Tag: kilangcilacap

  • Kilang Cilacap Perkuat Budaya Berbagi Pengetahuan di Bulan Energi

    Kilang Cilacap Perkuat Budaya Berbagi Pengetahuan di Bulan Energi

    satyanusa, Cilacap – Pengetahuan di dunia pengolahan energi tidak hanya tersimpan dalam prosedur dan dokumen, tetapi juga tumbuh dari pengalaman pekerja yang menghadapi berbagai dinamika operasional di lapangan. Semangat menjaga agar pengalaman tersebut terus mengalir menjadi pengetahuan bersama diwujudkan PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap melalui kegiatan Tacit Knowledge dalam rangka Bulan Energi 2026.

    Kegiatan yang digelar selama dua hari di IG Room Head Office Kilang Cilacap ini diikuti puluhan pekerja dari berbagai fungsi. Hal itu mendapat apresiasi dari Pjs. Manager OPI RU Cilacap Ihya Ramadhanu yang mengatakan forum Tacit Knowledge menjadi ruang strategis untuk mentransfer pengalaman, wawasan, dan praktik kerja yang selamaini melekat pada individu agar dapat menjadi bekal bersama dalam mendukung keandalan operasional kilang.

    “Pengalaman di lapangan sering kali melahirkan pengetahuan yang tidak seluruhnya dapat dituangkan secara detail dalam prosedur tertulis, padahal nilainya sangat besar bagi keberlangsungan operasi. Melalui form ini, pengetahuan itu dapat dibagikan, didiskusikan, dan menjadi pembelajaran bagi pekerja lainnya untuk terus meningkatkan kualitas proses kerja.” ujar Ihya.

    Sejumlah pekerja berpengalaman hadir sebagai narasumber, yakni Section Head FOC II Rifa Tri Purnawan, Supervisor Optimization & Loss Control Hanif Nur Fauzi, Section Head OM 60 & NBM Tumin, dan Section Head OM 70 Abulais Samsuri. Materi yang dibawakan beragam, mulai dari energi, proses loading, hingga supply quantitative insurance yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab peserta.

    SH FOC II Rifa Tri Purnawan menekankan bahwa transfer pengetahuan memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan kompetensi pekerja, khususnya terkait proses operasional yang membutuhkan pemahaman teknis sekaligus pengalaman lapangan. “Melalui diskusi seperti ini, kami tidak hanya berbagi tentang bagaimana sebuah proses dijalankan, namun juga alasan di balik setiap langkah, pengalaman menghadapi kondisi tertentu, serta pembelajaran yang dapat membantu pekerja mengambil keputusan secara lebih tepat,” jelasnya.

    Ketua Bulan Energi 2026, Ipuk Suseno menyampaikan bahwa pelaksanaan Tacit Knowledge sejalan dengan semangat Bulan Energi untuk memperkuat kepedulian sekaligus pemahaman pekerja terhadap energi dari berbagai perspektif. Menurutnya, Bulan Energi diharapkan tidak berhenti sebagai rangkaian kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum membangun budaya belajar, berbagi, dan berinovasi di lingkungan Kilang Cilacap.

    Melalui Tacit Knowledge, Kilang Cilacap terus mendorong pengetahuan dan pengalaman pekerja agar tidak berhenti pada individu, tetapi berkembang menjadi aset pembelajaran organisasi yang dapat diwariskan lintas generasi. Semangat berbagi tersebut sekaligus memperkuat Bulan Energi sebagai ruang kolaborasi untuk menjaga kompetensi pekerja, keandalan operasional, serta keberlanjutan pengelolaan energi di Kilang Cilacap.

  • Lima Tahun MAMAKU: Dari Ruang Pemberdayaan menjadi Destinasi Wisata dan Penggerak Ekonomi Kutawaru

    Lima Tahun MAMAKU: Dari Ruang Pemberdayaan menjadi Destinasi Wisata dan Penggerak Ekonomi Kutawaru

    satyanusa, Cilacap – Perahu perlahan bergerak meninggalkan tepian. Di seberang, hamparan mangrove dan perairan Segara Anakan menjadi pemandangan pembuka sebelum menuju Kampoeng Kepiting, Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah.

    Bagi sebagian orang, perjalanan itu mungkin sekadar wisata. Namun bagi masyarakat Kutawaru, pemandangan ini menyimpan cerita panjang tentang pemberdayaan yang tumbuh menjadi penghidupan baru.

    Cerita itu bernama Masyarakat Mandiri Kutawaru (MAMAKU).

    Lima tahun berjalan, Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap kembali melakukan monitoring dan evaluasi (monev), Selasa (29/9/2026). Kegiatan tahunan ini untuk melihat kembali perjalanan program dan memastikan pendampingan berdampak nyata dan terus berkembang di masyarakat.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, mengatakan monev menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program.

