Kategori: Nasional

  • Semangat Idul Adha, GM RU IV Cilacap Ajak Perwira Pertamina Menjaga Amanat Energi Negeri

    Semangat Idul Adha, GM RU IV Cilacap Ajak Perwira Pertamina Menjaga Amanat Energi Negeri

    satyanusa, Cilacap – General Manager (GM) Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo, mengajak seluruh Perwira Pertamina untuk membawa semangat berkurban dalam menjaga amanat besar mengelola energi nasional.

    Hal tersebut disampaikan Wahyu saat memberikan sambutan dalam pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di kompleks Perumahan Pertamina Gunung Simping, Cilacap, Rabu (27/5/2026).

    Menurut Wahyu, Pertamina mendapat amanah besar dari negara untuk memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga. Meski penuh tantangan, ia meyakini seluruh tugas tersebut dapat dijalankan dengan baik apabila setiap insan Pertamina meneladani semangat pengorbanan Nabi Ibrahim ‘alaihi salam.

    “Pertamina mendapatkan amanah besar untuk memasok energi nasional. Ini tentu bukan tugas yang mudah. Namun dengan mengambil hikmah Idul Adha, yakni keteladanan pengorbanan Nabi Ibrahim, insya Allah seluruh beban pekerjaan akan terasa lebih ringan,” ujar Wahyu.

    Ia menambahkan, semangat berkurban tidak hanya diwujudkan melalui penyembelihan hewan kurban, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Menurutnya, nilai pengorbanan dapat diwujudkan dengan mengorbankan waktu untuk membantu sesama, tenaga untuk kebaikan, serta harta bagi masyarakat yang membutuhkan.

    “Dengan semangat itu, kita tidak hanya menjalankan ibadah ritual, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan mempererat tali persaudaraan.

    Sementara itu, khatib Salat Idul Adha, Ustaz Milhan Royani dari Griya Quran Mulia Cilacap, dalam khutbahnya mengajak jamaah merefleksikan hikmah kepatuhan total Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT kepada putranya, Nabi Ismail AS.

    Pelaksanaan Salat Idul Adha yang dikoordinasikan Badan Dakwah Islam (BDI) RU IV Cilacap tersebut tidak hanya digelar di kompleks Perumahan Pertamina Gunung Simping, tetapi juga dilaksanakan di lapangan depan Head Office RU IV Cilacap serta kompleks Masjid Baitussalam, Perumahan Pertamina Tegalkatilayu, Cilacap Selatan.

    Usai pelaksanaan salat Id, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Pada Idul Adha 1447 Hijriah ini, tercatat sebanyak 31 ekor sapi dan 53 ekor kambing dari Perwira dan keluarga besar RU IV Cilacap didistribusikan kepada masyarakat sebagai wujud semangat berbagi dan kepedulian sosial.

  • Mamaku Sigap Bukti Kepedulian Nyata Pertamina, RU IV Cilacap Raih Dua Penghargaan TOP CSR 2026

    Mamaku Sigap Bukti Kepedulian Nyata Pertamina, RU IV Cilacap Raih Dua Penghargaan TOP CSR 2026

    satyanusa, Jakarta — PT Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap kembali menorehkan prestasi di bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan meraih dua penghargaan bergengsi pada ajang TOP CSR Awards 2026.

    Dalam penganugerahan yang digelar di Hotel Raffles Jakarta, Senin sore (25/5/2026), RU IV Cilacap berhasil meraih penghargaan kategori TOP CSR 2026 Bintang 4 serta TOP Leader on CSR Commitment 2026.

    Penghargaan diterima langsung oleh Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan. Dalam kesempatan itu kategori TOP Leader on CSR Commitment 2026 dianugerahkan kepada General Manager RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo, atas konsistensi dan komitmen dalam implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan.

