Tag: kilangcilacap

  • Di balik Lancarnya Operasional, Kilang Cilacap Kawal Harmoni Hubungan Industrial

    Di balik Lancarnya Operasional, Kilang Cilacap Kawal Harmoni Hubungan Industrial

    satyanusa, Cilacap – Di balik operasional kilang yang berjalan selama 24 jam, ada ribuan pekerja dengan beragam peran yang memastikan energi tetap mengalir untuk masyarakat. Menyadari bahwa keberlangsungan operasi juga ditentukan oleh hubungan kerja yang sehat dan terlindungi, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap memperkuat komitmen kepatuhan hukum ketenagakerjaan, termasuk dalam pengelolaan tenaga alih daya atau TAD.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop & Upskilling Kepatuhan Aspek Ketenagakerjaan pada Pengelolaan Alih Daya di Lingkungan Pertamina Group Tahun 2026 yang digelar selama dua hari, 18–19 Agustus 2026 di Astonn In Cilacap, sebagai ruang pemahaman regulasi sekaligus penguatan tata kelola dan pengawasan.

    Kegiatan ini diikuti pekerja Pertamina Group, pimpinan dan manajemen perusahaan alih daya, serta menghadirkan narasumber dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap, Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial dari Pengadilan Negeri Semarang, serta kalangan akademisi, praktisi hukum ketenagakerjaan dan HSSE.

    Pjs. Group Head of Operation & Manufacturing (GHOM) RU Cilacap, Erdyanto Perkasa menyampaikan penguatan kepatuhan menjadi semakin penting mengingat RU Cilacap merupakan rumah bagi sekitar 1.530 pekerja organik, 746 tenaga alih daya mandays, serta kurang lebih 4.000 personel kontraktor temporer.

    “Dengan skala operasional dan jumlah tenaga kerja yang besar, pengelolaan ketenagakerjaan dan alih daya yang tertib, terawasi, serta patuh terhadap ketentuan menjadi sangat penting untuk menjaga kelancaran operasi sekaligus hubungan industrial yang harmonis,” ujarnya.

    Sejalan dengan hal tersebut, Akademisi Hukum Ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ari Hernawan, yang membawakan materi ‘Membangun Fondasi Kepatuhan Regulasi yang Kuat dalam Pengelolaan Alih Daya dalam Mewujudkan Hubungan Industrial yang Produktif dan Berkelanjutan’, menekankan pentingnya kemampuan perusahaan beradaptasi terhadap dinamika regulasi ketenagakerjaan.

    “Fondasi kepatuhan yang kuat perlu dibangun melalui pemahaman regulasi yang utuh, penerapan yang konsisten, serta pengawasan yang efektif agar pengelolaan alih daya tidak hanya memenuhi aspek hukum, tetapi juga mampu mendukung hubungan industrial yang produktif dan berkelanjutan,” jelas Ari.

    Antusiasme peserta turut terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama para narasumber, dengan beragam pertanyaan seputar implementasi regulasi, pengawasan, hingga tantangan pengelolaan tenaga alih daya di lingkungan kerja.

    Dari perspektif mitra Perusahaan Alih Daya, Ruseno, menyebut forum tersebut relevan dengan kebutuhan di lapangan. “Workshop ini menjadi ruang bagi kami untuk meningkatkan pemahaman dan kualitas pengelolaan tenaga alih daya, sekaligus memperkuat koordinasi agar kepatuhan dan hubungan industrial yang harmonis dapat dijaga bersama,” ungkapnya.

    RU Cilacap secara berkelanjutan menyelaraskan praktik pengelolaan ketenagakerjaan dengan perkembangan regulasi, termasuk UU Cipta Kerja, PP 35/2021, PP 36/2021, serta ketentuan ketenagakerjaan terbaru yang relevan.

    Melalui perspektif regulator, praktisi peradilan hubungan industrial, akademisi, konsultan hukum, dan penyedia jasa, workshop ini diharapkan menghasilkan pemahaman yang semakin komprehensif sekaligus langkah perbaikan konkret dalam pengawasan, penanganan keluhan, dan pencegahan potensi perselisihan hubungan industrial.

    Bagi Kilang Cilacap, kepatuhan ketenagakerjaan bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi, tetapi menjadi bagian dari tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan bisnis dan keandalan operasi kilang.

    Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, RU Cilacap berkomitmen terus membangun ekosistem pengelolaan alih daya yang taat regulasi, transparan, dan bertanggung jawab guna mewujudkan hubungan industrial yang produktif, harmonis, dan berkelanjutan.

