satyanusa, Cilacap – Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Salah satunya dirasakan warga Desa Cipari, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, yang menghadapi keterbatasan akses air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Merespon kondisi ini, Keluarga Besar Pekerja PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap berkolaborasi dengan Relawan Pertamina Peduli (RELPI), Baituzzakah Pertamina (BAZMA), Komunitas RODA PATRA, dan Panitia Bulan Energi menghadirkan Program Wakaf Sumur Cerdas Energi.
Ini dilakukan dengan pembangunan sumur bor dan pemasangan tandon air berkapasitas 1.000 liter bagi Musholla Baitussalam dan warga Desa Cipari.
Selain menghadirkan sarana penyediaan air bersih, kegiatan pada 20 September 2026 tersebut juga diisi dengan sharing knowledge Cerdas Energi bertajuk “Bijak Menggunakan Energi”.
Edukasi ini sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan energi secara bijak, termasuk dalam menjaga dan memanfaatkan sumber daya air yang tersedia di lingkungan sekitar.
Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Keluarga Besar Pekerja Pertamina Patra Niaga RU Cilacap terhadap masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses air bersih selama musim kemarau.
“Melalui Program Wakaf Sumur Cerdas Energi, kami berupaya menghadirkan akses air yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menggunakan energi dan sumber daya air secara bijak,” ujar Agustiawan.
Menurutnya, keberadaan sumur bor dan tandon air diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas kebutuhan air bersih saat ini, tetapi juga dapat dimanfaatkan dan dijaga keberlanjutannya oleh masyarakat.
“Semoga fasilitas ini dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Karena itu, selain membangun fasilitas air bersih, kami juga berbagi pengetahuan agar masyarakat memiliki kesadaran untuk menggunakan dan merawat fasilitas tersebut dengan baik, serta menjaga sumber daya air di lingkungannya,” lanjut Agustiawan.
Aminudin, selaku perwakilan Musholla Baitussalam dan penerima bantuan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Keluarga Besar Pekerja PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap beserta para mitra pelaksana program.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi Musholla Baitussalam dan warga sekitar, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang menyebabkan keterbatasan air bersih. Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui program tersebut, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap tidak hanya berupaya membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa akses air bersih, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran mengenai penggunaan energi dan sumber daya secara bijak. Dengan demikian, manfaat bantuan diharapkan dapat terus dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
satyanusa, Cilacap – Di tengah tuntutan industri energi yang terus bergerak, keselamatan bukan sekadar persoalan bagaimana pekerjaan diselesaikan, tetapi bagaimana setiap orang memastikan dirinya dan rekan kerja dapat pulang dengan selamat. Semangat inilah yang terus dijaga Kilang Cilacap melalui penguatan budaya safety, salah satunya lewat Management Walk Through (MWT) yang dilakukan secara rutin dan melibatkan jajaran pimpinan hingga pekerja di lapangan.
Komitmen tersebut kembali terlihat dalam kunjungan Senior Vice President (SVP) HSSE PT Pertamina (Persero) I Ketut Laba yang melaksanakan MWT di PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap. Kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat secara langsung penerapan aspek keselamatan sekaligus berdialog dengan insan kilang mengenai praktik HSSE di area kerja, Rabu (16/9/2026).
MWT sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan Kilang Cilacap setiap hari Rabu guna memastikan seluruh operasional kilang dapat terpantau langsung oleh pimpinan atau jajaran manajemen. Sebelum turun ke lapangan, MWT selalu diawali dengan sesi Health Talk dan Leader Insight sebagai ruang untuk membangun kesadaran kesehatan, berbagi pesan keselamatan, serta memperkuat kepemimpinan dalam penerapan budaya HSSE.
Dalam rangkaian MWT, I Ketut Laba bersama jajaran manajemen meninjau sejumlah area, mulai dari Kilang TDHT, Kilang FOC I, HSSE Demo Room hingga Digital Center. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi aktual di lapangan, memastikan penerapan prosedur berjalan sebagaimana mestinya, serta mengidentifikasi hal-hal yang dapat terus ditingkatkan dari sisi keselamatan.
