Penulis: Sandy Murran

  • Kilang Cilacap Donorkan Ratusan Kantong Darah, Tebar Harap & Semangat

    Kilang Cilacap Donorkan Ratusan Kantong Darah, Tebar Harap & Semangat

    satyanusa, Cilacap – Di tengah tingginya kebutuhan stok darah bagi pasien di berbagai fasilitas kesehatan, kepedulian para pekerja dan mitra kerja PT Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap kembali hadir dengan aksi nyata donor darah. Ratusan peserta dengan sukarela mendonorkan darahnya sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama di lingkungan sekitar Kilang Cilacap.

    Kegiatan donor darah yang digelar pada Rabu, 20 Mei 2026 tersebut merupakan kolaborasi Kilang Cilacap bersama Palang Merah Indonesia (PMI). Antusias peserta selalu tinggi akan kegiatan ini, buktinya tercatat 450 lebih pendaftar yang berpartisipasi.

    Kali ini, Kilang Cilacap berhasil mengumpulkan sebanyak 378 kantong darah. Seluruh hasil donor darah akan didistribusikan ke PMI Cilacap guna membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi pasien yang membutuhkan.

    Manager HSSE Kilang Cilacap, Reza Merizki Siregar, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat. “Kami melakukan kegiatan rutin ini untuk memotivasi rasa peduli dan menguatkan harapan hidup bagi sesama, sehingga kegiatan ini menjadi semangat kemanusiaan yang bisa terus dijagadi lingkungan Kilang Cilacap,” jelasnya pada kesempatan lain.

    Reza menambahkan, Kilang Cilacap tidak hanya berfokus pada operasional perusahaan, namun juga berupaya aktif mendukung kebutuhan sosial masyarakat sekitar. Menurutnya, kepedulian terhadap isu kemanusiaan menjadi salah satu nial penting yang terus dijaga melalui kegiatan sosial berkelanjutan.

    Salah satu peserta donor darah sekaligus pekerja Kilang Cilacap, Ryan Wahyu, mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sederhana tapi dampaknya besar, hanya dengan meluangkan waktu 10 menit untuk donor darah kita bisa membantu menyelamatkan harapan pasien yang mungkin sedang terpuruk,” ungkapnya.

    Terbukti melalui kegiatan rutin donor darah yang diadakan, Kilang Cilacap berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh dan berkembang di lingkungan pekerja maupun masyarakat luas. Sinergi bersama PMI juga akan terus dijunjung untuk memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat di Cilacap dan sekitarnya.

  • Produksi Avtur Kilang Cilacap Tetap Optimal Dukung Kelancaran Penerbangan Haji 1447 H

    Produksi Avtur Kilang Cilacap Tetap Optimal Dukung Kelancaran Penerbangan Haji 1447 H

    satyanusa, Cilacap — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap memastikan produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Avtur tetap optimal guna mendukung kelancaran mobilisasi jamaah calon haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

    Manager Refinery Business & Optimization (RBO) RU IV Cilacap, Endah Purbarani, menjelaskan realisasi produksi Avtur pada Januari hingga Februari 2026 berada pada performa optimal sebelum munculnya dinamika konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

    “Pada kondisi normal sebelum konflik geopolitik, performa produksi Avtur RU IV Cilacap berada pada level optimal sesuai target perusahaan,” jelas Endah.

    Ia menambahkan, meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah mengalami eskalasi, produksi Avtur Kilang Cilacap tetap berada pada level aman dan terkendali.

    ”Selama musim penerbangan haji, produksi Avtur RU IV Cilacap tetap dapat memenuhi demand yang relatif meningkat yakni mencapai produksi 1,1 juta barrel. Jumlah tersebut setara sekitar 14 persen dari total produksi Avtur terhadap minyak mentah yang diolah di Kilang Cilacap,” ujarnya.

