Penulis: Sandy Murran

  • Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Komitmen Dorong Petani dan UKM Naik Kelas

    Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Komitmen Dorong Petani dan UKM Naik Kelas

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap menegaskan komitmen mendorong petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) naik kelas melalui berbagai program pemberdayaan berbasis pertanian berkelanjutan.

    Hal ini disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Agustiawan, dalam Forum Temu Usaha Petani dan UKM yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah di Hotel Azana Asia Cilacap, Senin malam (6/7/2026).

    Menurut Agustiawan, pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Cilacap. Namun, di balik potensinya, petani dan pelaku UKM masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses pasar, minimnya permodalan, hingga dampak perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

    “Pertamina meyakini, pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dilakukan melalui bantuan sesaat. Yang dibutuhkan adalah penguatan kapasitas, pemanfaatan teknologi, akses pasar, dan kolaborasi yang mampu membuat petani dan UKM berkembang serta naik kelas secara berkelanjutan,” ujar Agustiawan.

    Ia menjelaskan, selain tugas utama mendistribusikan BBM, LPG, avtur, dan petrokimia, Kilang Cilacap juga menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui Community Involvement and Development (CID).

    Program ini menjadi instrumen strategis perusahaan dalam menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi, termasuk di sektor pertanian.

    Salah satu implementasinya diwujudkan melalui Program Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) di Desa Kalijaran, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap. Program ini dirancang sebagai kemitraan jangka panjang yang memberdayakan petani dan pelaku UKM pertanian melalui pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

    Melalui MAPAN, Pertamina menghadirkan berbagai inovasi, antara lain irigasi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), irigasi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH), inovasi alat penyemprot pestisida, budidaya hortikultura menggunakan raised bed dan irigasi tetes berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), optimalisasi lingkungan melalui sistem integrasi pertanian, hingga sistem interkoneksi hulu-hilir pertanian.

    Berbagai inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, sekaligus memperkuat daya saing petani dan UKM lokal.

    Agustiawan mengapresiasi forum Temu Usaha Petani dan UKM sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi berbasis pertanian.

    “Forum seperti ini menjadi langkah penting membangun sinergi antarpemangku kepentingan. Kami berharap semakin banyak kolaborasi yang mampu mempercepat lahirnya petani dan UKM yang tangguh, mandiri, serta memiliki daya saing di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

    Forum Temu Usaha Petani dan UKM mempertemukan petani dan pelaku UKM dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Selain Agustiawan, kegiatan tersebut juga menghadirkan Kepala Bidang Kerja Sama Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Bayu Sasongko, serta General Manager Hotel Azana Asia Cilacap, Anselmus Arie, sebagai narasumber.

    Bagi Pertamina, energi tidak berhenti pada distribusi BBM, LPG, avtur, dan petrokimia namun juga diwujudkan dalam upaya menggerakkan potensi masyarakat agar tumbuh lebih kuat, inovatif, dan berdaya saing.

  • Merajut Asa Pascalongsor, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Dampingi Warga Huntara Bangun Kehidupan Lebih Tangguh

    Merajut Asa Pascalongsor, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Dampingi Warga Huntara Bangun Kehidupan Lebih Tangguh

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga RU Cilacap menyelenggarakan program Eco-Explore Impact, sebuah pelatihan dan pemberdayaan masyarakat bagi warga Hunian Sementara (Huntara) terdampak tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Rabu (1/7/2026).

    Kegiatan di Balai Desa Cibeunying ini mengintegrasikan mitigasi bencana berbasis psiko-ekoteologi, pengelolaan sampah, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS).

    Program dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Agustiawan mengatakan Eco-Explore Impact menjadi komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan masyarakat secara menyeluruh, dari infrastruktur, psikologis, sosial, ekonomi, hingga lingkungan.

    “Program ini sangat penting untuk mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana dari aspek psikologis, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang,” ujar Agustiawan.

    Menurutnya, pemasangan EWS menjadi salah satu komponen penting yang diharapkan mampu memberikan informasi secara cepat ketika terdeteksi indikasi tanah longsor. Sehingga masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk merespon dan evakuasi secara aman.