    “Dari perjalanan ini, kami melihat perubahan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Yang sebelumnya bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun Anak Buah Kapal (ABK), kini memiliki alternatif kegiatan ekonomi yang justru menjadi kegiatan utama,” ujarnya.

    Perubahan paling terasa ketika melihat Kampoeng Kepiting. Kawasan yang dahulu menjadi bagian dari ruang hidup masyarakat pesisir kini menjelma menjadi wisata terpadu. Pengunjung tidak hanya datang dari Cilacap, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara.

    Alam menjadi daya tarik utamanya. Hamparan kawasan pesisir, suasana kampung, hingga sajian kuliner khas berbahan kepiting menjadi pengalaman yang ditawarkan masyarakat kepada para pengunjung.

    Di balik pemandangan, ada proses panjang pemberdayaan. MAMAKU terus berkembang mengikuti kebutuhan dan potensi masyarakat. Budidaya kepiting cangkang lunak kemudian menjadi salah satu ikon Kampoeng Kepiting.

    Pengembangan kawasan juga dilengkapi fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta Rumah Susun Kepiting Berbasis Energi (RUSUN TINGGI), sebuah inovasi yang menjadi bagian dari pengembangan budidaya kepiting.

    Cerita MAMAKU tidak berhenti di kawasan wisata. Masyarakat mengembangkan pasar tradisional Mingguan Amarta sebagai ruang aktivitas ekonomi. Pasar yang digelar secara berkala tersebut kini mampu mencatat omzet ratusan juta rupiah.

    Di sektor pertanian dan peternakan, terdapat Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Kunang-kunang yang dikembangkan antara lain melalui peternakan burung puyuh.

    Sementara itu, kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui Bank Sampah Abhipraya, yang mengajak masyarakat melihat sampah sebagai potensi ekonomi. Terlebih kelurahan ini terpisah perairan Segara Anakan sehingga menyulitkan akses menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di wilayah kota.

    Bagi Rato, Local Hero MAMAKU, perjalanan ini menjadi proses pembelajaran yang jauh lebih besar daripada sekadar pengembangan kegiatan ekonomi.

    “Harapan kami, dukungan dari Pertamina selama ini bisa menjadi pemicu bagi masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan MAMAKU agar tetap berkelanjutan,” tutur Rato.

    Dari sisi pemerintahan kelurahan, program MAMAKU juga menjadi bagian penting dalam perjalanan pemberdayaan masyarakat Kutawaru.

    Lurah Kutawaru, Edy Harjanto, mengapresiasi perhatian dan dukungan Pertamina yang selama ini terus diberikan kepada masyarakat, terutama karena Kutawaru berada di sekitar wilayah operasional kilang.

    “Pertamina sudah banyak memberikan kepedulian dalam pemberdayaan masyarakat Kutawaru. Ini menjadi bukti sinergi yang kuat. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

    Monev MAMAKU yang juga dihadiri perwakilan dinas terkait, Perhimpunan Hotel & Restauran Indonesia (PHRI) Cilacap, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cilacap, akademisi, serta pelaksana program MAMAKU, menjadi kesempatan untuk menengok kembali perjalanan sebuah kampung yang sedang membangun masa depannya sendiri.

    Dari kepiting cangkang lunak hingga pasar mingguan, dari energi surya hingga bank sampah, dari peternakan puyuh hingga wisata pesisir. Semua tumbuh dalam satu cerita yang sama, masyarakat yang belajar untuk berdaya, lalu bergerak untuk mandiri.

  • Pertamina Pacu UMKM Naik Kelas di Panggung KTM dan GCF 2026

    Pertamina Pacu UMKM Naik Kelas di Panggung KTM dan GCF 2026

    satyanusa, Kebumen — PT Pertamina (Persero) melalui Fungsi SMEPP terus berupaya menjadikan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal untuk naik kelas. Semangat pelaku UMKM binaan Subholding Downstream PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap kembali mendapatkan ruang dalam Kebumen Travel Mart (KTM) dan Gombong Culture Festival (GCF) di area Benteng Van Der Wijck, Gombong, Kamis–Sabtu (27–29/8/2026).

    Tak sekadar hadir, Pertamina membawa delapan UMKM andalan, masing-masing Agromina Fiber, Sate Ambal Allisa, Mutiara Handycraft, Kopikuna, Kiye Ecoprints, Dipacraft, dan Emping Komala.

    Antusiasme pengunjung terlihat tinggi. Sejak pagi hingga malam hari, booth mitra binaan RU Cilacap ramai disambangi pengunjung yang penasaran, mencicipi, melihat langsung, hingga membeli berbagai produk yang ditawarkan.

    Kehadiran UMKM binaan dalam event tersebut menjadi wujud nyata Pertamina tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka luas kran akses pemasaran.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, mengatakan partisipasi aktif dalam KTM dan GCF merupakan konsistensi Pertamina dalam memperluas jejaring dan membuka peluang pasar bagi UMKM binaan.