    Sedangkan kategori TOP CSR 2026 Bintang 4 diberikan karena perusahaan dinilai berada pada level sangat baik, khususnya dalam keselarasan program CSR dengan strategi pertumbuhan bisnis perusahaan melalui pendekatan Creating Shared Value (CSV) dan implementasi ISO 26000 Social Responsibility. Selain itu, mayoritas program CSR perusahaan dinilai mampu mendukung strategi pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

    Agustiawan menjelaskan, program unggulan yang diusung dalam penilaian tahun ini adalah Masyarakat Mandiri Kutawaru, Sistem Integrasi Pengelolaan Lingkungan Kawasan Pesisir (Mamaku Sigap) di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah.

    “Program Mamaku Sigap menjadi inovasi sosial berbasis masyarakat yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan. Program ini juga menjadi satu-satunya konsep pengelolaan sampah pesisir berbasis ekonomi sirkular dengan pengembangan berbagai unit usaha dan sumber pendapatan masyarakat,” jelas Agustiawan.

    Melalui program tersebut, RU IV Cilacap berhasil mendorong pertumbuhan unit usaha multiple commodities dan multiple income dengan omzet mencapai Rp366 juta per bulan. Selain itu, lebih dari 1.500 rumah tangga terlibat aktif dalam pengelolaan pertumbuhan sosial, ekonomi, dan lingkungan di kawasan pesisir Kutawaru.

    Dari sisi lingkungan, program Mamaku Sigap mencatat berbagai indikator keberlanjutan, di antaranya pengelolaan 7,6 ton sampah/tahun, penanaman mangrove seluas 8,5 hektare, pengembangan lebih dari 78 ribu bibit mangrove wellbag dan non-wellbag, pengurangan emisi sebesar 5,46 ton CO2eq per tahun dari pemanfaatan palet, serta pengurangan emisi sebesar 877 ton CO2eq per tahun melalui penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

    Di aspek sosial, program ini berhasil mengintegrasikan lima kelompok masyarakat dalam pengelolaan sampah, membangun sinergi lintas pemangku kepentingan, melahirkan dua kegiatan sosial-kultural berbasis pengelolaan sampah, serta mencatat indeks kepuasan masyarakat sebesar 96,8 persen.

    Pada aspek ekonomi, program Mamaku Sigap turut mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui berbagai sektor usaha, di antaranya wisata Kampoeng Kepiting sebesar Rp72 juta per bulan, Pasar Amarta Rp62 juta per bulan, pesisir produktif Rp34 juta per bulan, serta sektor pertanian dan perdesaan budidaya sebesar Rp12 juta per bulan.

    Prestasi ini menjadi bukti komitmen Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap dalam menghadirkan program TJSL yang tidak hanya berdampak bagi masyarakat dan lingkungan, tetapi juga selaras dengan penciptaan nilai berkelanjutan bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan.

  • Pertamina Patra Niaga Tegaskan Informasi dan Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merk Tertentu per 1 Juni 2026 Tidak Benar

    Pertamina Patra Niaga Tegaskan Informasi dan Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merk Tertentu per 1 Juni 2026 Tidak Benar

    satyanusa, Jakarta – Pertamina Patra Niaga, menanggapi beredarnya informasi di media sosial mengenai daftar merk kendaraan yang disebut tidak diperbolehkan menggunakan Pertalite mulai 1 Juni 2026, menegaskan hingga saat ini belum ada, baik itu rencana ataupun arahan dari Pemerintah terkait hal mengenai pembatasan Pertalite berdasarkan merk kendaraan tertentu maupun berdasarkan kapasitas mesin kendaraan sebagaimana tercantum dalam unggahan yang beredar di media sosial.

    “Informasi mengenai daftar merk kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar karena sampai saat ini tidak ada rencana ataupun arahan dari Pemerintah dan regulator. Masyarakat kami imbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun.

    “Pertamina Patra Niaga menjalankan mandat distribusi energi dan akan mengikuti kebijakan resmi Pemerintah. Sekali lagi kami tekankan, hingga saat ini tidak ada aturan atau arahan dari pemerintah terkait pembatasan Pertalite berdasarkan merk kendaraan tertentu maupun berdasarkan kapasitas mesin kendaraan.” tambahnya.

