Blog

  • Pertamina Fire Brigade RU Cilacap Bantu Proses Pemadaman Kebakaran Ruko di Jalan Tendean

    Pertamina Fire Brigade RU Cilacap Bantu Proses Pemadaman Kebakaran Ruko di Jalan Tendean

    satyanusa, Cilacap – Tim Pertamina Fire Brigade (PFB) Pertamina Patra Niaga RU Cilacap turut membantu proses pemadaman kebakaran yang melanda sebuah ruko bengkel motor di Jalan Tendean, Kelurahan Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Rabu malam (22/7/2026).

    Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.46 WIB, setelah seorang saksi melihat percikan api muncul dari bagian atap bangunan. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Emergency & Insurance dari fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) RU Cilacap segera mengerahkan personel Pertamina Fire Brigade (PFB) ke lokasi kejadian dengan pengawalan tim PKD Security.

    Pjs. Manager HSSE RU Cilacap, Aditya Liberty Prabowo mengatakan pihaknya bergerak cepat mengirimkan satu unit Fire Truck FT-41 beserta 7 personel dan perlengkapan pemadaman untuk mendukung upaya penanganan kebakaran.

    “Setelah menerima informasi kejadian, kami mengerahkan personel PFB beserta satu unit Fire Truck FT-41 lengkap dengan peralatan pemadaman. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan unsur terkait untuk membantu proses pemadaman hingga tahap cooling,” jelas Adi.

    Bersama tim pemadam kebakaran dari berbagai instansi, personel PFB berjibaku memadamkan kobaran api dan memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Tahapan cooling dinyatakan selesai sekitar pukul 00.10 WIB, menandai berakhirnya proses penanganan di lokasi.

    Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arief Widodo, menyampaikan tiga unit armada dari Pos Damkar Cilacap diterjunkan, didukung bantuan dari berbagai unsur, termasuk Pertamina, guna mempercepat proses pemadaman.

    “Kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam upaya ini, termasuk tim dari Pertamina Patra Niaga RU Cilacap,” ungkapnya.

    Dari pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, sedikitnya 16 unit sepeda motor beserta onderdil yang berada di dalam bengkel dilaporkan hangus terbakar.

    Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi. Menurutnya, keterlibatan Pertamina dalam penanganan kebakaran merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekaligus komitmen mendukung upaya tanggap darurat.

    “Semoga kejadian ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik,” imbuh Agustiawan.

    Keterlibatan PFB RU Cilacap menjadi bagian dari komitmen Pertamina untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat, dan unsur penanggulangan bencana dalam memberikan respons cepat terhadap situasi darurat, sekaligus mendukung keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

  • Hari Anak Nasional 2026, Relpi Pertamina RU Cilacap Dukung Pemenuhan Fasilitas Belajar Anak melalui Tebar 4.0

    Hari Anak Nasional 2026, Relpi Pertamina RU Cilacap Dukung Pemenuhan Fasilitas Belajar Anak melalui Tebar 4.0

    satyanusa, Cilacap – Dalam semangat Hari Anak Nasional 2026, Relawan Pertamina Peduli (Relpi) Pertamina Patra Niaga RU Cilacap kembali menunjukkan komitmen dukungan pemenuhan hak anak atas pendidikan yang layak.

    Hal ini dilakukan melalui penyaluran bantuan pendidikan senilai lebih dari Rp10 juta kepada siswa-siswi SD Negeri Bojong 03, Kecamatan Kawunganten, Rabu (22/7). Inisiatif kreatif bertajuk Tanam Energi Barokah (Tebar) 4.0 kal i ini mendapat dukungan penuh dari fungsi Production II RU Cilacap.

    Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, didukung fasilitas memadai bagi seluruh anak Indonesia.

    Pada kesempatan ini, relawan muda Pertamina hadir membantu memenuhi kebutuhan sarana penunjang pembelajaran, sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih optimal dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita.

    Program ini merupakan tindak lanjut dari kreatifitas Relpi yang mengajak pekerja beserta keluarga besar Pertamina berdonasi kebutuhan sekolah. Donasi yang terkumpul kemudian disalurkan kepada masyarakat, termaduk di bidang pendidikan.