Executive General Manager (EGM) RU Cilacap Hermawan Budiantoro mengatakan, budaya safety di Kilang Cilacap dibangun melalui konsistensi dan keterlibatan seluruh pekerja, bukan hanya melalui aturan tertulis. “Kami memastikan setiap aktivitas dilaksanakan sesuai SOP dan prosedur yang berlaku, namun yang lebih penting adalah bagaimana prosedur tersebut menjadi bagian dari perilaku sehari-hari, sehingga setiap pekerja memiliki kesadaran bahwa safety merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Hermawan menambahkan, MWT menjadi salah satu sarana penting bagi manajemen untuk hadir langsung di lapangan dan mendengarkan kondisi aktual dari para pekerja. “Dengan turun langsung, kami dapat melihat, berdiskusi, dan bersama-sama mencari peluang perbaikan agar aspek keselamatan selalu menjadi pertimbangan utama dalam setiap pekerjaan,” katanya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi antara SVP HSSE PT Pertamina (Persero) bersama tim manajemen Kilang Cilacap yang membahas berbagai aspek safety dan upaya penguatan penerapannya di seluruh lini operasi. I Ketut Laba mengapresiasi konsistensi Kilang Cilacap dalam menjaga budaya safety melalui MWT, keterlibatan pimpinan, serta penerapan prosedur di lapangan. “Apa yang dilakukan di Kilang Cilacap menunjukkan bahwa safety tidak berhenti pada prosedur, tetapi terus dikawal melalui leadership, engagement, dan kedisiplinan dalam pelaksanaannya,” ungkapnya.
Kilang Cilacap meyakini budaya safety tumbuh dari hal-hal yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Melalui MWT, keteladanan pimpinan dan keterlibatan pekerja terus dipertemukan di lapangan untuk memastikan setiap pekerjaan dilakukan dengan disiplin menjalankan prosedur, serta keberanian untuk saling mengingatkan dan melakukan perbaikan.
satyanusa, Cilacap – Ada banyak cara merayakan perjalanan panjang pengabdian. Bagi sejumlah perwira Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap yang tergabung dalam Bimbingan Praktis Ahli Teknik (BPAT) II 2009, 17 tahun berkarya bukan sekadar rentang waktu, namun menjadi refleksi perjalanan yang menghadirkan manfaat bagi sesama.
Para perwira Pertamina itu memilih berbagi kebahagiaan bersama anak-anak Panti Asuhan Khoiru Ummah, di Jalan Argosari, Sidanegara, Cilacap Tengah, serta Rumah Yatim dan Dhu’afa – Al Husna, Maos – Cilacap, Sabtu (12/9/2026).
Suasana sederhana di panti asuhan menjadi ruang bagi mereka untuk kembali mengingat perjalanan 17 tahun sejak bersama-sama memulai pengabdian di Pertamina. Ada cerita kebersamaan, tantangan pekerjaan, persahabatan, hingga perjalanan karier yang membawa sebagian rekan kini bertugas di Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan dan Kilang Pertamina Balikpapan.
Ketua Panitia, Rian Pratama Pribadi, mengatakan bakti sosial ini menjadi rangkaian tasyakuran ulang tahun dinas BPAT II 2009 yang memasuki usia ke-17 tahun.
“Ini menjadi refleksi kami yang sudah berkarya 17 tahun di Pertamina. Kami ingin momentum ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga kesempatan berbagi kebahagiaan, kasih sayang dan keberkahan,” ujar Rian.
Lebih dari pencapaian pengabdian 17 tahun, ada nilai kebersamaan yang tumbuh sejak awal perjalanan sebagai insan teknik Pertamina.
Sebagian masih menjalankan tugas di Kilang Cilacap, sementara beberapa lainnya melanjutkan pengabdian di Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan dan Kilang Pertamina Balikpapan. Jarak dan kesibukan tidak menghapus ikatan yang telah terbangun. Momentum ulang tahun dinas menjadi pengingat bahwa kebersamaan dapat terus dirawat melalui aksi sederhana, berbagi.
Kali ini, kebersamaan itu diwujudkan dalam bentuk donasi bagi anak-anak Panti Asuhan Khoiru Ummah dan Rumah Yatim dan Dhu’afa – Al Husna . Bantuan yang diberikan berupa sejumlah kebutuhan pokok (sembako) serta uang tunai untuk mendukung kebutuhan anak-anak yang tinggal dan tumbuh bersama di panti.
Ustaz Eko dari Panti Asuhan Khoiru Ummah Cilacap menyampaikan apresiasi atas kepedulian para perwira Pertamina yang tergabung dalam BPAT II 2009.
Kepedulian ini menjadi bentuk rasa syukur yang diwujudkan dengan cara berbagi. “Syukur itu bisa diwujudkan dengan berbagi kepada anak-anak kami. Semoga menjadi keberkahan untuk semuanya dan menguatkan anak-anak yang sedang berjuang bersama di panti ini,” ungkap Ustaz Eko.
Bagi para perwira BPAT II 2009, 17 tahun pengabdian akhirnya menemukan makna yang lebih dalam di tempat sederhana ini. Bukan hanya tentang lamanya waktu bekerja, tetapi tentang berapa banyak kebaikan yang dapat ditinggalkan sepanjang perjalanan.
satyanusa, Cilacap – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap terus memperkuat komitmen dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB).