    Rangkaian program diawali sosialisasi Eco-Explore Impact oleh Officer CSR & SMEPP Kilang Cilacap, Lifania Riski Nugrahani. Dilanjutkan pembentukan tim penggerak, pemetaan kebutuhan masyarakat, serta pemasangan EWS sebagai infrastruktur pendukung mitigasi bencana.

    Tahapan berikutnya meliputi berbagai pelatihan, antara lain psiko-ekoteologi, mitigasi bencana, pengelolaan sampah, penguatan kelembagaan bank sampah, hidroponik, vertikultur, budidaya ikan dalam ember (budikdamber), hingga pengolahan hasil panen untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

    Pada fase implementasi, masyarakat menjalankan operasional bank sampah, mengembangkan kebun pangan & penghijauan, aktivasi layanan psikososial, serta simulasi evakuasi dengan memanfaatkan EWS sebagai sistem kesiapsiagaan bencana berkelanjutan.

    Program Eco-Explore Impact merupakan hasil kolaborasi Pertamina Patra Niaga RU Cilacap bersama BPBD Kabupaten Cilacap, Pemerintah Desa Cibeunying, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, BAZNAS Cilacap, Siaga Peduli, serta akademisi, media, relawan, dan warga Huntara sebagai penerima manfaat.

    Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap berharap nantinya terbentuk masyarakat yang lebih tangguh, mandiri, dan siap menghadapi potensi bencana, sekaligus mampu membangun lingkungan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.

  • Relpi Cilacap Tebar Energi Barokah, Hadirkan Semangat Belajar bagi Anak-anak Kuripan

    Relpi Cilacap Tebar Energi Barokah, Hadirkan Semangat Belajar bagi Anak-anak Kuripan

    satyanusa, Cilacap – Relawan Pertamina Peduli (Relpi) Pertamina Patra Niaga RU Cilacap menyalurkan donasi Program Tanam Energi Barokah (TEBAR) 4.0 tahap pertama kepada Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Semesta Alam, Desa Kuripan, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, Minggu (28/6/2026).

    Pada penyaluran tersebut, Relpi menyerahkan bantuan berupa rak buku, paket alat tulis, pakaian layak pakai, serta snack sehat kepada sekitar 30 anak yang menjadi pengunjung Taman Bacaan Semesta Alam.

    Koordinator Program TEBAR 4.0, Suwasta Rizki Nugraha, menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran Program TEBAR 4.0 yang sebelumnya dilaksanakan di lingkungan internal Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Juni 2026.

    “TEBAR 4.0 mengusung tema donasi buku dan perlengkapan sekolah sebagai kepedulian terhadap peningkatan literasi dan pendidikan anak-anak. Kami mengajak keluarga besar Perwira Pertamina untuk berbagi melalui barang-barang yang masih layak pakai dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Suwasta.

    Ia menambahkan, donasi yang dihimpun meliputi buku bacaan, buku tulis, alat tulis, tas sekolah, sepatu, uang saku, hingga berbagai perlengkapan sekolah lain. Program ini menjadi ikhtiar Relpi untuk memperpanjang usia pemakaian barang-barang milik keluarga besar Perwira Pertamina sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

    Selama periode donasi, Relpi menempatkan booth TEBAR 4.0 di lima lokasi strategis, yaitu Area DCU Pintu 1 Kilang, Area DCU Pintu 3 Kilang, Area DCU Pintu OM 70, lobi Head Office, serta Masjid Baiturrahmah Komperta Donan. Melalui titik-titik tersebut, partisipasi Perwira Pertamina berhasil menghimpun berbagai kebutuhan yang kemudian disalurkan kepada penerima manfaat.

    Penyaluran donasi bertepatan dengan kegiatan Maca Bareng “Art & Craft” yang diselenggarakan di Taman Bacaan Semesta Alam. Kegiatan diisi dengan membaca buku bersama, sesi read aloud, serta membuat kolase yang diikuti sekitar 30 anak berusia 3 hingga 12 tahun. Suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan diharapkan dapat semakin menumbuhkan minat baca sekaligus kreativitas anak-anak.

    Pengelola Taman Bacaan Masyarakat Semesta Alam, Nurul Mae, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan Relawan Pertamina Peduli melalui Program TEBAR 4.0.

    “Terima kasih kepada Relawan Pertamina Peduli dan seluruh Perwira Pertamina yang telah berbagi melalui Program TEBAR. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk melengkapi fasilitas taman bacaan sekaligus mendukung kegiatan literasi anak-anak di sini. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan memberi manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” ungkap Nurul.

