Blog

  • 2.647 Insan Pertamina Ramaikan SeBuSePro 2026, Komitmen Kilang Cilacap Jaga Produktivitas & Keandalan

    2.647 Insan Pertamina Ramaikan SeBuSePro 2026, Komitmen Kilang Cilacap Jaga Produktivitas & Keandalan

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap resmi meluncurkan program tahunan Sehat Bugar Senang Produktif (SeBuSePro) 2026 melalui kegiatan Happy Run dan Happy Walking sejauh 5 kilometer pada Minggu (10/5/2026).

    Kegiatan dimulai dari Benzene Stadium di komplek Perumahan Pertamina Gunung Simping dan berakhir di Gedung Patra Graha, diikuti ribuan peserta dari unsur pekerja, pasangan pekerja, hingga mitra kerja. Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan penanda dimulainya program wellness tahunan tersebut.

    SeBuSePro merupakan program promotif dan preventif perusahaan untuk meningkatkan derajat kesehatan pekerja dan mitra melalui pola hidup sehat secara konsisten dan menyenangkan.

    Pjs. Manager Health, Safety, Security & Environment (HSSE) RU IV Cilacap, dr. Bernard L. Tobing menyampaikan tahun ini SeBuSePro kembali menghadirkan empat tantangan utama yang akan dijalankan selama 24 minggu secara konsisten.

    “Keempat program itu adalah Happy Walking, Happy Run, Happy Fitness, dan Kebugaran Jasmani. Seluruh program dirancang agar pekerja, pasangan, dan mitra kerja dapat menerapkan gaya hidup sehat secara bertahap namun berkelanjutan,” jelasnya.

    Ia merinci, program Happy Run diperuntukkan pekerja dan pasangan sebanyak 4 kali dalam seminggu dengan jarak tempuh 5 kilometer dan waktu maksimal 40 menit. Sedangkan Happy Walking mengajak peserta berjalan kaki lima kali dalam seminggu sejauh 5 kilometer dengan waktu maksimal 60 menit.

    Selain itu, Happy Fitness khusus bagi pekerja sebanyak empat kali dalam seminggu di fasilitas Fitness Center Komperta Lomanis, Gunung Simping, dan Tegalkamulyan. Adapun program Kebugaran Jasmani diperuntukkan fungsi HSSE dan seluruh Tenaga Ahli Daya (TAD) dengan catatan kesehatan tertentu.

    Pada 2026, jumlah peserta SeBuSePro tercatat mencapai 2.647 peserta atau meningkat sekitar 30 persen dibanding tahun sebelumnya, 2.040 peserta.

    Menurut dr. Bernard, peningkatan partisipasi tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran pekerja dan keluarga terhadap pentingnya kesehatan sebagai fondasi utama produktivitas.

    “Program ini diharapkan semakin menurunkan prevalensi obesitas dan risiko penyakit kronis, meningkatkan derajat kesehatan, serta mendorong seluruh pekerja, keluarga, dan mitra kerja memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang optimal. Hal ini mendukung peningkatan produktivitas sekaligus mendukung visi perusahaan World Class Company,” imbuhnya.

    Senada, General Manager RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo menegaskan perusahaan yang kuat lahir dari insan yang sehat, bugar, dan memiliki kualitas hidup yang baik.

    “Melalui SeBuSePro, perusahaan tidak sekadar mengajak peserta berolahraga, tetapi juga membangun budaya hidup sehat secara konsisten dan menyenangkan. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil secara terus-menerus,” ungkap Wahyu.

    Ia menambahkan, format kegiatan tahun ini masih mempertahankan skema yang terbukti berhasil pada pelaksanaan sebelumnya, mengingat antusiasme peserta yang sangat tinggi dan dampak positif yang dirasakan peserta.

    Sebagai bagian dari rangkaian launching, peserta juga mendapatkan sesi motivasi perilaku hidup sehat dari narasumber dr. Andhika yang memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebugaran dan pola hidup sehat di tengah aktivitas kerja yang dinamis.