    Produksi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi penerbangan, khususnya untuk mendukung operasional penerbangan jamaah calon haji dari berbagai embarkasi di Indonesia.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menegaskan Kilang Cilacap berkomitmen menjaga keamanan operasional dan keandalan produksi dalam berbagai kondisi, termasuk menyikapi tantangan konflik geopolitik global.

    “Kilang Cilacap memastikan produksi dan operasional tetap berjalan aman dalam kondisi apa pun, termasuk di tengah dinamika konflik geopolitik. Berbagai langkah mitigasi dan upaya strategis terus dilakukan agar suplai energi tetap tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Agustiawan.

    Menurutnya, komitmen tersebut menjadi bagian dari peran strategis Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung kelancaran pelayanan ibadah haji masyarakat Indonesia.

  • Suasana Haru Warnai Pelepasan Jamaah Haji BDI RU IV Cilacap

    Suasana Haru Warnai Pelepasan Jamaah Haji BDI RU IV Cilacap

    satyanusa, Cilacap – Badan Dakwah Islam (BDI) RU IV Cilacap melepas keberangkatan 49 jamaah calon haji melalui KBIHU Miftahul Jannah. Suasana haru mewarnai seremonial pemberangkatan yang digelar di komplek Masjid Baiturrahmah, Perumahan Pertamina Donan, Sabtu pagi (16/5/2026).

    Ketua I BDI RU IV Cilacap, Ahmad Badruddin, dalam sambutannya berpesan agar seluruh jamaah senantiasa menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Menurutnya, kondisi cuaca di Arab Saudi berbeda dengan Indonesia sehingga jamaah perlu menjaga stamina agar dapat mengikuti seluruh prosesi ibadah dengan baik.

    “Kami berharap seluruh jamaah selalu menjaga kesehatan dan kekompakan selama di Tanah Suci. Selain itu, mohon juga menyisipkan doa bagi keluarga dan masyarakat di Indonesia, termasuk doa untuk kelancaran serta keselamatan operasional Pertamina,” ujar Ahmad Badruddin.

    Sementara itu, perwakilan jamaah calon haji, Anton Wibowo, dalam kata pamitnya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh hadirin dan jamaah. Ia juga memohon doa agar seluruh rangkaian ibadah haji diberikan kelancaran dan keselamatan.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas seluruh fasilitas dan layanan persiapan yang telah diberikan kepada kami. Mohon doa agar seluruh proses ibadah haji berjalan lancar dan kami dapat kembali ke tanah air dengan selamat,” ungkap Anton.

    Usai prosesi pelepasan, jamaah yang tergabung dalam Kloter 76 SOC bertolak menuju Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Cilacap di Jalan Tentara Pelajar untuk bergabung dengan jamaah calon haji lainnya dari Kabupaten Cilacap.

    Dari Gedung IPHI, seluruh jamaah selanjutnya diberangkatkan menuju Asrama Haji Donohudan sebelum diterbangkan ke Arab Saudi.

    Diketahui, pada musim haji tahun 2026 ini Kabupaten Cilacap memberangkatkan total 1.285 jamaah calon haji yang mulai diberangkatkan pada Sabtu, 16 Mei 2026.

  • Kuliah Umum di UGM, Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Beberkan Evolusi TJSL & Resolusi Konflik

    Kuliah Umum di UGM, Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Beberkan Evolusi TJSL & Resolusi Konflik

    satyanusa, Yogyakarta – Fungsi Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap disebut memiliki peran strategis mendukung keberlangsungan operasional perusahaan sekaligus menciptakan dampak sosial berkelanjutan bagi masyarakat.

    Hal tersebut disampaikan Officer CSR & SMEPP RU IV Cilacap, Lifania Riski Nugrahani saat menjadi dosen tamu pada kuliah umum Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di auditorium kampus setempat, Selasa (12/5/2026).

    Lifania menjelaskan konsep Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan terus berkembang melalui empat tahapan utama.