    Melalui Program TEBAR 4.0, Relawan Pertamina Peduli berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial di lingkungan Perwira Pertamina dapat terus tumbuh, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat melalui pemanfaatan barang-barang yang masih memiliki nilai guna.

  • Haru & Bahagia, Begini Suasana Khitanan Massal Bazma Pertamina RU Cilacap bagi 169 Anak

    Haru & Bahagia, Begini Suasana Khitanan Massal Bazma Pertamina RU Cilacap bagi 169 Anak

    satyanusa, Cilacap – Suasana haru & bahagia terlihat di Sekretariat Baituzzakah Pertamina (Bazma) Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap, Komplek Masjid Baiturrahmah, Donan, Cilacap, Sabtu (20/6). Tawa anak-anak yang didampingi orang tua mereka berpadu dengan rasa syukur, mewarnai pelaksanaan khitanan massal yang digelar Bazma RU Cilacap.

    Kegiatan sosial yang telah menjadi agenda rutin ini berhasil melampaui target. Dari target awal 150 peserta, tercatat sebanyak 169 anak dari berbagai kecamatan di Kabupaten Cilacap mengikuti khitanan massal secara gratis.

    Bagi sebagian keluarga, program ini bukan sekadar layanan kesehatan, namun juga harapan dan kebahagiaan di tengah berbagai keterbatasan. Momen yang bagi anak-anak menjadi langkah menuju kedewasaan, bagi para orang tua merupakan bentuk kepedulian yang nyata dari perusahaan kepada masyarakat.

    Sekretaris Bazma RU Cilacap, Ahmad Badruddin, mengungkapkan khitanan massal merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sedikitnya dua kali dalam setahun, yakni pada momen libur panjang sekolah pada bulan Juni dan peringatan Hari Ulang Tahun Pertamina pada bulan Desember.

    “Ini adalah salah satu agenda rutin yang selalu ditunggu oleh masyarakat karena manfaatnya nyata dirasakan. Peserta tidak dipungut biaya pendaftaran dan mendapatkan paket uang saku, souvenir, dan obat-obatan,” ujarnya.

    Ia menambahkan, antusiasme masyarakat yang terus meningkat menjadi semangat bagi Bazma untuk terus menghadirkan program-program yang memberi manfaat langsung kepada warga sekitar.

    Senada dengan itu, Ketua Badan Dakwah Islam (BDI) RU Cilacap, Ikhya Ramadhanu Khairil, berharap program khitanan massal dapat terus berlanjut dan menjadi jembatan yang mempererat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat.

    “Program ini merupakan salah satu program andalan Bazma. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan sebagai sarana menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekaligus wujud tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan sekitar,” katanya.

    Kebahagiaan juga dirasakan oleh Ganjar Yoga, salah satu peserta asal Jalan Tancang, Cilacap Utara. Dengan wajah sumringah, ia mengaku telah lama menunggu kesempatan untuk mengikuti khitanan massal yang diselenggarakan Bazma.
    “Saya senang sekali. Sudah menunggu lama, akhirnya bisa ikut khitanan massal di Bazma kali ini. Terima kasih,” ucapnya singkat.

    Di balik setiap senyum anak-anak yang pulang membawa bingkisan dan uang saku, tersimpan makna yang lebih dalam. Khitanan massal Bazma Pertamina Patra Niaga RU Cilacap bukan sekadar kegiatan sosial tahunan, melainkan bentuk kepedulian yang menghadirkan kebahagiaan, meringankan beban keluarga, dan meneguhkan bahwa kehadiran perusahaan di tengah masyarakat dapat menjadi sumber manfaat dan harapan bagi sesama.

  • Pertamina Berkah, RU Cilacap Hadirkan Kepedulian & Harapan bagi Anak Yatim dan Duafa

    Pertamina Berkah, RU Cilacap Hadirkan Kepedulian & Harapan bagi Anak Yatim dan Duafa

    satyanusa, Cilacap – Hadirnya bulan Muharram 1448 Hijriah, menjadi tambahan energi dan semangat bagi Pertamina Patra Niaga RU Cilacap untuk terus berbagi. Seperti pada Jumat sore (19/6/2026), suasana hangat terlihat di Rumah Yatim dan Dhuafa Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Jl. Sulawesi, Cilacap.