Program pemberdayaan masyarakat berbasis energi baru terbarukan (EBT) ini telah dikembangkan di sejumlah wilayah, di antaranya DEB Kalijaran di Kecamatan Maos, DEB Dusun Bondan di Kecamatan Kampung Laut, serta DEB Kelurahan Kutawaru di Kecamatan Cilacap Tengah.
Keberhasilan pengembangan program tersebut disampaikan Vice President Community Involvement & Development (CID) Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, dalam rangkaian Pertamina Media Xpose (Pertamax) Journey 2026 bersama 60 awak media nasional di DEB Kalijaran, Kamis (10/9/2026).
Menurut Dian, program DEB merupakan salah satu bentuk komitmen Pertamina menghadirkan energi yang tidak hanya mendukung aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas lingkungan.
“Melalui Desa Energi Berdikari, kami ingin memastikan bahwa pemanfaatan energi bersih dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan,” ujar Dian.
Salah satu implementasi DEB yang dikembangkan berada di Desa Kalijaran, Kecamatan Maos. Program ini berfokus pada pemberdayaan dan pendampingan petani melalui pemanfaatan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai inovasi pompa irigasi pertanian berbasis energi baru terbarukan.
PLTS di DEB Kalijaran berkapasitas 6,54 kilowatt peak (kWp). Pemanfaatan energi surya tersebut mampu menghasilkan penghematan biaya listrik hingga Rp45 juta, sekaligus mereduksi emisi karbon sebesar 8,98 ton CO₂e per tahun.
Tak hanya memberikan manfaat lingkungan, program ini juga berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat. Total pendapatan kelompok penerima manfaat dari program DEB Kalijaran mencapai sekitar Rp220 juta per tahun.
Dalam rangkaian kunjungan Pertamax Journey 2026, Pertamina bersama masyarakat juga melaksanakan panen raya jagung di DEB Kalijaran. Panen tersebut menjadi salah satu bukti nyata pemanfaatan energi bersih yang terintegrasi dengan aktivitas produktif masyarakat.
Energi Bersih Tingkatkan Kualitas Hidup Warga
Program DEB lainnya dikembangkan di Dusun Bondan, Kecamatan Kampung Laut. Di wilayah ini, Pertamina mendorong pemanfaatan energi bersih untuk meningkatkan akses listrik sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pemanfaatan PLTS tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendukung berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan, keagamaan, dan kegiatan ekonomi produktif.
PLTS di Bondan berkapasitas 16,2 kWp, dengan potensi penghematan biaya listrik mencapai Rp147 juta. Dari sisi lingkungan, program tersebut mampu memberikan kontribusi reduksi emisi karbon sebesar 22,23 ton CO₂e per tahun. Dari sisi ekonomi, pendapatan total kelompok penerima manfaat tercatat mencapai sekitar Rp12 juta per tahun.
Sementara itu, DEB di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat pesisir secara berkelanjutan melalui pemanfaatan EBT untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemanfaatan PLTS di Kutawaru antara lain digunakan untuk mendukung operasional bank sampah dan pompa aerasi pada Kampoeng Kepiting. Di sini, PLTS berkapasitas 13 kWp, dengan penghematan biaya listrik mencapai sekitar Rp27,4 juta. Program tersebut juga menghasilkan reduksi emisi karbon sebesar 17,84 ton CO₂e per tahun.
Dari sisi ekonomi, dampaknya terlihat dari total pendapatan kelompok yang mencapai sekitar Rp958 juta per tahun.
Dian menambahkan, secara keseluruhan Pertamina saat ini memiliki 154 program Desa Energi Berdikari yang berjalan di berbagai wilayah Indonesia. “Program tersebut terdiri atas 95 DEB Ketahanan Pangan, 20 DEB Pesisir Modern, dan 39 DEB Wisata Energi,” imbuhnya.
Executive General Manager RU Cilacap Hermawan Budiantoro menambahkan, keberhasilan berbagai program DEB di wilayah Cilacap menjadi bukti komitmen Pertamina untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Selain menjalankan tugas utama menyediakan energi terbaik bagi negeri, Pertamina juga memiliki komitmen untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan,” kata Hermawan.
Ditegaskan, pemanfaatan EBT melalui program DEB diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak berkelanjutan, baik terhadap ketahanan pangan, peningkatan ekonomi masyarakat, maupun kelestarian lingkungan.
satyanusa, Cilacap – Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap, Hermawan Budiantoro, mengajak seluruh vendor sebagai mitra strategis, menyatukan semangat untuk mewujudkan Zero Fatality, Zero Accident, dan Zero Fraud di internal RU Cilacap.
Pesan tersebut disampaikan Hermawan dalam kegiatan Supplier Relationship Management (SRM) Summit 2026 di Gedung Patra Graha, Cilacap, Senin (7/9/2026). Forum itu mempertemukan sejumlah vendor dan kontraktor yang selama ini mendukung pelaksanaan pekerjaan di lingkungan Pertamina Patra Niaga RU Cilacap.