  • Dari Gas Suar Menjadi Energi, Inovasi Pekerja Kilang Cilacap Tekan Emisi Karbon

    Dari Gas Suar Menjadi Energi, Inovasi Pekerja Kilang Cilacap Tekan Emisi Karbon

    satyanusa, Cilacap – Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Kilang Cilacap, nyala api gas suar (flare) menjadi pemandangan yang sudah akrab. Namun, di balik nyala api yang kini semakin kecil, tersimpan ikhtiar besar para pekerja Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi energi.

    Melalui berbagai inovasi operasional, RU Cilacap berhasil mengoptimalkan pemanfaatan gas suar sehingga pembakaran (flaring) dapat ditekan secara signifikan.

    Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan energi, tetapi juga menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan dalam mendukung target dekarbonisasi nasional melalui pengurangan emisi gas rumah kaca.

    Manager Engineering & Development Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Andi Krishnanta Wijaya menjelaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil karya dan kolaborasi para pekerja Kilang Cilacap menghadirkan proses operasi yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan.

    “Optimalisasi pemanfaatan gas suar menjadi bukti keseriusan RU Cilacap dalam mendukung dekarbonisasi. Berbagai inovasi yang dikembangkan para pekerja mampu mengubah gas yang sebelumnya dibakar menjadi sumber energi yang dapat dimanfaatkan kembali dalam operasional kilang,” jelas Andi, Sabtu (1/8/2026).

    Ia menerangkan, RU Cilacap memiliki lima titik gas suar, masing-masing di Kilang I, Kilang II, Kilang Paraxylene Cilacap (KPC), Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), dan Kilang Langit Biru Cilacap (KLBC).

    “Saat ini, gas yang sebelumnya dilepas melalui flare telah dioptimalkan pemanfaatannya sebagai fuel gas di Kilang I dan Kilang II, serta melalui off gas recovery pada eks Unit KPC dan RFCC sebagai feed Unit Lube Oil Complex (LOC) III dan Sulphur Recovery Unit (SRU),” urai Andi.

    Optimalisasi tersebut memberikan manfaat nyata dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

    Pada aspek ekonomi, pemanfaatan tail gas berhasil menurunkan konsumsi fuel gas 025F-101 rata-rata sebesar 1.698 Nm³ per jam atau sekitar 26 ton fuel gas per hari. Efisiensi tersebut setara dengan penghematan biaya bahan bakar mencapai sekitar US$10.387 setiap hari.

    “Dari aspek sosial, nyala api gas suar yang semakin kecil juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di sekitar kawasan kilang karena aktivitas flaring menjadi jauh lebih minim dibanding sebelumnya,” imbuh Andi.

    Sementara dari sisi lingkungan, hingga Juni 2026 inovasi tersebut berhasil menekan emisi sebesar 7.286 ton CO₂ ekuivalen, atau setara dengan manfaat penyerapan karbon dari lebih dari 76 ribu pohon.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan, transformasi operasional kilang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja bisnis, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

    “Kami terus berupaya menjalankan operasional yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Khusus aspek sosial yang berhubungan dengan masyarakat, efisiensi operasional yang dihasilkan membuka ruang yang lebih besar bagi perusahaan untuk memperkuat kontribusi kepada masyarakat melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL),” kata Agustiawan.

    Ditambahkan Agus, penghematan yang diperoleh dapat mendukung keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan ekonomi lokal di sekitar wilayah operasi Kilang Cilacap.

    Keberhasilan optimalisasi pemanfaatan gas suar ini menjadi salah satu bukti bahwa inovasi dari para pekerja mampu menghadirkan perubahan nyata. Dari nyala api yang semakin redup, lahir efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, dan komitmen untuk menghadirkan operasional kilang yang semakin hijau demi masa depan yang lebih berkelanjutan.

  • Pertamina Fire Brigade RU Cilacap Bantu Proses Pemadaman Kebakaran Ruko di Jalan Tendean

    Pertamina Fire Brigade RU Cilacap Bantu Proses Pemadaman Kebakaran Ruko di Jalan Tendean

    satyanusa, Cilacap – Tim Pertamina Fire Brigade (PFB) Pertamina Patra Niaga RU Cilacap turut membantu proses pemadaman kebakaran yang melanda sebuah ruko bengkel motor di Jalan Tendean, Kelurahan Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Rabu malam (22/7/2026).

    Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.46 WIB, setelah seorang saksi melihat percikan api muncul dari bagian atap bangunan. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Emergency & Insurance dari fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) RU Cilacap segera mengerahkan personel Pertamina Fire Brigade (PFB) ke lokasi kejadian dengan pengawalan tim PKD Security.