    “Pendampingan tidak berhenti pada pelatihan. Yang tak kalah penting adalah bagaimana produk-produk mereka mendapatkan akses pasar yang lebih luas. Karena itu, kami aktif membawa mitra binaan ke berbagai pameran dan event seperti KTM dan GCF ini,” ujar Agustiawan.

    Menurutnya, keikutsertaan tersebut juga menjadi momentum bagi UMKM untuk membangun jejaring, mengenalkan produk langsung kepada konsumen, sekaligus melihat peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.

    “Semangatnya, membawa UMKM binaan semakin percaya diri, semakin dikenal, dan siap naik kelas. Kami ingin produk-produk lokal memiliki kesempatan bertemu pasar lebih luas,” imbuhnya.

    Partisipasi Pertamina ini juga sejalan dengan semangat KTM dan GCF yang mengusung tema Connecting Business, Celebrating Culture, Promoting Tourism. Kolaborasi antara sektor usaha, budaya, dan pariwisata dinilai mampu menciptakan ekosistem yang saling menguatkan, termasuk bagi pelaku UMKM lokal.

    Bupati Kebumen, Lilis Nuryani yang membuka event ini menyampaikan KTM menjadi ruang strategis yang mempertemukan potensi wisata daerah dengan pelaku industri perjalanan dari berbagai daerah.

    “Lalu Gombong Culture Festival semakin memperkuat pesan bahwa pengembangan pariwisata perlu berjalan beriringan dengan pelestarian budaya lokal. Hal ini menjadi bagian dari kekuatan ekonomi daerah yang dapat dikembangkan bersama,” ungkapnya.

    Semangat tersebut semakin terasa ketika Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, berkesempatan mengunjungi booth mitra binaan Kilang Cilacap. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka sekaligus mendapatkan perhatian langsung dari pemerintah pusat.

    Ferry menegaskan komitmen pemerintah mendukung kemajuan ekonomi kerakyatan, termasuk penguatan koperasi dan UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat.

    Dengan langkah pendampingan yang berjalan beriringan dengan perluasan akses pemasaran, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap terus mendorong UMKM lokal tidak hanya tumbuh di lingkungan asal, tetapi juga mampu melangkah semakin jauh.

  • Di balik Lancarnya Operasional, Kilang Cilacap Kawal Harmoni Hubungan Industrial

    Di balik Lancarnya Operasional, Kilang Cilacap Kawal Harmoni Hubungan Industrial

    satyanusa, Cilacap – Di balik operasional kilang yang berjalan selama 24 jam, ada ribuan pekerja dengan beragam peran yang memastikan energi tetap mengalir untuk masyarakat. Menyadari bahwa keberlangsungan operasi juga ditentukan oleh hubungan kerja yang sehat dan terlindungi, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap memperkuat komitmen kepatuhan hukum ketenagakerjaan, termasuk dalam pengelolaan tenaga alih daya atau TAD.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop & Upskilling Kepatuhan Aspek Ketenagakerjaan pada Pengelolaan Alih Daya di Lingkungan Pertamina Group Tahun 2026 yang digelar selama dua hari, 18–19 Agustus 2026 di Astonn In Cilacap, sebagai ruang pemahaman regulasi sekaligus penguatan tata kelola dan pengawasan.

    Kegiatan ini diikuti pekerja Pertamina Group, pimpinan dan manajemen perusahaan alih daya, serta menghadirkan narasumber dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap, Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial dari Pengadilan Negeri Semarang, serta kalangan akademisi, praktisi hukum ketenagakerjaan dan HSSE.

    Pjs. Group Head of Operation & Manufacturing (GHOM) RU Cilacap, Erdyanto Perkasa menyampaikan penguatan kepatuhan menjadi semakin penting mengingat RU Cilacap merupakan rumah bagi sekitar 1.530 pekerja organik, 746 tenaga alih daya mandays, serta kurang lebih 4.000 personel kontraktor temporer.

    “Dengan skala operasional dan jumlah tenaga kerja yang besar, pengelolaan ketenagakerjaan dan alih daya yang tertib, terawasi, serta patuh terhadap ketentuan menjadi sangat penting untuk menjaga kelancaran operasi sekaligus hubungan industrial yang harmonis,” ujarnya.

    Sejalan dengan hal tersebut, Akademisi Hukum Ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ari Hernawan, yang membawakan materi ‘Membangun Fondasi Kepatuhan Regulasi yang Kuat dalam Pengelolaan Alih Daya dalam Mewujudkan Hubungan Industrial yang Produktif dan Berkelanjutan’, menekankan pentingnya kemampuan perusahaan beradaptasi terhadap dinamika regulasi ketenagakerjaan.