Hermawan menekankan, komitmen terhadap keselamatan kerja dan integritas tidak dapat hanya dibebankan kepada Pertamina. Menurutnya, seluruh vendor sebagai mitra kerja harus memiliki semangat serta komitmen yang sama.
“Semangat untuk mewujudkan Zero Fatality, Zero Accident, dan Zero Fraud tidak cukup hanya dari pihak Pertamina. Hal ini harus menjadi sinergi dan spirit yang sama dari seluruh vendor sebagai mitra kerja strategis” tegas Hermawan.
Sementara itu, Manager Procurement Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Ade Leo Siswara, mengatakan kegiatan SRM Summit yang sebelumnya dikenal dengan nama Vendor Day menjadi sarana untuk memperkuat hubungan kerja sama bisnis sekaligus membuka peluang kolaborasi baru yang memberikan manfaat positif bagi seluruh pihak.
“SRM Summit menjadi sarana untuk memperkuat hubungan kerja sama bisnis sekaligus membuka peluang kolaborasi baru yang dapat memberikan dampak positif bagi semua pihak,” ujar Ade.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berkembang sekaligus menjaga hubungan dan sinergi yang baik dengan para vendor atau penyedia barang dan jasa.
Dalam kegiatan tersebut, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap memberikan penghargaan kepada sejumlah vendor berprestasi. Penghargaan diberikan kepada vendor penyedia barang dan jasa dari kategori usaha kecil, menengah, maupun besar, serta vendor yang dinilai memiliki implementasi aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) terbaik.
Selain menjadi ajang apresiasi, forum SRM Summit 2026 juga diisi dengan penyampaian materi terkait kerja sama antara Pertamina dan para mitra kerja. Materi tersebut meliputi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), HSSE Plan, I-Vendor, dan Bank Garansi.
Melalui SRM 2026, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap berharap hubungan dengan para vendor semakin kuat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya kerja sama yang profesional, transparan, aman, dan berkelanjutan.
satyanusa, Cilacap — Sebanyak 60 awak media nasional dari berbagai wilayah di Indonesia berkesempatan melihat lebih dekat operasional PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap dalam rangkaian kegiatan Pertamina Media Xpose (Pertamax) Journey 2026, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum bagi Pertamina untuk membuka wawasan media mengenai aktivitas di balik tersedianya energi yang digunakan masyarakat setiap hari, sekaligus memperkenalkan secara langsung peran strategis Kilang Cilacap dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Rangkaian kunjungan diawali paparan mengenai operasional dan peran Kilang Cilacap yang berlangsung di Patra Graha.
Para jurnalis mendapatkan gambaran mengenai proses bisnis, operasional kilang, produk yang dihasilkan, aspek keselamatan dan keandalan operasi, hingga kontribusi kilang dalam mendukung kebutuhan energi nasional.
Usai paparan, rombongan kemudian berkeliling area Kilang Cilacap. Dengan tetap menerapkan ketentuan keselamatan dan keamanan kilang, para jurnalis dapat menyaksikan secara langsung berbagai fasilitas pengolahan dan infrastruktur pendukung operasional.
Kunjungan lapangan ini memberikan pengalaman berbeda karena media tidak hanya memperoleh informasi melalui paparan, tetapi juga melihat secara langsung kompleksitas operasi kilang yang menopang 34% kebutuhan BBM nasional dan 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa.
Executive General Manager RU Cilacap, Hermawan Budiantoro, mengatakan keterlibatan media dalam kunjungan ini merupakan bagian penting untuk membangun pemahaman publik mengenai proses penyediaan energi.
“Kami ingin memastikan rekan-rekan media mendapatkan gambaran utuh bahwa energi yang digunakan masyarakat setiap hari melalui proses yang panjang dan membutuhkan keandalan operasi, disiplin, serta penerapan aspek keselamatan yang tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kilang Cilacap memiliki posisi strategis dalam sistem energi nasional. Dengan kapasitas pengolahan yang besar dan beragam produk yang dihasilkan, keandalan operasional kilang menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung ketersediaan energi bagi masyarakat.
Hermawan juga menyebut salah satu inovasi terbaru Perwira Kilang Cilacap adalah keberhasilan memproduksi Avtur ramah lingkungan, Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF), dari minyak jelantah (Used Cooking Oil).
“PertaminaSAF menjadi bukti bahwa Perwira Pertamina tak henti berinovasi, memanfaatkan kembali minyak jelantah menjadi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Inovasi ini menunjukkan bahwa kilang tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan energi saat ini, tetapi juga terus menyiapkan solusi energi yang lebih berkelanjutan untuk masa depan,” imbuhnya.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga (PPN), Roberth Dumatubun, mengapresiasi peran strategis Kilang Cilacap sekaligus kontribusi para Perwira dalam menjaga keandalan penyediaan energi bagi masyarakat.