    Saat ini, layanan distribusi dan penyaluran Pertalite tetap berjalan normal. Program Subsidi Tepat yang dijalankan merupakan bagian dari upaya mendukung tata kelola distribusi energi agar lebih tepat sasaran, dan tidak dapat disamakan dengan informasi viral berupa daftar kendaraan tertentu yang dilarang membeli BBM.

    Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi pemerintah, regulator, maupun Pertamina sebelum membagikan ulang informasi di ruang digital agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

    Untuk informasi lebih lanjut terkait produk dan layanan Pertamina Patra Niaga, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

  • Merawat Kepedulian di HUT ke-26, PWP RU IV Cilacap Bagikan 785 Paket Sembako

    Merawat Kepedulian di HUT ke-26, PWP RU IV Cilacap Bagikan 785 Paket Sembako

    satyanusa, Cilacap – Semangat berbagi dan kepedulian kembali ditunjukkan Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah RU IV Cilacap dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 PWP. Melalui kegiatan bakti sosial, sebanyak 785 paket sembako disalurkan kepada masyarakat dan para pekerja di sekitar operasional Kilang RU IV Cilacap.

    Penyerahan simbolis bantuan dilaksanakan di Gedung PWP, Komplek Perumahan Pertamina Gunung Simping, Cilacap, Jumat (22/5/2026), berlangsung hangat dan penuh rasa kekeluargaan.

    Ketua PWP Tingkat Wilayah RU IV Cilacap, Ny. Farika Wahyu Sulistyo Wibowo menyampaikan bantuan tersebut diperuntukkan para pekerja di lingkungan PWP, petugas jaga palang pintu kereta api, serta keluarga pra sejahtera di sejumlah kelurahan sekitar operasional Kilang RU IV Cilacap.

    Menurut Farika, kegiatan yang dimotori Bidang Sosial Budaya PWP Cilacap ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar untuk terus menumbuhkan semangat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

    “Melalui momentum HUT PWP ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekitar. Mungkin tidak besar nilainya, namun kami berharap dapat dirasakan ketulusan dan kepedulian kami kepada bapak dan ibu sekalian,” ungkapnya.

    PWP berharap dapat terus konsisten menebarkan kebermanfaatan di tengah masyarakat. Pihaknay juga memohon doa agar PWP senantiasa diberi kekuatan untuk terus menjalankan kegiatan sosial serta mendukung kelancaran operasional Kilang Cilacap yang menjadi salah satu objek vital nasional.

    “Kilang RU IV Cilacap memiliki peran strategis dalam menopang sekitar 34 persen kebutuhan BBM nasional dan 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa. Kami berharap doa dan dukungan masyarakat agar operasional kilang selalu berjalan aman dan lancar,” tambahnya.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan mengapresiasi konsistensi PWP dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

    “Tak terhitung banyaknya kepedulian PWP yang senantiasa hadir bersama perusahaan dalam mendukung program-program sosial kemasyarakatan. Semangat berbagi ini menjadi energi positif yang terus dirasakan masyarakat,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, PWP RU IV Cilacap berharap nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong terus tumbuh, sehingga keberadaan perusahaan dan keluarga besar Pertamina dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.

  • Jaga Keandalan Pasokan BBM Nasional, Ini Komitmen Keselamatan Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap

    Jaga Keandalan Pasokan BBM Nasional, Ini Komitmen Keselamatan Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap

    satyanusa, Cilacap – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap kembali menegaskan komitmennya terhadap aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan kerja melalui pelaksanaan pelatihan HSSE Passport 2.0 bagi pekerja dan mitra kerja.

    Pelatihan diikuti lebih dari 3.000 peserta dari unsur pekerja dan mitra yang terbagi dalam beberapa batch dengan 100 peserta pada setiap batch. Hal ini sebagai upaya perusahaan memperkuat budaya keselamatan kerja di seluruh lini operasional.