    Dimulai dari pendekatan charity berupa bantuan sosial satu kali, berkembang menjadi community development yang fokus pada pemberdayaan masyarakat. Dilanjutkan dengan sustainability yang memastikan keberlanjutan program pascaintervensi, hingga konsep ESG dan shared value yang menciptakan nilai manfaat bagi masyarakat dan perusahaan.

    “Program TJSL saat ini tidak lagi sekadar bantuan sesaat, tetapi bagaimana menciptakan sistem yang mampu memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Lifania.

    Dicontohkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Dusun Bondan, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Program tersebut kini telah mandiri dan dikelola langsung oleh masyarakat setelah intervensi perusahaan selesai dilaksanakan.

    Ia juga menjelaskan fungsi Communication, Relations & CSR memiliki peran penting menjaga kondusivitas operasional perusahaan. Divisi ini berperan menghadapi berbagai risiko operasional hingga potensi gangguan sosial.

    Menurutnya, terdapat tiga fungsi utama, yakni pengelolaan hubungan publik (public relation) untuk meredam isu yang berkembang, pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan (stakeholder management), serta implementasi program TJSL.

    Terkait penyelesaian konflik sosial, Lifa menyebut mekanisme yang diterapkan meliputi pencegahan dini, identifikasi aktor, dialog multipihak, mediasi netral, hingga pencapaian solusi yang saling menguntungkan bagi seluruh pihak.

    Dalam sesi kuliah umum, peserta juga diajak membahas studi kasus praktik CSR RU IV Cilacap melalui program MAMAKU SIGAP di Kelurahan Kutawaru, Cilacap.

    Program tersebut hadir sebagai solusi sejumlah persoalan sosial dan lingkungan seperti penumpukan sampah laut, rendahnya tingkat ekonomi masyarakat di bawah UMK Cilacap, hingga keterbatasan akses pendidikan.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan menilai forum akademik seperti ini penting sebagai sarana penyebarluasan informasi profil dan kontribusi perusahaan dalam membantu penyelesaian persoalan sosial kemasyarakatan.

    “Forum ini juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai praktik pengelolaan konflik dan implementasi CSR di perusahaan energi seperti Pertamina,” ujar Agustiawan.

    Kuliah umum berlangsung akrab dan interaktif dengan diikuti mahasiswa program sarjana Mata Kuliah Konflik di Kawasan Industri dan Pemberdayaan Masyarakat serta mahasiswa magister Mata Kuliah Manajemen CSR dan Resolusi Konflik

  • Usai Raih Penghargaan Nasional, Relpi RU IV Cilacap Tancap Gas Program Kemanusiaan

    Usai Raih Penghargaan Nasional, Relpi RU IV Cilacap Tancap Gas Program Kemanusiaan

    satyanusa, Cilacap – Konsistensi Relawan Pertamina Peduli (Relpi) RU IV Cilacap dalam menghadirkan berbagai program kebaikan terus menguatkan kiprah perusahaan di tengah masyarakat.

    Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan evaluasi program 2025 dan pemantapan rencana kerja 2026 yang dikemas dalam tajuk Re Energizing Relpi 2026 di Gedung Patra Nirwana Cilacap, Minggu (10/5/2026).

    Ketua Relpi Cilacap, Anton Wibowo menjelaskan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat program kerja yang telah berjalan sekaligus memastikan rencana kegiatan ke depan benar-benar terlaksana dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Hal ini penting agar program yang sudah dirancang tidak sekadar menjadi daftar kegiatan yang terencana namun tidak terlaksana. Kami ingin seluruh program Relpi benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya,” ujar Anton.

    Anton menerangkan Relpi RU IV Cilacap selama ini berfokus pada empat pilar utama, yakni sosial, pendidikan, lingkungan, dan darurat kebencanaan. Keempat pilar tersebut menjadi landasan berbagai program yang secara konsisten dijalankan para relawan.