    Koordinator Program Tebar 4.0, Farras Khibban, menjelaskan pada penyaluran tahap kedua ini Relpi menyerahkan berbagai bantuan berupa whiteboard, printer, tempat sampah, dan paket alat tulis sekolah dengan total nilai lebih dari Rp10 juta. Bantuan tersebut sebagai hasil penggalangan donasi periode 16 Juni–10 Juli 2026.

    “Ini adalah wujud kepedulian relawan dan keluarga besar Pertamina pada dunia pendidikan. Semoga semakin menguatkan semangat mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh fasilitas belajar memadai yang selaras tumbuh kembang mereka,” ujar Farras.

    Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Cilacap Agustiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang terus menunjukkan komitmen dalam aksi-aksi sosial. Program ini disebutnya menjadi salah satu unggulan Relpi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Salut untuk relawan muda Relpi yang konsisten menghadirkan program sosial bagi masyarakat. Bertepatan Hari Anak Nasional, bantuan ini berkontribusi pada terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pihak,” ungkap Agustiawan yang juga Pembina Relpi Cilacap.

    Kehadiran Relpi disambut hangat oleh Kepala SD Negeri Bojong 03, Sujatmoko, yang menyampaikan apresiasi atas dipilihnya sekolah tersebut sebagai penerima manfaat. “Bantuan ini sangat berarti dan bermanfaat untuk menunjang kebutuhan belajar anak-anak. Semoga kebaikan seluruh donatur mendapatkan balasan berlimpah,” tutur Sujatmoko.

    Melalui Tebar 4.0, Relpi RU Cilacap memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian, sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional demi memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik untuk tumbuh dan berkembang.

    Cilacap, 23 Juli 2026 – Dalam semangat Hari Anak Nasional 2026, Relawan Pertamina Peduli (Relpi) Pertamina Patra Niaga RU Cilacap kembali menunjukkan komitmen dukungan pemenuhan hak anak atas pendidikan yang layak.

    Hal ini dilakukan melalui penyaluran bantuan pendidikan senilai lebih dari Rp10 juta kepada siswa-siswi SD Negeri Bojong 03, Kecamatan Kawunganten, Rabu (22/7). Inisiatif kreatif bertajuk Tanam Energi Barokah (Tebar) 4.0 kal i ini mendapat dukungan penuh dari fungsi Production II RU Cilacap.

    Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, didukung fasilitas memadai bagi seluruh anak Indonesia.

    Pada kesempatan ini, relawan muda Pertamina hadir membantu memenuhi kebutuhan sarana penunjang pembelajaran, sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih optimal dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita.

    Program ini merupakan tindak lanjut dari kreatifitas Relpi yang mengajak pekerja beserta keluarga besar Pertamina berdonasi kebutuhan sekolah. Donasi yang terkumpul kemudian disalurkan kepada masyarakat, termaduk di bidang pendidikan.

    Koordinator Program Tebar 4.0, Farras Khibban, menjelaskan pada penyaluran tahap kedua ini Relpi menyerahkan berbagai bantuan berupa whiteboard, printer, tempat sampah, dan paket alat tulis sekolah dengan total nilai lebih dari Rp10 juta. Bantuan tersebut sebagai hasil penggalangan donasi periode 16 Juni–10 Juli 2026.

    “Ini adalah wujud kepedulian relawan dan keluarga besar Pertamina pada dunia pendidikan. Semoga semakin menguatkan semangat mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh fasilitas belajar memadai yang selaras tumbuh kembang mereka,” ujar Farras.

    Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Cilacap Agustiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang terus menunjukkan komitmen dalam aksi-aksi sosial. Program ini disebutnya menjadi salah satu unggulan Relpi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Salut untuk relawan muda Relpi yang konsisten menghadirkan program sosial bagi masyarakat. Bertepatan Hari Anak Nasional, bantuan ini berkontribusi pada terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pihak,” ungkap Agustiawan yang juga Pembina Relpi Cilacap.

    Kehadiran Relpi disambut hangat oleh Kepala SD Negeri Bojong 03, Sujatmoko, yang menyampaikan apresiasi atas dipilihnya sekolah tersebut sebagai penerima manfaat. “Bantuan ini sangat berarti dan bermanfaat untuk menunjang kebutuhan belajar anak-anak. Semoga kebaikan seluruh donatur mendapatkan balasan berlimpah,” tutur Sujatmoko.