    Senyum anak-anak yatim, piatu, dan duafa menyambut kehadiran jajaran Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap dalam kegiatan Santunan dan Doa Bersama dalam program Pertamina Berkah.

    Bagi mereka, perhatian dan kebersamaan yang hadir sore itu menjadi hadiah yang tak ternilai. Bukan semata tentang santunan yang diterima, tetapi juga tentang perasaan dicintai, diperhatikan, dan diyakinkan bahwa mereka tidak berjalan sendiri menghadapi kehidupan.

    Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan kepada anak-anak yatim, piatu, dan duafa di sekitar wilayah operasional, terlebih di momentum Muharram yang dikenal sebagai bulan penuh kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, menuturkan kehadiran Pertamina dalam momentum Jumat Berkah ini merupakan bentuk konsistensi perusahaan untuk terus berbagi dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

    “Di antara tugas utama menyediakan energi terbaik untuk negeri, Pertamina juga memiliki tanggung jawab moral terhadap lingkungan sekitar. Kami ingin turut menguatkan anak-anak yatim, piatu, dan duafa agar terus berdaya, salah satunya melalui kegiatan santunan dan doa bersama ini,” ujarnya.

    Menurutnya, keberadaan perusahaan tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan operasional, tetapi juga dari sejauh mana mampu menghadirkan kepedulian dan menumbuhkan harapan di tengah masyarakat.

    Sementara itu, Manager Rumah Yatim dan Duafa LAZ Cilacap, Dwi Yanuar Aristiyanto, mengapresiasi kehadiran Pertamina yang senantiasa menyalurkan kepedulian dan mendukung operasional Rumah Yatim dan Duafa LAZ Cilacap.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan Pertamina. Insya Allah, kami dan anak-anak di sini senantiasa mendoakan agar Pertamina diberikan kemudahan, keselamatan, dan keberkahan dalam menjalankan operasionalnya,” ungkapnya.

    Di penghujung kegiatan, doa-doa dipanjatkan bersama. Di antara tangan-tangan kecil yang terangkat ke langit, tersimpan harapan agar kebaikan yang dibagikan sore itu menjadi keberkahan bagi semua.

    Sebab, di bulan Muharram, setiap kepedulian yang diberikan bukan hanya meringankan beban sesama, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kehadiran dan perhatian adalah energi yang mampu menguatkan hati serta menumbuhkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

  • Kilang Cilacap Borong 2 Platinum, 3 Gold dan Raih 2 Penghargaan Category Award pada APQA 2026

    Kilang Cilacap Borong 2 Platinum, 3 Gold dan Raih 2 Penghargaan Category Award pada APQA 2026

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Annual Pertamina Quality Awards (APQA) 2026 dengan membawa pulang 2 penghargaan Platinum dan 3 penghargaan Gold.

    Tak hanya itu, Kilang Cilacap juga meraih dua penghargaan Category Award diantaranya Peringkat 3 Best Value Creation Achievement serta dinobatkan sebagai Pemenang Sustainability Excellence for Operational Unit Cluster Refinery.

    Penganugerahan penghargaan tersebut dilaksanakan di Grha Pertamina, Jakarta, pada Senin (15/6/2026), sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi dan implementasi budaya perbaikan berkelanjutan yang dilakukan oleh seluruh unit kerja di lingkungan Pertamina Group.

    Dua gugus peraih Platinum adalah PCP Karya Bakti melalui inovasi “Meningkatkan Added Value PT Pertamina (Persero) melalui Sinergi Pertamina Group Memproduksi Pertasolven dengan Bahan Baku Kerosolv” serta PCP Refuel dengan inovasi “Mewujudkan Transisi Energi Sektor Aviasi menuju Net Zero Emission melalui Produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) dari Minyak Jelantah”.

    Sementara itu, tiga penghargaan Gold diraih oleh PCP AO Plus dengan inovasi “Optimasi Produk Gasoline pada Parameter Oxydation Stability melalui Metode Isomax (Isomerate Substitution Antioxidant for Stability Maximization)”, PCP Riser dengan inovasi “Meningkatkan Yield Valuable Products dan Menjaga Stabilisasi Kondisi Operasi Kilang RFCC melalui Sistem Automasi Process Control Berbasis Predictive Modelling”, PCP Smart+ dengan inovasi “Meningkatkan Security Level Compliance dengan Program Penerapan Standar Cybersecurity IEC-62443 pada Peralatan IACS (Industrial Automation Control System) dan DCS Improvement Program di IT/OT Infrastructure”.