    Salah satu program unggulan yang terus dipertahankan adalah donasi Sehari Seribu (Serbu) yang rutin diselenggarakan sebagai gerakan gotong royong pekerja untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

    Selain itu, Relpi juga aktif melalui program Amaliyah Ramadan, Semarak Kemerdekaan bersama anak-anak tangguh, Taham Energi Barokah (Tebar), hingga berbagai program kolaborasi dan penguatan kesekretariatan organisasi.

    Menurut Anton, konsistensi Relpi yang mengusung spirit ‘Berbagi Tiada Henti’ itu turut berbuah apresiasi membanggakan melalui penghargaan Pertamina Sustainability Champions kategori Champion of Social Engagement dari Pertamina (Persero) yang diterima pada pertengahan April 2026 lalu.

    “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang dibangun Relpi bersama berbagai unsur, baik internal perusahaan, organisasi maupun pihak eksternal lainnya mampu menghadirkan dampak positif dan kebermanfaatan yang luas,” tambahnya.

    Sementara itu, Pembina Relpi Cilacap, M. Hasan Ismail mengapresiasi kiprah Relpi yang dinilai mampu menjaga konsistensi aksi sosial dan kemanusiaan secara nyata. Menurutnya, keberadaan Relpi menjadi salah satu representasi kepedulian perusahaan kepada masyarakat.

    “Relpi terbukti tidak berhenti di wacana, tetapi terus bergerak melalui berbagai aksi nyata. Ini menjadi hal yang sangat positif karena relawan hadir sebagai perpanjangan tangan perusahaan untuk mendukung program-program yang berhubungan langsung dengan masyarakat,” ujar Hasan.

    Hasan yang juga Manager Human Capital (HC) RU IV Cilacap berharap semangat berbagi dan konsistensi para relawan dapat terus terjaga sehingga keberadaan Relpi semakin memberi manfaat luas sekaligus memperkuat hubungan harmonis perusahaan dengan masyarakat sekitar.

    Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan penghargaan Pertamina Sustainability Champions kategori Champion of Social Engagement dari Anton Wibowo kepada M. Hasan Ismail, serta seremonial penyambutan anggota baru Relpi Cilacap.

  • 2.647 Insan Pertamina Ramaikan SeBuSePro 2026, Komitmen Kilang Cilacap Jaga Produktivitas & Keandalan

    2.647 Insan Pertamina Ramaikan SeBuSePro 2026, Komitmen Kilang Cilacap Jaga Produktivitas & Keandalan

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap resmi meluncurkan program tahunan Sehat Bugar Senang Produktif (SeBuSePro) 2026 melalui kegiatan Happy Run dan Happy Walking sejauh 5 kilometer pada Minggu (10/5/2026).

    Kegiatan dimulai dari Benzene Stadium di komplek Perumahan Pertamina Gunung Simping dan berakhir di Gedung Patra Graha, diikuti ribuan peserta dari unsur pekerja, pasangan pekerja, hingga mitra kerja. Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan penanda dimulainya program wellness tahunan tersebut.

    SeBuSePro merupakan program promotif dan preventif perusahaan untuk meningkatkan derajat kesehatan pekerja dan mitra melalui pola hidup sehat secara konsisten dan menyenangkan.

    Pjs. Manager Health, Safety, Security & Environment (HSSE) RU IV Cilacap, dr. Bernard L. Tobing menyampaikan tahun ini SeBuSePro kembali menghadirkan empat tantangan utama yang akan dijalankan selama 24 minggu secara konsisten.

    “Keempat program itu adalah Happy Walking, Happy Run, Happy Fitness, dan Kebugaran Jasmani. Seluruh program dirancang agar pekerja, pasangan, dan mitra kerja dapat menerapkan gaya hidup sehat secara bertahap namun berkelanjutan,” jelasnya.

    Ia merinci, program Happy Run diperuntukkan pekerja dan pasangan sebanyak 4 kali dalam seminggu dengan jarak tempuh 5 kilometer dan waktu maksimal 40 menit. Sedangkan Happy Walking mengajak peserta berjalan kaki lima kali dalam seminggu sejauh 5 kilometer dengan waktu maksimal 60 menit.

