Tag: pertamina

  • Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Komitmen Dorong Petani dan UKM Naik Kelas

    Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Komitmen Dorong Petani dan UKM Naik Kelas

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap menegaskan komitmen mendorong petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) naik kelas melalui berbagai program pemberdayaan berbasis pertanian berkelanjutan.

    Hal ini disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Agustiawan, dalam Forum Temu Usaha Petani dan UKM yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah di Hotel Azana Asia Cilacap, Senin malam (6/7/2026).

    Menurut Agustiawan, pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Cilacap. Namun, di balik potensinya, petani dan pelaku UKM masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses pasar, minimnya permodalan, hingga dampak perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

    “Pertamina meyakini, pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dilakukan melalui bantuan sesaat. Yang dibutuhkan adalah penguatan kapasitas, pemanfaatan teknologi, akses pasar, dan kolaborasi yang mampu membuat petani dan UKM berkembang serta naik kelas secara berkelanjutan,” ujar Agustiawan.

    Ia menjelaskan, selain tugas utama mendistribusikan BBM, LPG, avtur, dan petrokimia, Kilang Cilacap juga menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui Community Involvement and Development (CID).

    Program ini menjadi instrumen strategis perusahaan dalam menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi, termasuk di sektor pertanian.

    Salah satu implementasinya diwujudkan melalui Program Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) di Desa Kalijaran, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap. Program ini dirancang sebagai kemitraan jangka panjang yang memberdayakan petani dan pelaku UKM pertanian melalui pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

    Melalui MAPAN, Pertamina menghadirkan berbagai inovasi, antara lain irigasi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), irigasi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH), inovasi alat penyemprot pestisida, budidaya hortikultura menggunakan raised bed dan irigasi tetes berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), optimalisasi lingkungan melalui sistem integrasi pertanian, hingga sistem interkoneksi hulu-hilir pertanian.

    Berbagai inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, sekaligus memperkuat daya saing petani dan UKM lokal.

    Agustiawan mengapresiasi forum Temu Usaha Petani dan UKM sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi berbasis pertanian.

    “Forum seperti ini menjadi langkah penting membangun sinergi antarpemangku kepentingan. Kami berharap semakin banyak kolaborasi yang mampu mempercepat lahirnya petani dan UKM yang tangguh, mandiri, serta memiliki daya saing di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

    Forum Temu Usaha Petani dan UKM mempertemukan petani dan pelaku UKM dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Selain Agustiawan, kegiatan tersebut juga menghadirkan Kepala Bidang Kerja Sama Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Bayu Sasongko, serta General Manager Hotel Azana Asia Cilacap, Anselmus Arie, sebagai narasumber.

    Bagi Pertamina, energi tidak berhenti pada distribusi BBM, LPG, avtur, dan petrokimia namun juga diwujudkan dalam upaya menggerakkan potensi masyarakat agar tumbuh lebih kuat, inovatif, dan berdaya saing.

  • Pertamina Berkah, RU Cilacap Hadirkan Kepedulian & Harapan bagi Anak Yatim dan Duafa

    Pertamina Berkah, RU Cilacap Hadirkan Kepedulian & Harapan bagi Anak Yatim dan Duafa

    satyanusa, Cilacap – Hadirnya bulan Muharram 1448 Hijriah, menjadi tambahan energi dan semangat bagi Pertamina Patra Niaga RU Cilacap untuk terus berbagi. Seperti pada Jumat sore (19/6/2026), suasana hangat terlihat di Rumah Yatim dan Dhuafa Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Jl. Sulawesi, Cilacap.

    Senyum anak-anak yatim, piatu, dan duafa menyambut kehadiran jajaran Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap dalam kegiatan Santunan dan Doa Bersama dalam program Pertamina Berkah.

    Bagi mereka, perhatian dan kebersamaan yang hadir sore itu menjadi hadiah yang tak ternilai. Bukan semata tentang santunan yang diterima, tetapi juga tentang perasaan dicintai, diperhatikan, dan diyakinkan bahwa mereka tidak berjalan sendiri menghadapi kehidupan.

    Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan kepada anak-anak yatim, piatu, dan duafa di sekitar wilayah operasional, terlebih di momentum Muharram yang dikenal sebagai bulan penuh kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, menuturkan kehadiran Pertamina dalam momentum Jumat Berkah ini merupakan bentuk konsistensi perusahaan untuk terus berbagi dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

    “Di antara tugas utama menyediakan energi terbaik untuk negeri, Pertamina juga memiliki tanggung jawab moral terhadap lingkungan sekitar. Kami ingin turut menguatkan anak-anak yatim, piatu, dan duafa agar terus berdaya, salah satunya melalui kegiatan santunan dan doa bersama ini,” ujarnya.

    Menurutnya, keberadaan perusahaan tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan operasional, tetapi juga dari sejauh mana mampu menghadirkan kepedulian dan menumbuhkan harapan di tengah masyarakat.

    Sementara itu, Manager Rumah Yatim dan Duafa LAZ Cilacap, Dwi Yanuar Aristiyanto, mengapresiasi kehadiran Pertamina yang senantiasa menyalurkan kepedulian dan mendukung operasional Rumah Yatim dan Duafa LAZ Cilacap.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan Pertamina. Insya Allah, kami dan anak-anak di sini senantiasa mendoakan agar Pertamina diberikan kemudahan, keselamatan, dan keberkahan dalam menjalankan operasionalnya,” ungkapnya.

    Di penghujung kegiatan, doa-doa dipanjatkan bersama. Di antara tangan-tangan kecil yang terangkat ke langit, tersimpan harapan agar kebaikan yang dibagikan sore itu menjadi keberkahan bagi semua.

    Sebab, di bulan Muharram, setiap kepedulian yang diberikan bukan hanya meringankan beban sesama, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kehadiran dan perhatian adalah energi yang mampu menguatkan hati serta menumbuhkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

  • Kontribusi Data Berkualitas, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Raih Penghargaan Excellence BPS

    Kontribusi Data Berkualitas, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Raih Penghargaan Excellence BPS

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap menerima penghargaan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cilacap kategori Excellence atas komitmen dan kontribusi dalam penyediaan data statistik yang berkualitas guna mendukung penyelenggaraan statistik nasional.

    Penghargaan dari BPS Cilacap ini diterima oleh Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, di sela kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang berlangsung di Pendopo Wijayakusuma Cilacap, Senin (15/6/2026).

    Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi aktif RU Cilacap dalam mendukung penyediaan data yang akurat, valid, dan terpercaya bagi penyelenggaraan statistik nasional, khususnya dalam pelaksanaan SE 2026.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, menyampaikan penghargaan tersebut memiliki makna penting bagi Pertamina Patra Niaga yang selama ini berkomitmen mendukung penyediaan data yang berkualitas.

    “Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkontribusi dalam penyediaan data yang valid, jujur, dan terbuka guna mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kami berharap data ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memetakan perkembangan ekonomi, mengidentifikasi peluang investasi, serta menjadi dasar dalam menyiapkan landscape ekonomi yang lebih baik di masa mendatang,” ujar Agustiawan.

    Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Cilacap, Suswandi, menjelaskan data SE 2026 akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi masyarakat, perkembangan usaha, karakteristik pelaku usaha, potensi ekonomi daerah, serta berbagai dinamika perekonomian yang terjadi di Kabupaten Cilacap.

    Pada kesempatan yang sama, Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, melalui sambutan yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Cilacap, Sumbowo mengajak seluruh pihak untuk menyukseskan SE 2026.

    Ia juga berpesan kepada seluruh petugas sensus agar menjalankan tugas sesuai pedoman, menjunjung tinggi integritas dan kejujuran, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan responden.

    Partisipasi aktif RU Cilacap dalam mendukung kegiatan statistik nasional ini sejalan dengan komitmen untuk mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penyediaan informasi yang akurat dan terpercaya.

  • Bazar Sembako Murah PWP RU Cilacap, Belanja Hemat Sekaligus Berbagi untuk Sesama

    Bazar Sembako Murah PWP RU Cilacap, Belanja Hemat Sekaligus Berbagi untuk Sesama

    satyanusa, Cilacap – Dalam rangkaian HUT ke-26 Persatuan Wanita Patra (PWP), PWP Pertamina Patra Niaga RU Cilacap menyelenggarakan bazar sembako murah bagi para Asisten Rumah Tangga (ART) di tiga kompleks perumahan Pertamina, yakni Gunung Simping, Donan, dan Tegalkamulyan. Kegiatan berlangsung di Gedung PWP Cilacap, Jumat (12/6/2026).