    “Fondasi kepatuhan yang kuat perlu dibangun melalui pemahaman regulasi yang utuh, penerapan yang konsisten, serta pengawasan yang efektif agar pengelolaan alih daya tidak hanya memenuhi aspek hukum, tetapi juga mampu mendukung hubungan industrial yang produktif dan berkelanjutan,” jelas Ari.

    Antusiasme peserta turut terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama para narasumber, dengan beragam pertanyaan seputar implementasi regulasi, pengawasan, hingga tantangan pengelolaan tenaga alih daya di lingkungan kerja.

    Dari perspektif mitra Perusahaan Alih Daya, Ruseno, menyebut forum tersebut relevan dengan kebutuhan di lapangan. “Workshop ini menjadi ruang bagi kami untuk meningkatkan pemahaman dan kualitas pengelolaan tenaga alih daya, sekaligus memperkuat koordinasi agar kepatuhan dan hubungan industrial yang harmonis dapat dijaga bersama,” ungkapnya.

    RU Cilacap secara berkelanjutan menyelaraskan praktik pengelolaan ketenagakerjaan dengan perkembangan regulasi, termasuk UU Cipta Kerja, PP 35/2021, PP 36/2021, serta ketentuan ketenagakerjaan terbaru yang relevan.

    Melalui perspektif regulator, praktisi peradilan hubungan industrial, akademisi, konsultan hukum, dan penyedia jasa, workshop ini diharapkan menghasilkan pemahaman yang semakin komprehensif sekaligus langkah perbaikan konkret dalam pengawasan, penanganan keluhan, dan pencegahan potensi perselisihan hubungan industrial.

    Bagi Kilang Cilacap, kepatuhan ketenagakerjaan bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi, tetapi menjadi bagian dari tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan bisnis dan keandalan operasi kilang.

    Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, RU Cilacap berkomitmen terus membangun ekosistem pengelolaan alih daya yang taat regulasi, transparan, dan bertanggung jawab guna mewujudkan hubungan industrial yang produktif, harmonis, dan berkelanjutan.

  • Dari Gas Suar Menjadi Energi, Inovasi Pekerja Kilang Cilacap Tekan Emisi Karbon

    Dari Gas Suar Menjadi Energi, Inovasi Pekerja Kilang Cilacap Tekan Emisi Karbon

    satyanusa, Cilacap – Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Kilang Cilacap, nyala api gas suar (flare) menjadi pemandangan yang sudah akrab. Namun, di balik nyala api yang kini semakin kecil, tersimpan ikhtiar besar para pekerja Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi energi.

    Melalui berbagai inovasi operasional, RU Cilacap berhasil mengoptimalkan pemanfaatan gas suar sehingga pembakaran (flaring) dapat ditekan secara signifikan.

    Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan energi, tetapi juga menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan dalam mendukung target dekarbonisasi nasional melalui pengurangan emisi gas rumah kaca.

    Manager Engineering & Development Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Andi Krishnanta Wijaya menjelaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil karya dan kolaborasi para pekerja Kilang Cilacap menghadirkan proses operasi yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan.

    “Optimalisasi pemanfaatan gas suar menjadi bukti keseriusan RU Cilacap dalam mendukung dekarbonisasi. Berbagai inovasi yang dikembangkan para pekerja mampu mengubah gas yang sebelumnya dibakar menjadi sumber energi yang dapat dimanfaatkan kembali dalam operasional kilang,” jelas Andi, Sabtu (1/8/2026).

    Ia menerangkan, RU Cilacap memiliki lima titik gas suar, masing-masing di Kilang I, Kilang II, Kilang Paraxylene Cilacap (KPC), Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), dan Kilang Langit Biru Cilacap (KLBC).

    “Saat ini, gas yang sebelumnya dilepas melalui flare telah dioptimalkan pemanfaatannya sebagai fuel gas di Kilang I dan Kilang II, serta melalui off gas recovery pada eks Unit KPC dan RFCC sebagai feed Unit Lube Oil Complex (LOC) III dan Sulphur Recovery Unit (SRU),” urai Andi.

    Optimalisasi tersebut memberikan manfaat nyata dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

    Pada aspek ekonomi, pemanfaatan tail gas berhasil menurunkan konsumsi fuel gas 025F-101 rata-rata sebesar 1.698 Nm³ per jam atau sekitar 26 ton fuel gas per hari. Efisiensi tersebut setara dengan penghematan biaya bahan bakar mencapai sekitar US$10.387 setiap hari.

    “Dari aspek sosial, nyala api gas suar yang semakin kecil juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di sekitar kawasan kilang karena aktivitas flaring menjadi jauh lebih minim dibanding sebelumnya,” imbuh Andi.