    Pjs. Manager HSSE RU Cilacap, Aditya Liberty Prabowo mengatakan pihaknya bergerak cepat mengirimkan satu unit Fire Truck FT-41 beserta 7 personel dan perlengkapan pemadaman untuk mendukung upaya penanganan kebakaran.

    “Setelah menerima informasi kejadian, kami mengerahkan personel PFB beserta satu unit Fire Truck FT-41 lengkap dengan peralatan pemadaman. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan unsur terkait untuk membantu proses pemadaman hingga tahap cooling,” jelas Adi.

    Bersama tim pemadam kebakaran dari berbagai instansi, personel PFB berjibaku memadamkan kobaran api dan memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Tahapan cooling dinyatakan selesai sekitar pukul 00.10 WIB, menandai berakhirnya proses penanganan di lokasi.

    Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, menyampaikan tiga unit armada dari Pos Damkar Cilacap diterjunkan, didukung bantuan dari berbagai unsur, termasuk Pertamina, guna mempercepat proses pemadaman.

    “Kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam upaya ini, termasuk tim dari Pertamina Patra Niaga RU Cilacap,” ungkapnya.

    Dari pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, sedikitnya 16 unit sepeda motor beserta onderdil yang berada di dalam bengkel dilaporkan hangus terbakar.

    Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi. Menurutnya, keterlibatan Pertamina dalam penanganan kebakaran merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekaligus komitmen mendukung upaya tanggap darurat.

    “Semoga kejadian ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik,” imbuh Agustiawan.

    Keterlibatan PFB RU Cilacap menjadi bagian dari komitmen Pertamina untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat, dan unsur penanggulangan bencana dalam memberikan respons cepat terhadap situasi darurat, sekaligus mendukung keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

  • Hari Anak Nasional 2026, Relpi Pertamina RU Cilacap Dukung Pemenuhan Fasilitas Belajar Anak melalui Tebar 4.0

    Hari Anak Nasional 2026, Relpi Pertamina RU Cilacap Dukung Pemenuhan Fasilitas Belajar Anak melalui Tebar 4.0

    satyanusa, Cilacap – Dalam semangat Hari Anak Nasional 2026, Relawan Pertamina Peduli (Relpi) Pertamina Patra Niaga RU Cilacap kembali menunjukkan komitmen dukungan pemenuhan hak anak atas pendidikan yang layak.

    Hal ini dilakukan melalui penyaluran bantuan pendidikan senilai lebih dari Rp10 juta kepada siswa-siswi SD Negeri Bojong 03, Kecamatan Kawunganten, Rabu (22/7). Inisiatif kreatif bertajuk Tanam Energi Barokah (Tebar) 4.0 kal i ini mendapat dukungan penuh dari fungsi Production II RU Cilacap.

    Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, didukung fasilitas memadai bagi seluruh anak Indonesia.

    Pada kesempatan ini, relawan muda Pertamina hadir membantu memenuhi kebutuhan sarana penunjang pembelajaran, sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih optimal dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita.

    Program ini merupakan tindak lanjut dari kreatifitas Relpi yang mengajak pekerja beserta keluarga besar Pertamina berdonasi kebutuhan sekolah. Donasi yang terkumpul kemudian disalurkan kepada masyarakat, termaduk di bidang pendidikan.

    Koordinator Program Tebar 4.0, Farras Khibban, menjelaskan pada penyaluran tahap kedua ini Relpi menyerahkan berbagai bantuan berupa whiteboard, printer, tempat sampah, dan paket alat tulis sekolah dengan total nilai lebih dari Rp10 juta. Bantuan tersebut sebagai hasil penggalangan donasi periode 16 Juni–10 Juli 2026.

    “Ini adalah wujud kepedulian relawan dan keluarga besar Pertamina pada dunia pendidikan. Semoga semakin menguatkan semangat mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh fasilitas belajar memadai yang selaras tumbuh kembang mereka,” ujar Farras.

    Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Cilacap Agustiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang terus menunjukkan komitmen dalam aksi-aksi sosial. Program ini disebutnya menjadi salah satu unggulan Relpi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Salut untuk relawan muda Relpi yang konsisten menghadirkan program sosial bagi masyarakat. Bertepatan Hari Anak Nasional, bantuan ini berkontribusi pada terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pihak,” ungkap Agustiawan yang juga Pembina Relpi Cilacap.