    Manager Human Capital (HC) RU IV Cilacap, M. Hasan Ismail menyampaikan bahwa safety dan keselamatan merupakan prioritas tertinggi dalam setiap operasional perusahaan.

    “Perilaku safety wajib diulang-ulang agar menjadi budaya bagi setiap insan Pertamina. Keselamatan bukan hanya sekadar aturan, tetapi harus menjadi kebiasaan dan kesadaran bersama dalam setiap aktivitas kerja,” ujarnya.

    Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi dari para praktisi HSSE, meliputi HSSE Golden Rules, Bahaya di Tempat Kerja, Sistem Izin Kerja Aman (SIKA), Corporate Life Saving Rules, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), housekeeping, Process Safety Awareness, HSSE Observation & Stop Work Authority (SWA), Incident Reporting, hingga Human Factor.

    Hasan menekankan bahwa materi-materi tersebut bisa jadi sering diterima oleh para pekerja maupun mitra. Namun demikian, pengulangan dan internalisasi dinilai sangat penting agar seluruh insan perusahaan tidak lalai serta senantiasa siap menghadapi berbagai kondisi darurat di lapangan.

    “Dalam rangka internalisasi, hal ini wajib diulang-ulang agar tidak lalai dan senantiasa memahami langkah yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat,” tambahnya.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan menegaskan bahwa perilaku dan budaya safety memiliki hubungan yang sangat erat dengan produktivitas kerja perusahaan.

    Menurutnya, penerapan budaya keselamatan yang kuat menjadi faktor penting dalam mendukung keberlangsungan operasional RU IV Cilacap yang memiliki peran strategis dalam ketahanan energi nasional.

    “Perilaku dan budaya safety berbanding lurus dengan produktivitas kerja. Terlebih RU IV Cilacap memiliki tanggung jawab besar dalam menyuplai sekitar 34 persen kebutuhan BBM nasional dan 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa,” jelasnya.

    Melalui pelatihan HSSE Passport 2.0 ini, RU IV Cilacap berharap seluruh pekerja dan mitra kerja semakin memahami pentingnya budaya keselamatan, mampu mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini, serta menjadikan aspek HSSE sebagai bagian utama dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.

  • Kilang Cilacap Donorkan Ratusan Kantong Darah, Tebar Harap & Semangat

    Kilang Cilacap Donorkan Ratusan Kantong Darah, Tebar Harap & Semangat

    satyanusa, Cilacap – Di tengah tingginya kebutuhan stok darah bagi pasien di berbagai fasilitas kesehatan, kepedulian para pekerja dan mitra kerja PT Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap kembali hadir dengan aksi nyata donor darah. Ratusan peserta dengan sukarela mendonorkan darahnya sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama di lingkungan sekitar Kilang Cilacap.

    Kegiatan donor darah yang digelar pada Rabu, 20 Mei 2026 tersebut merupakan kolaborasi Kilang Cilacap bersama Palang Merah Indonesia (PMI). Antusias peserta selalu tinggi akan kegiatan ini, buktinya tercatat 450 lebih pendaftar yang berpartisipasi.

    Kali ini, Kilang Cilacap berhasil mengumpulkan sebanyak 378 kantong darah. Seluruh hasil donor darah akan didistribusikan ke PMI Cilacap guna membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi pasien yang membutuhkan.

    Manager HSSE Kilang Cilacap, Reza Merizki Siregar, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat. “Kami melakukan kegiatan rutin ini untuk memotivasi rasa peduli dan menguatkan harapan hidup bagi sesama, sehingga kegiatan ini menjadi semangat kemanusiaan yang bisa terus dijagadi lingkungan Kilang Cilacap,” jelasnya pada kesempatan lain.

    Reza menambahkan, Kilang Cilacap tidak hanya berfokus pada operasional perusahaan, namun juga berupaya aktif mendukung kebutuhan sosial masyarakat sekitar. Menurutnya, kepedulian terhadap isu kemanusiaan menjadi salah satu nial penting yang terus dijaga melalui kegiatan sosial berkelanjutan.