    Sebanyak 210 paket sembako senilai Rp150.000 per paket disediakan dalam kegiatan tersebut. Melalui program bazar murah, para ART dapat memperoleh paket sembako hanya dengan membayar Rp 30.000 per paket.

    Pembukaan simbolis layanan penjualan sembako murah dilakukan oleh Wakil Ketua Pendamping Bidang Organisasi PWP RU Cilacap, Ny. Nia Aqwamus Shoif.

    Dalam keterangannya, Ny. Nia menyampaikan bazar sembako murah menjadi bagian kepedulian organisasi istri pekerja Pertamina kepada masyarakat di momentum HUT ke-26 tahun 2026.

    “PWP sebagai organisasi yang senantiasa mendukung perusahaan berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program sosial kemasyarakatan. Kami berharap paket yang diperoleh dengan harga sangat terjangkau ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

    Kegiatan tersebut disambut antusias oleh para penerima manfaat. Salah satunya Sridadi, ART asal Kelurahan Lomanis, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya bazar sembako murah tersebut.

    “Alhamdulillah, program ini sangat membantu. Dari harga normal Rp150 ribu, cukup dibeli Rp30.000 dengan isian selengkap ini. Terima kasih PWP,” katanya.

    Menariknya, seluruh hasil penjualan paket sembako murah tersebut tidak digunakan untuk kepentingan organisasi, melainkan dikembalikan lagi kepada masyarakat melalui program Jumat Berkah. Dana yang terkumpul diwujudkan dalam bentuk pembagian paket sembako bagi masyarakat kurang mampu di wilayah sekitar operasional kilang, yakni Kelurahan Donan, Lomanis, dan Kutawaru di Kecamatan Cilacap Tengah.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif sosial yang dijalankan PWP.

    “Bazar sembako murah menjadi salah satu program yang sangat membantu masyarakat. Yang lebih istimewa, hasil penjualan kembali disalurkan kepada masyarakat melalui program sosial. Artinya, para pembeli secara tidak langsung juga turut berkontribusi membantu warga yang membutuhkan,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, PWP Pertamina Patra Niaga RU Cilacap berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara keluarga besar Pertamina dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

  • Inovasi Insan Pertamina Tingkatkan Kinerja dan Keandalan Operasi Kilang

    Inovasi Insan Pertamina Tingkatkan Kinerja dan Keandalan Operasi Kilang

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga RU Cilacap terus melakukan inovasi dan improvement guna meningkatkan keandalan operasi serta menjaga keberlanjutan produksi kilang. Salah satunya diwujudkan melalui modifikasi Expansion Joint Carbon Monoxide (CO) Boiler pada unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex.

    Sebagai salah satu unit pendukung utama dalam proses regenerasi katalis di RFCC, CO Boiler 101-F-503 memiliki peran strategis memanfaatkan energi panas hasil pembakaran gas karbon monoksida menjadi energi uap (steam) untuk menunjang berbagai kebutuhan operasional kilang.

    Section Head RFCC RU IV Cilacap, Priyambodo Purwo Handoyo, menjelaskan program ini sebagai mitigasi sekaligus peningkatan keandalan fasilitas untuk mengatasi potensi gangguan pada sistem expansion joint CO Boiler.

    “Tim RFCC Complex bersama fungsi terkait melakukan improvisasi melalui pendekatan rekayasa yang fokus pada eliminasi akar penyebab kerusakan. Langkah ini merupakan upaya berkelanjutan menjaga keandalan peralatan kritikal pendukung operasional,” ujar Priyambodo.

    Rekayasa ini mencakup sejumlah modifikasi pada sistem expansion joint. Implementasi ini berhasil menghilangkan jalur penetrasi flue gas bersuhu tinggi menuju area expansion joint, mengurangi potensi hotspot, meningkatkan kekakuan struktur penahan (retaining plate), serta memperpanjang umur pakai komponen.

    Selain itu, modifikasi juga meningkatkan kemampuan sistem dalam mengakomodasi ekspansi termal selama operasi sehingga risiko sobekan pada fabric expansion joint maupun deformasi mekanis dapat diminimalkan secara signifikan.