    Selain keberhasilan lima gugus tersebut, Kilang Cilacap juga memperoleh pengakuan atas dampak nyata inovasi yang dihasilkan melalui raihan penghargaan Peringkat 3 Best Value Creation Achievement.

    Prestasi ini semakin lengkap dengan penghargaan Sustainability Excellence for Operational Unit Cluster Refinery, yang menegaskan komitmen Kilang Cilacap dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam operasional dan pengembangan bisnis perusahaan.

    Executive General Manager Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Hermawan Budiantoro, menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa yang diraih para Perwira Kilang Cilacap melalui ajang APQA 2026.

    “Pencapaian ini merupakan bukti nyata komitmen, konsistensi, dan semangat inovasi Perwira RU Cilacap dalam menghadirkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung agenda transisi energi dan keberlanjutan. Kami mengapresiasi seluruh tim yang telah bekerja keras menghasilkan inovasi terbaik yang berdampak nyata bagi operasional maupun bisnis perusahaan,” ujar Hermawan.

    Menurutnya, penghargaan yang diraih tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kilang Cilacap, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus memperkuat budaya inovasi dan perbaikan berkelanjutan di seluruh lini kerja.

    Keberhasilan pada APQA 2026 ini semakin menegaskan posisi Kilang Cilacap sebagai salah satu unit operasi strategis Pertamina yang terus mendorong lahirnya inovasi bernilai tinggi, mendukung ketahanan energi nasional, serta berkontribusi pada pencapaian target keberlanjutan perusahaan.

  • Kontribusi Data Berkualitas, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Raih Penghargaan Excellence BPS

    Kontribusi Data Berkualitas, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Raih Penghargaan Excellence BPS

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap menerima penghargaan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cilacap kategori Excellence atas komitmen dan kontribusi dalam penyediaan data statistik yang berkualitas guna mendukung penyelenggaraan statistik nasional.

    Penghargaan dari BPS Cilacap ini diterima oleh Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, di sela kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang berlangsung di Pendopo Wijayakusuma Cilacap, Senin (15/6/2026).

    Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi aktif RU Cilacap dalam mendukung penyediaan data yang akurat, valid, dan terpercaya bagi penyelenggaraan statistik nasional, khususnya dalam pelaksanaan SE 2026.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, menyampaikan penghargaan tersebut memiliki makna penting bagi Pertamina Patra Niaga yang selama ini berkomitmen mendukung penyediaan data yang berkualitas.

    “Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkontribusi dalam penyediaan data yang valid, jujur, dan terbuka guna mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kami berharap data ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memetakan perkembangan ekonomi, mengidentifikasi peluang investasi, serta menjadi dasar dalam menyiapkan landscape ekonomi yang lebih baik di masa mendatang,” ujar Agustiawan.

    Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Cilacap, Suswandi, menjelaskan data SE 2026 akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi masyarakat, perkembangan usaha, karakteristik pelaku usaha, potensi ekonomi daerah, serta berbagai dinamika perekonomian yang terjadi di Kabupaten Cilacap.

    Pada kesempatan yang sama, Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, melalui sambutan yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Cilacap, Sumbowo mengajak seluruh pihak untuk menyukseskan SE 2026.

    Ia juga berpesan kepada seluruh petugas sensus agar menjalankan tugas sesuai pedoman, menjunjung tinggi integritas dan kejujuran, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan responden.

    Partisipasi aktif RU Cilacap dalam mendukung kegiatan statistik nasional ini sejalan dengan komitmen untuk mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penyediaan informasi yang akurat dan terpercaya.

  • Bazar Sembako Murah PWP RU Cilacap, Belanja Hemat Sekaligus Berbagi untuk Sesama

    Bazar Sembako Murah PWP RU Cilacap, Belanja Hemat Sekaligus Berbagi untuk Sesama

    satyanusa, Cilacap – Dalam rangkaian HUT ke-26 Persatuan Wanita Patra (PWP), PWP Pertamina Patra Niaga RU Cilacap menyelenggarakan bazar sembako murah bagi para Asisten Rumah Tangga (ART) di tiga kompleks perumahan Pertamina, yakni Gunung Simping, Donan, dan Tegalkamulyan. Kegiatan berlangsung di Gedung PWP Cilacap, Jumat (12/6/2026).