    Melalui Tebar 4.0, Relpi RU Cilacap memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian, sejalan dengan semangat Hari Anak Nasional demi memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik untuk tumbuh dan berkembang.

  • Pertamina Kilang Cilacap Kawal Legalitas UMKM Tani

    Pertamina Kilang Cilacap Kawal Legalitas UMKM Tani


    satyanusa, Cilacap – Banyak produk hasil pertanian dan olahan masyarakat memiliki kualitas yang baik, namun belum mampu menembus pasar yang lebih luas karena terkendala legalitas usaha dan produk. Padahal, kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), hingga sertifikat halal menjadi kunci penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih besar

    Melihat tantangan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap melalui Program Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) menggelar pelatihan legalitas usaha dan pengembangan kemasan bagi kelompok binaan di Desa Kalijaran.

    Kegiatan ini menghadirkan Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas UMKM, Hakim dan turut melibatkan Kelompok Mintih Mulia, Gapoktan Margo Sugih, KWT Mekar Jaya Lestari, KWT Tandur Makmur, serta Poklahsan Panikel Sidat Mania.

    Dalam pelatihan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha berupa NIB, PIRT, dan sertifikasi halal sebagai fondasi untuk meningkatkan daya saing produk. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai desain kemasan yang menarik sebagai identitas produk dan strategi branding agar produk memiliki nilai tambah di tengah persaingan pasar.

    Tidak hanya menerima materi, seluruh kelompok juga didampingi secara langsung dalam proses pengisian formulir pengajuan NIB, PIRT, dan sertifikasi halal. Setiap kelompok menggunakan satu alamat surat elektronik sebagai media komunikasi resmi untuk mempermudah proses administrasi, pemantauan perkembangan legalitas, hingga tindak lanjut pengajuan dokumen.

    Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Agustiawan, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan usaha yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

    “Program MAPAN tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga memastikan kelompok binaan memiliki legalitas usaha yang menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar, meningkatkan nilai ekonomi produk, serta menciptakan kemandirian masyarakat. Melalui program CSR, kami ingin menghadirkan pemberdayaan yang memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi pelaku usaha di sekitar wilayah operasi perusahaan,” ujarnya.

    Sementara itu, Konsultan PLUT Dinas UMKM, Hakim menjelaskan bahwa legalitas usaha merupakan investasi jangka panjang bagi pelaku UMKM. “Legalitas seperti NIB, PIRT, dan sertifikat halal bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi bentuk perlindungan usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. Didukung kemasan yang baik, produk masyarakat akan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar modern maupun memperluas jaringan pemasaran,” jelasnya.

    Salah satu peserta pelatihan, Rohmah Noviana, mengaku kegiatan ini memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat bagi kelompoknya. “Selama ini kami fokus pada produksi, tetapi belum memahami pentingnya legalitas dan kemasan. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami lebih percaya diri untuk mengurus perizinan usaha sehingga produk kami dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

    Program MAPAN menjadi wujud kontribusi CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap dalam mendukung Asta Cita melalui penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan UMKM. Kegiatan ini juga berdasar pada komitmen Kilang Cilacap dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s), salah satunya pada tujuan delapan tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta tujuan ke dua belas tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

  • Pemasok 34 Persen BBM Nasional, Pertamina Kilang Cilacap Perkuat Sinergi Hukum dengan Kejati Jateng

    Pemasok 34 Persen BBM Nasional, Pertamina Kilang Cilacap Perkuat Sinergi Hukum dengan Kejati Jateng

    satyanusa, Semarang – Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap, Hermawan Budiantoro, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah di Semarang, Senin (20/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Pertamina dengan Kejati, khususnya di bidang layanan dan bantuan hukum.

    Dalam kunjungan ini, Hermawan didampingi Pjs. Manager Health, Safety, Security and Environment (HSSE) Adi Firmansyah serta Area Manager Communication, Relations & CSR Agustiawan dan pejabat dari fungsi terkait. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Teguh Subroto, di ruang kerjanya.