“Kilang Cilacap memiliki peran yang sangat penting dalam ekosistem energi Pertamina. Apa yang dilakukan para Perwira di sini, mulai dari menjaga keandalan operasi, memastikan aspek keselamatan, hingga menghadirkan berbagai inovasi, memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional. Karena itu, kami mengapresiasi seluruh Perwira yang terus menjaga amanah tersebut dengan profesionalisme dan semangat inovasi,” tutur Roberth.
Senada, Direktur Armada dan Logistik Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, menilai keberadaan media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan berbagai pencapaian dan kontribusi Pertamina kepada publik.
Kolaborasi dengan media menjadi salah satu bagian penting dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap transformasi dan kinerja perusahaan.
“Media memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Berbagai pencapaian Pertamina, termasuk inovasi yang lahir dari para Perwira di lapangan, perlu diketahui publik,” ujar Arif.
Melalui Pertamax Journey 2026, Pertamina berharap hubungan dan komunikasi dengan media semakin kuat, sekaligus memberikan perspektif yang lebih komprehensif mengenai perjalanan energi dari fasilitas pengolahan hingga sampai kepada masyarakat.
satyanusa, Cilacap – Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijayakusuma (SPP PWK) Cilacap melawan rencana penggabungan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) ke dalam PT Elnusa Tbk.
Bagi SPP PWK, rencana ini bukan sekadar persoalan restrukturisasi atau streamlining perusahaan. Ada pertanyaan mendasar, apakah penyederhanaan struktur korporasi akan memperkuat penguasaan negara, atau justru membuka ruang berkurangnya penguasaan negara?
Ketua Umum SPP PWK Cilacap, Dwi Jatmoko, menyampaikan sikap tersebut dalam konferensi pers di Sekretariat SPP PWK, Jalan MT Haryono, Cilacap, Rabu (9/9/2026).
“Kami tegas menolak jika penggabungan PDSI ke perusahaan terbuka berujung pada berkurangnya penguasaan negara atas bisnis drilling strategis. Jangan sampai atas nama streamlining, negara justru kehilangan kendali atas aset strategis yang dibangun puluhan tahun,” tegas Dwi.
Menurut Dwi, PDSI memiliki sejarah dan pengalaman panjang dalam pengeboran sumur-sumur minyak dan gas di berbagai wilayah Indonesia. PDSI juga memiliki intellectual capital yang nilainya sangat strategis dan tidak dapat dihitung hanya dari neraca aset perusahaan.
Di dalamnya terdapat akumulasi pengalaman lapangan, kemampuan rekayasa teknik, standar Health, Safety, Security and Environment (HSSE), pengetahuan operasional, serta database karakteristik formasi migas yang diperoleh dari pengalaman panjang di lapangan.
“Rig bisa dibeli. Peralatan bisa didatangkan. Tetapi pengalaman puluhan tahun, pengetahuan lapangan, engineering capability, budaya keselamatan, dan database formasi migas tidak bisa dibeli dalam semalam,” ujar Dwi.
Karena itu, SPP PWK meminta pemerintah dan Pertamina melihat PDSI bukan semata-mata sebagai entitas bisnis, melainkan sebagai bagian dari kapasitas strategis nasional dalam industri hulu migas.
Diketahui, PDSI merupakan entitas bisnis yang kepemilikannya 100% berada di bawah negara melalui Pertamina. Sedangkan Elnusa merupakan perusahaan terbuka yang sahamnya tidak seluruhnya dimiliki negara.
Dalam kondisi tersebut, SPP PWK menilai rencana penggabungan membutuhkan kajian yang jauh lebih mendalam. Pemerintah harus memastikan bahwa agenda streamlining tidak menciptakan konsekuensi yang justru bertentangan dengan tujuan awal penguatan Pertamina dan kepentingan nasional.
“Kami tidak menolak efisiensi. Yang kami tolak adalah jika efisiensi dijadikan alasan untuk mengorbankan penguasaan negara atas aset strategis,” tegasnya.
SPP PWK mengingatkan bahwa bisnis drilling memiliki posisi penting dalam rantai industri hulu migas. “Kalau drilling lemah, maka kita melemahkan salah satu fondasi kemampuan nasional di sektor hulu migas. Ini bukan perkara hari ini saja tapi menyangkut kemampuan Indonesia mengelola sumber daya energinya di masa depan,” ujar Dwi.
SPP PWK juga menegaskan, pengalihan bisnis drilling strategis ke dalam struktur perusahaan terbuka harus diuji secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi efisiensi dan kinerja keuangan.
Menurut Dwi, restrukturisasi perusahaan harus memiliki tujuan yang jelas, yakni memperkuat bisnis dan memperbesar manfaat bagi negara, bukan sekadar mengubah struktur kepemilikan atau organisasi.