    Sebanyak 210 paket sembako senilai Rp150.000 per paket disediakan dalam kegiatan tersebut. Melalui program bazar murah, para ART dapat memperoleh paket sembako hanya dengan membayar Rp 30.000 per paket.

    Pembukaan simbolis layanan penjualan sembako murah dilakukan oleh Wakil Ketua Pendamping Bidang Organisasi PWP RU Cilacap, Ny. Nia Aqwamus Shoif.

    Dalam keterangannya, Ny. Nia menyampaikan bazar sembako murah menjadi bagian kepedulian organisasi istri pekerja Pertamina kepada masyarakat di momentum HUT ke-26 tahun 2026.

    “PWP sebagai organisasi yang senantiasa mendukung perusahaan berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program sosial kemasyarakatan. Kami berharap paket yang diperoleh dengan harga sangat terjangkau ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

    Kegiatan tersebut disambut antusias oleh para penerima manfaat. Salah satunya Sridadi, ART asal Kelurahan Lomanis, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya bazar sembako murah tersebut.

    “Alhamdulillah, program ini sangat membantu. Dari harga normal Rp150 ribu, cukup dibeli Rp30.000 dengan isian selengkap ini. Terima kasih PWP,” katanya.

    Menariknya, seluruh hasil penjualan paket sembako murah tersebut tidak digunakan untuk kepentingan organisasi, melainkan dikembalikan lagi kepada masyarakat melalui program Jumat Berkah. Dana yang terkumpul diwujudkan dalam bentuk pembagian paket sembako bagi masyarakat kurang mampu di wilayah sekitar operasional kilang, yakni Kelurahan Donan, Lomanis, dan Kutawaru di Kecamatan Cilacap Tengah.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif sosial yang dijalankan PWP.

    “Bazar sembako murah menjadi salah satu program yang sangat membantu masyarakat. Yang lebih istimewa, hasil penjualan kembali disalurkan kepada masyarakat melalui program sosial. Artinya, para pembeli secara tidak langsung juga turut berkontribusi membantu warga yang membutuhkan,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, PWP Pertamina Patra Niaga RU Cilacap berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara keluarga besar Pertamina dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

  • Inovasi Insan Pertamina Tingkatkan Kinerja dan Keandalan Operasi Kilang

    Inovasi Insan Pertamina Tingkatkan Kinerja dan Keandalan Operasi Kilang

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga RU Cilacap terus melakukan inovasi dan improvement guna meningkatkan keandalan operasi serta menjaga keberlanjutan produksi kilang. Salah satunya diwujudkan melalui modifikasi Expansion Joint Carbon Monoxide (CO) Boiler pada unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex.

    Sebagai salah satu unit pendukung utama dalam proses regenerasi katalis di RFCC, CO Boiler 101-F-503 memiliki peran strategis memanfaatkan energi panas hasil pembakaran gas karbon monoksida menjadi energi uap (steam) untuk menunjang berbagai kebutuhan operasional kilang.

    Section Head RFCC RU IV Cilacap, Priyambodo Purwo Handoyo, menjelaskan program ini sebagai mitigasi sekaligus peningkatan keandalan fasilitas untuk mengatasi potensi gangguan pada sistem expansion joint CO Boiler.

    “Tim RFCC Complex bersama fungsi terkait melakukan improvisasi melalui pendekatan rekayasa yang fokus pada eliminasi akar penyebab kerusakan. Langkah ini merupakan upaya berkelanjutan menjaga keandalan peralatan kritikal pendukung operasional,” ujar Priyambodo.

    Rekayasa ini mencakup sejumlah modifikasi pada sistem expansion joint. Implementasi ini berhasil menghilangkan jalur penetrasi flue gas bersuhu tinggi menuju area expansion joint, mengurangi potensi hotspot, meningkatkan kekakuan struktur penahan (retaining plate), serta memperpanjang umur pakai komponen.