    Hermawan Budiantoro menyampaikan Kilang Cilacap memiliki peran strategis sebagai salah satu kilang terbesar di Indonesia. Kilang Cilacap bertanggung jawab menyuplai sekitar 34 persen kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional dan sekitar 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa.

    “Peran Kilang Cilacap sangat penting dan vital dalam menjaga ketersediaan energi nasional. Karena itu, kami perlu membangun kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, agar seluruh operasional perusahaan senantiasa berjalan pada koridor yang benar, khususnya dari perspektif hukum,” ujar Hermawan.

    Menurutnya, dukungan pendampingan hukum menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan sekaligus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

    Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Teguh Subroto, menyambut baik kunjungan jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga RU Cilacap. Ia mengapresiasi komitmen Pertamina dalam membangun komunikasi dan koordinasi dengan aparat penegak hukum sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan.

    Teguh menegaskan bahwa Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah siap bersinergi dan memberikan dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki, khususnya dalam layanan dan bantuan hukum, guna mendukung kelancaran operasional objek vital nasional yang memiliki peran strategis bagi ketahanan energi Indonesia.

    Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, ditandai dengan diskusi mengenai berbagai peluang kerja sama yang dapat terus dikembangkan di masa mendatang.

    Sinergi antara Pertamina dan Kejaksaan diharapkan mampu memperkuat kepatuhan hukum, mitigasi risiko, serta mendukung keberlangsungan operasional Kilang Cilacap dalam menjalankan tugasnya menjaga pasokan energi bagi masyarakat.

  • Dari Dapur ke Energi Bersih, Stafsus Wapres RI Dorong Bank Sampah Binaan Pertamina Kilang Cilacap Jadi Percontohan Kampung Minyak Jelantah

    Dari Dapur ke Energi Bersih, Stafsus Wapres RI Dorong Bank Sampah Binaan Pertamina Kilang Cilacap Jadi Percontohan Kampung Minyak Jelantah

    satyanusa, Cilacap – Staf Khusus Wakil Presiden RI, Tina Talisa, mengapresiasi semangat dan kepedulian masyarakat, khususnya para ibu dari Bank Sampah Beo Asri, Tegalreja, Kecamatan Cilacap Selatan, dalam mengumpulkan minyak jelantah sebagai upaya menjaga lingkungan dan mendukung ekonomi sirkular.

    Kunjungan ke Bank Sampah Beo Asri menjadi agenda pembuka kunjungan kerja Tina Talisa di kawasan Kilang Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Selasa (14/7/2026). Pada kesempatan tersebut, Tina melihat secara langsung aktivitas anggota bank sampah yang secara rutin mengumpulkan minyak jelantah dari rumah tangga untuk selanjutnya dikelola.

    “Saya sangat mengapresiasi semangat ibu-ibu di sini. Luar biasa, meski sebagian besar sudah lansia, semangatnya tetap muda dan produktif. Ini contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari rumah dan dilakukan oleh siapa saja,” ujar Tina.

    Menurutnya, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas lingkungan. Selain mengurangi potensi pencemaran, pengumpulan minyak jelantah juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

    “Kami senang melihat ibu-ibu secara sadar dan tekun mengumpulkan minyak jelantah untuk disetorkan ke Bank Sampah Beo Asri. Selain misi penyelamatan lingkungan, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi karena minyak jelantah dihargai sekitar Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram,” katanya.

    Lebih lanjut, Tina menilai inisiatif tersebut juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan. Minyak jelantah ini menjadi salah satu bahan baku dalam pengembangan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (PertaminaSAF) yang diproduksi Kilang Cilacap, sehingga mendukung upaya transisi energi nasional.

    Ia pun berharap Bank Sampah Beo Asri dapat menjadi pelopor sekaligus percontohan bagi lahirnya “Kampung Minyak Jelantah” di berbagai daerah di Indonesia.

    Direktur Bank Sampah Beo Asri Tegalreja, Sri Widowati, menjelaskan program pengumpulan minyak jelantah telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan mendapat respons positif dari masyarakat. Saat ini beranggotakan lebih dari 900 orang dan pihaknya mampu mengumpulkan sekitar 100 hingga 150 kilogram minyak jelantah setiap bulan.