    Sementara dari sisi lingkungan, hingga Juni 2026 inovasi tersebut berhasil menekan emisi sebesar 7.286 ton CO₂ ekuivalen, atau setara dengan manfaat penyerapan karbon dari lebih dari 76 ribu pohon.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan, transformasi operasional kilang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja bisnis, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

    “Kami terus berupaya menjalankan operasional yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Khusus aspek sosial yang berhubungan dengan masyarakat, efisiensi operasional yang dihasilkan membuka ruang yang lebih besar bagi perusahaan untuk memperkuat kontribusi kepada masyarakat melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL),” kata Agustiawan.

    Ditambahkan Agus, penghematan yang diperoleh dapat mendukung keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan ekonomi lokal di sekitar wilayah operasi Kilang Cilacap.

    Keberhasilan optimalisasi pemanfaatan gas suar ini menjadi salah satu bukti bahwa inovasi dari para pekerja mampu menghadirkan perubahan nyata. Dari nyala api yang semakin redup, lahir efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, dan komitmen untuk menghadirkan operasional kilang yang semakin hijau demi masa depan yang lebih berkelanjutan.

  • Pertamina Fire Brigade RU Cilacap Bantu Proses Pemadaman Kebakaran Ruko di Jalan Tendean

    Pertamina Fire Brigade RU Cilacap Bantu Proses Pemadaman Kebakaran Ruko di Jalan Tendean

    satyanusa, Cilacap – Tim Pertamina Fire Brigade (PFB) Pertamina Patra Niaga RU Cilacap turut membantu proses pemadaman kebakaran yang melanda sebuah ruko bengkel motor di Jalan Tendean, Kelurahan Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Rabu malam (22/7/2026).

    Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.46 WIB, setelah seorang saksi melihat percikan api muncul dari bagian atap bangunan. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Emergency & Insurance dari fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) RU Cilacap segera mengerahkan personel Pertamina Fire Brigade (PFB) ke lokasi kejadian dengan pengawalan tim PKD Security.

    Pjs. Manager HSSE RU Cilacap, Aditya Liberty Prabowo mengatakan pihaknya bergerak cepat mengirimkan satu unit Fire Truck FT-41 beserta 7 personel dan perlengkapan pemadaman untuk mendukung upaya penanganan kebakaran.

    “Setelah menerima informasi kejadian, kami mengerahkan personel PFB beserta satu unit Fire Truck FT-41 lengkap dengan peralatan pemadaman. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan unsur terkait untuk membantu proses pemadaman hingga tahap cooling,” jelas Adi.

    Bersama tim pemadam kebakaran dari berbagai instansi, personel PFB berjibaku memadamkan kobaran api dan memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Tahapan cooling dinyatakan selesai sekitar pukul 00.10 WIB, menandai berakhirnya proses penanganan di lokasi.

    Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, menyampaikan tiga unit armada dari Pos Damkar Cilacap diterjunkan, didukung bantuan dari berbagai unsur, termasuk Pertamina, guna mempercepat proses pemadaman.

    “Kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam upaya ini, termasuk tim dari Pertamina Patra Niaga RU Cilacap,” ungkapnya.

    Dari pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, sedikitnya 16 unit sepeda motor beserta onderdil yang berada di dalam bengkel dilaporkan hangus terbakar.

    Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi. Menurutnya, keterlibatan Pertamina dalam penanganan kebakaran merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekaligus komitmen mendukung upaya tanggap darurat.

    “Semoga kejadian ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik,” imbuh Agustiawan.

    Keterlibatan PFB RU Cilacap menjadi bagian dari komitmen Pertamina untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat, dan unsur penanggulangan bencana dalam memberikan respons cepat terhadap situasi darurat, sekaligus mendukung keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

  • Hari Anak Nasional 2026, Relpi Pertamina RU Cilacap Dukung Pemenuhan Fasilitas Belajar Anak melalui Tebar 4.0

    Hari Anak Nasional 2026, Relpi Pertamina RU Cilacap Dukung Pemenuhan Fasilitas Belajar Anak melalui Tebar 4.0

    satyanusa, Cilacap – Dalam semangat Hari Anak Nasional 2026, Relawan Pertamina Peduli (Relpi) Pertamina Patra Niaga RU Cilacap kembali menunjukkan komitmen dukungan pemenuhan hak anak atas pendidikan yang layak.

    Hal ini dilakukan melalui penyaluran bantuan pendidikan senilai lebih dari Rp10 juta kepada siswa-siswi SD Negeri Bojong 03, Kecamatan Kawunganten, Rabu (22/7). Inisiatif kreatif bertajuk Tanam Energi Barokah (Tebar) 4.0 kal i ini mendapat dukungan penuh dari fungsi Production II RU Cilacap.

    Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, didukung fasilitas memadai bagi seluruh anak Indonesia.

    Pada kesempatan ini, relawan muda Pertamina hadir membantu memenuhi kebutuhan sarana penunjang pembelajaran, sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih optimal dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita.

