadi pemandangan pembuka sebelum menuju Kampoeng Kepiting, Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah.

    Bagi sebagian orang, perjalanan itu mungkin sekadar wisata. Namun bagi masyarakat Kutawaru, pemandangan ini menyimpan cerita panjang tentang pemberdayaan yang tumbuh menjadi penghidupan baru.

    Cerita itu bernama Masyarakat Mandiri Kutawaru (MAMAKU).

    Lima tahun berjalan, Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap kembali melakukan monitoring dan evaluasi (monev), Selasa (29/9/2026). Kegiatan tahunan ini untuk melihat kembali perjalanan program dan memastikan pendampingan berdampak nyata dan terus berkembang di masyarakat.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, mengatakan monev menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program.

    “Dari perjalanan ini, kami melihat perubahan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Yang sebelumnya bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun Anak Buah Kapal (ABK), kini memiliki alternatif kegiatan ekonomi yang justru menjadi kegiatan utama,” ujarnya.

    Perubahan paling terasa ketika melihat Kampoeng Kepiting. Kawasan yang dahulu menjadi bagian dari ruang hidup masyarakat pesisir kini menjelma menjadi wisata terpadu. Pengunjung tidak hanya datang dari Cilacap, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara.

    Alam menjadi daya tarik utamanya. Hamparan kawasan pesisir, suasana kampung, hingga sajian kuliner khas berbahan kepiting menjadi pengalaman yang ditawarkan masyarakat kepada para pengunjung.

    Di balik pemandangan, ada proses panjang pemberdayaan. MAMAKU terus berkembang mengikuti kebutuhan dan potensi masyarakat. Budidaya kepiting cangkang lunak kemudian menjadi salah satu ikon Kampoeng Kepiting.

    Pengembangan kawasan juga dilengkapi fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta Rumah Susun Kepiting Berbasis Energi (RUSUN TINGGI), sebuah inovasi yang menjadi bagian dari pengembangan budidaya kepiting.

    Cerita MAMAKU tidak berhenti di kawasan wisata. Masyarakat mengembangkan pasar tradisional Mingguan Amarta sebagai ruang aktivitas ekonomi. Pasar yang digelar secara berkala tersebut kini mampu mencatat omzet ratusan juta rupiah.

    Di sektor pertanian dan peternakan, terdapat Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Kunang-kunang yang dikembangkan antara lain melalui peternakan burung puyuh.

    Sementara itu, kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui Bank Sampah Abhipraya, yang mengajak masyarakat melihat sampah sebagai potensi ekonomi. Terlebih kelurahan ini terpisah perairan Segara Anakan sehingga menyulitkan akses menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di wilayah kota.

    Bagi Rato, Local Hero MAMAKU, perjalanan ini menjadi proses pembelajaran yang jauh lebih besar daripada sekadar pengembangan kegiatan ekonomi.

    “Harapan kami, dukungan dari Pertamina selama ini bisa menjadi pemicu bagi masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan MAMAKU agar tetap berkelanjutan,” tutur Rato.

    Dari sisi pemerintahan kelurahan, program MAMAKU juga menjadi bagian penting dalam perjalanan pemberdayaan masyarakat Kutawaru.

    Lurah Kutawaru, Edy Harjanto, mengapresiasi perhatian dan dukungan Pertamina yang selama ini terus diberikan kepada masyarakat, terutama karena Kutawaru berada di sekitar wilayah operasional kilang.

    “Pertamina sudah banyak memberikan kepedulian dalam pemberdayaan masyarakat Kutawaru. Ini menjadi bukti sinergi yang kuat. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

    Monev MAMAKU yang juga dihadiri perwakilan dinas terkait, Perhimpunan Hotel & Restauran Indonesia (PHRI) Cilacap, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cilacap, akademisi, serta pelaksana program MAMAKU, menjadi kesempatan untuk menengok kembali perjalanan sebuah kampung yang sedang membangun masa depannya sendiri.

    Dari kepiting cangkang lunak hingga pasar mingguan, dari energi surya hingga bank sampah, dari peternakan puyuh hingga wisata pesisir. Semua tumbuh dalam satu cerita yang sama, masyarakat yang belajar untuk berdaya, lalu bergerak untuk mandiri.

  • Energi Surya Bikin Desa Makin Berdikari, Pertamina Perkuat Pemberdayaan Warga Cilacap

    Energi Surya Bikin Desa Makin Berdikari, Pertamina Perkuat Pemberdayaan Warga Cilacap

    satyanusa, Cilacap – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap terus memperkuat komitmen dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB).

    Program pemberdayaan masyarakat berbasis energi baru terbarukan (EBT) ini telah dikembangkan di sejumlah wilayah, di antaranya DEB Kalijaran di Kecamatan Maos, DEB Dusun Bondan di Kecamatan Kampung Laut, serta DEB Kelurahan Kutawaru di Kecamatan Cilacap Tengah.