    “Masyarakat semakin sadar pentingnya mengelola minyak jelantah dengan benar. Selain menjaga lingkungan, hasil penjualannya juga memberikan tambahan pendapatan bagi warga,” ungkap Sri.

    Sementara itu, Direktur Operasi Kilang Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia, menyampaikan kunjungan Staf Khusus Wakil Presiden RI menjadi motivasi tersendiri bagi anggota Bank Sampah Beo Asri untuk terus meningkatkan kontribusi mereka dalam pengelolaan lingkungan.

    “Kehadiran Ibu Tina Talisa menjadi penyemangat bagi ibu-ibu Bank Sampah Beo Asri. Kami berharap kolaborasi antara masyarakat dan Pertamina terus berkembang sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi lingkungan, masyarakat, maupun mendukung pengembangan energi yang lebih berkelanjutan,” ujar Didik.

    Bank Sampah Beo Asri merupakan bagian dari Program Kampung KB Gadis, salah satu program pemberdayaan masyarakat binaan Pertamina Patra Niaga RU Cilacap. Selain mengelola minyak jelantah, kelompok ini juga aktif mengolah sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi serta mengembangkan kerajinan ramah lingkungan melalui Kiye Ecoprint.

    Melalui berbagai program pemberdayaan tersebut, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap konsisten mendorong terciptanya masyarakat mandiri, peduli lingkungan, dan berdaya secara ekonomi sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

  • Anugerah Inovasi Wijayakusuma Awards 2026 Diperpanjang, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Dorong Munculnya Inovasi Daerah

    Anugerah Inovasi Wijayakusuma Awards 2026 Diperpanjang, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Dorong Munculnya Inovasi Daerah

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap memperpanjang masa pendaftaran Wijayakusuma Awards 2026 hingga 31 Juli 2026. Perpanjangan dilakukan untuk memberi kesempatan lebih luas kepada masyarakat di wilayah Eks Karesidenan Banyumas agar berpartisipasi dalam ajang penghargaan inovasi tersebut.

    Informasi perpanjangan pendaftaran disampaikan dalam sosialisasi yang digelar di tiga kecamatan di Kota Cilacap, yakni Kecamatan Cilacap Tengah, Cilacap Utara, dan Cilacap Selatan, pekan lalu. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperluas jangkauan informasi kepada calon peserta.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Agustiawan, mengatakan perpanjangan masa pendaftaran merupakan komitmen Pertamina untuk membuka ruang yang lebih besar bagi masyarakat dalam menghadirkan inovasi yang bermanfaat.

    “Perpanjangan masa pendaftaran ini penting agar semakin banyak masyarakat di wilayah Eks Karesidenan Banyumas yang berpartisipasi. Kami berharap semakin banyak ide, gagasan, dan inovasi yang lahir untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Agustiawan.

    Menurutnya, Wijayakusuma Awards 2026 merupakan ajang apresiasi sekaligus kompetisi inovasi yang untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh Kilang Cilacap. Tujuannya mendorong lahirnya ide, gagasan, dan implementasi program yang kreatif, berdampak, serta berkelanjutan di Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara.

    Mengusung tema ’Endless Innovation, Energizing Community’, Wijayakusuma Awards 2026 diharapkan mampu mendorong terciptanya inovasi pemberdayaan masyarakat yang kreatif, inovatif, dan berkelanjutan.

    Program ini juga menjadi wadah mengidentifikasi serta mengapresiasi individu, kelompok, komunitas, maupun mahasiswa yang telah menghasilkan inovasi sosial, memperkuat kolaborasi antar pelaku pemberdayaan masyarakat, sekaligus menemukan program unggulan dan local hero yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

    Camat Cilacap Tengah, Agung Wibowo, mengapresiasi penyelenggaraan Wijayakusuma Awards 2026 yang dinilai dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan berbagai inovasi yang dimiliki.

    “Kami mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Semoga semakin banyak inovasi dari masyarakat yang dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi daerah,” katanya.

    Pendaftaran Wijayakusuma Awards 2026 dibuka hingga 31 Juli 2026. Selanjutnya, panitia melaksanakan tahapan seleksi dokumen, pengumuman hasil seleksi administrasi, penilaian, hingga malam penganugerahan.