Untuk itu SPP PWK meminta Direksi Pertamina, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pelaksanaan perintah Presiden mengenai streamlining tetap sesuai dengan tujuan konstitusional, kepentingan negara, serta memberikan perlindungan terhadap pekerja.
SPP PWK Cilacap memastikan akan terus mengawal perkembangan rencana penggabungan tersebut dan menyuarakan aspirasi pekerja melalui jalur konstitusional.
“Kami berdiri bukan hanya untuk mempertahankan perusahaan. Kami berdiri untuk mempertahankan kompetensi nasional dan memastikan aset strategis negara tidak kehilangan penguasaan negara,” tegas Dwi.
SPP PWK menutup pernyataannya dengan seruan agar seluruh pihak tidak tergesa-gesa mengambil keputusan strategis sebelum seluruh dampak penggabungan PDSI ke Elnusa diuji secara menyeluruh.
satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap turut berkontribusi dalam pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui aksi memasak bersama menu ayam kecap sebanyak 8.100 porsi.
Kegiatan yang melibatkan Persatuan Wanita Patra (PWP) RU Cilacap ini digelar serentak oleh Pertamina Patra Niaga di sembilan kota di Indonesia, Minggu (6/9/2026).
Di Cilacap, kegiatan berlangsung di Green Diesel Arena dengan melibatkan berbagai unsur Pertamina Patra Niaga. Aksi memasak bersama ini mengusung tema “Warisan Nusantara dari Hati, Cetak Rekor Indonesia” dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, mengatakan Harpelnas menjadi momentum penting Pertamina untuk kembali menegaskan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
“Pelanggan bukan sekadar penerima layanan, tetapi bagian penting dari perjalanan dan keberlanjutan perusahaan. Setiap interaksi dengan pelanggan adalah kesempatan memberikan pengalaman yang lebih baik, pelayanan yang semakin mudah, cepat, aman, dan berkualitas,” ujar Agustiawan.
Menurutnya, keterlibatan RU Cilacap dalam aksi memasak bersama tersebut menjadi simbol semangat untuk bergerak bersama dan menghadirkan karya dari hati yang dapat memberikan kebanggaan bagi Indonesia.
“Keterlibatan RU Cilacap menjadi simbol bahwa ketika kita bergerak bersama dan menghadirkan sesuatu dari hati, lahir sebuah karya yang tidak hanya bermakna bagi perusahaan, tetapi juga dapat memberikan kebanggaan bagi Indonesia,” katanya.
PWP Cilacap Masak 150 Porsi, Didonasikan untuk Lansia
Tidak hanya berkontribusi dalam pemecahan rekor MURI, kegiatan tersebut juga menjadi momentum berbagi. Persatuan Wanita Patra (PWP) Cilacap turut ambil bagian dengan memasak sebanyak 150 porsi ayam kecap.
Menariknya, hasil masakan tidak hanya dinikmati oleh peserta kegiatan. Sebanyak 150 porsi ayam kecap yang dimasak PWP Cilacap kemudian didonasikan kepada opa dan oma di Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Dewanata, Slarang, Kecamatan Kesugihan, Cilacap.
Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas dari rangkaian kegiatan Harpelnas 2026.
“Semangatnya bukan hanya mencetak rekor, tetapi bagaimana kebersamaan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Apa yang kami masak hari ini kami harapkan dapat menjadi kebahagiaan bagi opa dan oma di PPSLU Dewanata,” ujar Agustiawan.
Melalui kegiatan tersebut, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap berharap semangat kebersamaan, pelayanan, dan kepedulian dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan sekitar.
satyanusa, Cilacap – Sebanyak 334 peserta didik dari berbagai sekolah di Kabupaten Cilacap mengikuti Islamic Youth Festival (IYF) Tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Politeknik Negeri Cilacap, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan yang digagas Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Daerah Kabupaten Cilacap tersebut mengusung tema “Ajang Kompetisi, Kreativitas, dan Pengembangan Potensi Peserta Didik”.
Festival diikuti peserta jenjang SD dan SMP dari Sekolah Islam Terpadu (SIT), sekolah negeri, dan sekolah swasta.
Pada penyelenggaraan tahun ini, peserta berkompetisi dalam empat cabang lomba, yakni menggambar, tahfidz, panahan, dan futsal.
Pembukaan kegiatan berlangsung meriah. Acara diawali penampilan siswa-siswi Bunayya Fun Kids yang menghibur sekaligus menghangatkan suasana.