    Dengan semangat sehat, bugar, senang, dan produktif, SeBuSePro 2026 diharapkan menjadi momentum perubahan budaya hidup sehat di lingkungan Kilang Cilacap secara berkelanjutan.

  • Kenali Zona Kilang, Nelayan Melaut dengan Tenang: Sinergi Pertamina dan Nelayan Cilacap Jaga Laut Bersama

    Kenali Zona Kilang, Nelayan Melaut dengan Tenang: Sinergi Pertamina dan Nelayan Cilacap Jaga Laut Bersama

    satyanusa, Cilacap – Hangatnya kebersamaan terasa dalam sosialisasi area terlarang dan tertentu yang diselenggarakan Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap bersama para nelayan Cilacap dari unsur Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan KUD Mino Saroyo. Mengusung tema “Kenali Zona Kilang, Nelayan Melaut dengan Tenang”, kegiatan ini digelar di Purwokerto pada Jumat – Sabtu (8–9/5/2026).

    Lebih dari sekadar forum sosialisasi, kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan kepentingan keselamatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan. Pertamina dan nelayan duduk bersama, berbagi perspektif, sekaligus memperkuat rasa saling memiliki terhadap laut yang menjadi sumber kehidupan bersama.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menyampaikan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para nelayan terkait area-area terlarang dan tertentu di perairan Cilacap. Hal ini penting agar aktivitas pelayaran nelayan tetap aman, sekaligus mendukung kelancaran distribusi energi nasional.

    “Ini bukan tentang membatasi ruang gerak nelayan, melainkan langkah preventif demi keselamatan bersama. Laut adalah ruang hidup bersama, tempat mencari nafkah, sekaligus ruang yang harus dijaga keamanannya secara kolektif,” ujar Agustiawan.

    Menurutnya, sinergi antara Pertamina dan para nelayan menjadi kunci dalam menciptakan harmoni di wilayah perairan. Dengan saling memahami batasan dan peran masing-masing, potensi risiko dapat diminimalisir tanpa mengurangi produktivitas nelayan dalam melaut.

    Senada dengan hal tersebut, Ketua HNSI Cilacap, Sarjono menegaskan laut merupakan aset bersama yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Ia mengibaratkan laut seperti sebuah akuarium besar, tempat berbagai pihak hidup berdampingan.

    “Kalau diibaratkan akuarium, maka kita semua –nelayan, Pertamina, dan pihak lainnya, hidup dalam satu ruang yang sama. Agar tetap seimbang, kita harus saling menjaga, saling memahami, dan terus bersinergi,” ungkapnya.

    Sesi sosialisasi menghadirkan berbagai narasumber dari instansi terkait, di antaranya Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cilacap, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Satpolair Polresta Cilacap, serta tim HSSE RU IV Cilacap. Para peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mulai dari aspek keselamatan pelayaran, regulasi wilayah perairan, hingga mitigasi risiko di sekitar area operasional kilang.

    Tak hanya itu, suasana semakin inspiratif melalui sesi berbagi pengalaman bersama Local Hero Kampoeng Kepiting Kutawaru binaan RU IV Cilacap, Rato. Kisahnya menjadi pengingat bahwa kolaborasi yang baik antara masyarakat dan perusahaan mampu melahirkan manfaat nyata dan berkelanjutan.

    Melalui kegiatan ini, Pertamina berharap tercipta kesadaran kolektif bahwa keselamatan di laut bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan hasil dari kerja sama yang erat. Dengan memahami zona kilang dan menjaga komunikasi yang baik, nelayan dapat melaut dengan lebih tenang, sementara operasional energi tetap berjalan dengan aman dan andal.

  • Pos tanpa judul 31

    Gemilang! Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Raih Satyalancana Pembangunan dari Presiden RI Berkat Transformasi Dusun Bondan

    Cilacap, 8 Mei 2026 – Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih penghargaan bergengsi Satyalancana Pembangunan 2025.

