Kategori: Nasional

  • Ekonomi Transformasi Pasar Komunal Binaan Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Denyut Ekonomi & Harapan Warga

    Ekonomi Transformasi Pasar Komunal Binaan Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Denyut Ekonomi & Harapan Warga

    satyanusa, Cilacap – Bagi masyarakat Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, pemenuhan kebutuhan sehari-hari bukan sekadar pergi ke pasar. Letak geografis wilayah yang dipisahkan perairan Segara Anakan membuat masyarakat harus menyeberang menggunakan perahu untuk menjangkau sejumlah kebutuhan di wilayah lain.

    Di tengah keterbatasan itu, ekosistem wilayah di Kutawaru bertrasnformasi menjadi satu kesatuan sistem ekonomi hub yang terhubung dengan Pasar Amarta. Pasar Amarta menjelma menjadi lebih dari sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli. Pasar ini menghadirkan kemudahan, membuka peluang usaha, dan menumbuhkan harapan kemandirian ekonomi.

    Diinisiasi Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Masyarakat Mandiri Kutawaru (MAMAKU), Pasar Amarta yang dikembangkan sejak 2022 nyatanya menjawab kebutuhan masyarakat tentang akses ekonomi yang lebih dekat serta saling terintegrasi dan interkoneksi dengan aktivitas Wisata Kampung Kepiting, Bank Sampah Ahipraya dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S).

    Kini, pasar rakyat yang beroperasi setiap hari Minggu itu telah menjadi ruang aktivitas ekonomi warga dengan melibatkan 78 pedagang.

    Di sini, para pedagang mendapatkan ruang untuk menawarkan dagangannya, masyarakat memiliki alternatif memenuhi kebutuhan, dan perputaran ekonomi berpeluang tumbuh di lingkungan sendiri.

    “Pasar Amarta kami hadirkan bukan hanya untuk menyediakan tempat berjualan, tetapi membuka ruang untuk mengembangkan potensi ekonominya sendiri. Kami ingin masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menggerakkan perekonomian,” ujar Agustiawan, Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap.

    Lanjut Agus, Pasar Amarta kini menjadi bagian penting dari upaya membangun kemandirian masyarakat. “Pemberdayaan ekonomi untuk memastikan masyarakat memiliki kesempatan, kemampuan, dan kepercayaan diri untuk mengelolanya secara berkelanjutan,” kata Agus.

    Seiring meningkatnya jumlah pedagang dan aktivitas pasar, penguatan kapasitas pengelola menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Pasar yang tumbuh membutuhkan tata kelola yang baik agar manfaatnya terus berkelanjutan.

    Semangat tersebut mengemuka dalam Pelatihan Manajemen Pengelolaan Pasar Rakyat di Pasar Amarta, Kutawaru, pertengahan September lalu. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat fondasi pengelolaan pasar agar semakin tertib, transparan, profesional, dan mampu berjalan secara mandiri.

    Melalui pelatihan, pengelola dibekali pemahaman kelembagaan, administrasi, operasional, pelayanan, hingga pengembangan pasar.

    Agustiawan berharap pelatihan ini menjadi awal perubahan dalam pengelolaan Pasar Amarta. “Pengelola diharapkan mampu menerapkan administrasi yang semakin tertib, pelayanan semakin baik, serta menjalankan pasar dengan sistem yang semakin kuat,” kata Agustiawan.

    Galuh Mei Wardana, Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan DPKUKM Kabupaten Cilacap menilai Pasar Amarta sebagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

    “Pasar Amarta merupakan satu-satunya pasar di Kelurahan Kutawaru dan menjadi roda pemutar perekonomian masyarakat. Ini merupakan inovasi yang bermanfaat untuk menciptakan kemandirian sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” ungkap Galuh.

    Di Kutawaru, Segara Anakan tetap menjadi bentang perairan yang memisahkan wilayah. Namun melalui Pasar Amarta, tumbuh ruang yang mendekatkan masyarakat pada kesempatan.

    Dari lapak sederhana, transaksi setiap Minggu, dan kerja bersama untuk menjaga keberlangsungannya, harapan kemandirian ekonomi terus dirawat, agar masyarakat Kutawaru semakin berdaya.

  • Bersama TMMD, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Bangun Harapan Desa

    Bersama TMMD, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Bangun Harapan Desa

    satyanusa, Cilacap – Kemajuan desa tidak selalu dimulai dari pembangunan besar. Terkadang, tumbuh dari hal sederhana, seperti sebuah jalan yang semakin mudah dilalui, layanan administrasi yang semakin cepat, atau perangkat komputer yang membantu perangkat desa melayani warganya dengan lebih baik.

    Semangat itulah yang terus dihadirkan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap melalui dukungannya terhadap program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 di Desa Karangtawang, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap.

    Dukungan ini diwujudkan melalui bantuan satu unit personal computer (PC) untuk Pemerintah Desa Karangtawang.