    Keberhasilan program ini berdampak positif pada keandalan operasi CO Boiler. Hingga saat ini, sistem dapat beroperasi stabil dan aman tanpa indikasi kebocoran. Dengan terjaganya keandalan CO Boiler, kontinuitas produksi steam sebagai utilitas penting dalam operasional kilang juga dapat dipertahankan sesuai kebutuhan proses.

    Menurut Priyambodo, keandalan pasokan steam memiliki peran vital mendukung keberlangsungan operasi RFCC Complex. Gangguan pada CO Boiler berpotensi menyebabkan kehilangan produksi steam yang dapat memengaruhi stabilitas operasi unit proses, menurunkan fleksibilitas pengendalian operasi, hingga meningkatkan risiko pembatasan kapasitas produksi.

    “Melalui improvement ini, kami tidak hanya meningkatkan keandalan peralatan, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan operasi dan keberlangsungan produksi. Keberhasilan menjaga performa CO Boiler menjadi salah satu faktor penting mendukung operasi RFCC yang aman, andal, dan berkelanjutan,” tambahnya.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menyampaikan keberhasilan implementasi ini menunjukkan komitmen perusahaan mengedepankan inovasi & continuous improvement untuk menjaga ketahanan operasional kilang.

    “Setiap inovasi merupakan komitmen perusahaan menjaga keandalan aset, meningkatkan efisiensi operasi, serta memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga. Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas fungsi mampu menghasilkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi keberlangsungan operasional perusahaan,” ungkap Agustiawan.

  • Tingkatkan Kapasitas, Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Berikan Pelatihan Manajemen Pemeliharaan Itik Berbasis Good Farming Practice

    Tingkatkan Kapasitas, Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Berikan Pelatihan Manajemen Pemeliharaan Itik Berbasis Good Farming Practice

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui program pemberdayaan berkelanjutan.

    Salah satunya diwujudkan denganpelatihan Manajemen Pemeliharaan Itik Model Good Farming Practice bagi kelompok binaan Program Kalijaran Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) di Musala Darul Amal, Desa Kalijaran, Maos, Kabupaten Cilacap, Sabtu (6/6/2026).

    Kegiatan yang melibatkan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto tersebut diikuti oleh perwakilan Kelompok Ternak Mintih Mulia, Gapoktan Margo Sugih, KWT Mekar Jaya Lestari, serta BUMDes Kalijaran.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menjelaskan pelatihan ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan usaha peternakan masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

    “Pelatihan ini menjadi upaya perusahaan dalam memperkuat kapasitas peternak melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi masyarakat. Kami berharap pendampingan teknis budidaya itik berbasis Good Farming Practice dapat mendukung pengembangan usaha peternakan yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Agustiawan.

    Menurutnya, pendekatan yang dikedepankan adalah budidaya itik berkelanjutan, yakni pengembangan usaha peternakan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan ternak, efisiensi penggunaan pakan, perbaikan sistem kandang, serta pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.

    Pada sesi materi, dosen Fakultas Peternakan UNSOED, Ismoyowati menyampaikan praktik budidaya itik yang baik mulai dari periode pertumbuhan, standar kesehatan dan performa ternak, hingga penerapan standar Good Farming Practice pada kandang itik.

    Pemateri lainnya, Titin Widiyastuti, memberikan pemahaman terkait kebutuhan nutrisi itik, pola pemberian pakan, pemanfaatan pakan komersial, serta alternatif pakan berbasis bahan lokal dan fermentasi guna meningkatkan efisiensi usaha peternakan.

    Dalam sesi evaluasi dan diskusi, Dekan Fakultas Peternakan UNSOED, Novie Andrisetiyanto, menyoroti sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan peternakan itik di Desa Kalijaran. Di antaranya meliputi manajemen afkir bebek, perbaikan sarana kandang, serta pengelolaan limbah peternakan, khususnya pada unit kandang yang dikelola BUMDes Kalijaran.

    Melalui pelatihan ini, Pertamina RU IV Cilacap berharap kelompok binaan Program MAPAN semakin siap mengembangkan usaha peternakan itik yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Desa Kalijaran dan sekitarnya.