    Selain itu, Happy Fitness khusus bagi pekerja sebanyak empat kali dalam seminggu di fasilitas Fitness Center Komperta Lomanis, Gunung Simping, dan Tegalkamulyan. Adapun program Kebugaran Jasmani diperuntukkan fungsi HSSE dan seluruh Tenaga Ahli Daya (TAD) dengan catatan kesehatan tertentu.

    Pada 2026, jumlah peserta SeBuSePro tercatat mencapai 2.647 peserta atau meningkat sekitar 30 persen dibanding tahun sebelumnya, 2.040 peserta.

    Menurut dr. Bernard, peningkatan partisipasi tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran pekerja dan keluarga terhadap pentingnya kesehatan sebagai fondasi utama produktivitas.

    “Program ini diharapkan semakin menurunkan prevalensi obesitas dan risiko penyakit kronis, meningkatkan derajat kesehatan, serta mendorong seluruh pekerja, keluarga, dan mitra kerja memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang optimal. Hal ini mendukung peningkatan produktivitas sekaligus mendukung visi perusahaan World Class Company,” imbuhnya.

    Senada, General Manager RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo menegaskan perusahaan yang kuat lahir dari insan yang sehat, bugar, dan memiliki kualitas hidup yang baik.

    “Melalui SeBuSePro, perusahaan tidak sekadar mengajak peserta berolahraga, tetapi juga membangun budaya hidup sehat secara konsisten dan menyenangkan. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil secara terus-menerus,” ungkap Wahyu.

    Ia menambahkan, format kegiatan tahun ini masih mempertahankan skema yang terbukti berhasil pada pelaksanaan sebelumnya, mengingat antusiasme peserta yang sangat tinggi dan dampak positif yang dirasakan peserta.

    Sebagai bagian dari rangkaian launching, peserta juga mendapatkan sesi motivasi perilaku hidup sehat dari narasumber dr. Andhika yang memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebugaran dan pola hidup sehat di tengah aktivitas kerja yang dinamis.

    Dengan semangat sehat, bugar, senang, dan produktif, SeBuSePro 2026 diharapkan menjadi momentum perubahan budaya hidup sehat di lingkungan Kilang Cilacap secara berkelanjutan.

  • Kenali Zona Kilang, Nelayan Melaut dengan Tenang: Sinergi Pertamina dan Nelayan Cilacap Jaga Laut Bersama

    Kenali Zona Kilang, Nelayan Melaut dengan Tenang: Sinergi Pertamina dan Nelayan Cilacap Jaga Laut Bersama

    satyanusa, Cilacap – Hangatnya kebersamaan terasa dalam sosialisasi area terlarang dan tertentu yang diselenggarakan Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap bersama para nelayan Cilacap dari unsur Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan KUD Mino Saroyo. Mengusung tema “Kenali Zona Kilang, Nelayan Melaut dengan Tenang”, kegiatan ini digelar di Purwokerto pada Jumat – Sabtu (8–9/5/2026).

    Lebih dari sekadar forum sosialisasi, kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan kepentingan keselamatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan. Pertamina dan nelayan duduk bersama, berbagi perspektif, sekaligus memperkuat rasa saling memiliki terhadap laut yang menjadi sumber kehidupan bersama.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menyampaikan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para nelayan terkait area-area terlarang dan tertentu di perairan Cilacap. Hal ini penting agar aktivitas pelayaran nelayan tetap aman, sekaligus mendukung kelancaran distribusi energi nasional.

    “Ini bukan tentang membatasi ruang gerak nelayan, melainkan langkah preventif demi keselamatan bersama. Laut adalah ruang hidup bersama, tempat mencari nafkah, sekaligus ruang yang harus dijaga keamanannya secara kolektif,” ujar Agustiawan.