    Keberhasilan pengembangan program tersebut disampaikan Vice President Community Involvement & Development (CID) Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, dalam rangkaian Pertamina Media Xpose (Pertamax) Journey 2026 bersama 60 awak media nasional di DEB Kalijaran, Kamis (10/9/2026).

    Menurut Dian, program DEB merupakan salah satu bentuk komitmen Pertamina menghadirkan energi yang tidak hanya mendukung aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas lingkungan.

    “Melalui Desa Energi Berdikari, kami ingin memastikan bahwa pemanfaatan energi bersih dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan,” ujar Dian.

    Salah satu implementasi DEB yang dikembangkan berada di Desa Kalijaran, Kecamatan Maos. Program ini berfokus pada pemberdayaan dan pendampingan petani melalui pemanfaatan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai inovasi pompa irigasi pertanian berbasis energi baru terbarukan.

    PLTS di DEB Kalijaran berkapasitas 6,54 kilowatt peak (kWp). Pemanfaatan energi surya tersebut mampu menghasilkan penghematan biaya listrik hingga Rp45 juta, sekaligus mereduksi emisi karbon sebesar 8,98 ton CO₂e per tahun.

    Tak hanya memberikan manfaat lingkungan, program ini juga berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat. Total pendapatan kelompok penerima manfaat dari program DEB Kalijaran mencapai sekitar Rp220 juta per tahun.

    Dalam rangkaian kunjungan Pertamax Journey 2026, Pertamina bersama masyarakat juga melaksanakan panen raya jagung di DEB Kalijaran. Panen tersebut menjadi salah satu bukti nyata pemanfaatan energi bersih yang terintegrasi dengan aktivitas produktif masyarakat.

    Energi Bersih Tingkatkan Kualitas Hidup Warga

    Program DEB lainnya dikembangkan di Dusun Bondan, Kecamatan Kampung Laut. Di wilayah ini, Pertamina mendorong pemanfaatan energi bersih untuk meningkatkan akses listrik sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

    Pemanfaatan PLTS tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendukung berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan, keagamaan, dan kegiatan ekonomi produktif.

    PLTS di Bondan berkapasitas 16,2 kWp, dengan potensi penghematan biaya listrik mencapai Rp147 juta. Dari sisi lingkungan, program tersebut mampu memberikan kontribusi reduksi emisi karbon sebesar 22,23 ton CO₂e per tahun. Dari sisi ekonomi, pendapatan total kelompok penerima manfaat tercatat mencapai sekitar Rp12 juta per tahun.

    Sementara itu, DEB di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat pesisir secara berkelanjutan melalui pemanfaatan EBT untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

    Pemanfaatan PLTS di Kutawaru antara lain digunakan untuk mendukung operasional bank sampah dan pompa aerasi pada Kampoeng Kepiting. Di sini, PLTS berkapasitas 13 kWp, dengan penghematan biaya listrik mencapai sekitar Rp27,4 juta. Program tersebut juga menghasilkan reduksi emisi karbon sebesar 17,84 ton CO₂e per tahun.

    Dari sisi ekonomi, dampaknya terlihat dari total pendapatan kelompok yang mencapai sekitar Rp958 juta per tahun.

    Dian menambahkan, secara keseluruhan Pertamina saat ini memiliki 154 program Desa Energi Berdikari yang berjalan di berbagai wilayah Indonesia. “Program tersebut terdiri atas 95 DEB Ketahanan Pangan, 20 DEB Pesisir Modern, dan 39 DEB Wisata Energi,” imbuhnya.

    Executive General Manager RU Cilacap Hermawan Budiantoro menambahkan, keberhasilan berbagai program DEB di wilayah Cilacap menjadi bukti komitmen Pertamina untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

    “Selain menjalankan tugas utama menyediakan energi terbaik bagi negeri, Pertamina juga memiliki komitmen untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan,” kata Hermawan.

    Ditegaskan, pemanfaatan EBT melalui program DEB diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak berkelanjutan, baik terhadap ketahanan pangan, peningkatan ekonomi masyarakat, maupun kelestarian lingkungan.

  • Pertamina RU Cilacap dan Vendor Satukan Semangat Wujudkan Zero Fatality, Zero Accident, dan Zero Fraud

    Pertamina RU Cilacap dan Vendor Satukan Semangat Wujudkan Zero Fatality, Zero Accident, dan Zero Fraud

    satyanusa, Cilacap – Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap, Hermawan Budiantoro, mengajak seluruh vendor sebagai mitra strategis, menyatukan semangat untuk mewujudkan Zero Fatality, Zero Accident, dan Zero Fraud di internal RU Cilacap.