  • Pelita untuk Santri: Relpi Pertamina Cilacap Hadirkan Listrik Lebih Aman di Ponpes Syafaatul Quran

    Pelita untuk Santri: Relpi Pertamina Cilacap Hadirkan Listrik Lebih Aman di Ponpes Syafaatul Quran

    satyanusa, Cilacap – Tim Relawan Pertamina Peduli (Relpi) Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap meluncurkan program Perbaikan Listrik Tempat Ibadah (Pelita) di kompleks Pondok Pesantren Syafaatul Quran, Cilacap, Minggu (7/6/2026).

    Kegiatan ini merupakan program kreatif yang diinisiasi pekerja muda Pertamina yang tergabung dalam Relpi sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan instalasi listrik.

    Melalui program Pelita, Relpi melakukan perbaikan instalasi dan jaringan kelistrikan di lingkungan pondok pesantren guna meningkatkan aspek keamanan serta mendukung aktivitas belajar dan ibadah para santri.

    Koordinator Program Pelita Relpi Cilacap, Anjar Santoso, menjelaskan program ini berangkat dari hasil survei yang dilakukan sebelumnya di lokasi. Dari hasil pemantauan, ditemukan beberapa titik jaringan listrik dan sambungan kabel yang sudah tidak layak digunakan serta berpotensi menimbulkan bahaya.

    “Berdasarkan hasil survei, kami menemukan beberapa instalasi listrik yang memerlukan perbaikan karena kondisinya kurang aman. Dari kondisi tersebut, Relpi menghadirkan Program Pelita yang untuk pertama kalinya kami laksanakan di Pondok Pesantren Syafaatul Quran,” ujar Anjar.

    Dalam pelaksanaannya, tim Relpi melakukan penataan ulang jaringan listrik, penggantian beberapa komponen yang tidak layak, serta memastikan instalasi kelistrikan dapat berfungsi dengan lebih aman dan optimal.

    Dewan Pengarah Relpi Cilacap, Sisyani Edy Widodo, menyampaikan program ini tidak hanya menjadi kontribusi Relpi dalam meningkatkan keselamatan instalasi listrik di lingkungan masyarakat, tetapi juga merupakan wujud kolaborasi perusahaan dengan masyarakat sekitar.

    “Program Pelita menjadi salah satu bentuk kepedulian Relpi dalam membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi dan kolaborasi antara Pertamina dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ungkap Sisyani.

    Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Syafaatul Quran, KH Rohmatulloh, mengapresiasi semangat dan kepedulian Relpi yang telah meluncurkan Program Pelita di lingkungan pondok pesantren yang dipimpinnya.

    “Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan Relpi. Program ini merupakan salah satu bentuk nyata dakwah dengan perbuatan. Dakwah dengan lisan mungkin lebih mudah dilakukan, namun dakwah bil haal atau melalui tindakan nyata tidak semua orang mampu melakukannya. Relpi telah menunjukkan hal tersebut di tempat kami,” tutur KH Rohmatulloh.

    Selain perbaikan jaringan listrik, Tim Relpi juga memberikan sosialisasi singkat mengenai instalasi listrik rumah yang aman.

    Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan listrik yang sesuai standar keselamatan sehingga dapat meminimalkan risiko gangguan maupun kecelakaan akibat instalasi yang tidak layak.

  • Pembelajaran Penanganan Api Sejak Dini, Warnai International Firefighters’ Day 2026 di RU IV Cilacap

    Pembelajaran Penanganan Api Sejak Dini, Warnai International Firefighters’ Day 2026 di RU IV Cilacap

    satyanusa, Cilacap – Dalam rangkaian peringatan International Firefighters’ Day (IFFD) 2026, Pertamina Patra Niaga Regional RU IV Cilacap melalui tim Pertamina Fire Brigade menggelar Pembelajaran Penanganan Api Sejak Dini bagi 180 siswa-siswi SD Patra Mandiri Cilacap, Jumat (5/6/2026), di kompleks sekolah.

    Kegiatan edukatif ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai karakteristik api, potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, serta penanganan yang tepat sejak usia dini. Para siswa mendapatkan materi dasar mengenai kebakaran dan keselamatan, sekaligus praktik langsung bersama personel pemadam kebakaran Pertamina.