    Menurutnya, sinergi antara Pertamina dan para nelayan menjadi kunci dalam menciptakan harmoni di wilayah perairan. Dengan saling memahami batasan dan peran masing-masing, potensi risiko dapat diminimalisir tanpa mengurangi produktivitas nelayan dalam melaut.

    Senada dengan hal tersebut, Ketua HNSI Cilacap, Sarjono menegaskan laut merupakan aset bersama yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Ia mengibaratkan laut seperti sebuah akuarium besar, tempat berbagai pihak hidup berdampingan.

    “Kalau diibaratkan akuarium, maka kita semua –nelayan, Pertamina, dan pihak lainnya, hidup dalam satu ruang yang sama. Agar tetap seimbang, kita harus saling menjaga, saling memahami, dan terus bersinergi,” ungkapnya.

    Sesi sosialisasi menghadirkan berbagai narasumber dari instansi terkait, di antaranya Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cilacap, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Satpolair Polresta Cilacap, serta tim HSSE RU IV Cilacap. Para peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mulai dari aspek keselamatan pelayaran, regulasi wilayah perairan, hingga mitigasi risiko di sekitar area operasional kilang.

    Tak hanya itu, suasana semakin inspiratif melalui sesi berbagi pengalaman bersama Local Hero Kampoeng Kepiting Kutawaru binaan RU IV Cilacap, Rato. Kisahnya menjadi pengingat bahwa kolaborasi yang baik antara masyarakat dan perusahaan mampu melahirkan manfaat nyata dan berkelanjutan.

    Melalui kegiatan ini, Pertamina berharap tercipta kesadaran kolektif bahwa keselamatan di laut bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan hasil dari kerja sama yang erat. Dengan memahami zona kilang dan menjaga komunikasi yang baik, nelayan dapat melaut dengan lebih tenang, sementara operasional energi tetap berjalan dengan aman dan andal.

  • Pos tanpa judul 31

    Gemilang! Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Raih Satyalancana Pembangunan dari Presiden RI Berkat Transformasi Dusun Bondan

    Cilacap, 8 Mei 2026 – Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih penghargaan bergengsi Satyalancana Pembangunan 2025.

    Ini adalah tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia kepada individu yang dinilai berjasa besar dalam pembangunan bangsa di bidang ekonomi, sosial, budaya, maupun bidang strategis lainnya.

    Penghargaan diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto kepada Cecep Supriyatna yang saat itu menjabat Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap dalam seremoni di Jakarta, Rabu (7/5/2026).

    General Manager Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti nyata kehadiran pekerja Pertamina dalam menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasi kilang.

    “Semoga dengan pencapaian penghargaan bergengsi ini semakin memperluas jangkauan manfaat bagi terciptanya hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat sekitar,” ujar Wahyu.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan menjelaskan penghargaan Satyalancana Pembangunan diraih melalui program unggulan Desa Energi Berdikari (DEB) di Dusun Bondan, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap.

    Program ini menghadirkan solusi energi berkelanjutan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) yang memadukan energi angin dari kincir angin dan energi matahari melalui panel surya.

    Pengembangan program dimulai dengan pilot project Hybrid Energy One Pole (HEOP) pada 2018. Selanjutnya pada 2020 dikembangkan PLTH Energi Mandiri Tenaga Surya & Angin (E-Mas Bayu), pilot project Energi Mandiri Tambak Ikan (E-Mbak Mina), hingga pelatihan pengelolaan tambak dan pengolahan hasil tambak bagi masyarakat setempat.

    Tidak berhenti di sektor energi, Pertamina juga menghadirkan Instalasi Sistem Desalinasi Berbasis Masyarakat (Sidesi) sebagai solusi akses air bersih, penguatan kelembagaan koperasi, pelatihan early warning system rob flood, hingga menjadikan Dusun Bondan sebagai Laboratorium Energi Baru Terbarukan (EBT) pada 2023.