    Kehadiran Relpi disambut hangat oleh Kepala SD Negeri Bojong 03, Sujatmoko, yang menyampaikan apresiasi atas dipilihnya sekolah tersebut sebagai penerima manfaat. “Bantuan ini sangat berarti dan bermanfaat untuk menunjang kebutuhan belajar anak-anak. Semoga kebaikan seluruh donatur mendapatkan balasan berlimpah,” tutur Sujatmoko.

    Melalui Tebar 4.0, Relpi RU Cilacap memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian, sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional demi memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik untuk tumbuh dan berkembang.

    Cilacap, 23 Juli 2026 – Dalam semangat Hari Anak Nasional 2026, Relawan Pertamina Peduli (Relpi) Pertamina Patra Niaga RU Cilacap kembali menunjukkan komitmen dukungan pemenuhan hak anak atas pendidikan yang layak.

    Hal ini dilakukan melalui penyaluran bantuan pendidikan senilai lebih dari Rp10 juta kepada siswa-siswi SD Negeri Bojong 03, Kecamatan Kawunganten, Rabu (22/7). Inisiatif kreatif bertajuk Tanam Energi Barokah (Tebar) 4.0 kal i ini mendapat dukungan penuh dari fungsi Production II RU Cilacap.

    Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, didukung fasilitas memadai bagi seluruh anak Indonesia.

    Pada kesempatan ini, relawan muda Pertamina hadir membantu memenuhi kebutuhan sarana penunjang pembelajaran, sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih optimal dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita.

    Program ini merupakan tindak lanjut dari kreatifitas Relpi yang mengajak pekerja beserta keluarga besar Pertamina berdonasi kebutuhan sekolah. Donasi yang terkumpul kemudian disalurkan kepada masyarakat, termaduk di bidang pendidikan.

    Koordinator Program Tebar 4.0, Farras Khibban, menjelaskan pada penyaluran tahap kedua ini Relpi menyerahkan berbagai bantuan berupa whiteboard, printer, tempat sampah, dan paket alat tulis sekolah dengan total nilai lebih dari Rp10 juta. Bantuan tersebut sebagai hasil penggalangan donasi periode 16 Juni–10 Juli 2026.

    “Ini adalah wujud kepedulian relawan dan keluarga besar Pertamina pada dunia pendidikan. Semoga semakin menguatkan semangat mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh fasilitas belajar memadai yang selaras tumbuh kembang mereka,” ujar Farras.

    Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Cilacap Agustiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang terus menunjukkan komitmen dalam aksi-aksi sosial. Program ini disebutnya menjadi salah satu unggulan Relpi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Salut untuk relawan muda Relpi yang konsisten menghadirkan program sosial bagi masyarakat. Bertepatan Hari Anak Nasional, bantuan ini berkontribusi pada terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pihak,” ungkap Agustiawan yang juga Pembina Relpi Cilacap.

    Kehadiran Relpi disambut hangat oleh Kepala SD Negeri Bojong 03, Sujatmoko, yang menyampaikan apresiasi atas dipilihnya sekolah tersebut sebagai penerima manfaat. “Bantuan ini sangat berarti dan bermanfaat untuk menunjang kebutuhan belajar anak-anak. Semoga kebaikan seluruh donatur mendapatkan balasan berlimpah,” tutur Sujatmoko.

    Melalui Tebar 4.0, Relpi RU Cilacap memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian, sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional demi memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik untuk tumbuh dan berkembang.

  • Pertamina Kilang Cilacap Kawal Legalitas UMKM Tani

    Pertamina Kilang Cilacap Kawal Legalitas UMKM Tani


    satyanusa, Cilacap – Banyak produk hasil pertanian dan olahan masyarakat memiliki kualitas yang baik, namun belum mampu menembus pasar yang lebih luas karena terkendala legalitas usaha dan produk. Padahal, kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), hingga sertifikat halal menjadi kunci penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih besar

    Melihat tantangan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap melalui Program Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) menggelar pelatihan legalitas usaha dan pengembangan kemasan bagi kelompok binaan di Desa Kalijaran.

    Kegiatan ini menghadirkan Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas UMKM, Hakim dan turut melibatkan Kelompok Mintih Mulia, Gapoktan Margo Sugih, KWT Mekar Jaya Lestari, KWT Tandur Makmur, serta Poklahsan Panikel Sidat Mania.

    Dalam pelatihan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha berupa NIB, PIRT, dan sertifikasi halal sebagai fondasi untuk meningkatkan daya saing produk. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai desain kemasan yang menarik sebagai identitas produk dan strategi branding agar produk memiliki nilai tambah di tengah persaingan pasar.