    Program TMMD yang dimotori Kodim 0703/Cilacap itu resmi dimulai pada Selasa (13/10/2026), ditandai upacara pembukaan di lapangan desa setempat.

    Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, dihadiri Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf. Aryudha Sakti dan jajaran pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) maupun Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Program ini akan berlangsung selama satu bulan ke depan.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, mengatakan kehadiran Pertamina dalam TMMD merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat dan mendukung pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

    “Pembangunan bukan hanya menghadirkan sesuatu yang baru, tetapi bagaimana sesuatu yang diberikan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat. Dalam setiap TMMD, kami berupaya hadir melalui bantuan perangkat komputer untuk pemerintah desa. Harapannya, perangkat ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga,” ujar Agustiawan.

    Ditambahkan, di balik pelayanan administrasi terdapat kebutuhan masyarakat yang harus dijawab dengan baik. Karena itu, dukungan terhadap sarana pelayanan desa menjadi salah satu langkah kecil yang diharapkan dapat memberikan arti besar bagi keseharian masyarakat.

    Kepala Desa Karangtawang, Sutarno, menyampaikan apresiasi kepada Pertamina Patra Niaga RU Cilacap atas bantuan satu unit komputer ini.

    “Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk menunjang pekerjaan administrasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Semoga sinergi dan kepedulian seperti ini terus terjalin, sehingga semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh warga Desa Karangtawang,” ujar Sutarno.

    Bangun Jalan, Tumbuhkan Harapan

    Sejumlah sasaran fisik TMMD kali ini antara lain pengerasan jalan sepanjang 1.565 meter dengan lebar tiga meter, pengaspalan jalan sepanjang 425 meter dengan lebar yang sama, rehabilitasi dua rumah tidak layak huni (RTLH), serta penanaman 1.000 pohon.

    Rangkaian TMMD turut menghadirkan berbagai pelayanan bagi masyarakat, mulai dari pengobatan gratis, pelayanan keluarga berencana (KB), pengurusan akta kelahiran dan kematian, hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan perpustakaan keliling juga disiapkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan administrasi, pengetahuan, dan pengembangan usaha.

    Beragam kegiatan nonfisik melengkapi program tersebut, antara lain penyuluhan wawasan kebangsaan, ketahanan keluarga, bahaya narkoba, kesehatan ibu dan anak, keselamatan lalu lintas, serta keselamatan pelayaran.

    Bagi Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, dukungan pada TMMD merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang bermakna dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

  • Bersama TMMD, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap Bangun Harapan Desa

    satyanusa, Cilacap – Kemajuan desa tidak selalu dimulai dari pembangunan besar. Terkadang, tumbuh dari hal sederhana, seperti sebuah jalan yang semakin mudah dilalui, layanan administrasi yang semakin cepat, atau perangkat komputer yang membantu perangkat desa melayani warganya dengan lebih baik.

    Semangat itulah yang terus dihadirkan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap melalui dukungannya terhadap program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 di Desa Karangtawang, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap.

    Dukungan ini diwujudkan melalui bantuan satu unit personal computer (PC) untuk Pemerintah Desa Karangtawang.

    Program TMMD yang dimotori Kodim 0703/Cilacap itu resmi dimulai pada Selasa (13/10/2026), ditandai upacara pembukaan di lapangan desa setempat.

    Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, dihadiri Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf. Aryudha Sakti dan jajaran pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) maupun Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Program ini akan berlangsung selama satu bulan ke depan.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, mengatakan kehadiran Pertamina dalam TMMD merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat dan mendukung pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

    “Pembangunan bukan hanya menghadirkan sesuatu yang baru, tetapi bagaimana sesuatu yang diberikan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat. Dalam setiap TMMD, kami berupaya hadir melalui bantuan perangkat komputer untuk pemerintah desa. Harapannya, perangkat ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga,” ujar Agustiawan.

    Ditambahkan, di balik pelayanan administrasi terdapat kebutuhan masyarakat yang harus dijawab dengan baik. Karena itu, dukungan terhadap sarana pelayanan desa menjadi salah satu langkah kecil yang diharapkan dapat memberikan arti besar bagi keseharian masyarakat.

    Kepala Desa Karangtawang, Sutarno, menyampaikan apresiasi kepada Pertamina Patra Niaga RU Cilacap atas bantuan satu unit komputer ini.

    “Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk menunjang pekerjaan administrasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Semoga sinergi dan kepedulian seperti ini terus terjalin, sehingga semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh warga Desa Karangtawang,” ujar Sutarno.

    Bangun Jalan, Tumbuhkan Harapan

    Sejumlah sasaran fisik TMMD kali ini antara lain pengerasan jalan sepanjang 1.565 meter dengan lebar tiga meter, pengaspalan jalan sepanjang 425 meter dengan lebar yang sama, rehabilitasi dua rumah tidak layak huni (RTLH), serta penanaman 1.000 pohon.