    Hingga akhir 2023, Program Desa Energi Berdikari berhasil menghasilkan energi terbarukan sebesar 324.039 Wp tenaga surya, 609.000 m3 per tahun gas metana, 16.500 Wp energi hibrid matahari dan angin, 28.000 watt mikro hidro, serta 6.500 liter per tahun biodiesel. Program ini juga mampu menurunkan emisi karbon sebesar 729.127 ton Co2eq setiap tahun.

    Dampak nyata program dirasakan langsung masyarakat Dusun Bondan. Sebanyak 78 Kepala Keluarga (KK) menikmati akses listrik selama 24 jam, ketersediaan air bersih mencapai 720 liter/hari, serta sistem peringatan dini rob flood yang membantu meminimalisasi kerugian hasil tambak warga.

    Diketahui, Cecep Supiryatna berperan penting dalam mendorong program DEB Dusun Bondan bersama PCP Exterminator yang beranggotakan, Aldila Maretta (Sustainability Business), Andikta DH (Business Continuity), Ardhika AK (Produksi III), Aditya Anung DN (Risk Management), Banyu Nurinsan P. (MPS), M. Yusup (TA), dan Wahyu Primajati (MPS).

    Penghargaan Satyalancana Pembangunan menjadi penegas komitmen Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap dalam menghadirkan inovasi sosial berbasis energi berkelanjutan. Inovasi ini tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

  • Pasar Murah Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Tak Hanya Ringankan Warga, Hasilnya Disalurkan untuk Yatim dan Dhuafa

    Pasar Murah Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Tak Hanya Ringankan Warga, Hasilnya Disalurkan untuk Yatim dan Dhuafa

    satyanusa, Cilacap – Kepedulian terhadap masyarakat terus diwujudkan oleh Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap melalui program Pasar Murah bagi keluarga pra sejahtera yang digelar di Gedung Patra Graha, Cilacap, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini menyasar 1.000 warga pra sejahtera yang berada di wilayah terdekat operasional kilang.

    Program ini menjangkau masyarakat di tiga kecamatan, yakni Cilacap Tengah, Cilacap Selatan, dan Cilacap Utara. Adapun penerima manfaat tersebar di sejumlah kelurahan, antara lain Lomanis, Donan, Sidanegara, Gunung Simping, Kutawaru, Cilacap, Tegalreja, Tegalkamulyan, hingga Karangtalun.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menyampaikan kegiatan Pasar Murah ini merupakan program serentak yang dilaksanakan di seluruh unit Pertamina Group di Indonesia dengan total 16.000 paket.

    “Melalui program ini, paket sembako dengan harga normal sekitar Rp225.000 dapat ditebus masyarakat hanya dengan Rp30.000. Ini menjadi bentuk nyata kehadiran Pertamina dalam membantu meringankan beban masyarakat,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Agustiawan menegaskan Pasar Murah tidak hanya untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memastikan ketersediaan dan aksesibilitas bahan pangan esensial bagi keluarga rentan di sekitar wilayah operasi perusahaan.

    “Selain itu, program ini juga kami pastikan tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.


    Menariknya, seluruh hasil penjualan dari program Pasar Murah ini tidak kembali ke perusahaan, melainkan disalurkan kepada anak-anak yatim piatu dan dhuafa di tiga lembaga sosial di Cilacap, yakni Panti Asuhan Tazkiyatun Nufus Lomanis, Panti Asuhan Al Aqobah Sidanegara, dan Panti Asuhan Assalam Donan. Langkah ini menjadi bentuk keberlanjutan manfaat sekaligus wujud kepedulian sosial yang lebih luas.

    Apresiasi disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, M. Ichlas Riyanto, yang membacakan sambutan Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya.

    “Kami mengapresiasi kepedulian Pertamina melalui program Pasar Murah ini. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi perusahaan dalam membantu mengatasi persoalan sosial di masyarakat, apalagi hasil penjualan dikembalikan lagi ke masyarakat, berupa donasi untuk anak yatim dan duafa,” ujarnya.

    Sementara itu, rasa syukur datang dari salah satu penerima manfaat, Intan Rahayu, warga Kelurahan Donan. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.