    Ini adalah tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia kepada individu yang dinilai berjasa besar dalam pembangunan bangsa di bidang ekonomi, sosial, budaya, maupun bidang strategis lainnya.

    Penghargaan diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto kepada Cecep Supriyatna yang saat itu menjabat Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap dalam seremoni di Jakarta, Rabu (7/5/2026).

    General Manager Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti nyata kehadiran pekerja Pertamina dalam menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasi kilang.

    “Semoga dengan pencapaian penghargaan bergengsi ini semakin memperluas jangkauan manfaat bagi terciptanya hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat sekitar,” ujar Wahyu.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan menjelaskan penghargaan Satyalancana Pembangunan diraih melalui program unggulan Desa Energi Berdikari (DEB) di Dusun Bondan, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap.

    Program ini menghadirkan solusi energi berkelanjutan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) yang memadukan energi angin dari kincir angin dan energi matahari melalui panel surya.

    Pengembangan program dimulai dengan pilot project Hybrid Energy One Pole (HEOP) pada 2018. Selanjutnya pada 2020 dikembangkan PLTH Energi Mandiri Tenaga Surya & Angin (E-Mas Bayu), pilot project Energi Mandiri Tambak Ikan (E-Mbak Mina), hingga pelatihan pengelolaan tambak dan pengolahan hasil tambak bagi masyarakat setempat.

    Tidak berhenti di sektor energi, Pertamina juga menghadirkan Instalasi Sistem Desalinasi Berbasis Masyarakat (Sidesi) sebagai solusi akses air bersih, penguatan kelembagaan koperasi, pelatihan early warning system rob flood, hingga menjadikan Dusun Bondan sebagai Laboratorium Energi Baru Terbarukan (EBT) pada 2023.

    Hingga akhir 2023, Program Desa Energi Berdikari berhasil menghasilkan energi terbarukan sebesar 324.039 Wp tenaga surya, 609.000 m3 per tahun gas metana, 16.500 Wp energi hibrid matahari dan angin, 28.000 watt mikro hidro, serta 6.500 liter per tahun biodiesel. Program ini juga mampu menurunkan emisi karbon sebesar 729.127 ton Co2eq setiap tahun.

    Dampak nyata program dirasakan langsung masyarakat Dusun Bondan. Sebanyak 78 Kepala Keluarga (KK) menikmati akses listrik selama 24 jam, ketersediaan air bersih mencapai 720 liter/hari, serta sistem peringatan dini rob flood yang membantu meminimalisasi kerugian hasil tambak warga.

    Diketahui, Cecep Supiryatna berperan penting dalam mendorong program DEB Dusun Bondan bersama PCP Exterminator yang beranggotakan, Aldila Maretta (Sustainability Business), Andikta DH (Business Continuity), Ardhika AK (Produksi III), Aditya Anung DN (Risk Management), Banyu Nurinsan P. (MPS), M. Yusup (TA), dan Wahyu Primajati (MPS).

    Penghargaan Satyalancana Pembangunan menjadi penegas komitmen Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap dalam menghadirkan inovasi sosial berbasis energi berkelanjutan. Inovasi ini tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

  • Pasar Murah Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Tak Hanya Ringankan Warga, Hasilnya Disalurkan untuk Yatim dan Dhuafa

    Pasar Murah Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Tak Hanya Ringankan Warga, Hasilnya Disalurkan untuk Yatim dan Dhuafa

    satyanusa, Cilacap – Kepedulian terhadap masyarakat terus diwujudkan oleh Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap melalui program Pasar Murah bagi keluarga pra sejahtera yang digelar di Gedung Patra Graha, Cilacap, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini menyasar 1.000 warga pra sejahtera yang berada di wilayah terdekat operasional kilang.