    Rangkaian TMMD turut menghadirkan berbagai pelayanan bagi masyarakat, mulai dari pengobatan gratis, pelayanan keluarga berencana (KB), pengurusan akta kelahiran dan kematian, hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan perpustakaan keliling juga disiapkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan administrasi, pengetahuan, dan pengembangan usaha.

    Beragam kegiatan nonfisik melengkapi program tersebut, antara lain penyuluhan wawasan kebangsaan, ketahanan keluarga, bahaya narkoba, kesehatan ibu dan anak, keselamatan lalu lintas, serta keselamatan pelayaran.

    Bagi Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, dukungan pada TMMD merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang bermakna dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

  • Kilang Cilacap Perkuat Komitmen P4GN, Dukung Target Jawa Tengah Zero Prevalensi 2045

    Kilang Cilacap Perkuat Komitmen P4GN, Dukung Target Jawa Tengah Zero Prevalensi 2045

    satyanusa, Cilacap – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi bertajuk “Akselerasi Implementasi P4GN Kolaborasi Layanan Rehabilitasi Narkoba Menuju Jawa Tengah Zero Prevalensi Tahun 2045” yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah di Gedung Patra Graha Cilacap, Kamis (8/10/2026).

    Kegiatan ini menjadi forum koordinasi sekaligus penguatan sinergi antarpemangku kepentingan dalam mendukung implementasi P4GN, khususnya melalui penguatan kolaborasi layanan rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Rapat koordinasi tersebut dihadiri para pimpinan BNN dari wilayah eks Karesidenan Banyumas yang meliputi Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen.

    Dukungan Pemerintah Kabupaten Cilacap terhadap upaya tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma, melalui sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Kabupaten Cilacap, Bintang Dwi Cahyono.

    Dalam sambutannya, Pemerintah Kabupaten Cilacap menyatakan dukungan terhadap program dan langkah BNN Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat pelaksanaan P4GN serta kolaborasi layanan rehabilitasi di wilayah Jawa Tengah.

    Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol. Edi Swasono, memaparkan arah kebijakan penanggulangan narkotika untuk mewujudkan target Jawa Tengah Zero Prevalensi Tahun 2045.

    Ia menekankan pencapaian target tersebut membutuhkan strategi yang komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan dengan memperkuat empat aspek utama, yakni pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, serta pemberantasan.

    Partisipasi Pertamina Patra Niaga RU Cilacap dalam forum ini merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap upaya bersama menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan terbebas dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

    Sinergi antara pemerintah, BNN, dunia usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas jangkauan pencegahan sekaligus memperkuat dukungan terhadap layanan rehabilitasi.

    Dalam kesempatan tersebut, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap menerima piagam penghargaan dari Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol. Edi Swasono, atas partisipasi aktif dalam upaya P4GN. Piagam penghargaan diterima oleh Section Head Health RU Cilacap, dr. Bernard L. Tobing, yang hadir mewakili manajemen.

    Penghargaan ini menjadi apresiasi atas keterlibatan Pertamina Patra Niaga RU Cilacap dalam mendukung upaya P4GN sekaligus memperkuat semangat kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

    Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, perusahaan berharap dapat turut berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan kerja dan masyarakat yang sehat, produktif, serta bebas dari penyalahgunaan narkotika, sejalan dengan cita-cita Jawa Tengah Zero Prevalensi Tahun 2045.

  • Kilang Cilacap Perkuat Budaya Berbagi Pengetahuan di Bulan Energi

    Kilang Cilacap Perkuat Budaya Berbagi Pengetahuan di Bulan Energi

    satyanusa, Cilacap – Pengetahuan di dunia pengolahan energi tidak hanya tersimpan dalam prosedur dan dokumen, tetapi juga tumbuh dari pengalaman pekerja yang menghadapi berbagai dinamika operasional di lapangan. Semangat menjaga agar pengalaman tersebut terus mengalir menjadi pengetahuan bersama diwujudkan PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap melalui kegiatan Tacit Knowledge dalam rangka Bulan Energi 2026.

    Kegiatan yang digelar selama dua hari di IG Room Head Office Kilang Cilacap ini diikuti puluhan pekerja dari berbagai fungsi. Hal itu mendapat apresiasi dari Pjs. Manager OPI RU Cilacap Ihya Ramadhanu yang mengatakan forum Tacit Knowledge menjadi ruang strategis untuk mentransfer pengalaman, wawasan, dan praktik kerja yang selamaini melekat pada individu agar dapat menjadi bekal bersama dalam mendukung keandalan operasional kilang.

    “Pengalaman di lapangan sering kali melahirkan pengetahuan yang tidak seluruhnya dapat dituangkan secara detail dalam prosedur tertulis, padahal nilainya sangat besar bagi keberlangsungan operasi. Melalui form ini, pengetahuan itu dapat dibagikan, didiskusikan, dan menjadi pembelajaran bagi pekerja lainnya untuk terus meningkatkan kualitas proses kerja.” ujar Ihya.