    Tidak hanya menerima materi, seluruh kelompok juga didampingi secara langsung dalam proses pengisian formulir pengajuan NIB, PIRT, dan sertifikasi halal. Setiap kelompok menggunakan satu alamat surat elektronik sebagai media komunikasi resmi untuk mempermudah proses administrasi, pemantauan perkembangan legalitas, hingga tindak lanjut pengajuan dokumen.

    Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Agustiawan, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan usaha yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

    “Program MAPAN tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga memastikan kelompok binaan memiliki legalitas usaha yang menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar, meningkatkan nilai ekonomi produk, serta menciptakan kemandirian masyarakat. Melalui program CSR, kami ingin menghadirkan pemberdayaan yang memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi pelaku usaha di sekitar wilayah operasi perusahaan,” ujarnya.

    Sementara itu, Konsultan PLUT Dinas UMKM, Hakim menjelaskan bahwa legalitas usaha merupakan investasi jangka panjang bagi pelaku UMKM. “Legalitas seperti NIB, PIRT, dan sertifikat halal bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi bentuk perlindungan usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. Didukung kemasan yang baik, produk masyarakat akan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar modern maupun memperluas jaringan pemasaran,” jelasnya.

    Salah satu peserta pelatihan, Rohmah Noviana, mengaku kegiatan ini memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat bagi kelompoknya. “Selama ini kami fokus pada produksi, tetapi belum memahami pentingnya legalitas dan kemasan. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami lebih percaya diri untuk mengurus perizinan usaha sehingga produk kami dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

    Program MAPAN menjadi wujud kontribusi CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap dalam mendukung Asta Cita melalui penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan UMKM. Kegiatan ini juga berdasar pada komitmen Kilang Cilacap dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s), salah satunya pada tujuan delapan tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta tujuan ke dua belas tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

  • Pertamina Berkah, RU Cilacap Hadirkan Kepedulian & Harapan bagi Anak Yatim dan Duafa

    Pertamina Berkah, RU Cilacap Hadirkan Kepedulian & Harapan bagi Anak Yatim dan Duafa

    satyanusa, Cilacap – Hadirnya bulan Muharram 1448 Hijriah, menjadi tambahan energi dan semangat bagi Pertamina Patra Niaga RU Cilacap untuk terus berbagi. Seperti pada Jumat sore (19/6/2026), suasana hangat terlihat di Rumah Yatim dan Dhuafa Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Jl. Sulawesi, Cilacap.

    Senyum anak-anak yatim, piatu, dan duafa menyambut kehadiran jajaran Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap dalam kegiatan Santunan dan Doa Bersama dalam program Pertamina Berkah.

    Bagi mereka, perhatian dan kebersamaan yang hadir sore itu menjadi hadiah yang tak ternilai. Bukan semata tentang santunan yang diterima, tetapi juga tentang perasaan dicintai, diperhatikan, dan diyakinkan bahwa mereka tidak berjalan sendiri menghadapi kehidupan.

    Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian perusahaan kepada anak-anak yatim, piatu, dan duafa di sekitar wilayah operasional, terlebih di momentum Muharram yang dikenal sebagai bulan penuh kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, menuturkan kehadiran Pertamina dalam momentum Jumat Berkah ini merupakan bentuk konsistensi perusahaan untuk terus berbagi dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

    “Di antara tugas utama menyediakan energi terbaik untuk negeri, Pertamina juga memiliki tanggung jawab moral terhadap lingkungan sekitar. Kami ingin turut menguatkan anak-anak yatim, piatu, dan duafa agar terus berdaya, salah satunya melalui kegiatan santunan dan doa bersama ini,” ujarnya.

    Menurutnya, keberadaan perusahaan tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan operasional, tetapi juga dari sejauh mana mampu menghadirkan kepedulian dan menumbuhkan harapan di tengah masyarakat.

    Sementara itu, Manager Rumah Yatim dan Duafa LAZ Cilacap, Dwi Yanuar Aristiyanto, mengapresiasi kehadiran Pertamina yang senantiasa menyalurkan kepedulian dan mendukung operasional Rumah Yatim dan Duafa LAZ Cilacap.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan Pertamina. Insya Allah, kami dan anak-anak di sini senantiasa mendoakan agar Pertamina diberikan kemudahan, keselamatan, dan keberkahan dalam menjalankan operasionalnya,” ungkapnya.

    Di penghujung kegiatan, doa-doa dipanjatkan bersama. Di antara tangan-tangan kecil yang terangkat ke langit, tersimpan harapan agar kebaikan yang dibagikan sore itu menjadi keberkahan bagi semua.