    Salah satu peserta donor darah sekaligus pekerja Kilang Cilacap, Ryan Wahyu, mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sederhana tapi dampaknya besar, hanya dengan meluangkan waktu 10 menit untuk donor darah kita bisa membantu menyelamatkan harapan pasien yang mungkin sedang terpuruk,” ungkapnya.

    Terbukti melalui kegiatan rutin donor darah yang diadakan, Kilang Cilacap berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh dan berkembang di lingkungan pekerja maupun masyarakat luas. Sinergi bersama PMI juga akan terus dijunjung untuk memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat di Cilacap dan sekitarnya.

  • Produksi Avtur Kilang Cilacap Tetap Optimal Dukung Kelancaran Penerbangan Haji 1447 H

    Produksi Avtur Kilang Cilacap Tetap Optimal Dukung Kelancaran Penerbangan Haji 1447 H

    satyanusa, Cilacap — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap memastikan produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Avtur tetap optimal guna mendukung kelancaran mobilisasi jamaah calon haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

    Manager Refinery Business & Optimization (RBO) RU IV Cilacap, Endah Purbarani, menjelaskan realisasi produksi Avtur pada Januari hingga Februari 2026 berada pada performa optimal sebelum munculnya dinamika konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

    “Pada kondisi normal sebelum konflik geopolitik, performa produksi Avtur RU IV Cilacap berada pada level optimal sesuai target perusahaan,” jelas Endah.

    Ia menambahkan, meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah mengalami eskalasi, produksi Avtur Kilang Cilacap tetap berada pada level aman dan terkendali.

    ”Selama musim penerbangan haji, produksi Avtur RU IV Cilacap tetap dapat memenuhi demand yang relatif meningkat yakni mencapai produksi 1,1 juta barrel. Jumlah tersebut setara sekitar 14 persen dari total produksi Avtur terhadap minyak mentah yang diolah di Kilang Cilacap,” ujarnya.

    Produksi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi penerbangan, khususnya untuk mendukung operasional penerbangan jamaah calon haji dari berbagai embarkasi di Indonesia.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menegaskan Kilang Cilacap berkomitmen menjaga keamanan operasional dan keandalan produksi dalam berbagai kondisi, termasuk menyikapi tantangan konflik geopolitik global.

    “Kilang Cilacap memastikan produksi dan operasional tetap berjalan aman dalam kondisi apa pun, termasuk di tengah dinamika konflik geopolitik. Berbagai langkah mitigasi dan upaya strategis terus dilakukan agar suplai energi tetap tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Agustiawan.

    Menurutnya, komitmen tersebut menjadi bagian dari peran strategis Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung kelancaran pelayanan ibadah haji masyarakat Indonesia.

  • Suasana Haru Warnai Pelepasan Jamaah Haji BDI RU IV Cilacap

    Suasana Haru Warnai Pelepasan Jamaah Haji BDI RU IV Cilacap

    satyanusa, Cilacap – Badan Dakwah Islam (BDI) RU IV Cilacap melepas keberangkatan 49 jamaah calon haji melalui KBIHU Miftahul Jannah. Suasana haru mewarnai seremonial pemberangkatan yang digelar di komplek Masjid Baiturrahmah, Perumahan Pertamina Donan, Sabtu pagi (16/5/2026).

    Ketua I BDI RU IV Cilacap, Ahmad Badruddin, dalam sambutannya berpesan agar seluruh jamaah senantiasa menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Menurutnya, kondisi cuaca di Arab Saudi berbeda dengan Indonesia sehingga jamaah perlu menjaga stamina agar dapat mengikuti seluruh prosesi ibadah dengan baik.

    “Kami berharap seluruh jamaah selalu menjaga kesehatan dan kekompakan selama di Tanah Suci. Selain itu, mohon juga menyisipkan doa bagi keluarga dan masyarakat di Indonesia, termasuk doa untuk kelancaran serta keselamatan operasional Pertamina,” ujar Ahmad Badruddin.