    Pesan tersebut disampaikan Hermawan dalam kegiatan Supplier Relationship Management (SRM) Summit 2026 di Gedung Patra Graha, Cilacap, Senin (7/9/2026). Forum itu mempertemukan sejumlah vendor dan kontraktor yang selama ini mendukung pelaksanaan pekerjaan di lingkungan Pertamina Patra Niaga RU Cilacap.

    Hermawan menekankan, komitmen terhadap keselamatan kerja dan integritas tidak dapat hanya dibebankan kepada Pertamina. Menurutnya, seluruh vendor sebagai mitra kerja harus memiliki semangat serta komitmen yang sama.

    “Semangat untuk mewujudkan Zero Fatality, Zero Accident, dan Zero Fraud tidak cukup hanya dari pihak Pertamina. Hal ini harus menjadi sinergi dan spirit yang sama dari seluruh vendor sebagai mitra kerja strategis” tegas Hermawan.

    Sementara itu, Manager Procurement Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Ade Leo Siswara, mengatakan kegiatan SRM Summit yang sebelumnya dikenal dengan nama Vendor Day menjadi sarana untuk memperkuat hubungan kerja sama bisnis sekaligus membuka peluang kolaborasi baru yang memberikan manfaat positif bagi seluruh pihak.

    “SRM Summit menjadi sarana untuk memperkuat hubungan kerja sama bisnis sekaligus membuka peluang kolaborasi baru yang dapat memberikan dampak positif bagi semua pihak,” ujar Ade.

    Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berkembang sekaligus menjaga hubungan dan sinergi yang baik dengan para vendor atau penyedia barang dan jasa.

    Dalam kegiatan tersebut, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap memberikan penghargaan kepada sejumlah vendor berprestasi. Penghargaan diberikan kepada vendor penyedia barang dan jasa dari kategori usaha kecil, menengah, maupun besar, serta vendor yang dinilai memiliki implementasi aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) terbaik.

    Selain menjadi ajang apresiasi, forum SRM Summit 2026 juga diisi dengan penyampaian materi terkait kerja sama antara Pertamina dan para mitra kerja. Materi tersebut meliputi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), HSSE Plan, I-Vendor, dan Bank Garansi.

    Melalui SRM 2026, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap berharap hubungan dengan para vendor semakin kuat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya kerja sama yang profesional, transparan, aman, dan berkelanjutan.

  • Pertamax Journey 2026, Bawa 60 Media Nasional Melihat Lebih Dekat Kilang Cilacap

    Pertamax Journey 2026, Bawa 60 Media Nasional Melihat Lebih Dekat Kilang Cilacap

    satyanusa, Cilacap — Sebanyak 60 awak media nasional dari berbagai wilayah di Indonesia berkesempatan melihat lebih dekat operasional PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap dalam rangkaian kegiatan Pertamina Media Xpose (Pertamax) Journey 2026, Kamis (10/9/2026).

    Kegiatan ini menjadi momentum bagi Pertamina untuk membuka wawasan media mengenai aktivitas di balik tersedianya energi yang digunakan masyarakat setiap hari, sekaligus memperkenalkan secara langsung peran strategis Kilang Cilacap dalam mendukung ketahanan energi nasional.

    Rangkaian kunjungan diawali paparan mengenai operasional dan peran Kilang Cilacap yang berlangsung di Patra Graha.

    Para jurnalis mendapatkan gambaran mengenai proses bisnis, operasional kilang, produk yang dihasilkan, aspek keselamatan dan keandalan operasi, hingga kontribusi kilang dalam mendukung kebutuhan energi nasional.

    Usai paparan, rombongan kemudian berkeliling area Kilang Cilacap. Dengan tetap menerapkan ketentuan keselamatan dan keamanan kilang, para jurnalis dapat menyaksikan secara langsung berbagai fasilitas pengolahan dan infrastruktur pendukung operasional.

    Kunjungan lapangan ini memberikan pengalaman berbeda karena media tidak hanya memperoleh informasi melalui paparan, tetapi juga melihat secara langsung kompleksitas operasi kilang yang menopang 34% kebutuhan BBM nasional dan 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa.

    Executive General Manager RU Cilacap, Hermawan Budiantoro, mengatakan keterlibatan media dalam kunjungan ini merupakan bagian penting untuk membangun pemahaman publik mengenai proses penyediaan energi.

    “Kami ingin memastikan rekan-rekan media mendapatkan gambaran utuh bahwa energi yang digunakan masyarakat setiap hari melalui proses yang panjang dan membutuhkan keandalan operasi, disiplin, serta penerapan aspek keselamatan yang tinggi,” ujarnya.

    Ia menambahkan, Kilang Cilacap memiliki posisi strategis dalam sistem energi nasional. Dengan kapasitas pengolahan yang besar dan beragam produk yang dihasilkan, keandalan operasional kilang menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung ketersediaan energi bagi masyarakat.