    Sebab, di bulan Muharram, setiap kepedulian yang diberikan bukan hanya meringankan beban sesama, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kehadiran dan perhatian adalah energi yang mampu menguatkan hati serta menumbuhkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

  • Kilang Cilacap Borong 2 Platinum, 3 Gold dan Raih 2 Penghargaan Category Award pada APQA 2026

    Kilang Cilacap Borong 2 Platinum, 3 Gold dan Raih 2 Penghargaan Category Award pada APQA 2026

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Annual Pertamina Quality Awards (APQA) 2026 dengan membawa pulang 2 penghargaan Platinum dan 3 penghargaan Gold.

    Tak hanya itu, Kilang Cilacap juga meraih dua penghargaan Category Award diantaranya Peringkat 3 Best Value Creation Achievement serta dinobatkan sebagai Pemenang Sustainability Excellence for Operational Unit Cluster Refinery.

    Penganugerahan penghargaan tersebut dilaksanakan di Grha Pertamina, Jakarta, pada Senin (15/6/2026), sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi dan implementasi budaya perbaikan berkelanjutan yang dilakukan oleh seluruh unit kerja di lingkungan Pertamina Group.

    Dua gugus peraih Platinum adalah PCP Karya Bakti melalui inovasi “Meningkatkan Added Value PT Pertamina (Persero) melalui Sinergi Pertamina Group Memproduksi Pertasolven dengan Bahan Baku Kerosolv” serta PCP Refuel dengan inovasi “Mewujudkan Transisi Energi Sektor Aviasi menuju Net Zero Emission melalui Produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) dari Minyak Jelantah”.

    Sementara itu, tiga penghargaan Gold diraih oleh PCP AO Plus dengan inovasi “Optimasi Produk Gasoline pada Parameter Oxydation Stability melalui Metode Isomax (Isomerate Substitution Antioxidant for Stability Maximization)”, PCP Riser dengan inovasi “Meningkatkan Yield Valuable Products dan Menjaga Stabilisasi Kondisi Operasi Kilang RFCC melalui Sistem Automasi Process Control Berbasis Predictive Modelling”, PCP Smart+ dengan inovasi “Meningkatkan Security Level Compliance dengan Program Penerapan Standar Cybersecurity IEC-62443 pada Peralatan IACS (Industrial Automation Control System) dan DCS Improvement Program di IT/OT Infrastructure”.

    Selain keberhasilan lima gugus tersebut, Kilang Cilacap juga memperoleh pengakuan atas dampak nyata inovasi yang dihasilkan melalui raihan penghargaan Peringkat 3 Best Value Creation Achievement.

    Prestasi ini semakin lengkap dengan penghargaan Sustainability Excellence for Operational Unit Cluster Refinery, yang menegaskan komitmen Kilang Cilacap dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam operasional dan pengembangan bisnis perusahaan.

    Executive General Manager Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Hermawan Budiantoro, menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa yang diraih para Perwira Kilang Cilacap melalui ajang APQA 2026.

    “Pencapaian ini merupakan bukti nyata komitmen, konsistensi, dan semangat inovasi Perwira RU Cilacap dalam menghadirkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung agenda transisi energi dan keberlanjutan. Kami mengapresiasi seluruh tim yang telah bekerja keras menghasilkan inovasi terbaik yang berdampak nyata bagi operasional maupun bisnis perusahaan,” ujar Hermawan.

    Menurutnya, penghargaan yang diraih tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kilang Cilacap, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus memperkuat budaya inovasi dan perbaikan berkelanjutan di seluruh lini kerja.

    Keberhasilan pada APQA 2026 ini semakin menegaskan posisi Kilang Cilacap sebagai salah satu unit operasi strategis Pertamina yang terus mendorong lahirnya inovasi bernilai tinggi, mendukung ketahanan energi nasional, serta berkontribusi pada pencapaian target keberlanjutan perusahaan.

  • Inovasi Insan Pertamina Tingkatkan Kinerja dan Keandalan Operasi Kilang

    Inovasi Insan Pertamina Tingkatkan Kinerja dan Keandalan Operasi Kilang

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga RU Cilacap terus melakukan inovasi dan improvement guna meningkatkan keandalan operasi serta menjaga keberlanjutan produksi kilang. Salah satunya diwujudkan melalui modifikasi Expansion Joint Carbon Monoxide (CO) Boiler pada unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex.

    Sebagai salah satu unit pendukung utama dalam proses regenerasi katalis di RFCC, CO Boiler 101-F-503 memiliki peran strategis memanfaatkan energi panas hasil pembakaran gas karbon monoksida menjadi energi uap (steam) untuk menunjang berbagai kebutuhan operasional kilang.