    Program ini menjangkau masyarakat di tiga kecamatan, yakni Cilacap Tengah, Cilacap Selatan, dan Cilacap Utara. Adapun penerima manfaat tersebar di sejumlah kelurahan, antara lain Lomanis, Donan, Sidanegara, Gunung Simping, Kutawaru, Cilacap, Tegalreja, Tegalkamulyan, hingga Karangtalun.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menyampaikan kegiatan Pasar Murah ini merupakan program serentak yang dilaksanakan di seluruh unit Pertamina Group di Indonesia dengan total 16.000 paket.

    “Melalui program ini, paket sembako dengan harga normal sekitar Rp225.000 dapat ditebus masyarakat hanya dengan Rp30.000. Ini menjadi bentuk nyata kehadiran Pertamina dalam membantu meringankan beban masyarakat,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Agustiawan menegaskan Pasar Murah tidak hanya untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memastikan ketersediaan dan aksesibilitas bahan pangan esensial bagi keluarga rentan di sekitar wilayah operasi perusahaan.

    “Selain itu, program ini juga kami pastikan tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.


    Menariknya, seluruh hasil penjualan dari program Pasar Murah ini tidak kembali ke perusahaan, melainkan disalurkan kepada anak-anak yatim piatu dan dhuafa di tiga lembaga sosial di Cilacap, yakni Panti Asuhan Tazkiyatun Nufus Lomanis, Panti Asuhan Al Aqobah Sidanegara, dan Panti Asuhan Assalam Donan. Langkah ini menjadi bentuk keberlanjutan manfaat sekaligus wujud kepedulian sosial yang lebih luas.

    Apresiasi disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, M. Ichlas Riyanto, yang membacakan sambutan Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya.

    “Kami mengapresiasi kepedulian Pertamina melalui program Pasar Murah ini. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi perusahaan dalam membantu mengatasi persoalan sosial di masyarakat, apalagi hasil penjualan dikembalikan lagi ke masyarakat, berupa donasi untuk anak yatim dan duafa,” ujarnya.

    Sementara itu, rasa syukur datang dari salah satu penerima manfaat, Intan Rahayu, warga Kelurahan Donan. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.

    “Alhamdulillah, biasanya sebanyak ini harga sekitar dua ratus ribu, sekarang bisa didapat hanya tiga puluh ribu. Semoga Pertamina semakin jaya,” ungkapnya penuh haru.

    Melalui Pasar Murah ini, Pertamina RU IV Cilacap tidak hanya menghadirkan bantuan ekonomi, tetapi juga menumbuhkan harapan dan kebersamaan di tengah masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

  • Hangatnya Tasyakuran & Pembekalan Akhir, 66 Calon Haji BDI Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Siap menuju Tanah Suci

    Hangatnya Tasyakuran & Pembekalan Akhir, 66 Calon Haji BDI Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Siap menuju Tanah Suci

    satynusa, Cilacap – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Gedung Patra Graha Cilacap saat Badan Dakwah Islam (BDI) Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap menggelar kegiatan Tasyakuran dan Pembekalan Akhir Calon Haji, Minggu (3/5). Momen ini menjadi titik puncak perjalanan panjang calon tamu Allah sebelum menapakkan kaki di Tanah Suci.

    Ketua BDI RU IV Cilacap, Agus Rahmat Jamal, menyampaikan jumlah jamaah calon haji yang difasilitasi melalui BDI bersama KBIHU Miftahul Jannah mencapai 66 orang. Mereka terdiri dari keluarga besar Pertamina, baik pekerja aktif maupun purnabakti, serta masyarakat umum yang turut bergabung dalam pembinaan.

    “Seluruh jamaah telah mengikuti pembekalan secara intensif sebanyak 17 kali. Ini menjadi ikhtiar bersama untuk memastikan kesiapan, baik secara ilmu, mental, maupun spiritual dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah haji,” ungkap Agus.