    Para pemenang akan memperoleh Trofi Wijayakusuma Awards 2026, sertifikat penghargaan, uang pembinaan jutaan rupiah, serta kesempatan mendapatkan pendampingan dan jejaring pengembangan program.

    Informasi mengenai persyaratan, kategori, dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui akun Instagram resmi @wijayakusuma.awards.

  • Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Komitmen Dorong Petani dan UKM Naik Kelas

    Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Komitmen Dorong Petani dan UKM Naik Kelas

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap menegaskan komitmen mendorong petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) naik kelas melalui berbagai program pemberdayaan berbasis pertanian berkelanjutan.

    Hal ini disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Agustiawan, dalam Forum Temu Usaha Petani dan UKM yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah di Hotel Azana Asia Cilacap, Senin malam (6/7/2026).

    Menurut Agustiawan, pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Cilacap. Namun, di balik potensinya, petani dan pelaku UKM masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses pasar, minimnya permodalan, hingga dampak perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

    “Pertamina meyakini, pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dilakukan melalui bantuan sesaat. Yang dibutuhkan adalah penguatan kapasitas, pemanfaatan teknologi, akses pasar, dan kolaborasi yang mampu membuat petani dan UKM berkembang serta naik kelas secara berkelanjutan,” ujar Agustiawan.

    Ia menjelaskan, selain tugas utama mendistribusikan BBM, LPG, avtur, dan petrokimia, Kilang Cilacap juga menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui Community Involvement and Development (CID).

    Program ini menjadi instrumen strategis perusahaan dalam menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi, termasuk di sektor pertanian.

    Salah satu implementasinya diwujudkan melalui Program Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan (MAPAN) di Desa Kalijaran, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap. Program ini dirancang sebagai kemitraan jangka panjang yang memberdayakan petani dan pelaku UKM pertanian melalui pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

    Melalui MAPAN, Pertamina menghadirkan berbagai inovasi, antara lain irigasi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), irigasi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH), inovasi alat penyemprot pestisida, budidaya hortikultura menggunakan raised bed dan irigasi tetes berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), optimalisasi lingkungan melalui sistem integrasi pertanian, hingga sistem interkoneksi hulu-hilir pertanian.

    Berbagai inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, sekaligus memperkuat daya saing petani dan UKM lokal.

    Agustiawan mengapresiasi forum Temu Usaha Petani dan UKM sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi berbasis pertanian.

    “Forum seperti ini menjadi langkah penting membangun sinergi antarpemangku kepentingan. Kami berharap semakin banyak kolaborasi yang mampu mempercepat lahirnya petani dan UKM yang tangguh, mandiri, serta memiliki daya saing di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

    Forum Temu Usaha Petani dan UKM mempertemukan petani dan pelaku UKM dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Selain Agustiawan, kegiatan tersebut juga menghadirkan Kepala Bidang Kerja Sama Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Bayu Sasongko, serta General Manager Hotel Azana Asia Cilacap, Anselmus Arie, sebagai narasumber.

    Bagi Pertamina, energi tidak berhenti pada distribusi BBM, LPG, avtur, dan petrokimia namun juga diwujudkan dalam upaya menggerakkan potensi masyarakat agar tumbuh lebih kuat, inovatif, dan berdaya saing.

  • Merajut Asa Pascalongsor, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Dampingi Warga Huntara Bangun Kehidupan Lebih Tangguh

    Merajut Asa Pascalongsor, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Dampingi Warga Huntara Bangun Kehidupan Lebih Tangguh

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga RU Cilacap menyelenggarakan program Eco-Explore Impact, sebuah pelatihan dan pemberdayaan masyarakat bagi warga Hunian Sementara (Huntara) terdampak tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Rabu (1/7/2026).

    Kegiatan di Balai Desa Cibeunying ini mengintegrasikan mitigasi bencana berbasis psiko-ekoteologi, pengelolaan sampah, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS).

    Program dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Agustiawan mengatakan Eco-Explore Impact menjadi komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan masyarakat secara menyeluruh, dari infrastruktur, psikologis, sosial, ekonomi, hingga lingkungan.

    “Program ini sangat penting untuk mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana dari aspek psikologis, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang,” ujar Agustiawan.