Penampilan menyanyi solo dari salah satu siswa SD IT Buah Hati turut memeriahkan acara dan menunjukkan bahwa bakat seni dapat berkembang berdampingan dengan pendidikan nilai-nilai keislaman sejak usia dini.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan, Ahmad Fathoni; Ketua Bidang Pengembangan Prestasi Guru dan Siswa JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Slamet Riyadi, serta Ketua Bidang Pembinaan Orang Tua, Sosial Kemanusiaan, dan Kemitraan JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Fathurrahman.
Ketua JSIT Indonesia Daerah Kabupaten Cilacap, Agus Riyanto mengatakan IYF tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dan karakter.
“Islamic Youth Festival ini merupakan ruang bertumbuh, bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah untuk menggali potensi, kreativitas, keberanian, dan prestasi peserta didik,” ujar Agus.
Menurutnya, penyelenggaraan IYF juga menjadi sarana memperkuat kolaborasi dan ukhuwah antarsekolah Islam Terpadu di Kabupaten Cilacap.
Sekolah diharapkan dapat saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan berkembang bersama.
Semangat tersebut, kata Agus, dirangkum dalam jargon “No School Left Behind”, yang berarti tidak ada sekolah yang tertinggal.
“Dari peserta hari ini menjadi pemimpin masa depan. Be the best Muslim youth, create a bright future. Hari ini berkompetisi, esok menjadi pemimpin dan pemberi manfaat bagi umat, bangsa, dan peradaban,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Ahmad Fathoni, yang mewakili Kepala Dinas sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut, mengapresiasi konsistensi Sekolah Islam Terpadu dalam mendidik generasi muda.
Ia mengajak seluruh peserta menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar sekaligus membangun hubungan baik dengan lingkungan sekitar.
“Kita harus bisa berkolaborasi dengan masyarakat sekitar dan lingkungan yang bisa bekerja sama dengan kita. Berlombalah dengan suportif, bersainglah dengan baik,” pesan Ahmad kepada para peserta.
Ia juga menyoroti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Sekolah Islam Terpadu di Kabupaten Cilacap. Salah satu indikatornya adalah kuota Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sejumlah SIT yang cepat terpenuhi setiap tahun.
Menurut Ahmad, kondisi tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan SIT dalam membentuk generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.
Daftar Juara Islamic Youth Festival Kabupaten Cilacap 2026 Lomba Menggambar
Juara 1: Adzkia Fazila Rafifatu — SD IT Buah Hati Cilacap
Juara 2: Sesya Arsyila Zahra — SD IT Buah Hati Cilacap
Juara 3: Ufaira Andara Nur Afifa — SD IT Insan Mulia Maos
Lomba Tahfidz Jenjang SD
Juara 1: Rafa Aisya Ayudia Inara — SD IT Buah Hati Cilacap
Juara 2: Mutoharoh Rizki Salamah — SD IT Bina Insan Kamil Sidareja
Juara 3: Abdia Yumna Zahira — SD IT Bina Insan Kamil Sidareja
Lomba Tahfidz Jenjang SMP
Juara 1: Tsuraya Fathin H. — SMP Insan Mulia Maos
Juara 2: Byakta Yugo Hartono — SMPIT Bina Insan Kamil Sidareja
Juara 3: Hana Raras Nastiti — SMPIT Bina Insan Kamil Sidareja
Lomba Futsal Jenjang SD
Juara 1: SD IT Insan Mulia Maos
Juara 2: SD IT Bina Insan Kamil Sidareja
Juara 3: SD IT Quantum Mulia Kroya
Lomba Futsal Jenjang SMP
Juara 1: SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja
Juara 2: SMP IT Buah Hati Boarding School Cilacap
Juara 3: SMP Negeri 6 Cilacap
Lomba Panahan Standar Nasional SD Kelas 4–6 Putri — Ronde Eliminasi
Juara 1: Qonita Luthfi Mufidah — SD IT Buah Hati Cilacap
Juara 2: Aisyemerald Vianda Kurniawan — SD IT Buah Hati Cilacap
Juara 3: Elza Gynta Keikikalani — SD IT Insan Mulia Maos
Lomba Panahan Standar Nasional SD Kelas 4–6 Putra — Ronde Eliminasi
Juara 1: Farhan Al Hasani — SD IT Buah Hati Cilacap
Juara 2: Muhammad Abdul Aziz A.R. — SD IT Bina Insan Kamil Sidareja
Juara 3: Muhammad Hutri Mahardika — SD IT Bina Insan Kamil Sidareja
Lomba Panahan Standar Nasional SMP Putra — Ronde Eliminasi
Juara 1: Faris Haidar — SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja
Juara 2: Satria Bagus Kusumawardhana — SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja
Juara 3: Shofwan Rouf Baihaqi — SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja
Lomba Panahan Standar Nasional SMP Putri — Ronde Eliminasi
Juara 1: Kayyisa Ghafrin Az-Zahra — SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja
Juara 2: Zalika Fauzian Mehrunisa — SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja
Juara 3: Aisha Asha Rafa Khaira — SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja
Lomba Panahan Standar Nasional SD Kelas 4–6 Putri — Ronde Kualifikasi