    Direncanakan, seluruh jamaah akan bertolak ke Tanah Suci pada 16 Mei 2026 bersama calon haji lainnya dari Kabupaten Cilacap. Harapan dan doa pun mengalir, mengiringi langkah mereka menuju perjalanan suci yang telah lama dinantikan.

    General Manager RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo menyampaikan pesan penuh makna kepada para jamaah. Ia mengingatkan pentingnya disiplin dalam mengikuti seluruh prosedur dan manasik haji, serta menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah.

    “Di tengah dinamika global dan berbagai tantangan geopolitik, kami juga berpessan kepada bapak dan ibu, agar menyisipkan doa terbaik untuk kelancaran operasional Pertamina. Kami meyakini, doa-doa dari Tanah Suci memiliki kekuatan yang luar biasa,” ujarnya.

    Sementara itu, perwakilan dari Kementerian Haji Kabupaten Cilacap, Alfi Zubaedah, memastikan seluruh tahapan persiapan pemberangkatan jamaah asal Kabupaten Cilacap berjalan lancar tanpa perubahan signifikan. Ia turut mengingatkan pentingnya kesiapan fisik.

    “Ibadah haji bukan hanya soal kesiapan materi, tetapi juga kekuatan fisik. Oleh karena itu, kami mengimbau jamaah untuk terus menjaga kesehatan agar dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan optimal,” jelasnya.

    Menutup rangkaian kegiatan, sesi pembekalan akhir disampaikan oleh Ust. Dr. Fachrur Razi dari Semarang yang mengajak jamaah untuk meluruskan niat dan sepenuhnya fokus beribadah selama di Tanah Suci.

    “Ibadah haji adalah panggilan Allah SWT. Bukan semata-mata siapa yang mampu, tetapi Allah akan memampukan mereka yang merasa terpanggil. Maka jalani setiap proses dengan rasa syukur, apapun yang diterima adalah bagian dari skenario terbaik-Nya,” pesannya.

    Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang penguatan spiritual sekaligus pelepas rindu menuju Baitullah. Di balik senyum dan doa yang dipanjatkan, terselip harapan besar agar seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar, kembali dengan predikat haji yang mabrur, serta membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan kerja.

  • Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

    Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

    satyanusa, Cilacap -Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat transformasi industri nasional melalui penguatan hilirisasi di sektor strategis.

    Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk harapan atas kelancaran dan keberhasilan proyek. Setelahnya, acara dilanjutkan dengan penayangan video mengenai rencana dan cakupan proyek hilirisasi tahap II yang akan dikembangkan.

    Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Kepala Negara menekankan hilirisasi adalah jalan menuju kebangkitan bangsa Indonesia.

    “Groundbreaking hilirisasi tahap kedua yang mencakup 13 proyek strategis hilirisasi, senilai kurang lebih Rp116 triliun meliputi 5 proyek di sektor energi, 5 proyek di sektor mineral, 3 proyek di sektor pertanian,” ujar Kepala Negara.

    Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani dalam laporannya menyampaikan bahwa proyek hilirisasi tahap II merupakan kelanjutan dari upaya strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri nasional. Rosan menjelaskan bahwa pengolahan aset negara menjadi katalisator transformasi ekonomi nasional sebagai investasi negara untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.

    “Kami akan melakukan ini sebagai awal dari lompatan besar Indonesia sebagai bangsa yang tidak hanya kaya sebagai sumber daya alam, tetapi juga berdaulat dalam pengolahannya, unggul dalam produksinya, dan sejahtera dalam hasilnya,” ujar Rosan.