    Sejumlah pekerja berpengalaman hadir sebagai narasumber, yakni Section Head FOC II Rifa Tri Purnawan, Supervisor Optimization & Loss Control Hanif Nur Fauzi, Section Head OM 60 & NBM Tumin, dan Section Head OM 70 Abulais Samsuri. Materi yang dibawakan beragam, mulai dari energi, proses loading, hingga supply quantitative insurance yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab peserta.

    SH FOC II Rifa Tri Purnawan menekankan bahwa transfer pengetahuan memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan kompetensi pekerja, khususnya terkait proses operasional yang membutuhkan pemahaman teknis sekaligus pengalaman lapangan. “Melalui diskusi seperti ini, kami tidak hanya berbagi tentang bagaimana sebuah proses dijalankan, namun juga alasan di balik setiap langkah, pengalaman menghadapi kondisi tertentu, serta pembelajaran yang dapat membantu pekerja mengambil keputusan secara lebih tepat,” jelasnya.

    Ketua Bulan Energi 2026, Ipuk Suseno menyampaikan bahwa pelaksanaan Tacit Knowledge sejalan dengan semangat Bulan Energi untuk memperkuat kepedulian sekaligus pemahaman pekerja terhadap energi dari berbagai perspektif. Menurutnya, Bulan Energi diharapkan tidak berhenti sebagai rangkaian kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum membangun budaya belajar, berbagi, dan berinovasi di lingkungan Kilang Cilacap.

    Melalui Tacit Knowledge, Kilang Cilacap terus mendorong pengetahuan dan pengalaman pekerja agar tidak berhenti pada individu, tetapi berkembang menjadi aset pembelajaran organisasi yang dapat diwariskan lintas generasi. Semangat berbagi tersebut sekaligus memperkuat Bulan Energi sebagai ruang kolaborasi untuk menjaga kompetensi pekerja, keandalan operasional, serta keberlanjutan pengelolaan energi di Kilang Cilacap.

  • PESAT Gada Pratama, Suntikan Semangat Pertamina untuk Pemuda di Sekitar Kilang

    PESAT Gada Pratama, Suntikan Semangat Pertamina untuk Pemuda di Sekitar Kilang

    satyanusa, Cilacap – Bagi Ranggi Kafi Syafii, kesempatan untuk mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi (PESAT) Gada Pratama menjadi pengalaman yang sangat penting. Pemuda asal Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, ini melihatnya sebagai langkah awal untuk menyiapkan diri menyambut dunia kerja.

    Alumni SMK Dr. Soetomo Cilacap tahun 2026 tersebut menjadi satu dari 35 pemuda terpilih mengikuti PESAT Gada Pratama yang diselenggarakan Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap di Balai Latihan Kerja (BLK) Cilacap.

    “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur terpilih mengikuti pelatihan ini. Bagi saya, pelatihan ini sangat penting untuk menambah skill dan pengalaman yang nantinya sangat bermanfaat untuk memasuki dunia kerja, khususnya di bidang sekuriti,” ujar Ranggi.

    Bagi Ranggi dan peserta lain, sembilan hari pelatihan menjadi kesempatan berharga untuk belajar sekaligus mempersiapkan mental menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada Pertamina yang telah membuka kesempatan tersebut bagi para pemuda.

    “Terima kasih kepada Pertamina yang telah memberikan kesempatan berharga ini kepada saya,” lanjutnya.

    Semangat Ranggi menjadi bukti, kehadiran industri di tengah masyarakat tidak hanya aktivitas operasional, tetapi keberadaannya dapat memberikan manfaat dan membuka ruang tumbuh bagi generasi muda di lingkungan terdekat.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan saat pembukaan PESAT, Selasa (6/10/2026) menekankan, dalam pelatihan ini ada nilai dasar yang harus dibawa oleh setiap peserta, yakni integritas, disiplin, dan tanggung jawab.

    “Nilai-nilai integritas, disiplin, dan tanggung jawab ini bukan hanya selama pelatihan, tetapi juga setelah pelatihan selesai dan ketika nantinya memasuki dunia kerja,” kata Agustiawan.

    Karena itu, ia berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan serius dan sungguh-sungguh. Menurutnya, kesempatan yang diperoleh 35 peserta tersebut merupakan bekal penting untuk menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.

    “Adik-adik adalah 35 peserta terpilih. Ikuti pelatihan ini dengan serius dan sungguh-sungguh. Jadikan setiap materi dan pengalaman yang diperoleh sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja,” pesannya.

    Ditambahkan, perkembangan industri termasuk di Kabupaten Cilacap, turut mendorong kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang semakin andal. Tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga menjunjung tinggi integritas dan kedisiplinan.

    Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap, Farid Rijanto, mengapresiasi komitmen dan kepedulian Pertamina yang kembali menyelenggarakan pelatihan bagi para pemuda.

    “Program ini memiliki arti penting karena memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk meningkatkan kapasitas diri dan menjawab kebutuhan industri,” jelasnya.