    Section Head Emergency & Insurance RU IV Cilacap, Aris Yudo, menjelaskan kegiatan ini menjadi sarana edukasi untuk menanamkan kesadaran keselamatan kepada generasi muda.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak memperlakukan api dengan benar, memahami potensi bahaya serta mengetahui cara penanganan yang tepat. Dalam skala kecil, api relatif tidak menjadi masalah, namun ketika berkembang dalam skala besar dapat menimbulkan risiko yang serius. Karena itu, pemahaman sejak dini sangat penting agar mereka dapat menyikapinya dengan benar,” ujar Aris.

    Selain materi singkat, para siswa juga diajak mengikuti simulasi pemadaman kebakaran menggunakan metode sederhana dengan menutup sumber api menggunakan karung basah. Antusiasme peserta semakin terlihat saat mereka berkesempatan mencoba memadamkan api menggunakan nozzle yang terhubung dengan selang air dari mobil pemadam kebakaran yang dihadirkan langsung ke lokasi.

    Ketua Yayasan Patra Mandiri, Ery Sepsi Wantini, menyambut baik program pembelajaran yang diberikan RU IV Cilacap tersebut. Menurutnya, edukasi keselamatan kebakaran merupakan bekal penting bagi anak-anak dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.

    “Pembelajaran ini sangat penting bagi anak-anak kami agar mereka memahami potensi-potensi kebakaran dan tidak panik ketika menghadapi kondisi sebenarnya, karena sudah memiliki pengetahuan dasar mengenai cara penanganan,” ungkap Ery.

    Salah satu peserta kegiatan, Khanza Auliya, siswi kelas 4 SD Patra Mandiri Cilacap, mengaku senang dapat mengikuti pembelajaran tersebut.

    “Senang sekali hari ini bisa belajar langsung tentang kebakaran dan cara menanggulanginya. Ini menjadi pengalaman baru yang sangat seru dan bermanfaat,” kata Khanza.

    Terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif tim Pertamina Fire Brigade dalam memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat, khususnya anak-anak.

    “Penting untuk memperkenalkan sejak dini bagaimana penanganan terhadap api dan berbagai potensi bahaya yang dapat ditimbulkan. Kami berharap kesadaran pada aspek keselamatan dapat tumbuh sejak usia sekolah dan menjadi bagian dari budaya keselamatan di lingkungan masyarakat,” ujar Agustiawan.

    Kegiatan ini juga menjadi salah satuju langkah nyata RU IV Cilacap dalam meningkatkan kesadaran keselamatan masyarakat sekaligus memperingati peran penting para petugas pemadam kebakaran melindungi lingkungan kerja dan masyarakat dari risiko kebakaran.

  • Luar Biasa! Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Borong 3 Penghargaan Bergengsi Pajak Awards 2026

    Luar Biasa! Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Borong 3 Penghargaan Bergengsi Pajak Awards 2026

    satyanusa, Cilacap — Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Pajak Awards 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

    Tiga penghargaan tersebut yakni kategori Kontributor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Terbesar, Kontribusi Pajak Air Tanah Terbesar, serta OPTIMIS AWARD The Best Taxpayer of The Year.

    Penghargaan diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, kepada Manager Finance RU IV Cilacap, Yudha Rastanura, di Aula Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Cilacap, Selasa (26/5/2026).

    Ajang Pajak Awards 2026 merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Cilacap kepada para wajib pajak yang dinilai memiliki kepatuhan dan kontribusi tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui pembayaran pajak.

    Dalam sambutannya, Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menegaskan pajak daerah menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan di Kabupaten Cilacap.

    Menurutnya, penerimaan pajak memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan pelayanan publik kepada masyarakat.

    “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh wajib pajak yang telah menunjukkan kepatuhan dan komitmen dalam menunaikan kewajiban perpajakan,” ujar Ammy.

    Ia juga mengapresiasi konsistensi para wajib pajak yang tetap patuh di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi saat ini.

    Pada ajang tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacap menyerahkan total 53 penghargaan kepada wajib pajak dari berbagai kategori, termasuk kepada Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menegaskan penghargaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pertamina dalam mendukung pembangunan daerah melalui kepatuhan perpajakan.

    “Penghargaan ini menjadi bukti nyata kepatuhan dan kontribusi Pertamina dalam mendukung pembangunan, khususnya di wilayah Kabupaten Cilacap,” kata Agustiawan.

    Menurutnya, Pertamina akan terus berkomitmen menjalankan kewajiban perusahaan secara profesional sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah.