    Program ini merupakan tindak lanjut dari kreatifitas Relpi yang mengajak pekerja beserta keluarga besar Pertamina berdonasi kebutuhan sekolah. Donasi yang terkumpul kemudian disalurkan kepada masyarakat, termaduk di bidang pendidikan.

    Koordinator Program Tebar 4.0, Farras Khibban, menjelaskan pada penyaluran tahap kedua ini Relpi menyerahkan berbagai bantuan berupa whiteboard, printer, tempat sampah, dan paket alat tulis sekolah dengan total nilai lebih dari Rp10 juta. Bantuan tersebut sebagai hasil penggalangan donasi periode 16 Juni–10 Juli 2026.

    “Ini adalah wujud kepedulian relawan dan keluarga besar Pertamina pada dunia pendidikan. Semoga semakin menguatkan semangat mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh fasilitas belajar memadai yang selaras tumbuh kembang mereka,” ujar Farras.

    Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Cilacap Agustiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang terus menunjukkan komitmen dalam aksi-aksi sosial. Program ini disebutnya menjadi salah satu unggulan Relpi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Salut untuk relawan muda Relpi yang konsisten menghadirkan program sosial bagi masyarakat. Bertepatan Hari Anak Nasional, bantuan ini berkontribusi pada terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pihak,” ungkap Agustiawan yang juga Pembina Relpi Cilacap.

    Kehadiran Relpi disambut hangat oleh Kepala SD Negeri Bojong 03, Sujatmoko, yang menyampaikan apresiasi atas dipilihnya sekolah tersebut sebagai penerima manfaat. “Bantuan ini sangat berarti dan bermanfaat untuk menunjang kebutuhan belajar anak-anak. Semoga kebaikan seluruh donatur mendapatkan balasan berlimpah,” tutur Sujatmoko.

    Melalui Tebar 4.0, Relpi RU Cilacap memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian, sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional demi memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik untuk tumbuh dan berkembang.

    Cilacap, 23 Juli 2026 – Dalam semangat Hari Anak Nasional 2026, Relawan Pertamina Peduli (Relpi) Pertamina Patra Niaga RU Cilacap kembali menunjukkan komitmen dukungan pemenuhan hak anak atas pendidikan yang layak.

    Hal ini dilakukan melalui penyaluran bantuan pendidikan senilai lebih dari Rp10 juta kepada siswa-siswi SD Negeri Bojong 03, Kecamatan Kawunganten, Rabu (22/7). Inisiatif kreatif bertajuk Tanam Energi Barokah (Tebar) 4.0 kal i ini mendapat dukungan penuh dari fungsi Production II RU Cilacap.

    Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, didukung fasilitas memadai bagi seluruh anak Indonesia.

    Pada kesempatan ini, relawan muda Pertamina hadir membantu memenuhi kebutuhan sarana penunjang pembelajaran, sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih optimal dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita.

    Program ini merupakan tindak lanjut dari kreatifitas Relpi yang mengajak pekerja beserta keluarga besar Pertamina berdonasi kebutuhan sekolah. Donasi yang terkumpul kemudian disalurkan kepada masyarakat, termaduk di bidang pendidikan.

    Koordinator Program Tebar 4.0, Farras Khibban, menjelaskan pada penyaluran tahap kedua ini Relpi menyerahkan berbagai bantuan berupa whiteboard, printer, tempat sampah, dan paket alat tulis sekolah dengan total nilai lebih dari Rp10 juta. Bantuan tersebut sebagai hasil penggalangan donasi periode 16 Juni–10 Juli 2026.

    “Ini adalah wujud kepedulian relawan dan keluarga besar Pertamina pada dunia pendidikan. Semoga semakin menguatkan semangat mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh fasilitas belajar memadai yang selaras tumbuh kembang mereka,” ujar Farras.

    Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Cilacap Agustiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang terus menunjukkan komitmen dalam aksi-aksi sosial. Program ini disebutnya menjadi salah satu unggulan Relpi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Salut untuk relawan muda Relpi yang konsisten menghadirkan program sosial bagi masyarakat. Bertepatan Hari Anak Nasional, bantuan ini berkontribusi pada terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pihak,” ungkap Agustiawan yang juga Pembina Relpi Cilacap.

    Kehadiran Relpi disambut hangat oleh Kepala SD Negeri Bojong 03, Sujatmoko, yang menyampaikan apresiasi atas dipilihnya sekolah tersebut sebagai penerima manfaat. “Bantuan ini sangat berarti dan bermanfaat untuk menunjang kebutuhan belajar anak-anak. Semoga kebaikan seluruh donatur mendapatkan balasan berlimpah,” tutur Sujatmoko.

    Melalui Tebar 4.0, Relpi RU Cilacap memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian, sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional demi memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik untuk tumbuh dan berkembang.