    Adapun 13 proyek hilirisasi tahap II ini terdiri dari berbagai pengembangan di sektor pengolahan dan pemurnian yang terintegrasi, mencakup peningkatan kapasitas refinery, pengembangan produk turunan bernilai tambah, serta pembangunan fasilitas pendukung yang memperkuat rantai pasok industri nasional, sebagai berikut:

    1. Proyek 1 dan 2: Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline di Dumai (Riau) dan Cilacap (Jawa Tengah);
    2. Proyek 3, 4, 5: Pembangunan Tangki Operasional BBM di Palaran (Kalimantan Timur), Biak (Papua), dan Maumere (Nusa Tenggara Timur);
    3. Proyek 6: Fasilitas Pengembangan fasilitas produksi DME berkapasitas 1,4 juta ton per tahun di Tanjung Enim (Sumatera Selatan);
    4. Proyek 7: Pengembangan Fasilitas Manufaktur Baja Nirkarat dari Nikel di Indonesia Morowali Industrial Park (Sulawesi Tengah);
    5. Proyek 8: Pengembangan Fasilitas Produksi Slab Baja Karbon dari Bijih Besi Lokal di Cilegon (Banten);
    6. Proyek 9: Ekosistem dan Fasilitas Produksi Aspal Buton di Karawang (Jawa Barat);
    7. Proyek 10: Hilirisasi Tembaga dan Emas di Gresik (Jawa Timur);
    8. Proyek 11: Pengolahan Sawit menjadi Oleofood dan Biodiesel di Sei Mangkei (Sumatera Utara);
    9. Proyek 12: Fasilitas Pengolahan Pala menjadi Oleoresin di Maluku Tengah (Maluku);
    10. Proyek 13: Fasilitas Terpadu Kelapa terintegrasi menghasilkan MCT, coconut flour, dan activated carbon di Maluku Tengah (Maluku).

    Dengan investasi besar dan cakupan lintas sektor, hilirisasi tahap II ini menjadi pijakan strategis menuju Indonesia yang lebih mandiri, berdaulat, dan berdaya saing global. (BPMI Setpres)

  • Di Punggung Papandayan, Patrapala Kilang Cilacap Bagikan Bunga untuk Kartini dan Harapan untuk Bumi

    Di Punggung Papandayan, Patrapala Kilang Cilacap Bagikan Bunga untuk Kartini dan Harapan untuk Bumi

    satyanusa, Cilacap – Kabut tipis masih menggantung di lereng Gunung Papandayan saat langkah-langkah itu mulai menapaki jalur pendakian, Sabtu sore (25/4/2026). Udara dingin menyapa, namun semangat 26 anggota komunitas Perwira Pertamina Pecinta Alam (Patrapala) RU IV Cilacap justru terasa hangat, membawa misi yang tak sekadar menaklukkan ketinggian.

    Dalam rangkaian peringatan Hari Kartini 2026, Patrapala mengusung tema “Menembus Awan Menjemput Terang”. Sebuah tajuk yang juga menggambarkan perjalanan fisik sekaligus refleksi nilai perjuangan. Di ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu, mereka tidak hanya menguji daya tahan, tetapi juga merawat makna.

    Di sela perjalanan, sebuah pemandangan tak biasa terjadi. Para pendaki perempuan yang melintas disapa dengan senyum, lalu diberikan setangkai bunga. Total 50 bunga dibagikan, sederhana namun sarat arti. Di tengah medan yang menantang, gestur kecil itu menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan perempuan.

    Koordinator Patrapala Cilacap, Fahmi Purnomo, menyebut aksi ini sebagai cara unik untuk mengenang kembali nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini. “Kami ingin membawa semangat Kartini ke ruang yang berbeda, ke alam terbuka, ke tempat di mana perjuangan juga terasa nyata, penuh tantangan,” ujarnya.

    Selanjutnya langkah Patrapala tidak berhenti pada simbol. Di kawasan gunung yang dikenal sebagai salah satu gunung api aktif terbesar di Jawa Barat itu, mereka juga menanam 250 batang pohon Santigi (Vaccinium varingiaefolium).

    Aksi ini menjadi bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sekaligus bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam.

    Santigi dipilih bukan tanpa alasan. Akar pohon ini dikenal kuat dalam menahan struktur tanah di lereng, sehingga efektif mengurangi risiko longsor dan erosi akibat limpasan air hujan.