    Sementara itu, perwakilan jamaah calon haji, Anton Wibowo, dalam kata pamitnya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh hadirin dan jamaah. Ia juga memohon doa agar seluruh rangkaian ibadah haji diberikan kelancaran dan keselamatan.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas seluruh fasilitas dan layanan persiapan yang telah diberikan kepada kami. Mohon doa agar seluruh proses ibadah haji berjalan lancar dan kami dapat kembali ke tanah air dengan selamat,” ungkap Anton.

    Usai prosesi pelepasan, jamaah yang tergabung dalam Kloter 76 SOC bertolak menuju Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Cilacap di Jalan Tentara Pelajar untuk bergabung dengan jamaah calon haji lainnya dari Kabupaten Cilacap.

    Dari Gedung IPHI, seluruh jamaah selanjutnya diberangkatkan menuju Asrama Haji Donohudan sebelum diterbangkan ke Arab Saudi.

    Diketahui, pada musim haji tahun 2026 ini Kabupaten Cilacap memberangkatkan total 1.285 jamaah calon haji yang mulai diberangkatkan pada Sabtu, 16 Mei 2026.

  • Kuliah Umum di UGM, Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Beberkan Evolusi TJSL & Resolusi Konflik

    Kuliah Umum di UGM, Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Beberkan Evolusi TJSL & Resolusi Konflik

    satyanusa, Yogyakarta – Fungsi Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap disebut memiliki peran strategis mendukung keberlangsungan operasional perusahaan sekaligus menciptakan dampak sosial berkelanjutan bagi masyarakat.

    Hal tersebut disampaikan Officer CSR & SMEPP RU IV Cilacap, Lifania Riski Nugrahani saat menjadi dosen tamu pada kuliah umum Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di auditorium kampus setempat, Selasa (12/5/2026).

    Lifania menjelaskan konsep Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan terus berkembang melalui empat tahapan utama.

    Dimulai dari pendekatan charity berupa bantuan sosial satu kali, berkembang menjadi community development yang fokus pada pemberdayaan masyarakat. Dilanjutkan dengan sustainability yang memastikan keberlanjutan program pascaintervensi, hingga konsep ESG dan shared value yang menciptakan nilai manfaat bagi masyarakat dan perusahaan.

    “Program TJSL saat ini tidak lagi sekadar bantuan sesaat, tetapi bagaimana menciptakan sistem yang mampu memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Lifania.

    Dicontohkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Dusun Bondan, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Program tersebut kini telah mandiri dan dikelola langsung oleh masyarakat setelah intervensi perusahaan selesai dilaksanakan.

    Ia juga menjelaskan fungsi Communication, Relations & CSR memiliki peran penting menjaga kondusivitas operasional perusahaan. Divisi ini berperan menghadapi berbagai risiko operasional hingga potensi gangguan sosial.

    Menurutnya, terdapat tiga fungsi utama, yakni pengelolaan hubungan publik (public relation) untuk meredam isu yang berkembang, pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan (stakeholder management), serta implementasi program TJSL.

    Terkait penyelesaian konflik sosial, Lifa menyebut mekanisme yang diterapkan meliputi pencegahan dini, identifikasi aktor, dialog multipihak, mediasi netral, hingga pencapaian solusi yang saling menguntungkan bagi seluruh pihak.

    Dalam sesi kuliah umum, peserta juga diajak membahas studi kasus praktik CSR RU IV Cilacap melalui program MAMAKU SIGAP di Kelurahan Kutawaru, Cilacap.

    Program tersebut hadir sebagai solusi sejumlah persoalan sosial dan lingkungan seperti penumpukan sampah laut, rendahnya tingkat ekonomi masyarakat di bawah UMK Cilacap, hingga keterbatasan akses pendidikan.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan menilai forum akademik seperti ini penting sebagai sarana penyebarluasan informasi profil dan kontribusi perusahaan dalam membantu penyelesaian persoalan sosial kemasyarakatan.