    Pelatihan PESAT Gada Pratama berlangsung selama sembilan hari di BLK Cilacap. Dalam pelaksanaannya, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap melibatkan tim dari Polresta Cilacap sebagai pemateri.

    Melalui PESAT Gada Pratama, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap memastikan semakin banyak pemuda di sekitar operasional kilang memiliki kesempatan untuk mendapatkan bekal, percaya diri, dan keberanian untuk memasuki dunia kerja.

  • Lima Tahun MAMAKU: Dari Ruang Pemberdayaan menjadi Destinasi Wisata dan Penggerak Ekonomi Kutawaru

    Lima Tahun MAMAKU: Dari Ruang Pemberdayaan menjadi Destinasi Wisata dan Penggerak Ekonomi Kutawaru

    satyanusa, Cilacap – Perahu perlahan bergerak meninggalkan tepian. Di seberang, hamparan mangrove dan perairan Segara Anakan menjadi pemandangan pembuka sebelum menuju Kampoeng Kepiting, Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah.

    Bagi sebagian orang, perjalanan itu mungkin sekadar wisata. Namun bagi masyarakat Kutawaru, pemandangan ini menyimpan cerita panjang tentang pemberdayaan yang tumbuh menjadi penghidupan baru.

    Cerita itu bernama Masyarakat Mandiri Kutawaru (MAMAKU).

    Lima tahun berjalan, Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap kembali melakukan monitoring dan evaluasi (monev), Selasa (29/9/2026). Kegiatan tahunan ini untuk melihat kembali perjalanan program dan memastikan pendampingan berdampak nyata dan terus berkembang di masyarakat.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, mengatakan monev menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program.

    “Dari perjalanan ini, kami melihat perubahan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Yang sebelumnya bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun Anak Buah Kapal (ABK), kini memiliki alternatif kegiatan ekonomi yang justru menjadi kegiatan utama,” ujarnya.

    Perubahan paling terasa ketika melihat Kampoeng Kepiting. Kawasan yang dahulu menjadi bagian dari ruang hidup masyarakat pesisir kini menjelma menjadi wisata terpadu. Pengunjung tidak hanya datang dari Cilacap, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara.

    Alam menjadi daya tarik utamanya. Hamparan kawasan pesisir, suasana kampung, hingga sajian kuliner khas berbahan kepiting menjadi pengalaman yang ditawarkan masyarakat kepada para pengunjung.

    Di balik pemandangan, ada proses panjang pemberdayaan. MAMAKU terus berkembang mengikuti kebutuhan dan potensi masyarakat. Budidaya kepiting cangkang lunak kemudian menjadi salah satu ikon Kampoeng Kepiting.

    Pengembangan kawasan juga dilengkapi fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta Rumah Susun Kepiting Berbasis Energi (RUSUN TINGGI), sebuah inovasi yang menjadi bagian dari pengembangan budidaya kepiting.

    Cerita MAMAKU tidak berhenti di kawasan wisata. Masyarakat mengembangkan pasar tradisional Mingguan Amarta sebagai ruang aktivitas ekonomi. Pasar yang digelar secara berkala tersebut kini mampu mencatat omzet ratusan juta rupiah.

    Di sektor pertanian dan peternakan, terdapat Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Kunang-kunang yang dikembangkan antara lain melalui peternakan burung puyuh.

    Sementara itu, kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui Bank Sampah Abhipraya, yang mengajak masyarakat melihat sampah sebagai potensi ekonomi. Terlebih kelurahan ini terpisah perairan Segara Anakan sehingga menyulitkan akses menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di wilayah kota.

    Bagi Rato, Local Hero MAMAKU, perjalanan ini menjadi proses pembelajaran yang jauh lebih besar daripada sekadar pengembangan kegiatan ekonomi.

    “Harapan kami, dukungan dari Pertamina selama ini bisa menjadi pemicu bagi masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan MAMAKU agar tetap berkelanjutan,” tutur Rato.

    Dari sisi pemerintahan kelurahan, program MAMAKU juga menjadi bagian penting dalam perjalanan pemberdayaan masyarakat Kutawaru.

    Lurah Kutawaru, Edy Harjanto, mengapresiasi perhatian dan dukungan Pertamina yang selama ini terus diberikan kepada masyarakat, terutama karena Kutawaru berada di sekitar wilayah operasional kilang.

    “Pertamina sudah banyak memberikan kepedulian dalam pemberdayaan masyarakat Kutawaru. Ini menjadi bukti sinergi yang kuat. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

    Monev MAMAKU yang juga dihadiri perwakilan dinas terkait, Perhimpunan Hotel & Restauran Indonesia (PHRI) Cilacap, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cilacap, akademisi, serta pelaksana program MAMAKU, menjadi kesempatan untuk menengok kembali perjalanan sebuah kampung yang sedang membangun masa depannya sendiri.

    Dari kepiting cangkang lunak hingga pasar mingguan, dari energi surya hingga bank sampah, dari peternakan puyuh hingga wisata pesisir. Semua tumbuh dalam satu cerita yang sama, masyarakat yang belajar untuk berdaya, lalu bergerak untuk mandiri.