  • Pertamina Kilang Cilacap Kawal Legalitas UMKM Tani

    Pertamina Kilang Cilacap Kawal Legalitas UMKM Tani


    satyanusa, Cilacap – Banyak produk hasil pertanian dan olahan masyarakat memiliki kualitas yang baik, namun belum mampu menembus pasar yang lebih luas karena terkendala legalitas usaha dan produk. Padahal, kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), hingga sertifikat halal menjadi kunci penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih besar

    Melihat tantangan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap melalui Program Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) menggelar pelatihan legalitas usaha dan pengembangan kemasan bagi kelompok binaan di Desa Kalijaran.

    Kegiatan ini menghadirkan Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas UMKM, Hakim dan turut melibatkan Kelompok Mintih Mulia, Gapoktan Margo Sugih, KWT Mekar Jaya Lestari, KWT Tandur Makmur, serta Poklahsan Panikel Sidat Mania.

    Dalam pelatihan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha berupa NIB, PIRT, dan sertifikasi halal sebagai fondasi untuk meningkatkan daya saing produk. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai desain kemasan yang menarik sebagai identitas produk dan strategi branding agar produk memiliki nilai tambah di tengah persaingan pasar.

    Tidak hanya menerima materi, seluruh kelompok juga didampingi secara langsung dalam proses pengisian formulir pengajuan NIB, PIRT, dan sertifikasi halal. Setiap kelompok menggunakan satu alamat surat elektronik sebagai media komunikasi resmi untuk mempermudah proses administrasi, pemantauan perkembangan legalitas, hingga tindak lanjut pengajuan dokumen.

    Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Agustiawan, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan usaha yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

    “Program MAPAN tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga memastikan kelompok binaan memiliki legalitas usaha yang menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar, meningkatkan nilai ekonomi produk, serta menciptakan kemandirian masyarakat. Melalui program CSR, kami ingin menghadirkan pemberdayaan yang memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi pelaku usaha di sekitar wilayah operasi perusahaan,” ujarnya.

    Sementara itu, Konsultan PLUT Dinas UMKM, Hakim menjelaskan bahwa legalitas usaha merupakan investasi jangka panjang bagi pelaku UMKM. “Legalitas seperti NIB, PIRT, dan sertifikat halal bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi bentuk perlindungan usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. Didukung kemasan yang baik, produk masyarakat akan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar modern maupun memperluas jaringan pemasaran,” jelasnya.

    Salah satu peserta pelatihan, Rohmah Noviana, mengaku kegiatan ini memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat bagi kelompoknya. “Selama ini kami fokus pada produksi, tetapi belum memahami pentingnya legalitas dan kemasan. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami lebih percaya diri untuk mengurus perizinan usaha sehingga produk kami dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

    Program MAPAN menjadi wujud kontribusi CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap dalam mendukung Asta Cita melalui penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan UMKM. Kegiatan ini juga berdasar pada komitmen Kilang Cilacap dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s), salah satunya pada tujuan delapan tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta tujuan ke dua belas tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

  • Pertamina Berkah, RU Cilacap Hadirkan Kepedulian & Harapan bagi Anak Yatim dan Duafa

    Pertamina Berkah, RU Cilacap Hadirkan Kepedulian & Harapan bagi Anak Yatim dan Duafa

    satyanusa, Cilacap – Hadirnya bulan Muharram 1448 Hijriah, menjadi tambahan energi dan semangat bagi Pertamina Patra Niaga RU Cilacap untuk terus berbagi. Seperti pada Jumat sore (19/6/2026), suasana hangat terlihat di Rumah Yatim dan Dhuafa Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Jl. Sulawesi, Cilacap.

    Senyum anak-anak yatim, piatu, dan duafa menyambut kehadiran jajaran Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap dalam kegiatan Santunan dan Doa Bersama dalam program Pertamina Berkah.

    Bagi mereka, perhatian dan kebersamaan yang hadir sore itu menjadi hadiah yang tak ternilai. Bukan semata tentang santunan yang diterima, tetapi juga tentang perasaan dicintai, diperhatikan, dan diyakinkan bahwa mereka tidak berjalan sendiri menghadapi kehidupan.

    Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan kepada anak-anak yatim, piatu, dan duafa di sekitar wilayah operasional, terlebih di momentum Muharram yang dikenal sebagai bulan penuh kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, menuturkan kehadiran Pertamina dalam momentum Jumat Berkah ini merupakan bentuk konsistensi perusahaan untuk terus berbagi dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

    “Di antara tugas utama menyediakan energi terbaik untuk negeri, Pertamina juga memiliki tanggung jawab moral terhadap lingkungan sekitar. Kami ingin turut menguatkan anak-anak yatim, piatu, dan duafa agar terus berdaya, salah satunya melalui kegiatan santunan dan doa bersama ini,” ujarnya.