Juara 1: Aisyemerald Vianda Kurniawan — SD IT Buah Hati Cilacap
Juara 2: Qonita Luthfi Mufidah — SD IT Buah Hati Cilacap
Juara 3: Elza Gynta Keikikalani — SD IT Insan Mulia Maos
Lomba Panahan Standar Nasional SD Kelas 4–6 Putra — Ronde Kualifikasi
Juara 1: Farhan Al Hasany — SD IT Buah Hati Cilacap
Juara 2: Muhammad Abdul Aziis Ar Rafif — SD IT Bina Insan Kamil Sidareja
Juara 3: Muhammad Hutri Mahardika — SD IT Bina Insan Kamil Sidareja
Lomba Panahan Standar Nasional SMP Putri — Ronde Kualifikasi
Juara 1: Khayyisa Ghafrin Az-Zahra — SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja
Juara 2: Zalika Fauzian Mehrunisa — SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja
Juara 3: Aysha Asha Rafa Khaira — SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja
Lomba Panahan Standar Nasional SMP Putra — Ronde Kualifikasi
Juara 1: Faris Haidar — SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja
Juara 2: Satria Bagus Kusumawardhana — SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja
Juara 3: Shofwan Rouf Baihaqi — SMP IT Bina Insan Kamil Sidareja
Berlanjut ke Olimpiade Tingkat Nasional Rangkaian Islamic Youth Festival 2026 masih berlanjut dengan lomba olimpiade yang meliputi Sains, IPS, Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab.
Lomba akan dilaksanakan secara daring pada 21–24 September 2026 dan diikuti peserta secara serentak dari berbagai daerah di Indonesia.
Penyelenggaraan IYF Kabupaten Cilacap diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk mengukur prestasi peserta didik, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda yang unggul, kreatif, kolaboratif, dan berakhlak mulia.
Melalui semangat kompetisi yang sehat dan kolaborasi antarsekolah, JSIT Cilacap mendorong lahirnya generasi muda Muslim yang mampu berprestasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.
satyanusa, Cilacap — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap memastikan komitmen dalam mendukung penerapan energi baru dan terbarukan (EBT) di lingkungan pendidikan melalui bantuan panel surya berkapasitas 1.800 wattpeak (Wp) kepada SMP Negeri 5 Cilacap.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap, Lifania Riski Nugrahani, kepada Wakil Kepala SMP Negeri 5 Cilacap Bidang Kesiswaan, Khusen, di aula sekolah, Rabu (2/9/2026).
Lifania mengatakan, bantuan panel surya senilai Rp45 juta ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan Pertamina terhadap pengembangan energi terbarukan, sekaligus mendukung SMP Negeri 5 Cilacap dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang lebih ramah lingkungan.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pertamina terhadap penerapan energi terbarukan, khususnya di lingkungan pendidikan. Kami berharap panel surya ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi penggunaan energi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi para siswa mengenai energi baru dan terbarukan,” ujar Lifania.
Menurutnya, dukungan tersebut juga sejalan dengan upaya SMP Negeri 5 Cilacap menuju ASEAN Eco-School. Ini merupakan penghargaan dan standar program ramah lingkungan tingkat Asia Tenggara bagi sekolah yang berhasil menanamkan kesadaran dan praktik kepedulian lingkungan dalam berbagai aspek pendidikan.
“Melalui pemanfaatan panel surya ini, kami berharap semangat menjaga lingkungan dapat semakin tumbuh di kalangan siswa. Pendidikan energi bersih sejak dini penting untuk membangun generasi yang memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan,” imbuh Lifania.
Sementara itu, Wakil Kepala SMP Negeri 5 Cilacap Bidang Kesiswaan, Khusen, mengapresiasi dukungan yang diberikan Pertamina Patra Niaga RU Cilacap. Menurutnya, keberadaan panel surya tidak hanya memberikan manfaat dalam pemanfaatan sumber energi terbarukan, tetapi juga dapat menjadi media edukasi yang konkret bagi para siswa.
“Kami mengapresiasi bantuan panel surya dari Pertamina. Ini menjadi dukungan yang sangat berarti bagi sekolah, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk mengenal dan memahami energi baru dan terbarukan secara langsung,” ungkap Khusen.
Dalam implementasinya, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap menggandeng Politeknik Negeri Cilacap (PNC). Kolaborasi ini menjadi upaya memastikan pemanfaatan teknologi energi terbarukan di lingkungan sekolah dapat berjalan secara optimal sekaligus memberikan nilai tambah dalam aspek edukasi.
Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap berupaya menghadirkan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi serta pembangunan berkelanjutan.