  • LENTERA Cibeunying: Nyalakan Harapan, Tumbuhkan Kemandirian Penyintas

    LENTERA Cibeunying: Nyalakan Harapan, Tumbuhkan Kemandirian Penyintas

    satyanusa, Cilacap – Bencana tanah longsor yang melanda Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada November 2025, telah berlalu. Namun, bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan harus memulai kehidupan dari awal, perjuangan untuk bangkit masih terus berlangsung.

    Sejak Februari 2026, para penyintas bencana tersebut menempati hunian sementara (huntara) di Desa Jenang, Kecamatan Majenang. Di tempat inilah, mereka perlahan menata kembali kehidupan, merajut harapan, sekaligus beradaptasi dengan lingkungan baru.

    Di tengah perjalanan panjang pemulihan itu, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap terus hadir mendampingi masyarakat. Tak sekadar memberikan bantuan saat bencana terjadi, Pertamina kini mendorong para penyintas untuk kembali produktif, mengembangkan potensi, dan membangun kemandirian ekonomi.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Lahan Terpadu Pemberdayaan Ekonomi Huntara (LENTERA) Cibeunying, Senin (28/9/2026). Program ini menjadi langkah nyata Kilang Cilacap dalam menghadirkan peluang usaha produktif sekaligus menumbuhkan semangat baru bagi masyarakat penyintas bencana.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, menyampaikan pendampingan terhadap penyintas bencana Cibeunying merupakan komitmen berkelanjutan, yang tidak berhenti pada fase tanggap darurat.

    Sejak awal bencana, Pertamina hadir melalui berbagai dukungan, mulai dari bantuan logistik, pendampingan psikososial, hingga kegiatan trauma healing bersama para relawan.

    Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Pertamina juga mendukung peresmian program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) serta menyalurkan 134 paket pendidikan bagi anak-anak penyintas.

    “Pemulihan pascabencana bukan hanya memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal dan kebutuhan dasar yang terpenuhi. Lebih dari itu, kami ingin memastikan mereka memiliki kesempatan untuk kembali produktif, mengembangkan potensi, dan membangun kehidupan yang lebih mandiri,” ujar Agustiawan.

    Melalui LENTERA Cibeunying, Kilang Cilacap menghadirkan konsep eco farm terpadu yang mengintegrasikan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Konsep ini dirancang agar dapat dikelola secara berkelompok oleh masyarakat, sekaligus menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan aktivitas ekonomi produktif di lingkungan huntara.

    Di bidang pertanian, Pertamina membangun enam raised bed atau bedengan tanam berukuran 14 x 1 meter yang dilengkapi sistem irigasi tetes. Teknologi ini diharapkan dapat membantu mengoptimalkan penggunaan air sekaligus mendukung kegiatan budidaya tanaman hortikultura.

    Di sektor perikanan, 50 unit Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) ikan lele disiapkan dengan sistem aerasi dan sirkulasi air. Menariknya, bagian atas ember juga dimanfaatkan untuk menanam tanaman hortikultura, sehingga masyarakat dapat mengembangkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem yang terintegrasi.

    Sementara itu, di sektor peternakan, Pertamina memberikan dua paket ayam petelur siap bertelur, masing-masing terdiri atas 10 ekor ayam betina dan dua ekor ayam jantan. Dukungan tersebut dilengkapi dengan 50 ekor ayam petelur berusia tiga minggu serta kandang yang dirancang untuk memudahkan proses pemantauan dan perawatan oleh kelompok Tangguh Mekar Jaya.

    Tak hanya berfokus pada kegiatan budidaya, LENTERA juga memperhatikan ketersediaan air bersih sebagai salah satu kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas masyarakat. Pertamina memberikan bantuan toren air untuk mendukung operasional eco farm, serta paket sumur bor melalui kolaborasi dengan Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijayakusuma (SPP PWK) dan Siaga Peduli.

    Dukungan ini diharapkan dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan produktif secara berkelanjutan.

    Sekretaris BPBD Cilacap Erni Suharti, mengapresiasi konsistensi Pertamina dalam mendampingi masyarakat penyintas bencana Cibeunying sejak masa tanggap darurat pada November 2025 hingga saat ini.

    Menurutnya, kepedulian yang diberikan Pertamina tidak hanya dirasakan pada saat masyarakat menghadapi kondisi darurat, tetapi juga berlanjut melalui berbagai upaya pemulihan dan pemberdayaan yang menjawab kebutuhan warga.

    “Program LENTERA jelas memberikan manfaat nyata bagi para penyintas, khususnya dalam membuka peluang ekonomi dan memperkuat kemandirian masyarakat selama menempati hunian sementara. Terimakasih Pertamina,” ujarnya.

    Bagi para penyintas Cibeunying, perjalanan untuk bangkit mungkin masih panjang. Namun, melalui dukungan, kolaborasi, dan semangat kebersamaan, harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik terus tumbuh.