    Menurutnya, pemasangan EWS menjadi salah satu komponen penting yang diharapkan mampu memberikan informasi secara cepat ketika terdeteksi indikasi tanah longsor. Sehingga masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk merespon dan evakuasi secara aman.

    Rangkaian program diawali sosialisasi Eco-Explore Impact oleh Officer CSR & SMEPP Kilang Cilacap, Lifania Riski Nugrahani. Dilanjutkan pembentukan tim penggerak, pemetaan kebutuhan masyarakat, serta pemasangan EWS sebagai infrastruktur pendukung mitigasi bencana.

    Tahapan berikutnya meliputi berbagai pelatihan, antara lain psiko-ekoteologi, mitigasi bencana, pengelolaan sampah, penguatan kelembagaan bank sampah, hidroponik, vertikultur, budidaya ikan dalam ember (budikdamber), hingga pengolahan hasil panen untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

    Pada fase implementasi, masyarakat menjalankan operasional bank sampah, mengembangkan kebun pangan & penghijauan, aktivasi layanan psikososial, serta simulasi evakuasi dengan memanfaatkan EWS sebagai sistem kesiapsiagaan bencana berkelanjutan.

    Program Eco-Explore Impact merupakan hasil kolaborasi Pertamina Patra Niaga RU Cilacap bersama BPBD Kabupaten Cilacap, Pemerintah Desa Cibeunying, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, BAZNAS Cilacap, Siaga Peduli, serta akademisi, media, relawan, dan warga Huntara sebagai penerima manfaat.

    Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap berharap nantinya terbentuk masyarakat yang lebih tangguh, mandiri, dan siap menghadapi potensi bencana, sekaligus mampu membangun lingkungan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.

  • Relpi Cilacap Tebar Energi Barokah, Hadirkan Semangat Belajar bagi Anak-anak Kuripan

    Relpi Cilacap Tebar Energi Barokah, Hadirkan Semangat Belajar bagi Anak-anak Kuripan

    satyanusa, Cilacap – Relawan Pertamina Peduli (Relpi) Pertamina Patra Niaga RU Cilacap menyalurkan donasi Program Tanam Energi Barokah (TEBAR) 4.0 tahap pertama kepada Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Semesta Alam, Desa Kuripan, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, Minggu (28/6/2026).

    Pada penyaluran tersebut, Relpi menyerahkan bantuan berupa rak buku, paket alat tulis, pakaian layak pakai, serta snack sehat kepada sekitar 30 anak yang menjadi pengunjung Taman Bacaan Semesta Alam.

    Koordinator Program TEBAR 4.0, Suwasta Rizki Nugraha, menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran Program TEBAR 4.0 yang sebelumnya dilaksanakan di lingkungan internal Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Juni 2026.

    “TEBAR 4.0 mengusung tema donasi buku dan perlengkapan sekolah sebagai kepedulian terhadap peningkatan literasi dan pendidikan anak-anak. Kami mengajak keluarga besar Perwira Pertamina untuk berbagi melalui barang-barang yang masih layak pakai dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Suwasta.

    Ia menambahkan, donasi yang dihimpun meliputi buku bacaan, buku tulis, alat tulis, tas sekolah, sepatu, uang saku, hingga berbagai perlengkapan sekolah lain. Program ini menjadi ikhtiar Relpi untuk memperpanjang usia pemakaian barang-barang milik keluarga besar Perwira Pertamina sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

    Selama periode donasi, Relpi menempatkan booth TEBAR 4.0 di lima lokasi strategis, yaitu Area DCU Pintu 1 Kilang, Area DCU Pintu 3 Kilang, Area DCU Pintu OM 70, lobi Head Office, serta Masjid Baiturrahmah Komperta Donan. Melalui titik-titik tersebut, partisipasi Perwira Pertamina berhasil menghimpun berbagai kebutuhan yang kemudian disalurkan kepada penerima manfaat.

    Penyaluran donasi bertepatan dengan kegiatan Maca Bareng “Art & Craft” yang diselenggarakan di Taman Bacaan Semesta Alam. Kegiatan diisi dengan membaca buku bersama, sesi read aloud, serta membuat kolase yang diikuti sekitar 30 anak berusia 3 hingga 12 tahun. Suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan diharapkan dapat semakin menumbuhkan minat baca sekaligus kreativitas anak-anak.