    “Alhamdulillah, biasanya sebanyak ini harga sekitar dua ratus ribu, sekarang bisa didapat hanya tiga puluh ribu. Semoga Pertamina semakin jaya,” ungkapnya penuh haru.

    Melalui Pasar Murah ini, Pertamina RU IV Cilacap tidak hanya menghadirkan bantuan ekonomi, tetapi juga menumbuhkan harapan dan kebersamaan di tengah masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

  • Hangatnya Tasyakuran & Pembekalan Akhir, 66 Calon Haji BDI Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Siap menuju Tanah Suci

    Hangatnya Tasyakuran & Pembekalan Akhir, 66 Calon Haji BDI Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Siap menuju Tanah Suci

    satynusa, Cilacap – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Gedung Patra Graha Cilacap saat Badan Dakwah Islam (BDI) Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap menggelar kegiatan Tasyakuran dan Pembekalan Akhir Calon Haji, Minggu (3/5). Momen ini menjadi titik puncak perjalanan panjang calon tamu Allah sebelum menapakkan kaki di Tanah Suci.

    Ketua BDI RU IV Cilacap, Agus Rahmat Jamal, menyampaikan jumlah jamaah calon haji yang difasilitasi melalui BDI bersama KBIHU Miftahul Jannah mencapai 66 orang. Mereka terdiri dari keluarga besar Pertamina, baik pekerja aktif maupun purnabakti, serta masyarakat umum yang turut bergabung dalam pembinaan.

    “Seluruh jamaah telah mengikuti pembekalan secara intensif sebanyak 17 kali. Ini menjadi ikhtiar bersama untuk memastikan kesiapan, baik secara ilmu, mental, maupun spiritual dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah haji,” ungkap Agus.

    Direncanakan, seluruh jamaah akan bertolak ke Tanah Suci pada 16 Mei 2026 bersama calon haji lainnya dari Kabupaten Cilacap. Harapan dan doa pun mengalir, mengiringi langkah mereka menuju perjalanan suci yang telah lama dinantikan.

    General Manager RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo menyampaikan pesan penuh makna kepada para jamaah. Ia mengingatkan pentingnya disiplin dalam mengikuti seluruh prosedur dan manasik haji, serta menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah.

    “Di tengah dinamika global dan berbagai tantangan geopolitik, kami juga berpessan kepada bapak dan ibu, agar menyisipkan doa terbaik untuk kelancaran operasional Pertamina. Kami meyakini, doa-doa dari Tanah Suci memiliki kekuatan yang luar biasa,” ujarnya.

    Sementara itu, perwakilan dari Kementerian Haji Kabupaten Cilacap, Alfi Zubaedah, memastikan seluruh tahapan persiapan pemberangkatan jamaah asal Kabupaten Cilacap berjalan lancar tanpa perubahan signifikan. Ia turut mengingatkan pentingnya kesiapan fisik.

    “Ibadah haji bukan hanya soal kesiapan materi, tetapi juga kekuatan fisik. Oleh karena itu, kami mengimbau jamaah untuk terus menjaga kesehatan agar dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan optimal,” jelasnya.

    Menutup rangkaian kegiatan, sesi pembekalan akhir disampaikan oleh Ust. Dr. Fachrur Razi dari Semarang yang mengajak jamaah untuk meluruskan niat dan sepenuhnya fokus beribadah selama di Tanah Suci.

    “Ibadah haji adalah panggilan Allah SWT. Bukan semata-mata siapa yang mampu, tetapi Allah akan memampukan mereka yang merasa terpanggil. Maka jalani setiap proses dengan rasa syukur, apapun yang diterima adalah bagian dari skenario terbaik-Nya,” pesannya.

    Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang penguatan spiritual sekaligus pelepas rindu menuju Baitullah. Di balik senyum dan doa yang dipanjatkan, terselip harapan besar agar seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar, kembali dengan predikat haji yang mabrur, serta membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan kerja.