    Melalui LENTERA Cibeunying, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap menegaskan, kepedulian terhadap masyarakat tidak berhenti ketika masa tanggap darurat usai. Sebaliknya, kepedulian itu terus menyala, menemani setiap langkah pemulihan, hingga masyarakat mampu kembali berdiri, produktif, dan mandiri.

  • Dari Gagasan Menjadi Gerakan, Wijayakusuma Awards 2026 RU Cilacap Rayakan Inovasi yang Menghidupkan Harapan

    Dari Gagasan Menjadi Gerakan, Wijayakusuma Awards 2026 RU Cilacap Rayakan Inovasi yang Menghidupkan Harapan

    satyanusa, Cilacap – Di balik setiap inovasi, ada cerita kepedulian, perjuangan, dan harapan untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik. Dari tangan-tangan kreatif, lahir gagasan yang tak hanya menjawab persoalan, tetapi membuka jalan perubahan.

    Kisah-kisah itulah yang menemukan panggungnya dalam puncak penganugerahan Wijayakusuma Awards 2026, sebuah perayaan atas semangat inovasi dan pemberdayaan masyarakat yang digelar Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap di Gedung Patra Graha, Jumat malam (25/6/2026).

    Malam penganugerahan itu menjadi ruang bagi penggerak perubahan untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, sekaligus membuktikan bahwa inovasi bisa tumbuh dari persoalan sederhana yang dekat dengan keseharian, keresahan yang sama, hingga kepedulian untuk tidak membiarkan masalah terus berlarut.

    Sebanyak 75 inovasi sosial dari Kabupaten Cilacap, wilayah eks Karesidenan Banyumas, serta Kabupaten Kebumen mengikuti perjalanan Wijayakusuma Awards 2026. Sejak tahapan awal pada Juni 2026, puluhan gagasan diseleksi untuk menemukan inovasi-inovasi yang memiliki dampak dan potensi keberlanjutan.

    Sebanyak 15 inovasi dari Cilacap dan 10 inovasi dari luar Cilacap kemudian melaju ke tahap presentasi pada Agustus, sebelum akhirnya terpilih lima inovasi terbaik dari Cilacap dan tiga inovasi terbaik dari luar Cilacap.

    Di antara puluhan gagasan yang hadir, masing-masing membawa cerita dan perjuangan. Ada yang berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan, optimalisasi potensi pangan, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan publik.

    Inovasi dari Kepedulian
    Dari Kabupaten Cilacap, inovasi Sirkular Berdaya RW 14 Kelurahan Sidanegara berhasil meraih predikat terbaik pertama. Disusul Sahabat Batik Hijau dari Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (Unugha) di posisi kedua, serta Rumah Hasna (Hargai Sisa Nasi Anda) sebagai terbaik ketiga.

    Sementara itu, inovasi pembuatan aplikasi JelantaHub meraih harapan kedua dan inovasi tepung Mocaf karya Lapas Kelas IIB Nirbaya, Nusakambangan, meraih harapan pertama.

    Kategori luar Cilacap, Smart Fisheries Village dari Panembangan, Kabupaten Banyumas, sukses meraih terbaik pertama. Posisi kedua diraih inovasi pertanian Satria Nawasena dari Banjarnegara, sedangkan inovasi pengelolaan penderes Nira Brilian dari Purbalingga menempati posisi ketiga.

    Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, menyampaikan Wijayakusuma Awards 2026 merupakan ajang perdana yang dirancang untuk menampung, menjaring, sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi yang lahir dari masyarakat agar semakin dikenal dan berkembang.

    Masyarakat memiliki potensi dan kreativitas yang luar biasa. Melalui ruang apresiasi seperti Wijayakusuma Awards, berbagai praktik baik di masyarakat dapat memperoleh perhatian lebih luas, serta membuka peluang untuk direplikasi dan dikembangkan.

    “Kami tidak hanya hadir sebagai penyedia energi, tetapi juga konsisten memberdayakan. Bukan hanya memberikan dana hibah, melainkan menghadirkan energi agar masyarakat terus tumbuh, berdaya, dan mampu mengembangkan inovasinya secara berkelanjutan,” ungkap Agustiawan.

    Baginya, keberhasilan sebuah program pemberdayaan tidak semata-mata diukur dari besarnya dukungan yang diberikan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mampu melanjutkan, mengembangkan, dan menjaga manfaat program tersebut secara mandiri.

    Merawat Inovasi, Menumbuhkan Keberlanjutan
    Executive General Manager RU Cilacap, Hermawan Budiantoro, berharap inovasi yang telah dihasilkan masyarakat mampu tumbuh, berkelanjutan, dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk melakukan hal serupa.

    “Wijayakusuma Awards bukan sekadar kompetisi. Namun sebagai ruang pertemuan bagi berbagai gagasan, pengalaman, dan praktik baik yang berpotensi menghadirkan perubahan positif di tengah Masyarakat,” tegasnya.