    “Selain itu, Santigi juga berperan dalam konservasi air, menyerap karbon, menghasilkan oksigen, serta menjadi habitat bagi satwa liar. Kehadirannya membantu menjaga mikroklimat, menciptakan ruang yang teduh, sejuk, dan seimbang secara ekosistem,” imbuh Fahmi.

    Di tengah lanskap Kabupaten Garut, Jawa Barat yang megah, langkah kecil itu menjadi bagian dari upaya besar. Bukan hanya mendaki dan mencapai puncak, tetapi tentang meninggalkan jejak yang berarti.

    Bagi Patrapala, perjalanan ini adalah pengingat bahwa semangat Kartini tidak hanya hidup dalam kata-kata, tetapi juga dalam aksi nyata menembus batas, merawat kehidupan, dan menjemput terang, bahkan dari ketinggian.

  • TMMD Buntu Dimulai, Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Perkuat Layanan & Infrastruktur Desa

    TMMD Buntu Dimulai, Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Perkuat Layanan & Infrastruktur Desa

    satyanusa, Cilacap – Komitmen dukungan pembangunan berbasis kolaborasi diwujudkan Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap melalui partisipasi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II 2026 di Desa Buntu, Kecamatan Kroya, Cilacap.

    Program ini resmi dibuka di lapangan desa setempat pada Rabu (22/4/2026) dan berlangsung selama satu bulan hingga 21 Mei 2026.

    Dalam kegiatan tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan menyerahkan bantuan satu unit personal computer (PC) kepada Pemerintah Desa Buntu. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa.

    Agustiawan menyampaikan kontribusi Pertamina dalam TMMD menjadi komitmen perusahaan untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan masyarakat. “Kami senantiasa hadir dan berkontribusi dalam setiap TMMD sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, sekaligus upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    General Manager RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo, memastikan dukungan penuh Pertamina terhadap program-program sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

    “Keterlibatan perusahaan dalam TMMD menjadji bagian dari tanggung jawab sosial sekaligus wujud nyata kehadiran Pertamina di tengah masyarakat. Ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk tidak hanya menjalankan operasional bisnis, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Annisa Fabriana, yang membacakan sambutan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Ia menyebutkan kondisi jalan yang menjadi sasaran pembangunan saat ini membutuhkan perhatian serius karena belum berfungsi optimal.

    “Pembangunan talud menjadi langkah awal agar jalan dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami juga menekankan pentingnya koordinasi seluruh program dalam TMMD, baik yang bersumber dari CSR perusahaan maupun organisasi perangkat daerah, agar pelaksanaannya lebih terarah dan terpadu,” ungkapnya.

    Adapun TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Desa Buntu menitikberatkan pada pembangunan fisik dan nonfisik. Untuk kegiatan fisik, meliputi pembangunan talud di sisi kanan dan kiri jalan sepanjang 955 meter dengan tinggi 1 meter dan lebar 0,3 meter, perkerasan jalan sepanjang 50 meter dengan lebar 3 meter dan tinggi 0,15 meter, serta pembangunan tiga unit gorong-gorong jenis box culvert.

    Selain itu rehabilitasi tiga unit rumah tidak layak huni (RTLH), penanaman 1.000 pohon, pembersihan saluran Sungai Situmang sepanjang 140 meter, serta pembuatan satu unit sumur bor.

    Sementara kegiatan nonfisik, masyarakat mendapatkan berbagai layanan seperti administrasi kependudukan (pembuatan akta kelahiran, KIA, hingga layanan paket “3 in 1” termasuk akta kematian), pemeriksaan kesehatan gratis untuk semua kelompok usia, pelayanan keluarga berencana (KB), perpustakaan keliling, hingga layanan kesehatan hewan ternak dan peliharaan.

    Melalui sinergi lintas sektor dalam program TMMD ini, diharapkan pembangunan tidak hanya memperkuat infrastruktur desa, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

  • Hello world!

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!