    Section Head RFCC RU IV Cilacap, Priyambodo Purwo Handoyo, menjelaskan program ini sebagai mitigasi sekaligus peningkatan keandalan fasilitas untuk mengatasi potensi gangguan pada sistem expansion joint CO Boiler.

    “Tim RFCC Complex bersama fungsi terkait melakukan improvisasi melalui pendekatan rekayasa yang fokus pada eliminasi akar penyebab kerusakan. Langkah ini merupakan upaya berkelanjutan menjaga keandalan peralatan kritikal pendukung operasional,” ujar Priyambodo.

    Rekayasa ini mencakup sejumlah modifikasi pada sistem expansion joint. Implementasi ini berhasil menghilangkan jalur penetrasi flue gas bersuhu tinggi menuju area expansion joint, mengurangi potensi hotspot, meningkatkan kekakuan struktur penahan (retaining plate), serta memperpanjang umur pakai komponen.

    Selain itu, modifikasi juga meningkatkan kemampuan sistem dalam mengakomodasi ekspansi termal selama operasi sehingga risiko sobekan pada fabric expansion joint maupun deformasi mekanis dapat diminimalkan secara signifikan.

    Keberhasilan program ini berdampak positif pada keandalan operasi CO Boiler. Hingga saat ini, sistem dapat beroperasi stabil dan aman tanpa indikasi kebocoran. Dengan terjaganya keandalan CO Boiler, kontinuitas produksi steam sebagai utilitas penting dalam operasional kilang juga dapat dipertahankan sesuai kebutuhan proses.

    Menurut Priyambodo, keandalan pasokan steam memiliki peran vital mendukung keberlangsungan operasi RFCC Complex. Gangguan pada CO Boiler berpotensi menyebabkan kehilangan produksi steam yang dapat memengaruhi stabilitas operasi unit proses, menurunkan fleksibilitas pengendalian operasi, hingga meningkatkan risiko pembatasan kapasitas produksi.

    “Melalui improvement ini, kami tidak hanya meningkatkan keandalan peralatan, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan operasi dan keberlangsungan produksi. Keberhasilan menjaga performa CO Boiler menjadi salah satu faktor penting mendukung operasi RFCC yang aman, andal, dan berkelanjutan,” tambahnya.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menyampaikan keberhasilan implementasi ini menunjukkan komitmen perusahaan mengedepankan inovasi & continuous improvement untuk menjaga ketahanan operasional kilang.

    “Setiap inovasi merupakan komitmen perusahaan menjaga keandalan aset, meningkatkan efisiensi operasi, serta memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga. Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas fungsi mampu menghasilkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi keberlangsungan operasional perusahaan,” ungkap Agustiawan.

  • Kajian Alqudwah Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap, Jejak Dakwah yang Tumbuh Bersama Masyarakat

    Kajian Alqudwah Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap, Jejak Dakwah yang Tumbuh Bersama Masyarakat

    satyanusa, Cilacap – Setiap Rabu siang, suasana di Masjid Baiturrahmah, kompleks Head Office (HO) Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap, selalu padat oleh jamaah. Usai salat Zuhur, ratusan jamaah dari berbagai kalangan perlahan memenuhi setiap sudut masjid.

    Di antara mereka, tampak para pekerja Pertamina duduk berdampingan dengan masyarakat umum, menyimak kajian keislaman yang disampaikan para dai.

    Pemandangan hangat ini menjadi rutinitas Kajian Rutin Alqudwah, program yang diselenggarakan Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap melalui Badan Dakwah Islam (BDI) RU IV Cilacap.

    Digelar setiap hari Rabu pukul 12.00 hingga 13.00 WIB, program ini telah berjalan secara konsisten sejak tahun 2017 dan menjadi salah satu wujud kontribusi perusahaan dalam membangun masyarakat, tidak hanya melalui energi, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan sosial.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menjelaskan perjalanan Kajian Alqudwah dimulai dari kegiatan sederhana yang dilaksanakan secara bergiliran di rumah para anggota tim manajemen RU IV Cilacap.

    “Pada awalnya, kajian ini dilaksanakan dari rumah ke rumah secara bergiliran. Selain sebagai sarana silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai spiritual para pekerja di tengah aktivitas dan tanggung jawab pekerjaan yang padat,” ujar Agustiawan.