    Dukungan terhadap inovasi masyarakat juga mendapat sambutan dari Pemerintah Kabupaten Cilacap. Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, melalui Asisten II Sekda Cilacap, Ferry Adhi Dharma, menyampaikan apresiasi dan antusiasme atas inisiatif RU Cilacap menggagas Wijayakusuma Awards.

    “Pemkab berharap Wijayakusuma Awards dapat diselenggarakan secara rutin sehingga semakin banyak inovator memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan karya, mengembangkan gagasan, serta memperluas dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Melalui Wijayakusuma Awards, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap menegaskan semangat tersebut tidak berhenti pada malam penganugerahan. Apresiasi menjadi pintu pembuka untuk kolaborasi yang lebih luas, pemberdayaan yang semakin kuat, dan inovasi yang terus bertumbuh.

  • Dari Cahaya Matahari, Menjaga Asa Budidaya Sidat di Panikel

    Dari Cahaya Matahari, Menjaga Asa Budidaya Sidat di Panikel

    satyanusa, Cilacap – Matahari menjadi salah satu sumber kehidupan bagi masyarakat. Bagi kelompok pengelola Pusat Budidaya dan Edukasi Ikan Sidat (PUSAKA) di Desa Panikel, Kecamatan Kampung Laut, sinar matahari kini memiliki arti lebih dari sekadar penerang siang hari.

    Dari energi yang dipancarkan matahari, budidaya ikan sidat di perlahan menemukan jalan menuju kemandirian energi.

    Di area tambak PUSAKA, energi surya dimanfaatkan untuk menggerakkan dua unit aerator yang menopang kebutuhan budidaya. Energi yang sama juga menghidupkan Learning Center, CCTV, hingga penerangan jalan menuju dan di sekitar kawasan tambak.

    Semua itu dimungkinkan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6.500 Wp yang dikembangkan sebagai bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap.

    Lebih dari menggantikan sumber Listrik, kini da harapan yang lebih besar, menjaga agar kegiatan ekonomi produktif terus berjalan, sekaligus mengurangi beban biaya operasional.

    Dalam penggunaannya, PLTS mendukung operasional dua unit aerator pada dua area kolam tambak selama sekitar 12 jam setiap hari. Energi surya juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik Learning Center, CCTV, dan penerangan di sekitar lokasi.

    Dari pemanfaatan tersebut, terdapat potensi penghematan biaya energi sekitar Rp1,3 juta setiap bulan. Jika dihitung dalam setahun, efisiensi tersebut dapat mencapai sekitar Rp15,6 juta.

    Meski terlihat sederhana, penghematan ini menjadi ruang tambahan tambahan untuk pengembangan di tengah upaya membangun kemandirian kelompok dan menjaga keberlangsungan budidaya. Energi matahari pun akhirnya bertemu dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

    Cerita PUSAKA tidak berhenti pada pembangunan fasilitas. Tantangan berikutnya adalah memastikan semua yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan dan berkembang.

    Karena itu, PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap melakukan monitoring dan evaluasi Program TJSL PUSAKA di Learning Center PUSAKA, Senin (21/9/2026).

    Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Desa Panikel, Koperasi Mina Sidat Bersatu, BUMDes Desa Panikel, kelompok PUSAKA, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Agustiawan, mengatakan monitoring dan evaluasi ini untuk memastikan PUSAKA memiliki fondasi yang kuat untuk terus berjalan secara mandiri.

    “Monev untuk melihat secara langsung perkembangan Program PUSAKA, termasuk capaian dan kendala yang dihadapi pengelola. Kami bersama stakeholder merumuskan langkah tindak lanjut agar program semakin mandiri dan berkelanjutan,” ujar Agustiawan.

    Menurutnya, keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dengan menghadirkan sarana dan prasarana. Pengelolaan, keterlibatan masyarakat, kelembagaan lokal, hingga pemanfaatan teknologi harus berjalan bersama.

    Ketika Energi Menjadi Harapan

    Pengembangan PUSAKA menjadi ruang belajar dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, keberadaan Learning Center menjadi bagian penting dari program.

    Pemanfaatan PLTS kemudian memberikan dimensi lain, energi bersih menjadi bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi sekaligus fasilitas masyarakat. Konsep inilah yang menjadi bagian dari upaya mewujudkan Desa Energi Berdikari di Desa Panikel.

    Energi yang sebelumnya harus dibeli untuk menopang kegiatan, kini sebagian kebutuhan dapat dipenuhi dari cahaya matahari.

    Bagi Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong program pemberdayaan yang tidak hanya menghasilkan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki keberlanjutan.

    Di Panikel, cahaya matahari akhirnya memiliki cerita lain. Ia tidak hanya menerangi jalan dan bangunan, tetapi ikut menghidupkan aerator, menjaga aktivitas tambak, menekan biaya energi, dan membuka ruang bagi masyarakat untuk terus mengembangkan usaha.