    “Forum ini juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai praktik pengelolaan konflik dan implementasi CSR di perusahaan energi seperti Pertamina,” ujar Agustiawan.

    Kuliah umum berlangsung akrab dan interaktif dengan diikuti mahasiswa program sarjana Mata Kuliah Konflik di Kawasan Industri dan Pemberdayaan Masyarakat serta mahasiswa magister Mata Kuliah Manajemen CSR dan Resolusi Konflik

  • Usai Raih Penghargaan Nasional, Relpi RU IV Cilacap Tancap Gas Program Kemanusiaan

    Usai Raih Penghargaan Nasional, Relpi RU IV Cilacap Tancap Gas Program Kemanusiaan

    satyanusa, Cilacap – Konsistensi Relawan Pertamina Peduli (Relpi) RU IV Cilacap dalam menghadirkan berbagai program kebaikan terus menguatkan kiprah perusahaan di tengah masyarakat.

    Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan evaluasi program 2025 dan pemantapan rencana kerja 2026 yang dikemas dalam tajuk Re Energizing Relpi 2026 di Gedung Patra Nirwana Cilacap, Minggu (10/5/2026).

    Ketua Relpi Cilacap, Anton Wibowo menjelaskan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat program kerja yang telah berjalan sekaligus memastikan rencana kegiatan ke depan benar-benar terlaksana dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Hal ini penting agar program yang sudah dirancang tidak sekadar menjadi daftar kegiatan yang terencana namun tidak terlaksana. Kami ingin seluruh program Relpi benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya,” ujar Anton.

    Anton menerangkan Relpi RU IV Cilacap selama ini berfokus pada empat pilar utama, yakni sosial, pendidikan, lingkungan, dan darurat kebencanaan. Keempat pilar tersebut menjadi landasan berbagai program yang secara konsisten dijalankan para relawan.

    Salah satu program unggulan yang terus dipertahankan adalah donasi Sehari Seribu (Serbu) yang rutin diselenggarakan sebagai gerakan gotong royong pekerja untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

    Selain itu, Relpi juga aktif melalui program Amaliyah Ramadan, Semarak Kemerdekaan bersama anak-anak tangguh, Taham Energi Barokah (Tebar), hingga berbagai program kolaborasi dan penguatan kesekretariatan organisasi.

    Menurut Anton, konsistensi Relpi yang mengusung spirit ‘Berbagi Tiada Henti’ itu turut berbuah apresiasi membanggakan melalui penghargaan Pertamina Sustainability Champions kategori Champion of Social Engagement dari Pertamina (Persero) yang diterima pada pertengahan April 2026 lalu.

    “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang dibangun Relpi bersama berbagai unsur, baik internal perusahaan, organisasi maupun pihak eksternal lainnya mampu menghadirkan dampak positif dan kebermanfaatan yang luas,” tambahnya.

    Sementara itu, Pembina Relpi Cilacap, M. Hasan Ismail mengapresiasi kiprah Relpi yang dinilai mampu menjaga konsistensi aksi sosial dan kemanusiaan secara nyata. Menurutnya, keberadaan Relpi menjadi salah satu representasi kepedulian perusahaan kepada masyarakat.

    “Relpi terbukti tidak berhenti di wacana, tetapi terus bergerak melalui berbagai aksi nyata. Ini menjadi hal yang sangat positif karena relawan hadir sebagai perpanjangan tangan perusahaan untuk mendukung program-program yang berhubungan langsung dengan masyarakat,” ujar Hasan.

    Hasan yang juga Manager Human Capital (HC) RU IV Cilacap berharap semangat berbagi dan konsistensi para relawan dapat terus terjaga sehingga keberadaan Relpi semakin memberi manfaat luas sekaligus memperkuat hubungan harmonis perusahaan dengan masyarakat sekitar.

    Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan penghargaan Pertamina Sustainability Champions kategori Champion of Social Engagement dari Anton Wibowo kepada M. Hasan Ismail, serta seremonial penyambutan anggota baru Relpi Cilacap.