    Menurutnya, keberadaan perusahaan tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan operasional, tetapi juga dari sejauh mana mampu menghadirkan kepedulian dan menumbuhkan harapan di tengah masyarakat.

    Sementara itu, Manager Rumah Yatim dan Duafa LAZ Cilacap, Dwi Yanuar Aristiyanto, mengapresiasi kehadiran Pertamina yang senantiasa menyalurkan kepedulian dan mendukung operasional Rumah Yatim dan Duafa LAZ Cilacap.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan Pertamina. Insya Allah, kami dan anak-anak di sini senantiasa mendoakan agar Pertamina diberikan kemudahan, keselamatan, dan keberkahan dalam menjalankan operasionalnya,” ungkapnya.

    Di penghujung kegiatan, doa-doa dipanjatkan bersama. Di antara tangan-tangan kecil yang terangkat ke langit, tersimpan harapan agar kebaikan yang dibagikan sore itu menjadi keberkahan bagi semua.

    Sebab, di bulan Muharram, setiap kepedulian yang diberikan bukan hanya meringankan beban sesama, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kehadiran dan perhatian adalah energi yang mampu menguatkan hati serta menumbuhkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

  • Kilang Cilacap Borong 2 Platinum, 3 Gold dan Raih 2 Penghargaan Category Award pada APQA 2026

    Kilang Cilacap Borong 2 Platinum, 3 Gold dan Raih 2 Penghargaan Category Award pada APQA 2026

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Annual Pertamina Quality Awards (APQA) 2026 dengan membawa pulang 2 penghargaan Platinum dan 3 penghargaan Gold.

    Tak hanya itu, Kilang Cilacap juga meraih dua penghargaan Category Award diantaranya Peringkat 3 Best Value Creation Achievement serta dinobatkan sebagai Pemenang Sustainability Excellence for Operational Unit Cluster Refinery.

    Penganugerahan penghargaan tersebut dilaksanakan di Grha Pertamina, Jakarta, pada Senin (15/6/2026), sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi dan implementasi budaya perbaikan berkelanjutan yang dilakukan oleh seluruh unit kerja di lingkungan Pertamina Group.

    Dua gugus peraih Platinum adalah PCP Karya Bakti melalui inovasi “Meningkatkan Added Value PT Pertamina (Persero) melalui Sinergi Pertamina Group Memproduksi Pertasolven dengan Bahan Baku Kerosolv” serta PCP Refuel dengan inovasi “Mewujudkan Transisi Energi Sektor Aviasi menuju Net Zero Emission melalui Produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) dari Minyak Jelantah”.

    Sementara itu, tiga penghargaan Gold diraih oleh PCP AO Plus dengan inovasi “Optimasi Produk Gasoline pada Parameter Oxydation Stability melalui Metode Isomax (Isomerate Substitution Antioxidant for Stability Maximization)”, PCP Riser dengan inovasi “Meningkatkan Yield Valuable Products dan Menjaga Stabilisasi Kondisi Operasi Kilang RFCC melalui Sistem Automasi Process Control Berbasis Predictive Modelling”, PCP Smart+ dengan inovasi “Meningkatkan Security Level Compliance dengan Program Penerapan Standar Cybersecurity IEC-62443 pada Peralatan IACS (Industrial Automation Control System) dan DCS Improvement Program di IT/OT Infrastructure”.

    Selain keberhasilan lima gugus tersebut, Kilang Cilacap juga memperoleh pengakuan atas dampak nyata inovasi yang dihasilkan melalui raihan penghargaan Peringkat 3 Best Value Creation Achievement.

    Prestasi ini semakin lengkap dengan penghargaan Sustainability Excellence for Operational Unit Cluster Refinery, yang menegaskan komitmen Kilang Cilacap dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam operasional dan pengembangan bisnis perusahaan.

    Executive General Manager Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Hermawan Budiantoro, menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa yang diraih para Perwira Kilang Cilacap melalui ajang APQA 2026.

    “Pencapaian ini merupakan bukti nyata komitmen, konsistensi, dan semangat inovasi Perwira RU Cilacap dalam menghadirkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung agenda transisi energi dan keberlanjutan. Kami mengapresiasi seluruh tim yang telah bekerja keras menghasilkan inovasi terbaik yang berdampak nyata bagi operasional maupun bisnis perusahaan,” ujar Hermawan.

    Menurutnya, penghargaan yang diraih tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kilang Cilacap, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus memperkuat budaya inovasi dan perbaikan berkelanjutan di seluruh lini kerja.

    Keberhasilan pada APQA 2026 ini semakin menegaskan posisi Kilang Cilacap sebagai salah satu unit operasi strategis Pertamina yang terus mendorong lahirnya inovasi bernilai tinggi, mendukung ketahanan energi nasional, serta berkontribusi pada pencapaian target keberlanjutan perusahaan.