    Hermawan juga menyebut salah satu inovasi terbaru Perwira Kilang Cilacap adalah keberhasilan memproduksi Avtur ramah lingkungan, Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF), dari minyak jelantah (Used Cooking Oil).

    “PertaminaSAF menjadi bukti bahwa Perwira Pertamina tak henti berinovasi, memanfaatkan kembali minyak jelantah menjadi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Inovasi ini menunjukkan bahwa kilang tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan energi saat ini, tetapi juga terus menyiapkan solusi energi yang lebih berkelanjutan untuk masa depan,” imbuhnya.

    Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga (PPN), Roberth Dumatubun, mengapresiasi peran strategis Kilang Cilacap sekaligus kontribusi para Perwira dalam menjaga keandalan penyediaan energi bagi masyarakat.

    “Kilang Cilacap memiliki peran yang sangat penting dalam ekosistem energi Pertamina. Apa yang dilakukan para Perwira di sini, mulai dari menjaga keandalan operasi, memastikan aspek keselamatan, hingga menghadirkan berbagai inovasi, memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional. Karena itu, kami mengapresiasi seluruh Perwira yang terus menjaga amanah tersebut dengan profesionalisme dan semangat inovasi,” tutur Roberth.

    Senada, Direktur Armada dan Logistik Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, menilai keberadaan media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan berbagai pencapaian dan kontribusi Pertamina kepada publik.

    Kolaborasi dengan media menjadi salah satu bagian penting dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap transformasi dan kinerja perusahaan.

    “Media memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Berbagai pencapaian Pertamina, termasuk inovasi yang lahir dari para Perwira di lapangan, perlu diketahui publik,” ujar Arif.

    Melalui Pertamax Journey 2026, Pertamina berharap hubungan dan komunikasi dengan media semakin kuat, sekaligus memberikan perspektif yang lebih komprehensif mengenai perjalanan energi dari fasilitas pengolahan hingga sampai kepada masyarakat.

  • Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Dukung Penerapan Energi Terbarukan di SMP N 5 Cilacap

    Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Dukung Penerapan Energi Terbarukan di SMP N 5 Cilacap

    satyanusa, Cilacap — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap memastikan komitmen dalam mendukung penerapan energi baru dan terbarukan (EBT) di lingkungan pendidikan melalui bantuan panel surya berkapasitas 1.800 wattpeak (Wp) kepada SMP Negeri 5 Cilacap.

    Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap, Lifania Riski Nugrahani, kepada Wakil Kepala SMP Negeri 5 Cilacap Bidang Kesiswaan, Khusen, di aula sekolah, Rabu (2/9/2026).

    Lifania mengatakan, bantuan panel surya senilai Rp45 juta ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan Pertamina terhadap pengembangan energi terbarukan, sekaligus mendukung SMP Negeri 5 Cilacap dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang lebih ramah lingkungan.

    “Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pertamina terhadap penerapan energi terbarukan, khususnya di lingkungan pendidikan. Kami berharap panel surya ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi penggunaan energi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi para siswa mengenai energi baru dan terbarukan,” ujar Lifania.

    Menurutnya, dukungan tersebut juga sejalan dengan upaya SMP Negeri 5 Cilacap menuju ASEAN Eco-School. Ini merupakan penghargaan dan standar program ramah lingkungan tingkat Asia Tenggara bagi sekolah yang berhasil menanamkan kesadaran dan praktik kepedulian lingkungan dalam berbagai aspek pendidikan.

    “Melalui pemanfaatan panel surya ini, kami berharap semangat menjaga lingkungan dapat semakin tumbuh di kalangan siswa. Pendidikan energi bersih sejak dini penting untuk membangun generasi yang memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan,” imbuh Lifania.

    Sementara itu, Wakil Kepala SMP Negeri 5 Cilacap Bidang Kesiswaan, Khusen, mengapresiasi dukungan yang diberikan Pertamina Patra Niaga RU Cilacap. Menurutnya, keberadaan panel surya tidak hanya memberikan manfaat dalam pemanfaatan sumber energi terbarukan, tetapi juga dapat menjadi media edukasi yang konkret bagi para siswa.

    “Kami mengapresiasi bantuan panel surya dari Pertamina. Ini menjadi dukungan yang sangat berarti bagi sekolah, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk mengenal dan memahami energi baru dan terbarukan secara langsung,” ungkap Khusen.

    Dalam implementasinya, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap menggandeng Politeknik Negeri Cilacap (PNC). Kolaborasi ini menjadi upaya memastikan pemanfaatan teknologi energi terbarukan di lingkungan sekolah dapat berjalan secara optimal sekaligus memberikan nilai tambah dalam aspek edukasi.

    Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap berupaya menghadirkan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi serta pembangunan berkelanjutan.