    Pengelola Taman Bacaan Masyarakat Semesta Alam, Nurul Mae, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan Relawan Pertamina Peduli melalui Program TEBAR 4.0.

    “Terima kasih kepada Relawan Pertamina Peduli dan seluruh Perwira Pertamina yang telah berbagi melalui Program TEBAR. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk melengkapi fasilitas taman bacaan sekaligus mendukung kegiatan literasi anak-anak di sini. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan memberi manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” ungkap Nurul.

    Melalui Program TEBAR 4.0, Relawan Pertamina Peduli berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial di lingkungan Perwira Pertamina dapat terus tumbuh, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat melalui pemanfaatan barang-barang yang masih memiliki nilai guna.

  • Haru & Bahagia, Begini Suasana Khitanan Massal Bazma Pertamina RU Cilacap bagi 169 Anak

    Haru & Bahagia, Begini Suasana Khitanan Massal Bazma Pertamina RU Cilacap bagi 169 Anak

    satyanusa, Cilacap – Suasana haru & bahagia terlihat di Sekretariat Baituzzakah Pertamina (Bazma) Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap, Komplek Masjid Baiturrahmah, Donan, Cilacap, Sabtu (20/6). Tawa anak-anak yang didampingi orang tua mereka berpadu dengan rasa syukur, mewarnai pelaksanaan khitanan massal yang digelar Bazma RU Cilacap.

    Kegiatan sosial yang telah menjadi agenda rutin ini berhasil melampaui target. Dari target awal 150 peserta, tercatat sebanyak 169 anak dari berbagai kecamatan di Kabupaten Cilacap mengikuti khitanan massal secara gratis.

    Bagi sebagian keluarga, program ini bukan sekadar layanan kesehatan, namun juga harapan dan kebahagiaan di tengah berbagai keterbatasan. Momen yang bagi anak-anak menjadi langkah menuju kedewasaan, bagi para orang tua merupakan bentuk kepedulian yang nyata dari perusahaan kepada masyarakat.

    Sekretaris Bazma RU Cilacap, Ahmad Badruddin, mengungkapkan khitanan massal merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sedikitnya dua kali dalam setahun, yakni pada momen libur panjang sekolah pada bulan Juni dan peringatan Hari Ulang Tahun Pertamina pada bulan Desember.

    “Ini adalah salah satu agenda rutin yang selalu ditunggu oleh masyarakat karena manfaatnya nyata dirasakan. Peserta tidak dipungut biaya pendaftaran dan mendapatkan paket uang saku, souvenir, dan obat-obatan,” ujarnya.

    Ia menambahkan, antusiasme masyarakat yang terus meningkat menjadi semangat bagi Bazma untuk terus menghadirkan program-program yang memberi manfaat langsung kepada warga sekitar.

    Senada dengan itu, Ketua Badan Dakwah Islam (BDI) RU Cilacap, Ikhya Ramadhanu Khairil, berharap program khitanan massal dapat terus berlanjut dan menjadi jembatan yang mempererat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat.

    “Program ini merupakan salah satu program andalan Bazma. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan sebagai sarana menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekaligus wujud tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan sekitar,” katanya.

    Kebahagiaan juga dirasakan oleh Ganjar Yoga, salah satu peserta asal Jalan Tancang, Cilacap Utara. Dengan wajah sumringah, ia mengaku telah lama menunggu kesempatan untuk mengikuti khitanan massal yang diselenggarakan Bazma.
    “Saya senang sekali. Sudah menunggu lama, akhirnya bisa ikut khitanan massal di Bazma kali ini. Terima kasih,” ucapnya singkat.

    Di balik setiap senyum anak-anak yang pulang membawa bingkisan dan uang saku, tersimpan makna yang lebih dalam. Khitanan massal Bazma Pertamina Patra Niaga RU Cilacap bukan sekadar kegiatan sosial tahunan, melainkan bentuk kepedulian yang menghadirkan kebahagiaan, meringankan beban keluarga, dan meneguhkan bahwa kehadiran perusahaan di tengah masyarakat dapat menjadi sumber manfaat dan harapan bagi sesama.