  • Kajian Alqudwah Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap, Jejak Dakwah yang Tumbuh Bersama Masyarakat

    Kajian Alqudwah Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap, Jejak Dakwah yang Tumbuh Bersama Masyarakat

    satyanusa, Cilacap – Setiap Rabu siang, suasana di Masjid Baiturrahmah, kompleks Head Office (HO) Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap, selalu padat oleh jamaah. Usai salat Zuhur, ratusan jamaah dari berbagai kalangan perlahan memenuhi setiap sudut masjid.

    Di antara mereka, tampak para pekerja Pertamina duduk berdampingan dengan masyarakat umum, menyimak kajian keislaman yang disampaikan para dai.

    Pemandangan hangat ini menjadi rutinitas Kajian Rutin Alqudwah, program yang diselenggarakan Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap melalui Badan Dakwah Islam (BDI) RU IV Cilacap.

    Digelar setiap hari Rabu pukul 12.00 hingga 13.00 WIB, program ini telah berjalan secara konsisten sejak tahun 2017 dan menjadi salah satu wujud kontribusi perusahaan dalam membangun masyarakat, tidak hanya melalui energi, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan sosial.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menjelaskan perjalanan Kajian Alqudwah dimulai dari kegiatan sederhana yang dilaksanakan secara bergiliran di rumah para anggota tim manajemen RU IV Cilacap.

    “Pada awalnya, kajian ini dilaksanakan dari rumah ke rumah secara bergiliran. Selain sebagai sarana silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai spiritual para pekerja di tengah aktivitas dan tanggung jawab pekerjaan yang padat,” ujar Agustiawan.

    Seiring berjalannya waktu, antusiasme peserta terus meningkat. Kajian dipusatkan di Masjid Baiturrahmah agar dapat menjangkau lebih banyak jamaah. Sejak saat itu, Alqudwah tidak lagi hanya menjadi ruang pembelajaran bagi pekerja Pertamina, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum dari berbagai wilayah.

    Setiap pekan, jamaah mengikuti kajian Islam tematik yang menghadirkan para dai dari Kabupaten Cilacap, bahkan sesekali dari luar daerah. Kehadiran penceramah dengan latar belakang dan keilmuan yang beragam membuat materi kajian selalu relevan.

    Lebih dari sekadar forum keagamaan, Kajian Alqudwah juga berkembang menjadi gerakan kepedulian sosial. Melibatkan berbagai fungsi internal perusahaan, kegiatan ini disertai dengan penyaluran donasi yang dimanfaatkan untuk mendukung operasional masjid dan musala di sekitar perusahaan, serta bantuan bagi anak yatim dan kaum duafa.

    Menurut Agustiawan, keberlangsungan program selama hampir satu dekade menjadi bukti komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan kemanusiaan.

    “Kajian Alqudwah menjadi salah satu bentuk dedikasi Pertamina menguatkan nilai keagamaan sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat. Kami percaya keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat yang luas, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga dalam mendukung kehidupan sosial dan spiritual masyarakat,” tambahnya.

    Dampak positif program ini terlihat dari pertumbuhan jumlah jamaah yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika pada awalnya hanya diikuti sekitar 20 orang, kini Kajian Alqudwah dihadiri hingga 500 jamaah setiap pekan. Kapasitas Masjid Baiturrahmah pun nyaris selalu penuh setiap Rabu siang.

    Bagi masyarakat, keberadaan kajian ini telah menjadi bagian dari rutinitas yang dirindukan. Salah satunya dirasakan oleh Sudiro, warga Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah, yang hampir rutin mengikuti kegiatan tersebut.

    “Saya bersyukur Kajian Alqudwah masih terus berlangsung sampai sekarang dan jamaahnya semakin banyak. Semoga ini menjadi amal baik bagi Pertamina dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat, di luar tanggung jawab perusahaan dalam menyediakan energi,” tuturnya.

    Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, Kajian Alqudwah hadir sebagai ruang untuk sejenak menenangkan hati, memperdalam ilmu agama, sekaligus mempererat tali persaudaraan.

    Kajian Alqudwah kini tumbuh menjadi jembatan yang menyatukan perusahaan dan masyarakat dalam semangat belajar, berbagi, dan menebarkan kebaikan bersama.