    Seiring berjalannya waktu, antusiasme peserta terus meningkat. Kajian dipusatkan di Masjid Baiturrahmah agar dapat menjangkau lebih banyak jamaah. Sejak saat itu, Alqudwah tidak lagi hanya menjadi ruang pembelajaran bagi pekerja Pertamina, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum dari berbagai wilayah.

    Setiap pekan, jamaah mengikuti kajian Islam tematik yang menghadirkan para dai dari Kabupaten Cilacap, bahkan sesekali dari luar daerah. Kehadiran penceramah dengan latar belakang dan keilmuan yang beragam membuat materi kajian selalu relevan.

    Lebih dari sekadar forum keagamaan, Kajian Alqudwah juga berkembang menjadi gerakan kepedulian sosial. Melibatkan berbagai fungsi internal perusahaan, kegiatan ini disertai dengan penyaluran donasi yang dimanfaatkan untuk mendukung operasional masjid dan musala di sekitar perusahaan, serta bantuan bagi anak yatim dan kaum duafa.

    Menurut Agustiawan, keberlangsungan program selama hampir satu dekade menjadi bukti komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan kemanusiaan.

    “Kajian Alqudwah menjadi salah satu bentuk dedikasi Pertamina menguatkan nilai keagamaan sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat. Kami percaya keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat yang luas, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga dalam mendukung kehidupan sosial dan spiritual masyarakat,” tambahnya.

    Dampak positif program ini terlihat dari pertumbuhan jumlah jamaah yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika pada awalnya hanya diikuti sekitar 20 orang, kini Kajian Alqudwah dihadiri hingga 500 jamaah setiap pekan. Kapasitas Masjid Baiturrahmah pun nyaris selalu penuh setiap Rabu siang.

    Bagi masyarakat, keberadaan kajian ini telah menjadi bagian dari rutinitas yang dirindukan. Salah satunya dirasakan oleh Sudiro, warga Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah, yang hampir rutin mengikuti kegiatan tersebut.

    “Saya bersyukur Kajian Alqudwah masih terus berlangsung sampai sekarang dan jamaahnya semakin banyak. Semoga ini menjadi amal baik bagi Pertamina dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat, di luar tanggung jawab perusahaan dalam menyediakan energi,” tuturnya.

    Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, Kajian Alqudwah hadir sebagai ruang untuk sejenak menenangkan hati, memperdalam ilmu agama, sekaligus mempererat tali persaudaraan.

    Kajian Alqudwah kini tumbuh menjadi jembatan yang menyatukan perusahaan dan masyarakat dalam semangat belajar, berbagi, dan menebarkan kebaikan bersama.

  • Produksi Avtur Kilang Cilacap Tetap Optimal Dukung Kelancaran Penerbangan Haji 1447 H

    Produksi Avtur Kilang Cilacap Tetap Optimal Dukung Kelancaran Penerbangan Haji 1447 H

    satyanusa, Cilacap — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap memastikan produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Avtur tetap optimal guna mendukung kelancaran mobilisasi jamaah calon haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

    Manager Refinery Business & Optimization (RBO) RU IV Cilacap, Endah Purbarani, menjelaskan realisasi produksi Avtur pada Januari hingga Februari 2026 berada pada performa optimal sebelum munculnya dinamika konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

    “Pada kondisi normal sebelum konflik geopolitik, performa produksi Avtur RU IV Cilacap berada pada level optimal sesuai target perusahaan,” jelas Endah.

    Ia menambahkan, meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah mengalami eskalasi, produksi Avtur Kilang Cilacap tetap berada pada level aman dan terkendali.

    ”Selama musim penerbangan haji, produksi Avtur RU IV Cilacap tetap dapat memenuhi demand yang relatif meningkat yakni mencapai produksi 1,1 juta barrel. Jumlah tersebut setara sekitar 14 persen dari total produksi Avtur terhadap minyak mentah yang diolah di Kilang Cilacap,” ujarnya.

    Produksi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi penerbangan, khususnya untuk mendukung operasional penerbangan jamaah calon haji dari berbagai embarkasi di Indonesia.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menegaskan Kilang Cilacap berkomitmen menjaga keamanan operasional dan keandalan produksi dalam berbagai kondisi, termasuk menyikapi tantangan konflik geopolitik global.

    “Kilang Cilacap memastikan produksi dan operasional tetap berjalan aman dalam kondisi apa pun, termasuk di tengah dinamika konflik geopolitik. Berbagai langkah mitigasi dan upaya strategis terus dilakukan agar suplai energi tetap tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Agustiawan.

    Menurutnya, komitmen tersebut menjadi bagian dari peran strategis Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung kelancaran pelayanan ibadah haji masyarakat Indonesia.