    Selain itu, modifikasi juga meningkatkan kemampuan sistem dalam mengakomodasi ekspansi termal selama operasi sehingga risiko sobekan pada fabric expansion joint maupun deformasi mekanis dapat diminimalkan secara signifikan.

    Keberhasilan program ini berdampak positif pada keandalan operasi CO Boiler. Hingga saat ini, sistem dapat beroperasi stabil dan aman tanpa indikasi kebocoran. Dengan terjaganya keandalan CO Boiler, kontinuitas produksi steam sebagai utilitas penting dalam operasional kilang juga dapat dipertahankan sesuai kebutuhan proses.

    Menurut Priyambodo, keandalan pasokan steam memiliki peran vital mendukung keberlangsungan operasi RFCC Complex. Gangguan pada CO Boiler berpotensi menyebabkan kehilangan produksi steam yang dapat memengaruhi stabilitas operasi unit proses, menurunkan fleksibilitas pengendalian operasi, hingga meningkatkan risiko pembatasan kapasitas produksi.

    “Melalui improvement ini, kami tidak hanya meningkatkan keandalan peralatan, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan operasi dan keberlangsungan produksi. Keberhasilan menjaga performa CO Boiler menjadi salah satu faktor penting mendukung operasi RFCC yang aman, andal, dan berkelanjutan,” tambahnya.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menyampaikan keberhasilan implementasi ini menunjukkan komitmen perusahaan mengedepankan inovasi & continuous improvement untuk menjaga ketahanan operasional kilang.

    “Setiap inovasi merupakan komitmen perusahaan menjaga keandalan aset, meningkatkan efisiensi operasi, serta memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga. Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas fungsi mampu menghasilkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi keberlangsungan operasional perusahaan,” ungkap Agustiawan.

  • Tingkatkan Kapasitas, Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Berikan Pelatihan Manajemen Pemeliharaan Itik Berbasis Good Farming Practice

    Tingkatkan Kapasitas, Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Berikan Pelatihan Manajemen Pemeliharaan Itik Berbasis Good Farming Practice

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui program pemberdayaan berkelanjutan.

    Salah satunya diwujudkan denganpelatihan Manajemen Pemeliharaan Itik Model Good Farming Practice bagi kelompok binaan Program Kalijaran Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) di Musala Darul Amal, Desa Kalijaran, Maos, Kabupaten Cilacap, Sabtu (6/6/2026).

    Kegiatan yang melibatkan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto tersebut diikuti oleh perwakilan Kelompok Ternak Mintih Mulia, Gapoktan Margo Sugih, KWT Mekar Jaya Lestari, serta BUMDes Kalijaran.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menjelaskan pelatihan ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan usaha peternakan masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

    “Pelatihan ini menjadi upaya perusahaan dalam memperkuat kapasitas peternak melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi masyarakat. Kami berharap pendampingan teknis budidaya itik berbasis Good Farming Practice dapat mendukung pengembangan usaha peternakan yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Agustiawan.

    Menurutnya, pendekatan yang dikedepankan adalah budidaya itik berkelanjutan, yakni pengembangan usaha peternakan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan ternak, efisiensi penggunaan pakan, perbaikan sistem kandang, serta pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.

    Pada sesi materi, dosen Fakultas Peternakan UNSOED, Ismoyowati menyampaikan praktik budidaya itik yang baik mulai dari periode pertumbuhan, standar kesehatan dan performa ternak, hingga penerapan standar Good Farming Practice pada kandang itik.

    Pemateri lainnya, Titin Widiyastuti, memberikan pemahaman terkait kebutuhan nutrisi itik, pola pemberian pakan, pemanfaatan pakan komersial, serta alternatif pakan berbasis bahan lokal dan fermentasi guna meningkatkan efisiensi usaha peternakan.

    Dalam sesi evaluasi dan diskusi, Dekan Fakultas Peternakan UNSOED, Novie Andrisetiyanto, menyoroti sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan peternakan itik di Desa Kalijaran. Di antaranya meliputi manajemen afkir bebek, perbaikan sarana kandang, serta pengelolaan limbah peternakan, khususnya pada unit kandang yang dikelola BUMDes Kalijaran.

    Melalui pelatihan ini, Pertamina RU IV Cilacap berharap kelompok binaan Program MAPAN semakin siap mengembangkan usaha peternakan itik yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Desa Kalijaran dan sekitarnya.